Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) DALAM MATERI DAN SOAL PADA BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA TERBITAN KEMENDIKBUD RI Miftakhul Huda; Eko Purnomo; Desy Anggraini; Dinda Hapsari Prameswari
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol. 16 No. 02 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.269 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v16i02.40671

Abstract

ABSTRAK Buku teks pelajaran merupakan salah satu unsur penting dalam terlaksananya pembelajaran. Tingkat soal dan materi mempengaruhi peserta didik dalam berpikir. Tujuan penelitian ini adalah memetakan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam materi dan soal yang ada di dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku pelajaran bahasa Indonesia siswa jenjang SMA terbitan Kemendikbud. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah materi-materi dan soal-soal yang mengandung unsur HOTS yang terdapat dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia terbitan Kemendikbud. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak, dokumentasi dan dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif yang kemudian dilanjutkan dengan content analysis.  Hasil kajian ini menunjukkan level HOTS yang ditemukan dalam soal dan materi buku pelajaran bahasa Indonesia SMA Kemendikbud pada level C4, C5, dan C6. Adapun materi kelas X dan XI didominasi oleh HOTS yaitu pada tingkat C4 dan kelas XII didominasi HOTS tingkat C6. Adapun soal HOTS dalam buku pelajaran bahasa Indonesia SMA adalah kelas X terdapat 42 soal HOTS, kelas XI terdapat 9 soal HOTS, dan XII terdapat 22 soal HOTS. Kelas X dan XI didominasi oleh C4 dan kelas XII didominasi oleh C6. Soal dan materi yang mengandung HOTS dapat membiasakan siswa untuk berpikir secara kritis. Berdasarkan hal tersebut buku terbitan Kemendikbud layak untuk dijadikan sebagai buku penunjang dalam pembelajaran, tetapi masih perlu ditingkatkan jumlah soal dan materi yang berorientasi HOTS.Kata kunci: buku teks pelajaran; Higher Order Thinking Skills; materi; soal; tingkat berpikir ABSTRACTTextbooks are one of the important elements in the implementation of learning. The level of questions and materials affect students in thinking. The purpose of this study was to map Higher Order Thinking Skills (HOTS) in the materials and questions contained in high school Indonesian language textbooks published by the Ministry of Education and Culture. This research is a qualitative descriptive study. The source of the data in this study is the Indonesian language textbook for high school students published by the Ministry of Education and Culture. The data collected in this study are materials and questions that contain elements of Higher Order Thinking Skills contained in Indonesian language textbooks published by the Ministry of Education and Culture. Data collection in this study used library techniques, listening techniques, and note-taking techniques. The data analysis technique used in this research is interactive analysis. Class X and XI are dominated by HOTS at level C4 and class XII is dominated by HOTS at C6 level. The HOTS questions in the Indonesian language textbooks for high school (SMA) level are that in class X there are 42 HOTS questions, in class XI there are 9 HOTS questions, and in XII there are 22 HOTS questions. Class X and XI are dominated by C4 and class XII is dominated by C6. Questions and materials containing HOTS can familiarize students to think critically. Based on this, the books published by the Ministry of Education and Culture deserve to be used as supporting books in learning, but still need to increase the number of questions and materials that are HOTS-oriented.Keywords : textbooks; Higher Order Thinking Skills; material; questions
Peningkatan Keterampilan Berbicara sebagai Upaya Kaderisasi Khatib pada Remaja Masjid Miftakhul Huda
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 3, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i3.13019

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan berbicara dalam bentuk khotbah. Jenis pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan. Peserta diberikan materi dan pelatihan berkhotbah. Pengabdian masyarakat berupa kaderisasi khatib melalui peningkatan keterampilan berbicara dilaksanakan di tiga tempat, yaitu Masjid Desa Clolo, Rumah Kepala Dusun Paulan Timur, kecamatan Colomadu, dan Masjid Al Musyafirin Surakarta. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 10, 11, dan 12 Desember 2019. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Pada tahap pertama dilakukan observasi awal. Observasi awal dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kondisi awal calon sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini. Selain observasi awal, perencanaan program juga termasuk dalam tahap pertama. Perencanaan program meliputi penyusunan proposal, persiapan administrasi, perizinan, dan penyusunan desain kegiatan. Tahap kedua merupakan tahap pelaksanaan. Tahap pelaksanaan terdiri dari beberapa kegiatan, di antaranya pemberian materi, pretest, pelatihan, postest, dan umpan-balik. Tahap ketiga merupakan tahap evaluasi. Tahap evaluasi meliputi penyusunan laporan, penyusunan artikel publikasi, dan rencana tindak lanjut. Tindak lanjut dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta melakukan latihan mandiri dan minimal 50% dari jumlah peserta tampil sebagai khatib salat Jumat. Jumlah peserta pengabdian di tiga lokasi ini adalah 16 orang. Dengan demikian, target pengabdian ini 8 orang berani tampil sebagai khatib salat Jumat. Pengabdian masyarakat berupa pelatihan keterampilan berbicara sebagai upaya kaderisasi khatib di tiga tempat, yaitu Masjid Desa Clolo, Rumah Kepala Dusun Paulan Timur, Kecamatan Colomadu, dan Masjid Al Musyafirin Surakarta termasuk ke dalam kategori berhasil. Sebanyak 93, 75% peserta yang mengikuti pengabdian masyarakat mengalami peningkatan nilai dari pretest ke postest. Pengetahuan awal peserta terkait dengan khotbah, masjid intens dalam mengadakan kajian keagamaan, intensitas latihan berkhotbah, dan keaktifan peserta untuk mengikuti kajian merupakan penyebab keberhasilan peserta menjadi khatib.
PELATIHAN TELAAH BUKU TEKS BAGI GURU BAHASA INDONESIA DI SMP MUHAMMADIYAH SURAKARTA Miftakhul Huda; Erry Widya Kustanti; Ani Rufiah
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 22, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v22i2.8671

Abstract

Guru Bahasa Indonesia SMP Muhammadiyah di Surakarta memiliki permasalahan dalam menentukan pilihan penggunaan buku teks Bahasa Indonesia. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan April 2019 di SMP Muhammadiyah Surakarta. Peserta pengabdian adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu menurunkan teori Geeny dan Petty yang merupakan indikator kualitas buku teks ke dalam beberapa instrumen. Selanjutnya, guru berlatih mengisi instrumen sesuai dengan isi buku teks. Setelah itu, guru membuat tabulasi, dan langkah terakhit mengidentifikasi bagian buku teks yang masih lemah. Pelatihan penelaahan buku teks dengan menggunakan teori Geeny dan Petty efektif. Telaah buku teks berdasarkan teori Geeny dan Petty terdiri dari sudut pandang sesuai dengan keilmuan, memiliki kejelasan, konsep materi, relevan dengan kurikulum, menarik minat, menumbuhkan motivasi, menstimulasi aktivitas siswa, ilustratif, mudah dipahami pemakainya, menunjang pelajaran lain, menghargai perbedaan individu, dan memantabkan nilai.
Managerial Communication System for the Operation of Learning Acceleration Programs Miftakhul Huda
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v4i2.521

Abstract

Research on managerial communication in special classes was essential because it has unique characteristics and need specialized administrative too. This study aimed to find out the mixture of communication in the managerial communication system for the implementation of accelerated classes at State Senior High School 3 Surakarta. The type of this research was descriptive qualitative. The research subjects consisted of the school principals, the administrators of the acceleration program, and the parents of accelerated students at State Senior High School 3 Surakarta. The Data collection techniques in this study used interview, observation, and documentation techniques. The mixture of communication, which was consists of four components, those are advertising (socialization), personal sales, sales promotion, and public relations contained in the managerial communication system for the acceleration of learning programs. There were three forms of socialization programs for accelerating programs; visiting schools, maximizing brochures and web utilization. Types of socialization itself include selective demand advertising and indirect socialization. Based on the school's potential, a socialization model can be developed in the form of making school magazines, parent/guardian forums, and holding event activities. Keywords: Managerial Communication System, Operation of Learning Acceleration Programs
MENGKONSTRUKSI KETERAMPILAN SEBAGAI PEMBAWA ACARA PADA PENGURUS PKK DESA KARANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Miftakhul Huda; Ayu Rahmawati; Ermira Nilansari Putri
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 5 (2021): Jurnal PkM : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v4i5.6308

Abstract

Berbicara tidak sekadar melafalkan bunyi bahasa. Berbicara merupakan kemampuan yang kompleks. Di dalam keterampilan berbicara mengandung kemampuan pemilihan kata, pengendalian emosi, penguasaan audiens, dan wawasan yang luas. Keterampilan berbicara sebagai pembawa acara merupakan keterampilan minimal yang harus dimiliki oleh pengurus PKK. Hal ini penting karena sebagai pengurus, ketika di tingkat RT/ RW atau desa ada kegiatan, idealnya mampu tampil membawakan acara dengan baik. Selain itu, pengurus PKK merupakan orang-orang dipilih dan dipercaya memiliki kemampuan. Pengabdian masyarakat ini termasuk ke dalam jenis pelatihan. Mengontruksi keterampilan berbicara sebagai MC (master of ceremony) atau pembawa acara dilaksanakan di Jl. Onta 1 RT 01 RW 05 Karangrejo, Karanganyar. Peserta pelatihan adalah ketua RT Desa Karangrejo dan pengurus PKK Desa Karangrejo Karanganyar. Indikator keberhasilan kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan keterampilan berbicara sebagai pembawa acara. Peningkatan keterampilan dapat dilihat dari sebelum dan sesudah pelatihan. Pretest berbentuk soal tentang keterampilan berbicara dan pembawa acara. Ada peningkatan kemampuan peserta sebesar 69% setelah dilakukan postest. Meskipun demikian, persentase nilai kenaikan dari masing-masing peserta berbeda. Beberapa peserta memiliki potensi dalam pemilihan diksi, sedangkan peserta lain memiliki potensi dalam kejelasan vokal.
Relevansi Strategi dan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Pembelajaran Daring di Kelas XII SMA Islam Karangrayung Neneng Wicayanti; Miftakhul Huda
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 4, No 1 (2022): JANUARI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v4i1.5082

Abstract

Keberhasilan dalam pembelajaran dalam jaringan dipengaruhi oleh materi, strategi, dan media yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi dan media belajar harus dilakukan dengan penuh pertimbangan karena hal tersebut akan berpengaruh pada hasil belajar secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi materi dan strategi pelajaran bahasa Indonesia kelas XII SMA yang digunakan untuk pembelajaran dalam jaringan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan model analisis penelitian data Strauss dan Corbin. Data dalam penelitian ini berupa materi dan strategi yang dipilih guru untuk melaksanakan pembelajaran dalam jaringan di kelas XII SMA Islam Karangrangrayung. Pembelajaran yang diambil melalui buku tugas dan materi yang dipakai dalam pembelajaran  yang dijadikan sebagai data penelitian. Analisis model Strauss dan Corbin (grounded therory) yang dibagi dalam tiga jenis pengodean utama yaitu pengodean terbuka (opening coding), pengodean berporos (axias coding), dan pengodean selektif (selective coding). Hasil dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan berbagai materi dan strategi yang dipergunakan untuk pembelajaran serta relevansi dari materi dan strategi yang telah dipilih untuk membantu guru menyampaikan materi secara online.
ANALISIS HERMENEUTIKA LAGU ROSSA YANG MEWAKILI SUARA HATI PEREMPUAN Laela Ismiyatin; Miftakhul Huda
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v21i1.4616

Abstract

Ada berbagai cara mengungkapkan sebuah perasaan, baik melalui media atau diucapkan secara langsung. salah satunya lagu miliki rossa. Tujuan penelitian ini antara lain menjelaskan aspek penting interpretasi gramatis yang ada dalam lau rossa serta mendeskripsikan interpretasi psikologis lagu rossa berdasarkan bait-bait lirik lagu rossa. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan simak dan catat.. Teknik analisis data yang menggunakan pendekatan hermeneutika sastra. Pendekatan sastra ini mencakup hal-hal tentang gramaikal dari lirik lagu hati yang kau sakiti milik rossa dan aspek kekuatan dalam perspektif perempuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa analisis hermeneutika dalam sebuah lagu memiliki 2 aspek interpretasi penting yaitu 1) interpretasi gramatis yang berupa hubungan kausal, pengulangan kata dan penambahan imbuhan, 2) sedangkan interpretasi psikologis dijelaskan berdasarkan bait-bait perlirik dari lagu rossa yang menggambarkan suara hati perempuan dan pelajaran yang dapat diambil.
STRATEGI BERPIKIR INTEGRATIF DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA LINTAS KURIKULUM DI SEKOLAH DASAR Miftakhul Huda
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2018): JURNAL KREDO VOLUME 1 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.101 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v1i2.1995

Abstract

Pengetahuan dan bahasa memiliki relevansi yang sangat kuat. Bahasa merupakan pintu masuk pengetahuan. Dengan demikian, penguasaan kompetensi berbahasa menjadi mutlak diperlukan dalam pengembangan pengetahuan. Bahasa juga merupakan cerminan pola pikir seseorang. Kemampuan berpikir kritis anak akan terlihat dari penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa juga mencerminkan kekayaan skemata seseorang, semakin jaringan skemata seseorang kompleks, semakin baik penggunaan bahasa dalam menjelaskan suatu permasalahan. Strategi berpikir integratif adalah strategi yang mengkondisikan siswa pada suatu keadaan yang memungkinkan untuk mengembangkan konstruksi pengetahuan secara sistematis, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, dalam strategi berpikir integratif menawarkan pengembangan penalaran siswa. Strategi berpikir integratif sangat relevan digunakan dalam pembelajaran lintas kurikulum karena strategi ini mengeksplore dan mengintegrasikan pengetahuan.
PEMETAAN MATERI SASTRA DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Miftakhul Huda; Uswatun Khasanah; Vitria Indriyani Setyaningsih
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 4, No 2 (2021): JURNAL KREDO VOLUME 4 NO 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v4i2.5900

Abstract

Penelitian ini bertujuan memaparkan pemetaan materi sastra dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian ini kualitatif. Hal tersebut digunakan untuk memecahkan masalah yang ada berdasarkan data-data yang sudah diperoleh, dideskripsikan, dianalisis, dan disimpulkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa materi-materi sastra yang terdapat dalam pelajaran sastra dan kesesuaian atau kompoleksitas materi-materi sastra pelajaran pada buku teks Bahasa Indonesia jenjang SMP. Sumber data dalam penelitian ini yaitu buku teks Bahasa Indonesia jenjang SMP diterbitkan oleh Kemendikbud edisi revisi 2017. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Dalam Penelitian ini digunakan teknik analisis interaktif kualitatif, terdapat beberapa tahapan, yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan kesimpulan, serta verifikasi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa materi sastra dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama kelas VII terdiri dari cerita fantasi, puisi rakyat, dan fabel. Kelas VIII terdiri dari puisi, cerita pendek, drama, dan fiksi. Kelas IX terdiri dari teks eksemplum. Materi sastra dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama berjumlah 8 dari jumlah total 26 materi. Dengan demikian, materi sastra dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia memiliki persentase sebanyak 37, 8%.
DINAMIKA SOSIAL DALAM NOVEL PENCARI HARTA KARUN KARYA AGNES JESSICA DAN NOVEL FIVE ON A HIKE TOGETHER KARYA ENID BLYTON Miftakhul Huda
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.067 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan unsur lapisan sosial, bentuk perubahan sosial, faktor yang mempengaruhi perubahan sosial, dan proses perubahan sosial dalam novel Pencari Harta Karun dan Five on a Hike Together. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ancangan penelitian sastra bandingan. Data penelitian ini adalah kata dan kalimat di dalam novel Pencari Harta Karun dan Five on a Hike Together yang menunjukkan proses dinamika sosial. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik intertekstualitas. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, menyangkut unsur lapisan sosial. Kedua, bentuk-bentuk perubahan sosial. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial. Keempat, proses perubahan sosial.