Claim Missing Document
Check
Articles

Development of “Pop-Up Book for Kids” as a Learning Media Science theme “Perubahan Cuaca” for Student of Class 3 Elementary School Johara Aulia Zaeni; Eny Winaryati; Eko Yuliyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: PROCEEDING 1ST INSELIDEA INTERNATIONAL SEMINAR ON EDUCATION AND DEVELOPMENT OF ASIA (INseIDEA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.509 KB)

Abstract

This study aims to develop “Pop-Up Book for Kids” as a learning media science worthy of use of theme “Perubahan Cuaca” for student of 3rd grade primary school. The model of this research is the development of Borg and Gall procedural methods.   Data were obtained from two specialist material lecturers, two specialist media, two elementary school science teacher as reviewer and students as respondents. In this study, there were three and  five students of class 3  in  limited test  from SD Negeri Kedungmundu. Techniques of data collection were observation, questionnaires, and interviews. the results of the above tests can be concluded that the Pop-Up Book for Kids media can attract students interest in the learning process, this is based on the results of observations that have been done. Based on the results of interviews with one of the subjects of research, according to him learning with this media is very fun because many colors and interesting with the existence of some Pop-Up Book techniques that appear this way studentthinks easier in understanding the material.
ANALISIS SIKAP DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGRI 15 SEMARANG TERHADAP MATA PELAJARAN KIMIA Aisyiyah Dinnur Utami; Eny Winaryati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.743 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the measures and the behaviour of students and the lack of interest in of students to study a class of XI at the senior high school 15 Semarang the capital city of against learning to promote disorder to chemical .Was used in the study a method of descriptive of quantitative .The collection of data in the manner of a triangulation of pt pgn promised to supply kuisoner , observation , and conducting interviews .The research sample over the withdrawal of funds there were a total of 57 respondents in the present study.The findings of this glory if it is found of the study are: 1 ) an attitude and activity of student of class XI at the senior high school  15 semarang the capital city of against learning to promote disorder to chemical, 2 ) the activity itself to of students to study in also had an impact indirect positive impact on the lack of interest in of students to study a class of XI at the senior high school n 15 semarang the capital city of against learning to promote disorder to chemical.Keyword :Research, students attitude, interest students, chemical.
PENERAPAN MODEL PBL PADA MATERI REAKSI-REAKSI SENYAWA HIDROKARBON UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 15 SEMARANG Dwi Anggraeni Ristanti; Eny Winaryati; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.173 KB)

Abstract

Penelitian penerapan Model PBL Pada Materi Reaksi-Reaksi Senyawa Hidrokarbon ini  dikasanakan melalui metode Penelitian Tindakan Kelas. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitataif. Tehnik pengambilan data yaitu  observasi, dokumentasi, angket terbuka serta wawancara. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 15 Semarang pada bulan Agustus  2018. Obyek penelitiannya adalah siswa kelas XI semester 1, yang terdiri atas 2 kelas yaitu kelas XI A4 dan XI A 6 yang mempunyai karakteristik yang sama. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa : (1) Keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 33 % sedangkan pada siklus 2 sebesar 50 % ;(2) Kognitif siswa pada siklu 1 menunjukkan tingkat ketuntasan sebesar 56 % sedangkan pada siklus 2tingkat ketuntasannya sebesar 75%.;(3) Afektif yang meliputi 3 (tiga) indikator yaitu kerjasama, kekompakkan dalam kelompok dan rasa ingin tahu (motivasi memahami materi) pada siklus 1 masih terlihat kurang baik. Siswa cenderung bekerja sendiri-sendiri, kurang kompak dan rasa ingin tahu yang kurang. Pada siklus 2 siswa cenderung untuk bekerjasama, kompak dan mempunyai rasa ingin tahu yang baik;(4) Psikomotor yang meliputi 4 (empat) indikator yaitu berani mengemukakan pendapat / saran dalam diskusi kelompok, mengikutikegiatan presentasi secara aktif,  mengajukan pertanyaan yang  relevan dengan tema  dan  menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud dan tujuan pertanyaan.Pada siklus 1 kegiatan presentasi berjalan kurang baik, kurang kondusif dan interaksi antara kelompok yang maju di depan kelas dengan kelompok yang lain kurang terlihat. Pada siklus 2 kegiatan presentasi berlangsung dengan baik.Kelompok yang maju ke depan semua anggotanya berusaha untuk aktif dalam kegiatan diskusi. Kelompok yang lain juga terlihat aktif menanggapi sehingga interaksi antar kelompok dan guru terlihat baik. Kata kunci: model PBL, Hidrokarbon, keaktifan, prestasi belajar
PERRBEDAAN PERSEPSI ANTAR JENIS KELAMIN TERHADAP PERAN GENDER DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT : Antara Harapan dan Kenyataan pada Guru-guru SD di Wilayah Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Setia Iriyanto; Eny Winaryati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Kesehatan Masyarakat, Olahraga, Gizi, dan Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.972 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Guru SD N di  kec. Tembalang Kota Semarang. Berdasarakan  perhitungan diperoleh besar sampel 77 orang, dengan rincian 49 guru perempuan, 28 guru laki-laki, yang diambil dari 15 SDN yang direndom secara acak. Pengambilan data dilakukan  melalui kuesioner. Hasil penelitian ini ditemukan  adanya ketimpangan gender berkenaan  dengan  kesempatan  mengakses  pendidikan, baik pada guru  maupun pasangannya.  Kesempatan mengakses informasi guru  perempuan relatif lebih rendah.  Tugas mencari nafkah dan pekerjaan RT menjadi tanggung jawab bersama, namun berkenaan dengan konsep pendidikan anak adalah menjadi tanggung jawab ibu. Secara teoritis guru laki-laki mengakui tentang keadilan gender, namun realitanya kaum perempuan merasakan perlakuan tidak adil. Secara konsep guru perempuan menyampaikan kesamaan dalam kegiatan kemasyarakatan, namun  realitanya merasakan tidak cukup waktu. Antara persepsi dengan realita ditemukan adanya perbedaan, karena pada realita terjadi ketidakadilan gender. 
ENTERPREUNERSHIP KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN PADA WARGA SEKOLAH DAN MASYARAKAT Eny Winaryati; Eko Yuliyanto; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.991 KB)

Abstract

Sampah yang ada di Unimus berasal dari kampus satu dan kampus dua. Jumlah total sampah berkisar antara 4-5 kubik perhari. Sampah kini jadi ancaman serius bagi keberlangsungan universitas. Bila tidak dikelola dengan baik, beberapa tahun mendatang sekitar 250 Juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah. Sampah baik jenis organik maupun anorganik, sesungguhnya dapat dilakukan proses lanjut menjadi produk yang lebih bermanfaat. Limbah organik dapat diolah melalui proses fermentasi dapat diubah menjadi kompos, biogas, pakanikan dll. Limbah anorganik dapat dikumpulkan kemudian dijual dan diolah lanjut misal menjadi berbagai bentuk keterampilan. Berbagai teknologi telah dikembangkan, agar limbah ini menjadi produk yang bernilai ekonomi dan punya nilai yang lebih bermanfaat. Terkait dengan   hal di atas, maka tim memetakan berbagai kegiatan, dengan harapan agar limbah/sampah ini menjadi lebih bermanfaat. Tahapan-tahapan kegiatan dilakukan, diantara adalah pemberdayaan masyarakat sekitar kampus. Lingkungan yang ada di sekitar kampus diantaranyaadalah: SMA Negeri 15, SMA Muhammadiyah 1 Semarang, dan Warga PKK RW 2. Tujuannya ada dua yaitu pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair dan limbah anorganic menjadi berbagai keterampilan. Metode pelaksanaan pemberdayaannya lebih diarahkan pada edukasi dan penyelesaian, melalui pemberdayaan, pelatihan dan kemungkinan solusinya. Keberhasilan kegiatan ini melibatkan masyarakat sekitar kampus, meliputi masyarakat warga PKK dan masyarakat pendidikan yaitu sekolah. Tahapan kegiatannya adalah pelatihan keterampilan bahan anorganik, pelatihan bank sampah, dan cara penanganan danpembuatan kompos cair dari bahan rumah tangga atau kantin. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan tujuan kegiatan tersebut yaitu a). Adanya Sosialisasi pengelolaan sampah di sekitar kampus telah dilakukan yaitu dilakukan ke SMA Negeri 15 Semarang, SMA Muhammadiyah 1 Semarang dan Ibu ibu PKK Rt 3 Rw 2 Semarang. b). Adanya eduksi lingkungan pada siswa SMA N 15 dan SMA M 1 Semarang. c). dilakukannya pelatihan Bank Sampah pada warga RT 3 Rw 2 Kedungmundu. d). Produk-produk kerajinan dari sampah telah diproduksi dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Kata kuci: Enterpreunership, Lingkungan, Sekolah
OPTIMALISASI HOME INDUSTRI MASYARAKAT DESA UJUNGRUSI MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH DARI TAHU MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI Eny Winaryati; Siti Aminah; Setia Iriyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.85 KB)

Abstract

Desa Ujungrusi berada di kecamatan Adiwerna, dan terkenal sebagai sentra industri makanan kecil,  seperti pilus, krupuk, onde, arisah, stik dan makanan ringan lainnya. Geliat home industri di desa Ujungrusi sangat tinggi. Home industri kerupuk, dalam sejarahnya pernah berjaya. Namun dalam perkembangannya tergilas oleh home industri dari luar kota. Oleh karenanya perlu adanya perbaikan dan pembinaan home industry kerupuk ini. Selain itu perlu adanya pemanfaatan bahan baku berupa ampas tahu yang melimpah dari desa tetangga yaitu desa  Adiwerna. Limbah ampas tahu ini dijual dengan harga yang sangat murah, sekitar Rp 2000 – 2500/kg, padahal nilai gizi ampas tahu masih tinggi. Terkait dengan hal  ini, maka perlu adanya pengolahan lanjut dari limbah ampas tahu, menjadi produk makanan yang bernilai jual tinggi, yang berdampak pada optimalisasi home industri di desa Ujungrusi. Kegiatan di atas dilaksanakan melalui program KKN-PPM. Pelaksanaannya terdiri dari pra KKN-PPM dan pelaksanaan KKN. Kegiatan Pra KKN meliputipembekalan, magang dan pelatihan pada mahasiswa.  Pelaksanaan KKN-PPM meliputi kegiatan pembuatan aneka produk makanan dari ampas tahu, baik dengan melalui domonstrasi, pelatihan, dan  pendampingan. Produk yang dihasilkan adalah:  pembuatan nugget, mie, chiestik, onde-onde ketawa, saos,  selai, dan susu kedelai. Pada home industri kerupuk, diberi pelatihan aneka produkkrupuk dengan berbagai rasa, dan teknik pengolahan, serta penyerahan PIRT sebanyak 8 produsen. Rincian tahapan kegiatannya adalah: demonstrasi, survey,  pembentukan KUBE, observasi, pelatihan, pendampingan, pembuatan merk usaha, penyuluhan produk, lomba, dan penyerahanhadiah, Kegiatan tambahan yang dilakukan adalah: silaturohmi, pengajian, mengajar di TPQ, kerja bakti, pendataan kesehatan reproduksi sebanyak 100 warga, kegiatan menjelang tujuh belas agustus, dll.  Keywords:  optimalisasi home industry, limbah tahu, bernilai ekonomi.
KERENTANAN FUNGSI REPRODUKSI: SEBUAH REALITA TINGKAT PENGETAHUAN, DAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI SERTA GIZI DAN STATUS GIZI PADA SISWI SMP MUHAMMADIAYAH SE- KOTA SEMARANG Eny Winaryati; Setia Iriyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Kesehatan Masyarakat, Olahraga, Gizi, dan Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.726 KB)

Abstract

Kurang Kalori Protein (KKP) dan Anemia Gizi masih merupakan masalah gizi utama di Indonesia. Keadaan tersebut secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian. Kesehatan wanita dimasa dewasa dan tua tidak terlepas dari kondisi sebelumnya yaitu masa remaja. Masa remaja  merupakan masa yang tepat untuk intervensi pendidikan dasar tentang kesehatan. Penelitian tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sangat penting. Hasil penelitian ini adalah: berkenaan dengan penengetahuan siswi tentang kesehatan reproduksi   53,5%  mempunyai tingkat pengetahuan sedang, dan yang kurang ada  98 siswi (45,2%).  Pengetahuan tentang gizi telah baik  (73,7%). Perilaku tentang kesehatan reproduksi dan gizi adalah 73,7% berada pada kategori sedang, kurang 21,7%; Perilaku gizi menunjukkan masih kurang ada 85,7%.
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATERI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Puji Setiyowati; Eny Winaryati; Wiwik Indah K
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.412 KB)

Abstract

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi pedagogik guru adalah salah satu faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa. Minat adalah suatu  moment dari kecenderungan yang terarah secara intensif pada suatu tujuan atau objek yang dianggap penting. Faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa yaitu faktor intrinsik (faktor dari dalam diri peserta didik sendiri yang mendorongnya melakukan tindakan belajar, antara lain: perasaan, perhatian, kebutuhan dan bakat), dan faktor ekstrinsik (faktor dari luar individu pesertadidik yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar, antara lain: orang tua, guru, teman, sarana dan prasarana). Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi tinggi rendahnya hasil atau nilai yang mereka peroleh .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap minat belajar siswa pada materi sifat koligatif larutan.Hasil penelitian tentang kompetensi pedagogik guru diperoleh hasil yang baik. Kompetensi pedagogik guru dilihat dari setiap indikator, yaitu indikator kesiapan guru dalam mengajar di kelas2,92; indikator cara guru menyampaikan materi 2,89; indikator minat siswa terhadap materi 2,74; indikator antusian siswa mengikuti pelajaran 2,67; indikator evaluasi antar siswa dan guru 3,11. Kemudian untuk minat siswa dilihat dari nilai rata-rata tugas dan ulangan harian mendapatkan nilai sangat baik, dengan nilai rata-rata tugas 94,92 dan rata-rata nilai UH adalah 84,34.Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki minat belajar yang baik terhadap materi sifat koligatif larutan. Keywords: Kompetensi Pedagogik Guru, Minat Belajar, Metode.
DEVELOPMEN Model Pembelajaran ”WISATA LOKAL” Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Eny Winaryati; Akhmad Fathurohman; Setia Iriyanto
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 3, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.3.1.2015.34-42

Abstract

Potensi daerah dapat didayagunakan sebagai laboratorium dan sumber belajar. Mengkaitkan proses pembelajaran dengan potensi daerah sangat penting. Model pembalajaran ―Wisata Lokal‖ adalah suatu model yang mengoptimalkan potensi daerah di kabupaten Rembang. Harapannya, model ini dapat diimplementasikan pada sekolah-sekolah. Sebagai model baru, maka sebelum diimplementasikan perlu diujicoba terlebih dulu. Penelitian ini dilakukan dengan Research and Development (R&D). Tahapan R&D yang digunakan merupakan kombinasi antara ADDIE dan Cennamo Models. Modifikasi model di atas terdiri dari 7 (tujuh) fase, yaitu: analysis, definition, design, demonstration, development, implementation, dan evaluation. Penelitian ini lebih menitikberatkan pada rincian tahapan pada fase development. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) memerinci setiap tahap pada fase development; 2) menguji keefektifan dari model pembelajaran ―Wisata Lokal‖. Simpulanpenelitian ini menghasilkan: 6 (enam) langkah dari fase development, serta keefektifan dari model. Model pembelajaran ―Wisata Lokal‖ efektif untuk digunakan, berdasarkan data validitas dan hasil observasi keterlaksanaan model memberikan hasil penilaian sangat baik.Penilaian tentang kepraktisan model, diperoleh data bahwa model praktis untuk digunakan. Berdasarkan hasil simpulan ini, maka model layak untuk diimplementasikan pada berbagai jenjang pendidikan.Kata kunci: development, model pembelajaran, wisata lokal.
EVALUASI PEMBELAJARAN GURU IPA SMP DI KOTA SEMARANG Eny Winaryati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Vol 1, No 1 (2013): JURNAL PENDIDIKAN SAINS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
Publisher : Pendidikan Kimia Unimus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jps.1.1.2013.16-25

Abstract

Kualitas lulusan sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran guru. Kualitas pembelajaran dapat dievaluasi dari kompetensi pembelajaran guru Kompetemnsi pembelajaran guru  meliputi:ketrampilan instruksional, pengetahuan tentang isi, ketrampilan mengelola kelas, ketrampilan berkomunikasi, pengetahuan tentang perkembangan siswa, tanggung jawab professional. Tujuan pemnelitian ini adalah mengevaluasi 6 (enam) kiteria di atas. Hasil rekomendasi dari  penelitian ini,diharapkan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan pembelajaran. Responden penelitian adalah guru IPA SMP, kepala sekolah dan siswa SMP di kota Semarang. Penelitian ini memberikan beberapa hasil evaluasi pembelajaran guru IPA, yaitu: 1) Skor penilaian guru terhadap dirinya sendiri (self assesment) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai dari kepala sekolah (peer assesment). 2) nilai rendah lebih didominanasi pada kemampuan guru dalam memotivasi, menggali dan meningkatkan potensi siswa. 3) masih lemahnya guru dalam melakukan penelitian. Saran dari penelitian ini adalah: perlunya bagi sekolah untuk mengadakan  diskusi/workshop tentang psikologi pembelajaran dan penelitian.(Kata kunci: evaluasi, pembelajaran, guru  IPA)