Articles
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN LAYANAN PESAN SINGKAT WHATSAPP TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA MENGENAI KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN DI SMAN 1 KUBU
Ni Luh Putu Anik Cahyani;
Meril Valentine Manangkot;
Ida Arimurti Sanjiwani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 9 No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.464 KB)
|
DOI: 10.24843/coping.2021.v09.i04.p02
Unwanted pregnancy is one of the major health issues for teenagers. This could happen because of lack of knowledge and actions to prevent unwanted pregnancies. One of the efforts to prevent unwanted pregnancy is by providing health education by using WhatsApp. This study aimed to determine the effect of health education with WhatsApp text service about unwanted pregnancies to the teenagers’ knowledge and attitude. The research was held on 21 April-6 May 2019. This research was quasi-experimental research with pretest and posttest and control group design. Respondents consisted of 54 students that obtained by simple random sampling technique. Intervention on this study was done to by sending a text message to the WA group twice a day for two weeks. The knowledge was measured by unwanted pregnancy knowledge instrument and attitude was measured with Brief Sexual Attitude Scale. Data analyzed was used Mann Whitney test. This research showed there was difference in knowledge (p=0,024, p<0,05) and there was no difference in attitude (p=0,444, p>0,05). Based on this result, it expected that health workers could be using WhatsApp to provide health education, especially about reproductive health.
PENGETAHUAN PEMANDU WISATA TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN WISATA AIR DI WILAYAH TANJUNG BENOA
Ni Luh Ari Sriwandayani;
Ni Luh Putu Eva Yanti;
Ida Arimurti Sanjiwani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 9 No 6 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.486 KB)
|
DOI: 10.24843/coping.2021.v09.i06.p14
Wisata watersport adalah kegiatan wisata di bawah atau di dalam air dengan menggunakan sarana dan prasarana wisata. Wisata watersport termasuk wisata yang bersifat ekstrim dan berbahaya karena dapat menimbulkan bahaya fisik. Pengetahuan pertolongan pertama yang tepat diperlukan oleh pemandu wisata air untuk mengurangi mortalitas dan morbilitas korban kecelakaan karena tingkat pengetahuan akan berpengaruh terhadap teknik penanganan korban kecelakaan sebelum dibawa ke Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan pemandu wisata tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di watersport Tanjung Benoa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional dengan model pendekatan cross sectional. Banyak responden sejumlah 127 orang, dipilih dengan teknik stratified random sampling. Analisis data bivariat dilakukan dengan uji Gamma. Hasil Penelitan didapatkan bahwa lama bekerja (p =0,000, r = 0,51) dan pengalaman pelatihan (p=0,006. R=0,42) memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan pertolongan pertama. Sedangkan usia, tingkat pendidikan dan sumber informasi tidak berhubungaon secara signifikan terhadap pengetahuan pertolongan pertama (p>0,05). Peneliti merekomendasikan agar pihak perusahaan watersport melakukan pelatihan mengenai teknik pertolongan pertama secara berkala bagi pemandu wisata air.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN STRES AKADEMIK PADA REMAJA
Ni Luh Putu Wahyu Widiani;
Gusti Ayu Ary Antari;
Ida Arimurti Sanjiwani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.846 KB)
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i03.p11
Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami stres akademik. Stres akademik akan memberikan dampak negatif pada remaja SMA khususnya kelas XII jika tidak ditangani dengan baik. Upaya untuk menurunkan stres akademik dapat dilakukan dengan cara meningkatkan faktor internal dan eksternal remaja, yaitu efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya dengan stres akademik pada remaja kelas XII di SMA Negeri 8 Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 206 remaja kelas XII yang diperoleh menggunakan probability sampling dengan teknik proportioned stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner Educational Stress Academic for Adolescent (ESSA), General Self-Efficacy (GSE), dan Student Academic Support Scale (SASS). Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Spearman Rank. Hasil analisis univariat menunjukkan 47,6% memiliki stres akademik dengan kategori sedang, 50,5% memiliki efikasi diri dengan kategori sedang, dan 50,5% memiliki dukungan sosial teman sebaya dengan kategori sedang. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan stres akademik (nilai p = 0,002) serta ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan stres akademik (nilai p = 0,011). Simpulan dari penelitian ini yaitu efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya dapat mempengaruhi terjadinya stres akademik.
Hubungan Dukungan Suami dengan Kepatuhan Ibu dalam Penggunaan Kontrasepsi Suntik pada Masa Pandemi COVID-19
I Gusti Ayu Istri Prema Devi;
Ika Widi Astuti;
Ida Arimurti Sanjiwani;
I Gusti Ayu Pramitaresthi
Jurnal Gema Keperawatan Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33992/jgk.v15i1.1978
The Covid-19 pandemic has caused various problems, one of them is the population sector. The problem of increasing the number of pregnancies, increasing contraceptive dropout rates, and the risk of Baby Booms in Indonesia has made the government recommend that reproductive age couples comply with the use of contraception during the Covid-19 pandemic. The implementation of the Covid-19 prevention protocol has made it difficult for contraceptive acceptors to get services. One form of contraception that requires repeat visits to health workers is injectable contraceptives. Compliance with the use of injectable contraception is realized through the accuracy of the acceptor in re-injecting according to the schedule. Husband's support is one of the factors that can affect adherence to the use of injectable contraceptives. This study aims to determine the relationship between husband's support and adherence to injecting contraceptive use. This research is a correlative analytic study using a cross sectional approach. Research respondents as many as 50 people obtained through non-probability sampling with purposive sampling technique. The instruments used were husband's support questionnaire and re-injection visit card. Data analysis using Chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between husband's support and adherence to injecting contraceptive use (p = 0.000; OR = 29.3; 95% CI 6.2 - 138.781). Acceptors who received support from their husbands had 29,3 times more risk of being obedient in using injectable contraception than acceptors who did not receive support from their husbands. This research expects the need for husband involvement in every reproductive health planning of each family member.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA POSTER DAN VIDEO MELALUI WHATSAPP TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENGENAI STUNTING
Pande Luh Made Diah Kharisma Yanti;
Ika Widi Astuti;
Ida Arimurti Sanjiwani;
Ni Luh Putu Eva Yanti
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32831/jik.v11i1.444
Stunting merupakan suatu kondisi kegagalan tumbuh yang dialami anak balita disebabkan karena kekurangan gizi kronis, sehingga anak mengalami tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Stunting yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan penurunan intelektual serta peningkatan penyakit degeneratif. Faktor yang dapat membantu dalam mencegah kejadian stunting adalah pengetahuan ibu yang baik terkait stunting. Peningkatan pengetahuan pada ibu melalui edukasi kesehatan dapat membantu dalam pencegahan stunting. WhatsApp merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi kesehatan tentang stunting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media poster dan video melalui WhatsApp terhadap pengetahuan ibu mengenai stunting di Tegallalang. Jenis penelitian ini adalah quasi-experiment dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel yang dipilih menggunakan simple random sampling sebanyak 43 orang. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, didapatkan nilai p=0,004 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pemberian pendidikan kesehatan dengan media poster dan video melalui WhatsApp terhadap pengetahuan ibu mengenai stunting di Desa Pupuan. Kata Kunci: Ibu, Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Stunting, Whatsapp.
HUBUNGAN DUKUNGAN SAUDARA KANDUNG DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS KOTA DENPASAR
Ni Made Ayu Sukma Widyandari;
Luh Mira Puspita;
Ida Arimurti Sanjiwani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p11
Gangguan komunikasi interpersonal merupakan salah satu masalah yang dialami oleh anak autis. Hal ini disebabkan karena kurangnya perkembangan kemampuan berbahasa sehingga anak autis mengalami kesulitan menyampaikan dan menerima pesan dari orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan komunikasi pada anak autis adalah dukungan dari saudara kandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan saudara kandung dengan komunikasi interpersonal pada anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 38 anak yang dipilih dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria populasi terjangkau. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sibling support dan kuesioner Interpersonal Communication Inventory (ICI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dukungan saudara pada anak autis adalah 22,76 dan rata-rata komunikasi interpersonal pada anak autis adalah 18,18. Data yang diuji dengan Spearman Rank (rho) diperoleh nilai signifikansi 0,00 (? = 0,05) dengan nilai korelasi 0,794 dan korelasi berarah positif. Hal ini menunjukkan korelasi yang kuat dengan arah positif yang artinya semakin baik dukungan saudara kandung maka semakin baik pula komunikasi interpersonal pada anak autis.
PENERAPAN PAKET EDUKASI CHATTING DAN GAME PINTAR TERHADAP STRES DAN PEMAHAMAN PACARAN SEHAT PADA REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19
Ida Arimurti Sanjiwani;
I Gusti Ayu Pramitaresthi
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i03.p09
Pandemi Covid-19 merupakan bencana global yang telah berdampak pada aspek kehidupan setiap manusia termasuk pada remaja. Adanya jarak fisik dan pembatasan pergaulan langsung pada remaja yang cenderung aktif dapat berdampak pada stres psikologis. Remaja yang mulai mengenal cinta dan pacaran juga mengalami perubahan kebiasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan paket edukasi chatting dan game terhadap tingkat stres dan pemahaman pacaran sehat pada remaja selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian praeksperimen dengan one group pre-test dan post-test design. Sampel sebanyak 60 siswa diambil dengan teknik simple random sampling pada remaja di daerah Kuta Utara. Data tingkat stres dikumpulkan menggunakan General Anxiety Dissorder 7 (GAD7) dan kuesioner pengetahuan pacaran sehat. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon pada kedua variabel menunjukkan ada pengaruh pemberian intervensi chatting dan game terhadap tingkat stres dan pemahaman pacaran sehat dengan nilai p < 0,001.
PENERAPAN E-PEER KONSELOR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG TRIAD KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19
Pramitaresthi, I Gusti Ayu;
Sanjiwani, Ida Arimurti;
Pramesemara, I Gusti Ngurah
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p12
TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR) yaitu seksualitas, HIV/AIDS, dan NAPZA merupakan permasalahan remaja yang terjadi saat ini. Konselor sebaya atau peer konselor sebagai pengelola pusat informasi dan konseling remaja berperan penting dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR. Remaja banyak menghabiskan waktu dengan teman sebaya serta pengaruh teman sebaya dapat membawa akibat positif maupun negatif. Peer konselor adalah program pemberdayaan teman sebaya untuk dapat memberikan informasi dan pengetahuan kesehatan serta konseling bagi remaja. Pada saat ini, dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, maka akses pertemuan langsung masih terbatas sehingga peer konselor dilakukan secara online dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh E-Peer Konselor terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR di masa pandemi. Metode penelitian ini yaitu secara kuantitatif dengan quasi eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test post-test design. Analisis bivariat dilakukan dengan uji non parametrik karena data terdistribusi tidak normal, diuji dengan uji Wilcoxon untuk menganalisis tingkat pengetahuan sebelum (pretest) dan setelah (posttest). Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2021 di SMA Negeri 4 Denpasar. Sampel sebanyak 30 siswa-siswi yang mengikuti ekstrakulikuler KSPAN. Hasil yang didapatkan bahwa E-Peer Konselor terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR di masa pandemi (p<0,05).
Pengaruh Pemberian Edukasi Video Periksa Payudara Sendiri (SADARI) terhadap Pengetahuan dan Sikap Mahasiswi dalam Pencegahan Kanker Payudara
Sri Hastuti, Ni Komang;
Astuti, Ika Widi;
Sanjiwani, Ida Arimurti
Jurnal Gema Keperawatan Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33992/jgk.v17i2.3390
Breast cancer is the most commonly diagnosed cancer in women and is the second leading cause of death from cancer in women in the world. Breast Self Examination (BSE) is the cheapest, easiest and simplest way that can be done by every individual to detect signs and symptoms of breast cancer. The purpose of this study was to determine the effect of providing BSE video education on knowledge and attitudes in preventing breast cancer in female students at Udayana University. This study used a pre-experimental quantitative method with a one group pre-test post-test design. The respondents in this study were 95 students spread across seven study programs at the Faculty of Engineering Udayana University. The sampling technique used in this study was probability sampling using stratified random sampling. The measuring instrument in this study used a questionnaire of knowledge and attitude towards BSE. Data analysis in this study used the Wilcoxon test and McNemar. The Wilxocon Test results on the knowledge variable showed a significant difference between before and after being given education about breast cancer prevention and SADARI (p = 0,000). Then the results of McNemar on the attitude variable showed a significant difference between before and after being given education (p = 0,001). Therefore it can be concluded that the provision of interventions in the form of education on breast cancer prevention and BSE with video has an effect on increasing knowledge and attitudes in students of the Faculty of Engineering, Udayana University. This study is expected to be used as a reference to develop the provision of health promotion using video in early detection of breast cancer so that the hope is to reduce the incidence of breast cancer.
Edukasi Menstruasi Melalui Media Poster dan Powerpoint (PPT) Meningkatkan Pengetahuan dan Kesiapan Siswa Menghadapi Menarche
Silpia Utami, Sang Ayu Putu;
Astuti, Ika Widi;
Juniartha, I Gusti Ngurah;
Sanjiwani, Ida Arimurti
Jurnal Gema Keperawatan Vol 16, No 2 (2023): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33992/jgk.v16i2.2999
Menarche is the first menstruation that occurs in the age range of 10-16 years. Early adolescents will experience significant physical, mental and social changes during puberty. Lack of information about menstruation can make it difficult for children to accept menarche. Health education is a process of raising public awareness by providing knowledge to change behavior for the better. The purpose of this study was to analyze the effect of education about menstruation using posters and power point media on knowledge and readiness to face menarche. The research design was a pre-experiment with a one-group pretest-posttest approach. Respondents were students in grades IV, V, VI at SD Negeri 2 Tusan who had not experienced menarche, totaling 26 people and were selected using total sampling. The results of the Wilxocon test on the knowledge variable showed that there was a significant difference between before and after being given education about menstruation (p = 0.000). Then the results of the Paired Sample T-Test on the readiness variable showed that there was a significant difference between before and after being given education (p = 0.000). Therefore, it can be concluded that the provision of interventions in the form of education about menstruation using posters and power point media has an effect on increasing knowledge and readiness to face menarche in female students entering puberty. Health promotion using posters and power point media can be used as a medium for adolescents to understand the importance of readiness from various aspects in facing menarche. This research can enrich knowledge in the field of maternity nursing related to reproductive health.