Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Struktur dan Komposisi Vegetasi pada Suksesi di Muara Sungai Unda, Kabupaten Klungkung, Bali I Made Saka Wijaya; Gede Surya Indrawan; Putu Angga Wiradana; I Made Sara Wijana; Abd. Rahman As-syakur; Adi Ariyanto Wibisono; Viryanando Evan Rahardja
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 21 Nomor 1, April 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.862 KB) | DOI: 10.35799/jis.21.1.2021.31744

Abstract

 Letusan Gunung Agung pada tahun 1963 memberikan dampak ekologis di sekitar muara Sungai Unda, Kabupaten Klungkung, Bali. Lahar yang mengalir melalui sungai tersebut menyebabkan terjadinya suksesi primer akibat tutupan pasir dan batu. Selama 57 tahun, muara Sungai Unda tidak hanya mengalami suksesi alam, tetapi juga mengalami suksesi antropogenik melalui pemanfaatan sebagai tambang pasir, lahan pastura, dan permukiman sementara.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur dan komposisi vegetasi pada suksesi di muara Sungai Unda. Penentuan struktur vegetasi dilakukan pada 8 stasiun penelitian dengan menggunakan metode plot dengan jumlah 24 plot pohon (20 x 20 m) dan 48 plot vegetasi lantai (1 x 1 m). Data dianalisis menggunakan parameter ekologis seperti densitas, densitas relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominansi, dominansi relatif, dan nilai penting, serta dilengkapi dengan indeks keragaman Shannon-Weiner (H’), indeks dominansi (C), dan indeks keseragaman (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semak dan rumput merupakan bentuk hidup yang paling menentukan struktur vegetasi di Muara Sungai Unda. Beberapa spesies penyusun vegetasi tersebut merupakan tumbuhan invasif seperti yang harus dikontrol populasinya adalah Typha angustifolia, Ipomoea carnea, Chromolaena odorata, Lantana camara, dan Vachellia farnesiana. Berdasarkan indeks yang digunakan, keanekaragaman vegetasi termasuk dalam kategori tinggi, tanpa ada jenis yang mendominasi, dengan persebaran yang merata.Kata kunci: Gunung Agung; spesies invasive; suksesi antropogenik; vegetasi suksesiStructure and Composition of Successional Vegetation in Unda River, Klungkung Regency, BaliABSTRACTMount Agung eruption in 1963 caused major ecological impact around Unda River, Klungkung Regency, Bali. The volcanic mudflow that surpass the Unda River watershed initiate the primary succession in those areas. This research aimed to study the structure and composition of successional vegetation in Unda River. Twenty-four tree plots (20 x 20 m) and 48 understorey plots (1 x 1 m) derived from 8 research stations were used to determine the structure of vegetation. The data analyzed by ecological parameters, such as density, relative density, frequency, relative frequency, dominancy, relative dominancy, and importance value, then completed with Shannon-Weiner diversity index (H’), dominancy index (C), and evenness index (E). The results shown that the vegetation structure in Unda River determined by two major growth form: shrubs and grasses. Some notable invasive species that should be controlled are Typha angustifolia, Ipomoea carnea, Chromolaena odorata, Lantana camara, and Vachellia farnesiana. Based on the three indexes, the vegetation diversity was categorized as high diversity, without any species domination, and the distribution of the species are uniformKeywords: Anthropogenic succession; invasive species; Mount Agung; successional vegetation
Kelimpahan spesies asing invasif teklan (Ageratina riparia (Regel) R. M. King & H. Rob.: Asteraceae) pada vegetasi lantai di Kebun Raya “Eka Karya” Bali Dewa Ayu Intan Tirta Sari; I Made Saka Wijaya; Sutomo Sutomo
Jurnal Biologi Udayana Vol 26 No 2 (2022): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2022.v26.i02.p04

Abstract

Spesies asing invasif mendapat perhatian khusus di Kebun Raya “Eka Karya” Bali, salah satunya adalah Ageratina riparia. Keunggulan tumbuhan ini dalam bereproduksi dan beradaptasi dengan lingkungan menyebabkan tumbuhan ini sangat mudah untuk tumbuh dan berkembang di suatu habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemelimpahan spesies asing invasif A. riparia pada vegetasi lantai di Kebun Raya “Eka Karya” Bali, serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan dengan metode plot yang diletakkan secara sistematis pada lima stasiun penelitian dengan jumlah 10 plot (2 x 2 m) pada setiap stasiun. Data vegetasi dianalisis untuk mengetahui densitas, densitas relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dan indeks nilai penting (INP), serta dilengkapi dengan indeks keragaman Shannon-Weiner (H'), indeks dominansi (C), indeks kemerataan (E) dan visualisasi kemelimpahan A. riparia dengan Non-metric Multi Dimensional Scaling (NMDS). Data lingkungan dianalisis menggunakan Detrended Correspondence Analysis (DCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. riparia pada stasiun 1 (Kawasan Kepala Burung) memiliki INP yaitu 62,50%, stasiun 2 (Taman Usada) dengan INP 52,40%, stasiun 3 (Taman Cyathea) dengan INP 89,09%, stasiun 4 (Kawasan Terbuka Tengah) dengan INP 110,25%, dan tertinggi pada stasiun 5 (Taman Upacara Panca Yadnya) dengan nilai INP 118,92%. Kehadiran A. riparia dapat dipengaruhi oleh semua faktor lingkungan yang diukur seperti kelembaban udara, kelembaban tanah, pH tanah, suhu udara dan suhu tanah, ketinggian tempat, kemiringan lahan, dan intensitas cahaya.
Potensi madu dan propolis lebah Tetragonula laeviceps dalam menghambat pertumbuhan in vitro bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Fernando Putra; Yan Ramona; I Made Saka Wijaya
Jurnal Biologi Udayana Vol 26 No 2 (2022): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2022.v26.i02.p01

Abstract

Madu, yang sangat baik untuk kesehatan manusia karena kandungan gizinya yang tinggi, merupakan produk dari lebah Tetragonula laeviceps. Selain madu, lebah ini juga menghasilkan beberapa produk turunan, seperti propolis yang sering digunakan sebagai suplemen kesehatan. Madu dan propolis telah banyak dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba. Oleh karena itu, tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitasnya dalam menghambat Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada berbagai uji in vitro (termasuk penentuan nilai MIC dan LC50). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 taraf konsentrasi (15%, 20%, 30%, 40%, 50%, 100%) untuk menentukan kedua produk lebah tersebut dalam menghambat pertumbuhan in vitro S. aureus dan E. coli. Etanol (etanol 95%) yang digunakan sebagai pelarut dalam percobaan 5 ulangan ini, berfungsi sebagai kontrol negatif. Zona hambat dan nilai MIC ditentukan dengan menggunakan metode sumur difusi, sedangkan metode pour plate pada media nutrien agar diterapkan dalam penentuan nilai LC50 madu dan propolis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu konsentrasi 100% menghambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli dengan zona hambat masing-masing 12,50 ± 1,09 mm dan 6,60 ± 0,60 mm. Hasil serupa juga ditunjukkan oleh propolis dengan diameter penghambatan 15,50 ± 1,08 mm dan 8,10 ± 1,00 mm terhadap S. aureus dan E. coli. Baik madu maupun propolis ternyata memiliki nilai MIC 15% (v/v), sedangkan nilai LC50 pada S. aureus masing-masing adalah 35,15% dan 18,25%, dan pada E. coli masing-masing adalah 35,89% dan 28,2%. Propolis memiliki daya hambat yang lebih kuat terhadap S.aureus dan E. coli dibandingkan madu.
INDEKS STRUKTUR KOMUNITAS DAN SAPROBITAS PLANKTON SERTA CHECKLIST KEBERADAAN NEKTON DI PERAIRAN DANAU BERATAN, BALI Gede Surya Indrawan; I Made Sara Wijana; I Made Saka Wijaya; Abd. Rahman As-syakur; I Putu Sugiana; I Made Yunarta
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 16 No 2 (2022)
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJES.2022.v16.i02.p10

Abstract

Beratan Lake was mainly popular for tourism and aquaculture activities that affecting water's environmental characteristics. The water healthiness indicator can be seen through the organism's existence, namely plankton to nekton biota that can be uses as an essential parameter in monitoring water conditions. This study aims to determine the plankton community structure index, saprobity index and the presence of nektons in the Beratan Lake. Plankton were sampled using the pouring method while the nekton sample was taken randomly through direct sampling with fishing nets and conducted interviews with the surrounding local community and fishermen. The results of the study found that the abundance of phytoplankton was dominated by Staurastrum with abundance level 1,836.92 ind/L. Meanwhile, the zooplankton was dominated by Rotifera with abundance level 8.17 ind/L. The diversity index, uniformity and dominance of phytoplankton are 1.31, 0.60 and 0.33 respectively, while the saprobity index is 1.08 which classifies the waters of Beratan Lake as being in a lightly polluted condition. There were 18 species of nektons in Beratan Lake were found, with one endemic species Rasbora balinensis and 13 foreign fish. There also an invasive species, namely zebrafish (Amatitlania nigrofasciata) was found in this Lake. From the results of the study, we hope that the government in cooperation with the surrounding community, can control the ecological conditions of the waters of Beratan Lake, especially the presence of invasive species which are increasing in number, as well as protect endemic species. Keywords: Abundance; beratan lake; community structure; plankton; saprobity
An Update on the Habitat Suitability Model of Dacrycarpus imbricatus (Blume) de Laub. and Its Conservation Status in Bali, Indonesia Sutomo Sutomo; Muhammad Bima Atmaja; I Dewa Putu Darma; Rajif Iryadi; Aditya Hani; I Made Saka Wijaya; Made Maha Widyartha; Eddie van Etten
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 8, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.74578

Abstract

Dacrycarpus imbricatus provides essential ecosystem functions and various potential uses. Therefore, studying this distribution and conservation status in Bali Islands is crucial. The Habitat Suitability Model (HSM) and Geospatial Conservation Assessment Tool (GeoCAT) were used to predict this distribution and conservation status. The results showed changes in the predicted habitat suitability in 2050. Climate change conditions will impact the preferential habitat of the current location. The analysis classifies D. imbricatus as an endangered (EN) species in Bali. The model does not consider anthropogenic factors which change the land use/land cover. Therefore, more severe conservation efforts in Bali are needed for this species. 
Struktur dan Komposisi Gulma di Lahan Jagung (Zea mays L.) Desa Belayu Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Risqa Izzatul Zulfa; Martin Joni; I Made Saka Wijaya
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p05

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia. Salah satu permasalahan dalam produksi jagung adalah penurunan kuantitas dan kualitas jagung akibat adanya gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi gulma di lahan jagung Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat (Quadrat methode sampling) denganplot berukuran 1x1 m. Data dianalisis menggunakan parameter vegetasi yang terdiri dari Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman (H’), indeks dominansi (C), indeks kemerataan (E), dan indeks similaritas (IS). Hasil yang didapat yaitu komposisi gulma yang ditemukan pada minggu ke-3 yaitu 18 spesies dari 9 suku, pada minggu ke-6 yaitu 25 spesies dari 16 suku, dan pada minggu ke- 9 yaitu 31 spesies dari 19 suku. Nilai INP tertinggi ditemukan pada Cyperus rotundus L dari suku Cyperaceae pada minggu ke-3, ke-6, dan ke-9 . Indeks keanekaragaman (H’) gulma tergolong sedang berkisar 2,29-2,77, indeks dominansi (C) menunjukkan tidak ada gulma yang mendominansi dengan nilai berkisar 0,09-0,13, indeks kemerataan (E) menunjukkan bahwa jenis-jenis gulma tergolong merata dengan nilai berkisar 0,78-0,80, dan indeks similaritas (IS) sebesar 72,9% yang menunjukkan bahwa similaritas spesies gulma disetiap minggu dikategorikan tinggi.
Indeks Ekologi dan Status Konservasi Jenis Burung (Avifauna) di Desa Gunaksa dan Beberapa Wilayah di Sekitarnya di Kabupaten Klungkung, Bali I Made Sara Wijana; I Made Saka Wijaya; M. Rheza Rizki Syahputra; Gde Oka Widiyavedanta; Egmont congdenjit; Gede Surya Indrawan; Abd. Rahman As-syakur; Putu Angga Wiradana
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2022.v08.i02.p07

Abstract

The Gunaksa Village and several surrounding areas in Klungkung Regency, Bali have the potential to be developed as one of the international ecotourism destinations in Indonesia. This study aims to determine the diversity and status of bird species (avifauna) in the Gunaksa Village Area and several surrounding areas so that it is expected to be the basis for information on natural resource management in this area. The method used is the "Cruise method", which is tracing paths that can be used to represent various types of ecosystems in the research area. The results showed that 46 species of birds were obtained with the highest Relative Abundance Index (RAI) value obtained by the buffalo egret (Bubulcus ibis) of 9.50% (dominant). The ecological index of bird species shows a high category in the Diversity Index (H') (3.16), Richness Index (R) (7.15), and Evenness Index (E) (1.87). Species of the black-winged kite, Javan ermine, Christmas frigatebird, and Pied fantail are protected species based on the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia Number p.106/menlhk/setjen/kum.1/12/2018, while only the frigatebird Christmas is included in the IUCN RedList with the Critical (CR) category. Conservation efforts and the participation of government agencies, academics, practitioners and the community are needed to increase the environmental awareness of the Gunaksa area and its surroundings for the sustainability of Avifauna in the area.
Pertumbuhan Seedling Anggrek Tanah (Spathoglottis plicata Blume) in Vitro sebagai Respons terhadap Berbagai Komposisi Media MS: In Vitro Seedling Growth of Ground Orchid (Spathoglottis plicata Blume) as a Response to Various MS Media Compositions Ida Ayu Astarini; I Made Saka Wijaya; Ni Luh Putu Kayika Febryanti; Defiani, Made Ria
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.1.49-54

Abstract

Anggrek tanah (Spathoglottis plicata Blume) adalah salah satu spesies anggrek tanah yang bernilai ekonomi dan estetika tinggi dan eksistensi di habitat aslinya termasuk katagori rawan (vulnerable). Keberadaan anggrek tanah perlu dipertahankan untuk menjaga sumber plasmanutfah anggrek yang dapat ditanam pada media tanah. Anggrek tanah dapat diperbanyak dengan pemisahan rumpun dan kultur biji melalui kultur jaringan. Penelitian bertujuan mempelajari perkembangan protokorm menjadi seedlings in vitro sebagai respons terhadap berbagai konsentrasi garam mineral dalam media MS. Protokorm anggrek berumur 6 MSS (minggu setelah sebar biji) ditanam secara aseptik di media MS dengan 4 variasi konsentrasi garam mineral makro dan mikronya (¼ MS, ½ MS, MS0 dan MS1 dengan tambahan NAA dan BAP). Percobaan ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 10 ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari satu botol kultur, yang masing-masing berisi 5 clump protokorm. Pertumbuhan seedlings anggrek terbaik pada umur 6 bulan setelah tanam diperoleh pada media MS0, yang ditunjukkan oleh seedling dengan jumlah daun dan tunas terbanyak. Aklimatisasi planlet anggrek tanah juga dilakukan dengan menggunakan media arang sekam di rumah plastik bernaungan. Kata kunci: BAP, NAA, Aklimatisasi, Protocorm