Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perumusan Masalah Ilmiah Variabel dan Fokus Dalam Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini Permata Hati Hasibuan, Maimunah; Risnita; Jailani, M. Syahran
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jd.v1i1.19

Abstract

Perumusan masalah variabel dan fokus dalam penelitian kerap terjadi kekeliruan bagi penulis karya ilmiah. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah ingin melihat teknis penulisan dan pemahaman terkait merumuskan masalah secara ilmiah, variabel dan fokus penelitian dalam penelitian pendidikan anak usia dini. Pendekatan dalam kajian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, teknik pengmpumpulan data yang dilakukan menggunakan dokumentasi dari berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan tema yang diangkat, dengan analisis data yang dilakukan yakni merduksi data yang banyak, menyajikan data dan meverifikasi atau mengambil kesimpulan dari data yang ditemukan. Hasil dalam kajian ini dapat diuraikan bahwa masalah adalah deskripsi mengenai kesenjangan antara teori dan praktek, antara aturan dan pelaksanaan, atau antara harapan dan kenyataan, masalah timbul karena adanya tantangan, kesangsian terhadap fenomena, ambiguitas, hambatan atau kesenjangan/gap, variabel yaitu konsep yang mempunyai variasi nilai, variabel penelitian dapat dibagi menjadi dua bentuk, yaitu variabel kuantitatif dan kualitatif, karakteristik penelitian kualitatif dan kuantitatif dapat dengan mudah diidentifikasi yakni secara kuantitatif, elemen numerik atau angka ditonjolkan, secara kualitatif menekankan elemen deskripsi atau narasi teks, fokus penelitian merupakan suatu rangkaian bentuk susunan permasalahan yang dijelaskan sebagai pusat atau pokok pembahasan di dalam suatu topik penelitian, adanya fokus penelitian ini memiliki harapan agar penelitian memiliki fokus yang tepat, sehingga mampu mengumpulkan data dan melakukan analisis data sesuai dengan tujuan penelitian
Strategies for Managing Students' Reading Learning Difficulties in Madrasah Ibtidaiyah Trinova, Zulvia; Zulfahmi, Zulfahmi; Jailani, M. Syahran; Saputra, Yogi
Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 16, No 2 (2024): Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mad.v16i2.9045

Abstract

This research is motivated by a problem in students' learning difficulties in reading, difficulty in combining letters into words, words into sentences and difficulty in pronouncing long sentences (halting). The strategies used by educators in learning to read by using direct and indirect learning strategies in the learning process, as well as using a reading guidance service strategy implemented after school in the library room which takes place 2-3 times a week. The purpose of this study is to: (1) describe the learning planning of educators in overcoming students 'learning difficulties in reading, (2) describe the strategies that educators undertake in overcoming students' reading difficulties, (3) describe the results of learning to read learners in class II B MIN I Pariaman City. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques are observation, interview and documentation. Data triangulation is used to get the data, the data are analyzed by reducing irrelevant data, describing the data then drawing conclusions. The results of research on instructional learning planning in overcoming learning difficulties of students found that educators directly design RPP in Class II B. Making RPP is done at the beginning of the semester or before learning with the provisions of the contents of the RPP according to the needs of students in class II B. Strategies conducted by educators in overcoming the learning difficulties of reading class II B students use direct learning strategies (strategies that are centered on educators as the main source of learning) and indirect learning strategies (strategies that require students to be active in learning. The learning outcomes of students reading are 27 students, 22 including having good learning outcomes, it indicates that 84% of students get satisfying reading results and only 16% of other students are still under the KKM (Minimum Completeness Criteria).
Analisis Dokumenter Praktisi Pendidikan Islam: Pendekatan Eksperimen dan Noneksperimen (Design Klausal Komparatif dan Design Korelasional) Munte, Rita Sahara; Risnita, Risnita; Jailani, M. Syahran; Siregar, Isropil
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan membandingkan dua jenis penelitian utama, yaitu penelitian eksperimental dan non-eksperimental. Fokus penelitian melibatkan analisis dua desain penelitian khusus, yaitu desain kausal komparatif dan desain korelasional. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dan analisis dokumen untuk mendapatkan teori-teori atau tulisan-tulisan yang berkaitan dengannya. Adapun hasil dari tulisan ini: 1) Penelitian eksperimental adalah pendekatan yang melibatkan manipulasi variabel independen untuk mengukur dampaknya terhadap variabel dependen. 2)Penelitian non-eksperimental, khususnya desain korelasional, melibatkan analisis hubungan antara variabel tanpa adanya manipulasi variabel. Desain ini memungkinkan identifikasi korelasi dan asosiasi antara variabel-variabel yang diamati. 3) Design klausal komparatif adalah salah satu pendekatan penelitian yang memiliki fokus pada perbandingan antara dua atau lebih kelompok, kondisi, atau variabel independen untuk mengidentifikasi perbedaan atau kesamaan di antara mereka. Dalam penelitian klausal komparatif, peneliti berusaha untuk memahami dampak variabel independen terhadap variabel dependen, tetapi tujuannya lebih pada perbandingan daripada kausalitas. 4) Penelitian korelasional sangat berguna untuk mengidentifikasi hubungan dan tren dalam data, tetapi tidak memberikan bukti sebab-akibat. Hasil dari penelitian korelasional dapat mengarah pada hipotesis kausal, tetapi diperlukan desain eksperimen lebih lanjut untuk menguji hubungan tersebut dengan lebih rinci.
Manajemen Mutu Lembaga Pendidikan Manajemen Mutu Lembaga Pendidikan Bonus Demografi Jailani, M. Syahran; Harja, Harlina; Aisyah, Siti; Hayup , Hayup
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13579

Abstract

Tulisan ini akan membahas penjelasan bonus demografi, manajemen pendidikan Islam, dan upaya menyiapkan SDM di era bonus demografi. Bonus demografi adalah peningkatan jumlah penduduk usia produktif dari jumlah tersebut, sebanyak 190,98 juta jiwa (69,25%) masuk kategori usia produktif (usia 15-64 tahun); sedangkan 84,8 juta jiwa (30,75%) tergolong usia tidak produktif, mengurangi ketergantungan usia non produktif, yang menghasilkan peluang untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Penduduk usia tidak produktif itu terdiri dari 66,2 juta jiwa (24%) yang belum produktif (usia 0-14 tahun); dan 18,6 juta jiwa (9,74%) yang sudah tidak produktif (usia 65 tahun ke atas). Besarnya penduduk usia produktif atau bonus demografi ini merupakan salah satu modal penting untuk menggenjot pembangunan menjelang 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045. Manajemen pendidikan Islam adalah pendekatan untuk mengelola pendidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam era bonus demografi, manajemen pendidikan Islam berusaha mengubah proses pendidikan Islam untuk menghasilkan orang produktif. Usia produktif merupakan usia kerja yang bisa menghasilkan barang dan jasa. Pada rentang usia 15-64 tahun tersebut, banyak orang yang menyelesaikan pendidikan formalnya, mencari, membangun karier, membangun sebuah keluarga, aktif terlibat didalam pembangunan komunitas dan sebagainya. Konsep manajemen pengetahuan mencakup pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi (TI) dalam upaya meningkatkan organisasi perusahaan sehingga perusahaan dapat bersaing dengan lebih baik di pasar. Memang, kemajuan teknologi informasi merupakan komponen penting dari konsep manajemen pengetahuan. Penguasaan teknologi informasi mewarnai hampir semua aktivitas kehidupan manusia, sehingga pengelolaan adalah bagian penting dari manajemen pengetahuan.
Manajemen Mutu Terpadu di Sekolah Jailani, M. Syahran; Harja, Harlina; Yosmardi, Harpen; Ermawati, Ermawati; Kurniawaty, Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13580

Abstract

Manajemen mutu terpadu di sekolah adalah suatu pendekatan untuk mengelola kualitas pendidikan secara menyeluruh dan terintegrasi. Pendekatan ini mencakup semua aspek pendidikan, termasuk proses pembelajaran, pengelolaan sekolah, dan keterlibatan semua pihak terkait.Sekolah mendapatkan dukungan dari pemerintah, kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, kinerja guru yang berkompetensi dan baik, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang relevan, lulusan yang berkualitas dalam arti sesuai dengan kebutuhan pengguna, budaya dan iklim organisasi yang adaptif dan efektif, dan dukungan masyarakat dalam hal ini orang tua siswa adalah satu bentuk indicator tercapainya Manajemen Mutu terpadu di Sekolah . dan tiga aspek yang di miliki oleh sekolah yang bermutu adalah Kompetensi ,Akreditasi dan Akuntabilitas .Sekolah yang Bermutu adalah sekolah yang sudah memenuhi 8 Standar Pendidikan ,antara lain standard Isi, standar Kelulusan , Standar Proses , Standar Tendik dan Kependidikan m Standar Sanpras, Standar Pembiayaan , Standar Pengelolaan ,dan Standar Penilain ,dan memenuhi Komponen yang tercakup di dalam proses perencanaan ,pelaksanaan,dan Evaluasi.
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dari Prespektif BAN-PT, BAN-SM dan BAN PAUD Azmiyati, Yuli; Syarif, Irsil; Heriyanto, Heriyanto; Jailani, M. Syahran; Harja, Harlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13974

Abstract

Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, professional, bertanggung jawab, produktif, dan sehat jasmani-rohani. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (dalam Asyhari et al., 2014), telah jelas menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan (Library Reseach). Penelitian ini ditujukan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam material yang terdapat di ruangan perpustakaan seperti, buku-buku, majalah, dokumen catatan dan kisah kisah sejarah lainnya. Pada esensinya data yang telah diperoleh dengan penelitian perpustakaan ini dapat dijadikan landasan dasar dan instrumen utama bagi pelaksanaan penelitian lapangan. Penelitian ini juga di katakan membahas datadata sekunderMutu diadopsi dari kata berbahasa inggris yaitu Quality sedangkan secara terminologi mutu adalah the standard of something when it is compared to other things like it, sebuah acuan atau patokan ketika sesuatu dibandingkan dengan benda lain yang serupa dengannyaPembenahan terhadap sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi harus segera dilakukan, pemerintah sebagai penanggung jawab sistem pendidikan tinggi, berkewajiban memastikan perguruan tinggi negeri dan swasta menyelenggarakan layanan pendidikan tinggi dengan kualitas melampaui standar mutu (minimum) tersebut. Pemerintah harus mengupayakan restrukturisasi komponen yang berpengaruh terhadap sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Agar sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi tetap terjaga diperlukan satu grand desain sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi yang dapat mengatur jalannya penjaminan mutu pendidikan tinggi yang dikuatkan dalam peraturan perundangan yang secara khusus mengatur sistem pendidikan tinggi. Hal ini pun mencegah terjadinya tumpang tindih lembaga-lembaga terkait dalam hal tugas dan fungsinya. Peran regulasi, fasilitasi, pendanaan, dan pengawasan pemerintah harus diperkuat, terutama dalam mengelola kebijakan yang terkait penjaminan mutu pendidikan tinggi, termasuk penguatan koordinasi Kementerian Pendidikan Nasional dengan lembaga terkait lainnya seperti pemerintah daerah, lembaga semi pemerintah, perguruan tinggi otonom, masyarakat profesional, masyarakat Industri, dan masyarakat umum
Pemanfaatan Media Game Edukatif untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca Siswa Kelas V di SD Negeri 2 Sumber Makmur Kabupaten Musi Rawas Utara Kurniasari, Melinda; Jailani, M. Syahran
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media game edukatif untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa kelas V di SD Negeri 2 Sumber Makmur Kabupaten Musi Rawas Utara. Adapun permasalahan yang ditemukan yaitu kurangnya memanfaatkan media game edukatif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa khususnya dikelas V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media game edukatif mampu meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa, meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan membaca, serta mampu membantu siswa dalam memahami dan menyimpulkan isi teks bacaan. Game edukatif yang bersifat interaktif dan menarik menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media game edukatif merupakan alternative yang efektif dalam pembelajaran literasi membaca di sekolah dasar.
Konsep Populasi dan Sampling Serta Pemilihan Partisipan Ditinjau Dari Penelitian Ilmiah Pendidikan Suriani, Nidia; Risnita; Jailani, M. Syahran
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v1i2.55

Abstract

Setiap  penelitian   selalu  diawali dengan pertanyaan mengenai satu atau beberapa kelompok individual atau objek tertentu. Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui konsep populasi dan sampling serta pemilihan partisipan ditinjau dari penelitian ilmiah pendidikan. Pendekatan dalam makalah ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dalam makalah ini menggunakan dokumentasi, yakni berupa buku-buku yang relevan dengan tema makalah serta jurnal-jurnal yang terpublikasi secara online. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari makalah ini Pertama populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan, sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh (monster) yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu, teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif, teknik sampling dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Kedua partisipan penelitian adalah sebagai semua orang atau manusia yang berpatisipasi atau ikut serta dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga partisipan merupakan bagian subjek yang dilibatkan dalam kegiatan mental dan emosi secara fisik sebagai informan untuk memberikan respon terhadap kegiatan yang dilakukan, dan mendukung pencapaian tujuan kegiatan, serta bertanggung jawab atas keterlibatannya.
Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif Ardiansyah; Risnita; Jailani, M. Syahran
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v1i2.57

Abstract

Berhasil atau tidaknya suatu penelitian ilmiah pendidikan tidak lepas dari teknik pengumpulan data dan instumen penelitian yang digunakan. Tujuan makalah  ini adalah untuk membahas tentang teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Makalah ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, dimana penulis mengumpulkan referensi berupa buku dan jurnal yang berkaitan dengan tema dalam makalah ini. Hasil makalah ini dapat diuraikan bahwa dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang umum digunakan antara lain wawancara, observasi, dan dokumentasi, wawancara melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan responden untuk mendapatkan data berupa pandangan, pengalaman, dan persepsi mereka, observasi melibatkan pengamatan langsung terhadap subjek penelitian, studi dokumentasi melibatkan pengumpulan data dari dokumen, arsip, atau bahan tertulis lainnya. Sementara itu, dalam penelitian kuantitatif, teknik pengumpulan data yang umum digunakan adalah angket atau kuesioner, observasi terstruktur, eksperimen, angket atau kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data melalui pertanyaan yang telah disusun sebelumnya, observasi terstruktur melibatkan pengamatan yang telah dirancang sebelumnya dengan variabel-variabel yang telah ditentukan, eksperimen melibatkan manipulasi variabel-variabel tertentu untuk melihat dampaknya terhadap variabel lainnya. Instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif meliputi panduan wawancara, daftar periksa observasi, pedoman dokumentasi, sedangkan dalam penelitian kuantitatif, instrumen penelitian meliputi angket atau kuesioner, daftar periksa observasi terstruktur, instrumen pengukuran dalam eksperimen.
Formulation of Problems, Variables, and Focuses in Scientific Research Rahman, Muhammad Zaki; Jailani, M. Syahran; Risnita, Risnita; Anwar, Kasful
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i6.1714

Abstract

The formulation of variable problems and focus in research often makes mistakes for researchers of scientific papers. The purpose of this research is to see research techniques and understanding related to formulating problems scientifically, variables and research focuses in a research. The approach in this study uses a literature study approach, data collection techniques that are carried out using documentation from various books and scientific articles that are relevant to the theme raised. In a research, the main main thing of thought and the essential thing is the problem. Research problems that have been identified and limited in order to obtain problems that are worthy of research must still be formulated in order to provide direction for the researcher. A good problem formulation must be able to include and show all variables and the relationship of one variable to another that is to be studied. The source of research problems can be obtained from variables related to problems that are often faced by humans. A problem is a description of the gap between theory and practice, between rules and practice, or between expectations and reality. Problems arise due to challenges, doubts about phenomena, ambiguities, obstacles or gaps. The focus of research is a series of form of problem structure that is described as the center or subject of discussion in a research topic. The focus of this research is expected so that the research has the right focus, so that it is able to collect data and analyze data in accordance with the research objectives.