Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Rekayasa Sosial Partisipasi Masyarakat Dalam Mematuhi Ketertiban Umum di Jalan Akasia Denpasar Mirsa Umiyati; Toto Noerasto; Ida Ayu Cri Vinantya Laksmi
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.1.2021.20-25

Abstract

Perkembangan kawasan pemukiman disekitar Jalan Akasia berdampak pada terjadinya kemacetan dan kepadatan jalan. Perilaku parkir sembarangan, penggunaan bahu jalan sebagai parkir, serta pemanfaatan bahu jalan untuk berjualan menyebabkan timbulnya hambatan yang berdampak pada terjadinya kemacetan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan bentuk studi kasus dan analisis kualitatif-deskriptif. Pemilihan metode ini didasarkan atas data dilokasi yang tidak berupa angka numeris.Metode perolehan data dengan melakukan wawancara dan sosialisasi. Hasil wawancara dan sosialisasi awal yang dilakukan pada masyarakat sekitar Jalan Akasia, menunjukkan bahwa peran masyarakat dalam upaya ikut menjaga ketertiban umum khususnya berlalulintas masih kurang. Masyarakat masih berasumsi bahwa upaya ketertiban umum berlalulintas adalah tugas dari aparat desa dan keamanan. Masyrakat belum memahami tentang penggunaan badan jalan yang dilarang ataupun diperbolehkan. Hasil dari sosialisasi dan FGD adalah masyarakat sekitar Jalan Akasia bersedia mengikuti ketentuan hukum mengenai batas sempadan jalan serta aturan pemasangan reklame. Hal ini merupakan hasil yang positif sebagai bukti adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam ikut menjaga ketertiban umum dan mematuhi peraturan yang berlaku. Sosialisasi yang dilakukan dengan para pemilik toko/warung menghasilkan kesepakatan bahwa dalam proses berjualan agar parkir pengunjung ditata sehingga tidak menimbulkan hambatan jalan yang dapat berdampak pada timbulnya kemacetan.
Pelatihan Penulisan Bahasa Iklan dan Strategi Promosi di Masa Pandemi I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; Mirsa Umiyati; Kiki Nurwahyuni
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.3.2.2021.70-80

Abstract

Pada Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini terdapat dua bidang permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha kecil di Jalan Akasia, yaitu bidang mikro dan makro. Ekonomi Mikro biasanya menganalisis masalah ekonomi yang spesifik, contohnya perusahaan atau instansi, sedangkan ekonomi makro biasanya mempelajari masalah-masalah yang lebih rumit, seperti keuangan negara. Permasalahan Mikro yang dihadapi pengusaha kecil di Jalan Akasia yaitu media promosi seperti spanduk rusak dan tidak terawat, kurangnya media atau saran promosi seperti media cetak ataupun online maka solusi yang ditawarkan adalah melakukan perbaikan spanduk serta mendesain serta membuat beberapa media promosi seperti spanduk, logo, brosur, kartu nama maupun WA Bussiness, Facebook dan Instagram. Adapun masalah makro yang dihadapi yaitu kesadaran akan pentingnya bahasa-bahasa iklan sebagai media promosi masih sangat minim, kurangnya kesadaran akan pentingnya menggunakan media cetak maupun berbasis online dalam mempromosikan barang/jasa yang ditawarkan. Maka, solusi dari permasalahan ini yaitu melakukan sosialisasi kepada pedagang mengenai bahasa-bahasa iklan yang bersifat persuasif sebagai medianya.
The Existence of Natural Lexicons in ‘Awig-Awig’ Tenganan Pegringsingan Bali: An Ecolinguistic Approach Mirsa Umiyati
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 10 No. 1 (2020): BALI DIASPORA
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2020.v10.i01.p09

Abstract

Tenganan Pegringsingan Village, as one of the original villages in Bali, has a local wisdom characteristic that is agreed upon by its citizens. Local wisdom is included in the 'awig-awig' (local regulation) village in the form of verbal texts that aim to preserve the flora and fauna of extinction. This study aims to determine the type of flora-fauna lexicon found in 'awig-awig' of the village, and to know the customary restrictions and fines that are set for residents who break them. This research is a qualitative descriptive method using 'awig-awig' as research data and analyzing data through literature review. The results of the analysis found 39 lexicons of flora and fauna that are prohibited from being cut down/killed. The entire lexicon is divided into 9 categories, namely fruit, trees, leaves, tubers, rhizomes, seeds, roots, animals and flowers. Each amounted to 7 pieces, 11 trees, 2 leaves, 5 tubers, 1 rhizome, 1 seed, 1 root, 9 animals and 2 flowers. This study recommends collaboration with various parties to preserve the ecotex contained in the 'awig-awig' village of Tenganan Bali.