Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Desain Media Pembelajaran Flash Card Math dengan Strategi Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Himpunan Fani Yantik; Suttrisno Suttrisno; Wiyanto Wiryanto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2624

Abstract

Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa depan adalah pendidikan yang mengembangkan potensi siswa dan dapat memecahkan masalah kehidupan, salah satunya masalah dalam pendidikan yang bisa bersumber dari guru dan juga bisa bersumber dari siswa, selain itu media dan juga strategi  yang digunakan haruslah sesuai dengan karakteristik siswa. Salah satu contoh pembelajaran yang sesuai untuk siswa kelas VII adalah dengan desain media pembelajaran flas card math dengan strategi student teems achievement division diperoleh rata-rata pada siklus pertama yaitu 67. Karena hasil pada siklus I belum maksimal, maka peneliti melanjutkan pada siklus ke II dengan nilai rata-rata 71,5. Karena pada siklus ke II masih juga belum maksimal maka dilnjutkan pada siklus ke III dengan memperoleh nilai rata-rata 86,5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media flas card math  serta strategi student teems achievement division dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Representasi Siswa Sekolah Dasar dalam Pemecahan Soal Cerita Pecahan Ditinjau Berdasarkan Kemampuan Matematika dan Jenis Kelamin Santi Agustiara Norairi; Wiryanto Wiryanto; Neni Mariana
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2227

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pecahan ditinjau dari kemampuan matematika dan jenis kelamin. Dalam aspek kemampuan matematika, siswa dibagi menjadi tiga kelompok, meliputi; (1) berkemampuan tinggi, (2) berkemampuan Sedang, (3) berkemampuan rendah. Jenis kelamin yang dipilih dalam ppenelitian ini adalah laki-laki dan perempuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam metode ini menggunakan 6 subjek penelitian, terdiri dari 3 subjek laki-laki dan 3 subjek perempuan.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, pada pemecahan soal cerita pecahan siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi mampu mengungkapkan kembali data dari teks tertulis ke representasi pemecahan soal cerita pecahan dengan jelas. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan matematika sedang kurang maksimal dalam mengungkapkan kembali data dari teks tertulis ke representasi pemecahan soal cerita pecahan. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah kurang maksimal dalam mengungkapkan kembali data dari teks tertulis ke representasi pemecahan soal cerita pecahan. Keenam subjek menggunakan representasi simbolik dan verbal dalam menyajikan kembali informasi yang telah dibaca pada soal. Keenam subjek mengungkap ide-ide atau rencana untuk menyelesaikan masalah yang diberikan berdasarkan data yang diperoleh dalam bentuk kata-kata. Keenam subjek menjawab soal dengan menggunakan simbol matematika.
Peningkatan Kualitas Guru, Sebanding dengan Peningkatan Pendidikan? Arya Setya Nugroho; Suryanti Suryanti; Wiryanto Wiryanto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3354

Abstract

Standar mutu bangsa yang berkembang adalah kualitas pendidikan yang baik. Kualitas pendidikan yang baik ditentukan oleh kompetensi dan kualitas guru yang baik. Permsalahan kualitas guru yang rendah di Indonesia membuat sebagian orang bertanya-tanya akan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui metode studi pustaka ini dikaji kompetensi guru, permasalahan guru, upaya peningkatan kualitas guru, dan korelasi peningkatan kualitas guru dengan peningkatan mutu pendidikan dari berbagai sumber pustaka. Hasil menunjukkan bahwa 1) kepala sekolah dan pemerintah terkait memberikan dorongan dan pemantauan kinerja guru, dengan harapan tidak ada guru yang malas untuk berkembang; 2) mengoptimalkan kelompok kerja guru di setiap gugus, kecamatan, hingga kabupaten; 3) memberikan bantuan beasiswa untuk meningkatkan standar keilmuan guru; 4) mendorong peran aktif guru dalam program pemerintah termasuk sekolah penggerak dan guru penggerak; 5) meningkatkan kolaborasi dari berbagai pihak. Dengan mengetahui gabaran kualitas guru harapannya kedepan kualitas guru semakin baik dan memberikan daya dorong terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga pergurun tinggi diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi untuk memajukan pendidikan Indonesia.
Penggunaan Google Sites Materi Pecahan untuk Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Numerasi Siswa Sekolah Dasar Lenthera Mega Devya; Tatag Yuli Eko Siswono; Wiryanto Wiryanto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran google sites yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D. Produk media pembelajaran dibuat menggunakan platfrom google sites dengan model pengembangan ASSURE. Berdasarkan hasil analisis validitas diperoleh persentase sebesar 82,9% (valid), kepraktisan sebesar 90,6% (sangat praktis), dan efektifitas menunjukkan  nilai rata-rata pretest siswa sebesar 67,81 meningkat pada tahap posttest sebesar 84,69. Sementara hasil observasi menunjukkan perbandingan aktivitas siswa sebelum dan setelah pembelajaran menggunakan media pembelajaran google sites sebesar 53,7%. Sementara persentase peningkatan kemampuan numerasi, dapat dilihat dari ketuntasan hasil belajar sebesar 81,25%.