Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan metode VAKT (visual, auditori, kinestetik, taktil) untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak tunagrahita sedang In Hi Abdullah; Wilda Syam Tonra; Wahyuni Ansar; Weni Dwi Pratiwi; Astuti Sailila; Yati Ismadi; Winda Syam Tonra; Dahlan Wahyudi
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v12i1.5722

Abstract

Anak tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan dalam kecerdasan, yang berdampak pada rendahnya kemampuan terutama dalam bidang akademik seperti mengenal angka. Anak yang mempunyai hambatan mengenal angka akan berpengaruh terhadap kemampuan dasar matematika. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti akan menerapkan metode VAKT (visual, auditori, kinestetik, taktil) untuk mengatasi hambatan mengenal angka pada anak tunagrahita ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas metode VAKT terhadap kemampuan mengenal angka pada anak tunagrahita ringan di salah satu sekolah inklusif di Kota Ternate. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif yang menggunakan metodologi pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian menggunakan single subject research terhadap seorang anak tunagrahita ringan yang sedang duduk di bangku sekolah PAUD. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode VAKT dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak tunagrahita ringan. Kata Kunci : Metode VAKT, Kemampuan Mengenal Angka, Tunagrahita 
DESKRIPSI STRUKTUR ARGUMENTASI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS KELAS XII PADA PEMBUKTIAN MATERI BANGUN RUANG Rani Alysia; Scristia; Nyimas Aisyah; Weni Dwi Pratiwi; Jeri Araiku
Edutainment Vol 11 No 1 (2023): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/e.v11i1.705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berargumen peserta didik SMA kelas XII dalam pembuktian pada materi bangun ruang dimensi tiga dengan bantuan two-column proofs. Subjek penelitian ini peserta didik kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Pemali yang berjumlah 29 peserta didik. Pertemuan pertama sampai ketiga peserta didik diajarkan cara membuktikan dengan menggunakan two-column proofs. Data diperoleh dari tes tertulis yang terdiri dari 2 soal uraian yang sesuai dengan soal pembuktian dalam bangun ruang dimensi tiga. Hasil penelitian diperoleh 15 peserta didik sudah dapat memunculkan minimal 3 komponen. Peserta didik tersebut telah dapat membuktikan dengan menggunakan bantuan two-column proofs dan menuliskan pernyataan dengan benar. Peserta didik tersebut terlebih dahulu mengidentifikasi fakta-fakta yang ada, lalu mengembangkan argumentasi berdasarkan fakta-fakta yang ada, lalu mengembangkan argumentasi berdasarkan fakta-fakta tersebut dengan menggunakan alasan yang valid, tetapi pada saat memberikan argumentasi untuk menunjukkan bukti, 14 orang peserta didik mengalami kendala dalam hal memahami konseptual dan prinsip, sehingga gagal memberikan argumentasi yang valid.
PENDAMPINGAN PENDESAINAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM-BASED LEARNING BAGI GURU-GURU MATEMATIKA KOTA LUBUKLINGGAU Hapizah Hapizah; Indaryanti Indaryanti; Ely Susanti; Muhammad Yusup; Novita Sari; Jeri Araiku; Scristia Scristia; Weni Dwi Pratiwi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1512-1523

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendampingi guru-guru matematika SMP dan SMA di Kota Lubuklinggau dalam mendesain perangkat pembelajaran matematika berbasis Problem Based Learning (PBL). Kegiatan PkM ini ditujukan kepada khalayak sebanyak 30 orang guru matematika SMP dan SMA di Kota Lubuklinggau. Lokasi dan tempat kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Sriwijaya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara hybrid, tatap muka maupun melalui aplikasi zoom meeting conference dan grup Whatsapp. Model pelaksanaan kegiatan adalah model pendampingan dengan metode demonstrasi, pendampingan secara mandiri dan kelompok kepada peserta. Kegiatan dilakukan dalam 4 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pendampingan, tahap follow up, dan tahap pelaporan. Hasil yang didapat melalui pendampingan ini yakni peserta dapat mendesain perangkat pembelajaran matematika berbasis Problem Based Learning yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Secara keseluruhan peserta memberikan respon yang sangat baik pada setiap pernyataan yang diberikan dengan rata-rata skor 3,77 dan persentase 84,38%.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP melalui Media Digital Wizer.me dengan Konteks Masjid Agung Palembang Dela Puspita Sari; Elsa Susanti; Weni Dwi Pratiwi; Nurdin Kamil; Yusuf Hartono
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v8i1.20411

Abstract

Critical thinking skills are one of the important skills that must be improved in the learning process, especially in the subject of plane geometry. This study aims to analyze how junior high school students' critical thinking skills are developed through the digital media platform Wizer.me in the context of the Grand Mosque of Palembang. Four indicators are used: interpretation, analysis, evaluation, and inference. The method used in this study was descriptive with a qualitative and quantitative approach (mixed methods) with seventh-grade students as the subjects. The research instruments consisted of Wizer.me digital student worksheets, essay tests, interviews, and observations that had been validated by experts. The data were analyzed to determine the achievement of each indicator of students' critical thinking. The results of this study indicate that the use of Wizer.me media in mathematics learning can help students identify problems with an average score of 53.75 (moderate), analyze relevant information with an average of 70 (high), assess the correctness of calculations with an average of 34.75 (low), and draw logical conclusions with an average of 58.75 (moderate) overall critical thinking skills of 61.63, which is categorized as moderate. In this study, it can be concluded that interactive digital media-based mathematics learning with a real-world context can improve students' critical thinking skills. This is evidenced by the results of research combining digital media such as Wizer.me and the local context of the Grand Mosque of Palembang, which can help make the learning process more meaningful, encourage students to think more analytically, and serve as a reference for teachers to develop innovative and relevant learning strategies for students' lives.
Developing a built-in definition of fraction manipulative to enhance students’ conceptual understanding Darmawijoyo; Septy Sari Yukans; Elika Kurniadi; Weni Dwi Pratiwi
Jurnal Elemen Vol 12 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v12i1.33341

Abstract

This study addresses the challenge of students limited conceptual understanding of fractions by developing a physical manipulative called the Built-in Definition of Fraction (BDF). Using design research developmental studies, data were collected through written tests, questionnaires, and interviews. A total of 41 fifth-grade students participated in the study. The BDF and its accompanying student worksheet integrate dual visual-symbolic representations, that link each concrete action to its corresponding fraction notation and scaffold students in constructing their own understanding of fractions, offering a new approach to using fraction manipulatives. Validation results show that the manipulative is valid, practical, and effective in supporting student understanding of basic fraction concepts, equivalent fractions, and same-denominator addition, even with minimal teacher guidance. Student performance was high across visual-concrete tasks. However, a noticeable gap emerged in unlike-denominator addition between visual concrete performance (88%) and formal-symbolic procedures (77%). This finding highlights the need for additional scaffolding to help students transition more smoothly from concrete representations to abstract symbolic reasoning.