Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

An Update on the Habitat Suitability Model of Dacrycarpus imbricatus (Blume) de Laub. and Its Conservation Status in Bali, Indonesia Sutomo Sutomo; Muhammad Bima Atmaja; I Dewa Putu Darma; Rajif Iryadi; Aditya Hani; I Made Saka Wijaya; Made Maha Widyartha; Eddie van Etten
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 8, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.74578

Abstract

Dacrycarpus imbricatus provides essential ecosystem functions and various potential uses. Therefore, studying this distribution and conservation status in Bali Islands is crucial. The Habitat Suitability Model (HSM) and Geospatial Conservation Assessment Tool (GeoCAT) were used to predict this distribution and conservation status. The results showed changes in the predicted habitat suitability in 2050. Climate change conditions will impact the preferential habitat of the current location. The analysis classifies D. imbricatus as an endangered (EN) species in Bali. The model does not consider anthropogenic factors which change the land use/land cover. Therefore, more severe conservation efforts in Bali are needed for this species. 
Pertumbuhan Seedling Anggrek Tanah (Spathoglottis plicata Blume) in Vitro sebagai Respons terhadap Berbagai Komposisi Media MS: In Vitro Seedling Growth of Ground Orchid (Spathoglottis plicata Blume) as a Response to Various MS Media Compositions Ida Ayu Astarini; I Made Saka Wijaya; Ni Luh Putu Kayika Febryanti; Defiani, Made Ria
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.1.49-54

Abstract

Anggrek tanah (Spathoglottis plicata Blume) adalah salah satu spesies anggrek tanah yang bernilai ekonomi dan estetika tinggi dan eksistensi di habitat aslinya termasuk katagori rawan (vulnerable). Keberadaan anggrek tanah perlu dipertahankan untuk menjaga sumber plasmanutfah anggrek yang dapat ditanam pada media tanah. Anggrek tanah dapat diperbanyak dengan pemisahan rumpun dan kultur biji melalui kultur jaringan. Penelitian bertujuan mempelajari perkembangan protokorm menjadi seedlings in vitro sebagai respons terhadap berbagai konsentrasi garam mineral dalam media MS. Protokorm anggrek berumur 6 MSS (minggu setelah sebar biji) ditanam secara aseptik di media MS dengan 4 variasi konsentrasi garam mineral makro dan mikronya (¼ MS, ½ MS, MS0 dan MS1 dengan tambahan NAA dan BAP). Percobaan ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 10 ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari satu botol kultur, yang masing-masing berisi 5 clump protokorm. Pertumbuhan seedlings anggrek terbaik pada umur 6 bulan setelah tanam diperoleh pada media MS0, yang ditunjukkan oleh seedling dengan jumlah daun dan tunas terbanyak. Aklimatisasi planlet anggrek tanah juga dilakukan dengan menggunakan media arang sekam di rumah plastik bernaungan. Kata kunci: BAP, NAA, Aklimatisasi, Protocorm
Struktur dan komposisi vegetasi lantai pada kawasan agroforestri kopi di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung, Bali Ni Made Riris Widiari; I Made Saka Wijaya; I Ketut Ginantra; Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni; Ida Ayu Eka Pertiwi Sari
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 2 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p02

Abstract

Agroforestri berbasis kopi telah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya diterapkan di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Kombinasi pohon penaung dalam agroforestri memberikan pengaruh terhadap iklim mikro yang beragam bagi vegetasi di bawahnya, yaitu pada struktur dan komposisi vegetasi lantai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur dan komposisi vegetasi lantai pada agroforestri kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode plot berukuran 1 × 1 m yang ditempatkan secara systematic sampling. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 88 spesies sebagai penyusun vegetasi lantai agroforestri kopi Dusun Jempanang. Spesies dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu Oplismenus burmannii sebesar 41,26% (KR 18,09%; FR 7,10%; DR 16,07%), Ageratum conyzoides dengan INP 29,39% (KR 10,66%, FR 7,59%, DR 11,13%), Drymaria villosa dengan INP 27,85% (KR 13,64%, FR 6,25%, DR 7,97%), dan Synedrella nodiflora dengan INP 21,50% (KR 7,52%, FR 6,17%, DR 7,81%). Berdasarkan indeks komunitas, diperoleh bahwa vegetasi lantai di Dusun Jempanang memiliki keanekaragaman dengan kategori tinggi (H'=3,33), tanpa adanya dominansi spesies tertentu (C=0,06), serta persebaran spesies yang relatif merata (E=0,74).
Komposisi Arthropoda Tanah pada Kawasan Agroforestri Kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Badung – Bali Najla Nurhaya; Ni Made Suartini; I Made Saka Wijaya; Yuni, Luh Putu Eswaryanti Kusuma
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p6

Abstract

Arthropoda tanah berperan penting dalam menjaga kualitas tanah melalui proses dekomposisi, siklus nutrisi, dan pembentukan struktur tanah. Komunitas arthropoda tanah sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, seperti praktik pengelolaan lahan yang sangat mempengaruhi pembentukan struktur komunitasnya. Sistem agroforestri kopi menjadi salah satu bentuk sistem budidaya yang mampu mempertahankan biodiversitas arthropoda tanah dengan kombinasi tanaman kopi dan pohon penaung yang mendukung pembentukan mikro iklim yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi famili arthropoda tanah di kawasan agroforestri kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Badung - Bali. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juli 2025 dengan pengambilan sampel menggunakan metode line transect. Teknik pengambilan sampel menggunakan Pitfall trap yang dipasang sebanyak 21 buah. Hasil penelitian mencatat 56 famili arthropoda tanah dari empat kelas dan 16 ordo dengan total sebanyak 608 individu. Jumlah individu tertinggi ditemukan berasal dari Famili Entomobryidae (Ordo Collembola) sebanyak 153 individu dan Famili Drosophilidae (Ordo Diptera) dengan jumlah 112 individu dan Famili Formicidae (Ordo Hymenoptera) dengan jumlah sebanyak 89 individu. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem agroforestri kopi di Dusun Jempanang mendukung variasi dan keanekaragaman arthropoda tanah. Kata kunci: Biodiversitas arthropoda, Kebun kopi, Pitfall trap, Serangga tanah.
Komposisi Arthropoda Tanah pada Kawasan Agroforestri Kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Badung – Bali Najla Nurhaya; Ni Made Suartini; I Made Saka Wijaya; Yuni, Luh Putu Eswaryanti Kusuma
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p6

Abstract

Arthropoda tanah berperan penting dalam menjaga kualitas tanah melalui proses dekomposisi, siklus nutrisi, dan pembentukan struktur tanah. Komunitas arthropoda tanah sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, seperti praktik pengelolaan lahan yang sangat mempengaruhi pembentukan struktur komunitasnya. Sistem agroforestri kopi menjadi salah satu bentuk sistem budidaya yang mampu mempertahankan biodiversitas arthropoda tanah dengan kombinasi tanaman kopi dan pohon penaung yang mendukung pembentukan mikro iklim yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi famili arthropoda tanah di kawasan agroforestri kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Badung - Bali. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juli 2025 dengan pengambilan sampel menggunakan metode line transect. Teknik pengambilan sampel menggunakan Pitfall trap yang dipasang sebanyak 21 buah. Hasil penelitian mencatat 56 famili arthropoda tanah dari empat kelas dan 16 ordo dengan total sebanyak 608 individu. Jumlah individu tertinggi ditemukan berasal dari Famili Entomobryidae (Ordo Collembola) sebanyak 153 individu dan Famili Drosophilidae (Ordo Diptera) dengan jumlah 112 individu dan Famili Formicidae (Ordo Hymenoptera) dengan jumlah sebanyak 89 individu. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem agroforestri kopi di Dusun Jempanang mendukung variasi dan keanekaragaman arthropoda tanah. Kata kunci: Biodiversitas arthropoda, Kebun kopi, Pitfall trap, Serangga tanah.
Species Composition of Macrofungi in Various Ecosystem in Badung Regency, Bali Ni Nyoman Sri Kamala Dewi; Ni Made Gari; Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni; I Made Saka Wijaya
Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences Vol. 10 No. 2 (2026): June 2026 - In Progress
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University (LP2M Universitas Udayana)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ATBES.2026.v10.i02.p02

Abstract

Badung Regency is one of the administrative regions located in Bali Province with diverse ecosystems due to high topographic variations. This topographic heterogeneity affects the region's biodiversity, including the diversity of macrofungi. Macrofungi possess distinctive morphological features and potential uses, however, data regarding their diversity in this region remain insufficient. This research aims to assess the species diversity of macrofungi across five ecosystem types (karst, mangrove, lowland, riparian, and highland ecosystems) in Badung Regency, Bali. The research was conducted from January to May 2025 using the belt transect method, with transect placement by purposive sampling. The results revealed that the composition of macrofungi species in Badung regency comprised of 70 species, categorized in 43 genera and 26 families. Polyporaceae is the family with the highest number of species (18 species) which dominated by genus Trametes (eight species). The highland ecosystem in Jempanang recorded the highest species richness (39 species) and the highest diversity index (H'=3.00). On the contrary, the karst ecosystem in Ungasan exhibited the lowest species richness (three species) and diversity index (H’=0.60). The highest genus similarity index was observed between the lowland and riparian ecosystems (SI=59.26%). Conversely, the lowest was between karst and mangrove ecosystems (SI=0.00%). Environmental factors such as air temperature, air humidity, soil pH, soil temperature, soil moisture, and the presence of organic substrates are related to the occurrence and distribution of macrofungi across the research sites.