Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN EVALUASI SABUN CAIR KOMBINASI EKSTRAK KULIT NANAS MADU (Ananas comosus (L) Merr.) DAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera (L) Webb.) Makhabbah Jamilatun; Hana Ayu Andiva; Pradea Indah Lukito
Jurnal Jamu Kusuma Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL JAMU KUSUMA
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnaljamukusuma.v3i1.55

Abstract

Kulit nanas madu (Ananas comosus (L.) Merr) mengandung mengandung vitamin C, enzim bromelain, serta senyawa lain seperti flavonoid, saponin, dan tannin, yang berpotensi dikembangkan sebagai antiseptik. Gel lidah buaya berperan sebagai antioksidan, agen pelembab dan memiliki sifat yang melembutkan. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan dan mengetahui mutu fisik sediaan sabun cair ekstrak kulit nanas madu dan gel lidah buaya. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dan dibuat empat formula variasi konsentrasi zat aktif (ekstrak kulit nanas:gel lidah buaya) yaitu F1 (0:0), F2 (0,875:2,625), F3 (1,75:1,75) dan F4 (2,625:0,875). Hasil uji F1 berwarna putih kekuningan, bau khas pafum, tekstur kental, homogen, pH 10,4, dan bobot jenis 1,005 gr/ml. Hasil uji F2 berwarna putih kecoklatan, bau khas parfum, tekstur kental, homogen, pH 10,2 dan bobot jenis 1,110 gr/ml. Hasil uji F3 berwarna coklat muda, bau khas ekstrak kulit nanas madu, tekstur kental, homogen, pH 10,1 dan bobot jenis 1,133 gr/ml. Hasil uji F4 berwarna coklat tua, bau khas ekstrak kulit nanas madu, tekstur cair, homogen, pH 9,9 dan bobot jenis 1,157 gr/ml. Uji iritasi pada F1, F2, F3 dan F4 tidak menunjukkan terjadinya iritasi atau kemerahan. Hasil uji mutu sabun cair kombinasi ekstrak kulit nanas madu (Ananas comosus (L) Merr.) dan gel lidah buaya (Aloe vera (L) Webb.) sesuai dengan SNI 06-4085-1996.
Pembagian Masker di Alun-Alun Kota Klaten sebagai Upaya Pencegahan Peningkatan Covid-19 Makhabbah Jamilatun
Abdimas Mandalika Vol 2, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v2i1.9962

Abstract

Abstract: The discipline of wearing a mask can reduce viral infections that spread through the respiratory tract. Residents around Klaten Town Square have a variety of activities. Some of them were still found not wearing masks. Therefore, in this community service, community service activities are carried out with the aim that residents who are visiting and doing activities around Klaten City Square increase the application of health protocols to prevent Covid-19 with discipline in using masks. This service activity is carried out through several stages. First, a survey of the target group was conducted. Second, identify the need for service activities. Third, the preparation of facilities and infrastructure needed in service activities. Fourth, is the implementation of service activities. In the implementation of community service activities, masks are given to residents who are and have activities around the Square, including residents who want to go to the Grand Mosque that crosses the Square, residents who visit around the Square, owners of transportation facilities, and traders in the area. around the Klaten Town Square. The response of residents who are visiting and active in Klaten City Square to this activity is good and very supportive. Residents around the square helped especially with the availability of masks. Community service activities went smoothly and the purpose of the activity was achieved, namely residents who were visiting and doing activities around Klaten City Square were disciplined in using masks.Abstrak: Disiplin penggunaan masker dapat mengurangi infeksi virus yang menyebar melalui saluran pernapasan. Warga di sekitar Alun-Alun Kota Klaten memiliki beragam aktivitas. Beberapa dari mereka masih ditemukan tidak memakai masker. Maka dari itu, dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan agar warga yang sedang berkunjung dan beraktivitas di sekitar alun-Alun Kota Klaten meningkatkan penerapan protokol kesehatan terhadap pencegahan covid-19 dengan disiplin dalam menggunakan masker. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, dilakukan survei kelompok sasaran. Kedua, identifikasi kebutuhan kegiatan pengabdian. Ketiga, persiapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan pengabdian. Keempat, pelaksanaan kegiatan pengabdian. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, masker diberikan kepada warga yang berada dan beraktivitas di sekitar Alun-Alun, diantaranya adalah warga yang hendak ke Masjid Raya yang melintasi Alun-Alun, warga yang berkunjung di sekitar Alun-Alun, pemilik sarana transportasi serta para pedagang di sekitar Alun-Alun Kota Klaten. Tanggapan warga yang sedang berkunjung dan beraktivitas di Alun-Alun Kota Klaten terhadap kegiatan ini adalah baik dan sangat mendukung. Warga di sekitar Alun-Alun, terbantu terutama dalam ketersediaan masker. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar dan tercapai tujuan kegiatan yaitu warga yang sedang berkunjung dan beraktivitas di sekitar alun-Alun Kota Klaten disiplin dalam menggunakan masker.
Sosialisasi Vaksinasi dan Pembagian Sembako pada Masa Pandemi di Desa Cangakan, Wironanggan, Gatak, Sukoharjo Makhabbah Jamilatun; Ria Istiqomah
Abdimas Mandalika Vol 1, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v1i2.7290

Abstract

Abstract:  Covid-19 is an infectious disease caused by the coronavirus. WHO has declared Covid-19 a pandemic. The Covid-19 pandemic has become one of the toughest periods for all countries experiencing it, including Indonesia. The government has taken various measures by issuing regulations to deal with the Covid-19 pandemic. In addition to implementing health protocols, the government has implemented a policy of vaccinating Covid-19. Even though the vaccination program has been carried out, some people still have doubts about vaccines, it can be said that people do not understand the use of vaccines. Based on this description, community service activities were carried out regarding the socialization of Covid-19 vaccination in Cangakan villages, Wironanggan, Gatak, Sukoharjo, and distribution of necessities to surrounding communities who were undergoing independent isolation. The method of activity used in this community service activity uses several stages, namely a survey of the target group, identification of program needs, preparation of facilities and infrastructure, implementation, and evaluation. The results of this community service activity are that residents in Cangakan Village, Wironanggan, Gatak, Sukoharjo have come to understand the covid-19 vaccination and understand the importance of covid-19 vaccination as an effort to prevent covid-19, and by distributing necessities to the surrounding community can help ease the burden on residents. affected by the Covid-19 pandemic.Abstrak: Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. WHO telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu periode yang berat bagi semua negara yang mengalaminya, termasuk Indonesia. Berbagai cara dilakukan pemerintah dengan mengeluarkan aturan untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Selain penerapan protokol kesehatan, pemerintah menerapkan kebijakan melakukan vaksinasi Covid-19. Meskipun program vaksinasi sudah dilakukan, masih terdapat keraguan pada sebagian masyarakat terhadap vaksin, bisa dikatakan masyarakat belum paham mengenai kegunaan vaksin. Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai sosialisasi vaksinasi covid-19 di Desa Cangakan, Wironanggan, Gatak, Sukoharjo dan pembagian sembako pada masyarakat sekitar yang sedang menjalani isolasi mandiri. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan menggunakan beberapa tahapan, yaitu survei kelompok sasaran, identifikasi kebutuhan program, persiapan sarana dan prasarana, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah warga di Desa Cangakan, Wironanggan, Gatak, Sukoharjo menjadi paham tentang vaksinasi covid-19 dan paham pentingnya vaksinasi covid-19 sebagai upaya pencegahan covid-19, dan dengan pembagian sembako pada masyarakat sekitar dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak pandemi covid-19.
Sosialisasi Cuci Tangan dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan Peningkatan Covid 19 di Desa Danguran Klaten Selatan Makhabbah Jamilatun; Retno Wulandari; Meliniya Santi Khoirunisa
Abdimas Mandalika Vol 2, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v2i2.13109

Abstract

Abstract: Hand washing is one way to prevent the transmission of Covid-19 and other infectious diseases. Based on the results of observations that have been made, there are still some residents in Danguran Klaten Selatan Village who have not paid much attention to the dangers of the Covid-19 virus, some residents have still not implemented health protocols such as washing their hands. Thus, it is necessary to socialize and empower the community in Danguran Klaten Selatan Village. The purpose of community service activities is to increase the knowledge and understanding of residents in Danguran Klaten Selatan Village about the importance of washing hands as an effort to prevent the transmission of Covid-19. The method of implementing this community service activity is socialization and education through mentoring and counseling on the main and supporting activity programs. Community service activities are carried out through several stages. First, a target group survey was conducted. Second, identify the need for community service activities. Third, preparation of the facilities and infrastructure needed for community service activities. Fourth, the implementation of community service activities. The results of community service activities are that residents of Danguran Klaten Selatan Village gain knowledge, understanding, and experience regarding preventive measures against Covid-19.Abstrak: Cuci tangan merupakan salah satu cara mencegah penularan Covid-19 dan penyakit menular lainnya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, masih ada beberapa warga di Desa Danguran Klaten Selatan belum terlalu memperhatikan bahaya virus Covid-19, beberapa warga masih belum menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan. Dengan demikian, perlu adanya sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat di Desa Danguran Klaten Selatan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman warga di Desa Danguran Klaten Selatan tentang pentingnya mencuci tangan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan edukasi melalui pendampingan dan penyuluhan program kegiatan utama dan pendukung. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, dilakukan survei kelompok sasaran. Kedua, identifikasi kebutuhan kegiatan pengabdian. Ketiga, persiapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan pengabdian. Keempat, pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat adalah warga Desa Danguran Klaten Selatan mendapatkan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman mengenai tindakan pencegahan terhadap Covid-19. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI KESEHATAN PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA DANGURAN KLATEN SELATAN Makhabbah Jamilatun; Meliniya Santi Khoirunisa; Retno Wulandari
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : LP3M STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i2.1270

Abstract

Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang terdampak pandemi covid-19. Sepanjang tahun 2021 Indonesia mengalami berbagai dinamika dan tantangan dalam penangan pandemi Covid-19. Kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi disebabkan oleh beberapa hal. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa masyarakat di Desa Danguran Klaten Selatan masih kurang dalam pemahaman dan kesadaran terhadap pencegahan Covid-19. Sehingga perlu dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah ini. Pengabdian kepada masyarakat di Desa Danguran Klaten Selatan dilakukan dengan memberikan edukasi kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penularan dan perluasan Covid-19. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan edukasi kesehatan baik langsung, secara online, maupun melalui poster, serta pembagian jamu dan vitamin kepada masyarakat di Desa Danguran Klaten Selatan. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat di Desa Danguran Klaten Selatan mendapat pengetahuan dan pemahaman mengenai Covid-19 dan varian terbaru Covid-19, cara menggunakan masker double (ganda) dengan benar, vaksin Covid-19, peningkatan imunitas melalui konsumsi jamu dan vitamin, cara menjaga jarak dengan benar, serta perilaku hidup bersih dan sehat.
Isolation and Phytochemical Testing of Endophytic Fungi from Imperata cylindrica (L.) Beauv plants. Makhabbah Jamilatun
International Journal of Basic and Applied Science Vol. 12 No. 2 (2023): Sep: Basic and Applied Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijobas.v12i2.255

Abstract

High drug prices and increasing antibiotic resistance have prompted exploration of natural resources as a source of new antibiotics. The Imperata cylindrica (L.) Beauv. plant is one of the plants used in traditional medicine. Secondary metabolites as bioactive compounds in plants can be obtained through endophytic fungi without having to extract them from plants. Secondary metabolites produced by endophytic fungi can function as raw materials for medicines. This research aims to isolate endophytic fungi and test phytochemicals from Imperata plants to determine the type of secondary metabolites produced. The methods used in this research include isolation and purification of endophytic fungi, identification of endophytic fungi, production of secondary metabolites of endophytic fungi, and screening of phytochemicals resulting from endophytic fungi fermentation. The isolation results showed that there were 7 isolates of endophytic fungi, consisting of 1 isolate from the flower, 3 isolates from the stem, and 3 isolates from the roots. Identification of endophytic fungus using macroscopic and microscopic observations including the genera Fusarium sp., Mucor sp., Penicillium sp., Trichoderma sp., Aspergillus sp., Phytophthora sp. The results of the phytochemical test for endophytic fungi showed that the secondary metabolites produced were flavonoid and saponin compounds. Based on this research, it can be concluded that the endophytic fungi of the Imperata cylindrica (L.) Beauv. plant produces secondary metabolites which have the potential to be developed as medicinal raw material compounds.
Pendidikan Kesehatan tentang Pangan Fungsional Olahan Buah Naga Merah kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Tegalyoso Klaten Selatan Makhabbah Jamilatun; Pradea Indah Lukito
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.724

Abstract

Pangan Fungsional adalah pangan yang karena kandungan komponen aktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, diluar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Olahan buah naga merah menjadi selai dapat memiliki nilai fungsi yang lebih tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta pengabdian masyarakat dalam pengolahan buah naga merah menjadi selai. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah Ibu-Ibu PKK Desa Tegalyoso Klaten Selatan. Metode yang digunakan adalah survei serta ceramah langsung pendidikan kesehatan tentang pangan fungsional dan cara mengolah buah naga merah menjadi selai. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah ibu-ibu PKK Desa Tegalyoso Klaten Selatan paham mengenai pangan fungsional, khususnya olahan buah naga merah. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada ibu-ibu PKK Desa Tegalyoso Klaten Selatan serta dapat membuat dan menyediakan pangan fungsional secara mandiri, khususnya olahan buah naga.
JELLY CANDY PRODUCTION WITH VARIATIONS OF BROCCOLI (Brassica oleracea var. italica) AND RED GINGER (Zingiber officinale var. rubrum Theilade) Jamilatun, Makhabbah; Purnamasari, Tiara; Tolkhah, Ronal
Jurnal Jamu Kusuma Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL JAMU KUSUMA
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnaljamukusuma.v4i1.73

Abstract

Candy is a snack that is loved by almost everyone of all ages. Jelly candy is a candy made from vegetable or fruit essence, forming a gel, with a soft texture, clear color, and a certain level of elasticity. Broccoli (Brassica oleracea var. italica) contains vitamins, folate, phosphorus, magnesium, iron, potassium, and calcium. Red ginger (Zingiber officinale var. rubrum Theilade) contains gingerol compounds, flavonoids, phenols, terpenoids, and essential oils. The purpose of this study was to determine the organoleptic characteristics, water content, and reducing sugar jelly candy with variations of broccoli and red ginger. This study uses a quantitative experimental method. The research procedures included preparing broccoli, preparing red ginger, making jelly candy with 3 formulas, and evaluating jelly candy. The results showed that the organoleptic of the three jelly candy formulas had a distinctive aroma of broccoli and red ginger, brownish green color, spicy-sweet taste, and chewy texture. The water content of the jelly candy in the three formulas was 17.22% (F1), 18.33% (F2), and 18.17% (F3) respectively. Reducing sugar for jelly candy in the three successive formulas was 18.6% (F1), 16.3% (F2), and 19.3% (F3). The water content and reduced sugar of jelly candy with variations of broccoli and red ginger have met the quality requirements for soft confectionery, SNI 3547-2-2008. The results in this study, the water content and reducing sugar were below the maximum number of predetermined soft confectionery quality requirements.
Quality Analysis Of Cream Scrub Combination of Moringa (Moringa oleifera) Leaf Extract and White Glutinous Rice (Oryza sativa glutinosa) Starch Jamilatun, Makhabbah; Rahmadianty, Harmayanti Aidha; Lukito, Pradea Indah
International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Том 1 № 03 (2023): International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/ijmars.v1i03.167

Abstract

Premature aging is a health problem that attacks facial skin and is very disturbing appearance. This can be overcome of them with antioxidant compounds. Sources of natural antioxidant compounds in Indonesia are found in Moringa leaves and white glutinous rice. The use of antioxidants is facilitated by making them into cosmetic preparations, one of which is scrub cream. This study aims to determine the physical quality and antioxidant activity of a cream scrub combined with Moringa leaf extract and glutinous rice starch. This research begins with the extraction of moringa leaves and white glutinous rice starch. Moringa leaf extract and white glutinous rice starch obtained were then made into cream scrub preparations at 4 concentration variations, with a comparison of Moringa leaf extract and white glutinous rice starch F0 (0%:0%), F1 (25%:75%), F2 ( 50%:50%) and F3 (75%:25%). The quality test of the luxurious cream included an organoleptic test, pH test, spreadability test, adhesion test, and irritation test. An antioxidant activity test was carried out using the DPPH method. The results showed that the combination of Moringa Leaf Extract (Moringa oleifera) and White Glutinous Rice Starch can be formulated as a cream scrub, with the results of physical quality both organoleptic, pH, spreadability, adhesion, and irritation fulfilling the requirements, and antioxidant activity in the strong category at F3.
Edukasi Pencegahan Covid-19 Dan Pembagian Masker Di Wilayah Kampung Kroyo, Karangmalang, Sragen Jamilatun, Makhabbah; Nur Mutmainah, Aisyah
Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang Jl. Rangga Sentap, Dalong Sukaharja, Ketapang 78813. Telp. (0534) 3030686 Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/literasi.v1i2.1311

Abstract

Covid-19 is a disease that develops rapidly and spreading in several countries. Efforts to prevent covid-19 are carried out by the government through the Ministry of Health by instructing awareness and compliance in the use of masks when outdoors. This needs to be done because Covid-19 can be easily transmitted through the respiratory tract and through contact with contaminated surfaces. Based on observations at the beginning of the pandemic, the people around Kroyo Village, Karangmalang, Sragen, have not all understood the prevention of covid-19 and not all people use masks. Therefore, community service activities are carried out with the aim of providing education on the prevention of covid-19 and the distribution of masks in the Area of Kroyo Village, Karangmalang, Sragen. The method of activity used in this community service activity is education to residents about the prevention of Covid-19 and distribution of masks. The result of this community service activity is that people in the Kroyo Village Area, Karangmalang, Sragen understand about the prevention of Covid-19 and understand the importance of implementing health protocols, including using masks as an effort to prevent Covid-19