Kadek Eka Swedarma
Program Studi Ilmu Keperawatan Fak.Kedokteran Universitas Udayana

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Self-Control as a Protective Factor Against Self-Harm Behavior in Adolescents Dewi, Putu Siska; Sulistiowati, Ni Made Dian; Sani Utami, Putu Ayu; Swedarma, Kadek Eka
Media Keperawatan Indonesia Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.8.2.2025.125-133

Abstract

The inability of adolescents to complete their development and the lack of effective coping strategies can cause adolescents to engage in self-harm behavior. If left unchecked, this action can have a negative impact, so self-control is needed in the form of self-control. The purpose of this study was to determine the relationship between self-control and self-harm behavior in adolescents. The type of research used is descriptive correlation with a cross-sectional design. A total of 335 respondents were selected based on the proportionate stratified random sampling technique from a total of students in grades VII, VIII, and IX spread across 30 classes. Data collection used the Brief Self-Control Scale questionnaire and the Self-Injury Behavior Tendency questionnaire directly and was analyzed using the Spearman rank test. The results of the study showed that there was a relationship between self-control and self-harm behavior (p-value = 0.000; r = -0.569), which means that self-control and self-harm behavior have a strong relationship with a negative (opposite) relationship direction. The higher the self-control, the lower the self-harm behavior that is carried out. Self-control in adolescents greatly influences how adolescents behave in the situations they face, so it is important for adolescents to have high self-control in order to prevent self-harming behavior.
The Relationship between Stress and Loneliness with Depression in the Elderly People Ni Ketut Ari Cendani; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; Ni Made Dian Sulistiowati; Kadek Eka Swedarma
Babali Nursing Research Vol. 4 No. 3 (2023): July
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2023.43255

Abstract

Introduction: Depression is a condition that can cause elderly people to experience mental or emotional disorders due to stress and loneliness. Stress is something that can disturb the elderly caused by anxiety and loneliness due to changes in roles in the family or in their lives. The purpose of this study was to determine the relationship between stress and loneliness with depression in elderly people in Banjar Kawan, Tampaksiring, Bali. Methods: This study used a cross-sectional design with 68 elderlies recruited as respondents based on inclusion criteria by using purposive sampling techniques. The instruments used included the Perceived Stress Scale (PSS-10), UCLA Loneliness Scale Version 3, and Geriatric Depression Scale (GDS). The results of this study showed that most of the respondents aged 64 years, female, last education was elementary school, marital status was married with an income of < IDR 500,000. Results: The correlation results showed a significantly weak positive correlation between stress and depression (r = 0.284, p = 0.019) and loneliness with depression (r = 0.254, p = 0.037). The results of multiple linear regression showed that stress (β = 0.266) has the most effect on the occurrence of depression compared to loneliness (β = 0.039) so the higher the stress felt, the higher the symptoms of depression in the elderly. Conclusion: It is hoped that the elderly could improve their health by actively participating in many activities in order to prevent the symptoms of depression from getting worse.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN DIABETES DISTRESS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR BARAT I Kadek Wira Yoga Prasetya; Meril Valentine Manangkot; Kadek Eka Swedarma
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p10

Abstract

Pasien diabetes melitus tipe 2 sering mengalami stres dalam menghadapi penyakitnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan diabetes distress pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas II Denpasar Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 93 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) dan Diabetes Distress Scale (DDS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki efikasi diri yang rendah (62,37%), sedangkan diabetes distress sebagian besar berada dalam kategori sedang (96,8%). Hasil analisis dengan uji Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara efikasi diri dengan diabetes distress (p value = 0,000, nilai r = -0,677). Berdasarkan hasil analisis ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan diabetes distress pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas II Denpasar Barat. Saran yang dapat diberikan adalah agar perawatan pasien dioptimalkan dengan mempertimbangkan tingkat distress yang dialami oleh pasien diabetes melitus.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KECERDASAN EMOSINAL PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA Dina Khania Febrianti Fatimah; Kadek Eka Swedarma; Ni Putu Emy Darma Yanti; Putu Ayu Emmy Savitri Karin
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p03

Abstract

Pada masa remaja, individu sering kali menghadapi masalah tidur dan ketidakstabilan emosi yang diakibatkan oleh perubahan biologis, psikologis, serta tekanan dari lingkungan akademik dan sosial. Mutu tidur yang suboptimal berpotensi memberikan efek merugikan pada kesehatan mental, termasuk kapasitas emosional seseorang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menginvestigasi korelasi antara kualitas tidur dan kecerdasan emosional pada remaja yang bersekolah di SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Penelitian ini mengaplikasikan metodologi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan desain cross-sectional. Sebanyak 77 responden, yang dipilih melalui teknik total sampling, menjadi sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan kuesioner Emotional Intelligence Scale (EIS) untuk mengukur kecerdasan emosional. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kualitas tidur yang buruk (75,3%) dan tingkat kecerdasan emosional dalam kategori sedang (57,1%). Analisis menggunakan uji Spearman Rank mengindikasikan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan kecerdasan emosional (p = 0,494; r = -0,079). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kualitas tidur dan kecerdasan emosional pada kelompok remaja yang menjadi sampel dalam penelitian ini.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI PEMANTAUAN KESEHATAN JIWA (SIMANJA) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA KORBAN BULLYING DI SMP NEGERI 2 SUKAWATI I Wayan Sukarya; Kadek Eka Swedarma; Putu Ayu Emmy Savitri Karin
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p07

Abstract

Tingginya tingkat kecemasan pada remaja korban bullying memerlukan intervensi yang efektif melalui penggunaan teknologi informasi. Temuan ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan aplikasi pemantauan kesehatan jiwa (SIMANJA) terhadap tingkat kecemasan pada remaja korban bullying. Penelitian diterapkan dengan metode kuantitatif melalui desain quasi eksperimen, melibatkan 42 responden di SMP Negeri 2 Sukawati yang terbagi dalam kelompok kontrol serta intervensi melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh dengan penyebaran kuesioner tingkat kecemasan, dan memberikan instalasi aplikasi SIMANJA pada kelompok intervensi. Hasil temuan menjelaskan dalam kelompok intervensi sebanyak 18% tidak cemas, 71% cemas ringan, 9% cemas sedang, terjadi penurunan proporsi tingkat kecemasan sebanyak 5 responden (23,80%), sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan 29% cemas ringan, 71% cemas sedang, terjadi peningkatan proporsi tingkat kecemasan sebanyak 12 responden (57,14%). Aplikasi pemantauan kesehatan jiwa (SIMANJA) memiliki pengaruh signifikan (p = 0.025) dalam mengurangi tingkat kecemasan pada remaja korban bullying. Oleh karena itu dapat direplikasi dan dikembangkan dalam penanganan kesehatan jiwa remaja, khususnya yang mengalami bullying.
GAMBARAN KEJADIAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT DAERAH MANGUSADA BADUNG Ni Putu Ika Pertiwi; Kadek Eka Swedarma; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; Ni Made Dian Sulistiowati
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p11

Abstract

Burnout syndrome merupakan kondisi stres kronis yang dialami oleh perawat akibat beban kerja yang tinggi, tekanan emosional, serta tuntutan pekerjaan yang berlebihan. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan mental perawat dan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian burnout syndrome pada perawat di Rumah Sakit Daerah Mangusada Badung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 90 perawat rawat inap yang diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Maslach Burnout Inventory Human Service Survey (MBI-HSS). Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat mengalami burnout pada kategori sedang. Berdasarkan karakteristik responden, burnout lebih banyak terjadi pada perempuan (55,1%), kelompok usia dewasa awal (56,3%), tingkat pendidikan S1/Ners (61,2%), dan masa kerja ≥3 tahun (47,8%). Simpulan dalam penelitian ini yaitu kejadian burnout syndrome pada perawat di RSD Mangusada Badung berada pada kategori sedang. Diperlukan upaya promotif dan preventif seperti edukasi manajemen stres, pengaturan beban kerja, dan pemberian dukungan psikologis untuk menurunkan risiko burnout syndrome.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN IDE BUNUH DIRI PADA LANSIA DI DESA PEMOGAN KECAMATAN DENPASAR SELATAN Baiq Elsa Astina Martiana; Kadek Eka Swedarma; Ni Made Dian Sulistiowati; Ni Luh Putu Eva Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p08

Abstract

Kecemasan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi ide bunuh diri pada lansia cenderung masih diabaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan ide bunuh diri pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan 97 responden yang didapatkan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 97 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Geriatric Anxiety Inventory (GAI) untuk mengukur kecemasan dan Geriatric Suicide Ideation Scale (GSIS) untuk mengukur ide bunuh diri pada lansia. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Sebagian besar responden memiliki kecemasan pada kategori ringan (57,7%) dan tidak memilki ide bunuh diri (55,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan ide bunuh diri pada lansia (p=0,019) di Desa Pemogan Denpasar Selatan. Selain itu, pihak puskesmas diharapkan membuat program konseling yang berfokus pada manajemen cemas, konflik antar pasangan, serta edukasi terkait perkembangan lansia untuk mengatasi kecemasan dan mencegah ide bunuh diri pada lansia.
PERBEDAAN SUCCESSFUL AGING PADA LANSIA YANG TINGGAL DI PEDESAAN KAWASAN PARIWISATA DAN NON PARIWISATA Desak Made Novi Andayani; Ni Luh Putu Eva Yanti; Kadek Eka Swedarma; Putu Ayu Sani Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p09

Abstract

Indonesia memasuki periode aging population. Peningkatan pertumbuhan lansia secara kuantitas belum tentu diikuti dengan peningkatan kualitas hidup. Successful aging merupakan tujuan dari perkembangan tahap akhir pada lansia. Perbedaan pencapaian successful aging salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan successful aging pada lansia yang tinggal di pedesaan kawasan pariwisata dan non pariwisata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif pada 86 lansia yang tinggal di kawasan pariwisata dan 82 lansia yang tinggal di kawasan non pariwisata yang dipilih melalui proportionate random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner successful aging. Hasil penelitian yang diperoleh dengan uji t tidak berpasangan (tingkat kepercayaan 95%) adalah p-value = 0,004 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan successful aging pada lansia yang tinggal di pedesaan kawasan pariwisata dan non pariwisata. Perbedaan successful aging lansia disebabkan oleh kondisi lingkungan tempat tinggal lansia. Lansia yang tinggal di kawasan pariwisata lebih bersifat individu dibandingkan lansia yang tinggal di kawasan non pariwisata yang lebih berfokus pada aktivitas sosial bermasyarakat. Diharapkan lansia dapat meningkatkan hubungan sosialnya dan lingkungan tempat tinggal lansia dapat menciptakan lingkungan yang positif bagi lansia sehingga lansia mudah dalam beradaptasi.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN STROKE : LITERATURE REVIEW Ni Made Canistiari Dewi; Made Oka Ari Kamayani; Kadek Eka Swedarma
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p06

Abstract

Stroke merupakan suatu penyakit, dimana terdapat gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf (deficit neurologic) akibat terhambatnya aliran darah ke otak. Stroke menyebabkan terjadinya kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh sehingga pasien stroke mengalami kecacatan dan kesulitan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Hal inilah yang seringkali berdampak pada kualitas hidup pasien stroke. Pasien stroke membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhannya. Bantuan tersebut dapat diberikan oleh keluarga berupa dukungan kepada pasien stroke. Dukungan yang diberikan berupa dukungan sosial/informasional, dukungan emosional, dukungan tambahan/instrumental, dan dukungan penilaian/penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien stroke. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu literature review yang mencakup 10 literatur yang dicari menggunakan database Google scholar, ProQuest dan PubMed, dan sudah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan positif dengan kualitas hidup pada pasien stroke. Simpulan dalam penelitian ini membuktikan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam perbaikan kualitas hidup pada pasien stroke.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA TINGKAT SATU PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Made Sucitayasa; Ni Made Dian Sulistiowati; Kadek Eka Swedarma; Putu Ayu Emmy Savitri Karin
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p14

Abstract

Mahasiswa awal merupakan mahasiswa yang berada pada tahap awal studi di perguruan tinggi, biasanya pada tahun pertama atau kedua yang rentan terjadi stres. Salah satu faktor yang berhubungan yaitu dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres mahasiswa tingkat satu Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 94 orang sebagai responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner tentang tingkat stres dan dukungan sosial. Hasil uji analisis dilakukan dengan menggunakan spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan 77,6% mengalami stres sedang, 62,8% dengan dukungan sosial yang tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat stres mahasiswa tingkat satu Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan nilai r = -0,301 dan p = 0,003. Oleh karena itu, dukungan sosial sangat diperlukan oleh mahasiswa tingkat satu untuk beradaptasi di lingkungan perkuliahan yang baru.
Co-Authors Alit Putra Purnama Astutik, Windu Baiq Elsa Astina Martiana Desak Made Novi Andayani Dewi, Putu Siska Diastuti, Ni Nyoman Parayoni Dina Khania Febrianti Fatimah Dwidasmara Dwidasmara Fransiska Tri Mulyani Hastuti Gusti Ayu Ary Antari Gusti Ayu Sabila Prajaniti I Dewa Gede Anom I Dewa Made Ruspawan I Gede Abdi Sarya Permana I Gede Nova Ariawan I Gede Nova Ariawan I Gusti Ayu Ngurah Feranayanti Wulansari I Kadek Saputra I Kadek Wira Yoga Prasetya I Made Sucitayasa I Nyoman Dharma Wisnawa I Putu Arya Sedana I Wayan Sukarya Ida Ayu Putri Saraswati Ida Bagus Dwidasmara Kadek Cahya Utami Kadek Lia Ari Pramadewi Komang Menik Sri Krisnawati Made Oka Ari Kamayani Made Sukarja Meril Valentine Manangkot Meril Valentine Manangkot Napitupulu, Rico Almando Ni Kadek Diah Widiastiti Kusumayanti Ni Kadek Novi Ariani Ni Kadek Shanti Widya Pertiwi Ni Ketut Ari Cendani Ni Komang Ana Merliantika Ni Komang Ari Sawitri Ni Komang Trisna Prihayanti Ni Luh Putu Ari Sudiani Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Luh Putu Eva Yanti Ni Made Candra Yundarini Ni Made Canistiari Dewi Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made Listya Dewi Ni Made Putri Rahayu Ni Made Sri Darmayanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Ika Pertiwi Ni Putu Kresnayanti Ni Putu Nariska Rahayuni Ni Putu Nariska Rahayuni Ni Putu Ratih Febriana Dewi Lestari Ni Putu Sri Fatmiwiryastini Nyoman Adi Artha Pande Putu Ayu Erismadewi Prasetya, Ni Putu Ayu Padmanila Putra, I Gede Yudiana Putri, Anindia Annisa Putu Ayu Emmy Savitri Karin Putu Ayu Sani Utami Putu Ayu Sani Utami, Putu Ayu Putu Oka Yuli Nurhesti Putu Oka Yuli Nurhesti Putu Putri Paramitha Putu Sri Febriyanti Putu Sri Febriyanti