Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Edukasi Video Periksa Payudara Sendiri (SADARI) terhadap Pengetahuan dan Sikap Mahasiswi dalam Pencegahan Kanker Payudara Sri Hastuti, Ni Komang; Astuti, Ika Widi; Sanjiwani, Ida Arimurti
Jurnal Gema Keperawatan Vol 17, No 2 (2024): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v17i2.3390

Abstract

Breast cancer is the most commonly diagnosed cancer in women and is the second leading cause of death from cancer in women in the world. Breast Self Examination (BSE) is the cheapest, easiest and simplest way that can be done by every individual to detect signs and symptoms of breast cancer. The purpose of this study was to determine the effect of providing BSE video education on knowledge and attitudes in preventing breast cancer in female students at Udayana University. This study used a pre-experimental quantitative method with a one group pre-test post-test design. The respondents in this study were 95 students spread across seven study programs at the Faculty of Engineering Udayana University. The sampling technique used in this study was probability sampling using stratified random sampling. The measuring instrument in this study used a questionnaire of knowledge and attitude towards BSE. Data analysis in this study used the Wilcoxon test and McNemar. The Wilxocon Test results on the knowledge variable showed a significant difference between before and after being given education about breast cancer prevention and SADARI (p = 0,000). Then the results of McNemar on the attitude variable showed a significant difference between before and after being given education (p = 0,001). Therefore it can be concluded that the provision of interventions in the form of education on breast cancer prevention and BSE with video has an effect on increasing knowledge and attitudes in students of the Faculty of Engineering, Udayana University. This study is expected to be used as a reference to develop the provision of health promotion using video in early detection of breast cancer so that the hope is to reduce the incidence of breast cancer.
Edukasi Menstruasi Melalui Media Poster dan Powerpoint (PPT) Meningkatkan Pengetahuan dan Kesiapan Siswa Menghadapi Menarche Silpia Utami, Sang Ayu Putu; Astuti, Ika Widi; Juniartha, I Gusti Ngurah; Sanjiwani, Ida Arimurti
Jurnal Gema Keperawatan Vol 16, No 2 (2023): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v16i2.2999

Abstract

Menarche is the first menstruation that occurs in the age range of 10-16 years. Early adolescents will experience significant physical, mental and social changes during puberty. Lack of information about menstruation can make it difficult for children to accept menarche. Health education is a process of raising public awareness by providing knowledge to change behavior for the better. The purpose of this study was to analyze the effect of education about menstruation using posters and power point media on knowledge and readiness to face menarche. The research design was a pre-experiment with a one-group pretest-posttest approach. Respondents were students in grades IV, V, VI at SD Negeri 2 Tusan who had not experienced menarche, totaling 26 people and were selected using total sampling. The results of the Wilxocon test on the knowledge variable showed that there was a significant difference between before and after being given education about menstruation (p = 0.000). Then the results of the Paired Sample T-Test on the readiness variable showed that there was a significant difference between before and after being given education (p = 0.000). Therefore, it can be concluded that the provision of interventions in the form of education about menstruation using posters and power point media has an effect on increasing knowledge and readiness to face menarche in female students entering puberty. Health promotion using posters and power point media can be used as a medium for adolescents to understand the importance of readiness from various aspects in facing menarche. This research can enrich knowledge in the field of maternity nursing related to reproductive health.
PENGARUH PENDIDIKAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA DI SDN 2 SESETAN Yenita Wulandari; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p10

Abstract

Menarche merupakan tanda peralihan seorang perempuan menuju proses pendewasaan. Remaja yang tidak siap menghadapi menarche akan muncul beberapa dampak negatif seperti takut, cemas, bingung, malu, frustasi, dan kurang percaya diri. Pendidikan teman sebaya adalah suatu metode penyampaian informasi yang disampaikan melalui teman yang memiliki kesamaan umur, kelas, ataupun status. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Besar sampel pada penelitian ini adalah 30 orang siswi yang terbagi menjadi 6 orang sebagai pendidik teman sebaya dan 24 menjadi responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling pada siswi kelas V. Intervensi diberikan oleh pendidik teman sebaya yang dilakukan selama 7 hari pada responden. Hasil uji Wilcoxon pada variabel pengetahuan didapatkan hasil (p = 0,003 < 0,05). Hasil uji Wilcoxon pada variabel kesiapan didapatkan hasil (p = 0,025 < 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan.  Penelitian ini diharapkan sebagai acuan untuk menambah pengetahuan dan memberikan sikap yang baik saat mengalami menstruasi awal melalui peran teman sebaya.
PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI PREMARITAL SCREENING PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA ABIANSEMAL Ni Kadek Maya Maylina; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p05

Abstract

Kesehatan sebelum menikah pada calon pengantin terutama pada perempuan sangat penting diperhatikan karena berhubungan dengan risiko terjadi masalah kesehatan pada calon pengantin maupun calon bayi. Premarital screening merupakan suatu bentuk pencegahan risiko kesehatan yang dapat dilakukan pada masa pra nikah. Wanita Usia Subur (WUS) yang belum menikah dalam rentang usia 17-25 tahun menjadi sasaran yang tepat untuk meningkatkan informasi dan memperkenalkan screening kesehatan pra nikah karena berada pada masa transisi menuju kehidupan pernikahan dan reproduksi. Pengetahuan dan sikap sangat relevan terutama dalam mendukung pelaksanaan program premarital screening. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mengenai premarital screening pada wanita usia subur di Desa Abiansemal. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan 235 responden di wilayah Desa Abiansemal berdasarkan quota random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil analisis penelitian menggunakan analisis univariat didapatkan hasil responden dengan pengetahuan baik sebanyak 157 orang (66,8%) dan responden dengan sikap yang positif sebanyak 154 responden (65,5%). Berdasarkan hasil uji univariat, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik dan sikap positif terkait premarital screening. Diharapkan bagi puskesmas untuk lebih menambah sosialisasi pelaksanaan premarital screening dan menjalankan program premarital screening pada WUS.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) Kadek Heny Pradnya Paramita; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p12

Abstract

Kanker serviks menempati posisi keempat sebagai jenis kanker yang umum dialami oleh wanita secara global. Namun, hingga saat ini tingkat partisipasi dalam skrining kanker serviks di Indonesia masih sangat rendah. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan skrining tersebut adalah literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini merupakan wanita usia subur (WUS) usia 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Sampel terdiri dari 109 responden yang dipilih melalui metode cluster random sampling dan tersebar pada 10 Banjar di Kelurahan Penatih. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Health Literacy Survey Questionnaire 16 (HLS-EU-Q 16) dan Kuesioner Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat literasi kesehatan yang tinggi (51,4%) dan perilaku deteksi dini kanker serviks yang baik (58,7%). Analisa data dengan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks (p = 0,003 < 0,05). Uji odds ratio menunjukkan nilai OR = 3,565 dengan CI (1,597-7,959) yang berarti wanita dengan literasi kesehatan tinggi mempunyai peluang untuk melakukan deteksi dini kanker serviks 3,565 kali lebih besar dibandingkan wanita dengan literasi kesehatan rendah. Wanita usia subur diharapkan dapat terus meningkatkan literasi kesehatannya dengan secara aktif mencari informasi dari sumber yang terpercaya, sehingga perilaku deteksi dini penyakit khususnya kanker serviks dapat terus ditingkatkan sebagai upaya preventif.
PENGARUH EDUKASI PERSONAL SAFETY SKILL DENGAN MEDIA BUSY PAGE TERHADAP PENGETAHUAN MELINDUNGI DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ni Luh Putu Divayani; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p04

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan segala bentuk tindakan atau perlakuan yang menyakitkan, baik secara fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran. Tindakan kekerasan ini dapat menimbulkan cedera atau dampak nyata terhadap kesehatan, kelangsungan hidup, tumbuh kembang, dan martabat anak. Di antara berbagai bentuk kekerasan, kekerasan seksual menjadi salah satu yang paling sering terjadi dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual pada anak adalah dengan membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan perlindungan diri. Pemberian pelatihan berupa personal safety skills atau keterampilan keselamatan pribadi diyakini dapat membantu anak mengenali dan menghindari situasi berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi personal safety skill menggunakan media busy page terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar dalam melindungi diri dari kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, yang melibatkan 36 siswa sebagai responden. Seluruh responden dipilih melalui teknik total sampling, dan diminta untuk menjawab 30 pertanyaan dalam kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan mereka. Edukasi kesehatan diberikan satu kali selama satu hari, dengan durasi penyampaian materi selama 20 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Berdasarkan hal tersebut, sekolah diharapkan dapat menjadikan edukasi personal safety skill sebagai salah satu strategi edukatif dalam memberikan informasi dan perlindungan kepada siswa terkait kekerasan seksual.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP PENTINGNYA PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI ERA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS II DENPASAR BARAT Sartiana Hidayati; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p02

Abstract

Ibu hamil merupakan kelompok rentan yang berisiko terinfeksi Covid-19 yang disebabkan karena adanya perubahan fisiologis pada masa kehamilan. Pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) di era pandemi Covid-19 merupakan faktor penting bagi ibu hamil karena dapat mempengaruhi perilaku ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat dan diperoleh 30 sampel dengan menggunakan minimal sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu teknik Simple Random Sampling dengan analisis data univariat yang dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 17 responden (56.7%), mayoritas memiliki sikap cukup sebanyak 17 responden (56.7%) dan mayoritas responden memiliki perilaku cukup sebanyak 12 responden (40.0%) terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Diharapkan kepada ibu hamil lebih menyadari akan pentingnya pemeriksaan ANC serta Pusat pelayanan kesehatan lebih meningkatkan pelayanan ANC di era pandemi Covid-19.
HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI DENPASAR Ni Luh Made Sintia Dewi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p10

Abstract

Kehamilan merupakan fase yang memberikan pengalaman baru terkait perubahan fisik bagi ibu primigravida. Perubahan ini menimbulkan pikiran positif dan negatif mengenai persepsi ibu tentang tubuhnya atau disebut dengan body image. Persepsi ibu mengenai tubuhnya dapat memengaruhi tingkat kecemasan selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan body image dengan tingkat kecemasan pada ibu primigravida di Denpasar. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelatif menggunakan metode cross-sectional. Responden pada penelitian ini adalah ibu primigravida dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling pada empat puskesmas yaitu Puskesmas I Denpasar Timur, Puskesmas II Denpasar Barat, Puskesmas III Denpasar Utara, dan Puskesmas IV Denpasar Selatan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ-16) dan Kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Hasil dari Uji Fisher Exact menunjukkan nilai p-value = 0,004 < α (0,05). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara body image dengan tingkat kecemasan pada ibu primigravida di Denpasar. Oleh karena itu, ibu primigravida diharapkan dapat meningkatkan literasi mengenai perubahan fisik yang normal selama kehamilan agar dapat membangun body image yang positif, sehingga kecemasan selama kehamilan dapat berkurang. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI KANKER SERVIKS DENGAN MOTIVASI VAKSIN HPV PADA MAHASISWI KEPERAWATAN I Gede Oka Pramana; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p12

Abstract

Kanker Serviks merupakan salah satu jenis kanker mematikan yang menyerang wanita, disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). HPV dapat dicegah dengan vaksinasi HPV. Cakupan vaksin HPV saat ini masih rendah, salah satu faktor yang mempengaruhi vaksinasi HPV adalah motivasi dan motivasi seseorang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan seseorang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan mengenai kanker serviks dengan motivasi vaksin HPV pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner tingkat pengetahuan kanker serviks dan motivasi vaksin HPV, dengan responden terdiri dari mahasiswi keperawatan Universitas Udayana sebanyak 45 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik korelasi Spearman-rank untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan dan motivasi vaksinasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai kanker serviks dengan motivasi vaksin HPV dengan p-value 0,000. Nilai coefficient correlation (r) = 0,654 berarti hubungan kedua variabel kuat, dengan arah hubungan positif menunjukkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan mengenai kanker serviks yang dimiliki responden, maka semakin baik motivasi responden untuk melakukan vaksin HPV. Implikasi dari penelitian ini diharapkan mahasiswi dapat meningkatkan literasi untuk melakukan vaksin HPV dan dapat memberikan informasi kepada keluarga dan masyarakat luas mengenai kanker serviks dan upaya preventif dari kanker serviks.
GAMBARAN SIKAP ORANG TUA MENGENAI PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK DI TK NEGERI PEMBINA DENPASAR Gaby Margaretha; Ida Arimurti Sanjiwani; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p07

Abstract

Berbagai bentuk kekerasan seksual, seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, eksploitasi seksual, dan pelecehan seksual di dunia maya, dapat menimpa siapa saja, termasuk anak-anak. Salah satu bentuk untuk mencegah kekerasan seksual, diperlukan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek, termasuk pendidikan seksual yang komprehensif. Tujuan studi ini ialah untuk menganalisis gambaran sikap orang tua mengenai pemberian pendidikan seksual pada anak di TK Negeri Pembina Denpasar. Studi ini ialah studi kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah responden pada studi ini yakni 85 responden. Pengumpulan data didapatkan dengan pengisian kuesioner sikap orang tua dijalankan secara online. Adapun analisis data penelitian ini memanfaatkan analisis statistik deskriptif. Hasil studi ini menyampaikan mayoritas responden pada studi ini memerankan sikap netral mengenai pemberian pendidikan seksual anak di TK Negeri Pembina Denpasar total 39 responden (45,9%). Sedangkan total 4 responden (4,7%) memiliki sikap positif, 21 responden (24,7%) memiliki sikap cenderung positif, 14 responden (16,5%) memiliki sikap cenderung negatif, dan 7 responden (8,2%) memiliki sikap negatif. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan orang tua dan sekolah mampu bekerja sama agar melakukan pembekalan kepada orang tua serta anak mengenai pendidikan seksual anak usia dini.