Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Effect of Dewandaru (Eugenia uniflora L.) Fruits Extracts on Testes Heat-induced Rats Ika Widi Astuti
Journal of Global Pharma Technology Volume 11 Issue 6.
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.552 KB)

Abstract

Background: Spermatogenesis can run optimally if the testes temperature is 2-8o C lower than body temperature. Higher testicular temperature causes oxidative stress, which results in infertility. The purple-red colour of Dewandaru (Eugenia uniflora L.) fruits have very high of flavonoid. The study aimed to examine the effect of Dewandaru (Eugenia uniflora L.) fruit extract on testis in heat-induced rats. Methods: The study was conducted at Integrated Biomedical Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Udayana between March until July 2019. This True experimental with randomised post-test only control group design consisted of a total of 24 rats. These were divided into four groups, with the group I and II was a negative and positive control. Group III and IV were treatment pre and post heat induction. Lipid peroxidation (MDA) level, Bcl-2, serum testosterone, and testis weight were measured. Data were presented as mean, and one-way ANOVA was used as a statistical tool with significant p<0.05. Result: Treatment with Dewandaru (Eugenia uniflora L.) fruit extract before and after heat induction, respectively showed a decrease significantly in the serum lipid peroxidase level, increase in the Bcl-2 expression, testosterone level, and testis weight. There is no significant difference between treatment pre and post heat induction. Conclusion: This study shows that Dewandaru (Eugenia uniflora L.) fruit extract altered the lipid peroxidase level, Bcl-2, testosterone level, and testis weight.Keywords: Bcl-2, Dewandaru fruits extract, Heat induction, MDA, Oxidative stress, Testosterone, Testis weight.
TINGKAT RISIKO GEMPA BUMI DI KABUPATEN NABIRE BERDASARKAN PERHITUNGAN NILAI PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM MENGGUNAKAN METODE DONOVAN Ika Widi Astuti; Ipa, Sangaji Hasmi Maharani; Indra Birawaputra; Erari, Ishak Semuel
Jurnal Natural Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v19i2.239

Abstract

Kota Nabire merupakan salah satu kota di Papua yang mempunyai tingkat resiko tinggi terhadap bencana alam gempa bumi. Pada tahun 2004, Kota Nabire diguncang gempa dengan kekuatan 7,2 SR yang menyebabkan kerusakan pada bangunan. Tingkat resiko gempa suatu daerah dinyatakan dengan intensitas MMI (Modified Mercalli Intensity) yang diklasifikasikan berdasarkan nilai Percepatan Tanah Maksimum (Peak Ground Acceleration, PGA). Di dalam menentukan PGA digunakan Metode Empiris Donovan dengan menggunakan dua parameter yaitu magnitudo dan jarak hiposentrum. Hasil perhitungan PGA dan Klasifikasi MMI di Kota Nabire dinyatakan dalam citra dua dimensi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai PGA tertinggi yang diperoleh dengan menggunakan Metode Empiris Donovan adalah 339 gal dan digolongkan ke dalam kategori resiko sangat besar 1 dengan intensitas MMI IX-X. Nilai risiko gempa bumi dengan menggunakan nilai percepatan tanah maksimum Metode Empiris Donovan lebih kecil daripada nilai risiko gempa bumi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Legal Protections of Pratama Clinic Doctors in Providing Aesthetic Services Lenno Idjianto; I Nyoman Suyatna; Ika Widi Astuti
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 4 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i4.1465

Abstract

Pratama clinic is a facility that provides limited medical services carried out by a doctor or dentist with technical responsibility. This research uses a type of normative legal research, namely deductively starting with an analysis of articles in statutory regulations and their relationship to their application in practice. The results of this research are that currently, the regulatory framework relating to medical aesthetics in Indonesia does not have formal regulations. Regulations regarding medical aesthetics refer to several regulations regarding related medical services and can be used as a legal basis for medical aesthetics. Legal protection for aesthetic doctors operating in beauty clinics is currently regulated by Law Number 29 of 2004 concerning Medical Practice. This law provides legal protection for doctors who comply with professional standards and standard operational processes when practicing.
Perlindungan Hukum pada Pekerja dengan Status Orang dengan HIV/AIDS (Odha) Dikaitkan dengan Hukum Kesehatan Henni Widia Astuti; Ika Widi Astuti; Ida Bagus Surya Dharma Jaya; I Wayan Gede Artawan Eka Putra
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i5.7829

Abstract

HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global yang tidak hanya berdampak pada aspek medis, tetapi juga sosial dan ketenagakerjaan, terutama bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Di Indonesia, meskipun regulasi seperti Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan telah menjamin hak ODHA, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan seperti stigma sosial, diskriminasi di tempat kerja, lemahnya pengawasan, dan terbatasnya akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pekerja ODHA dalam perspektif hukum kesehatan dan ketenagakerjaan. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi literatur, menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat kesenjangan signifikan antara ketentuan hukum dan praktik di lapangan, yang menghambat terciptanya lingkungan kerja inklusif. Implikasinya, diperlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam bentuk edukasi HIV/AIDS, penguatan kebijakan perusahaan, serta penegakan hukum yang tegas. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan model kebijakan inklusif dan komprehensif yang dapat diadopsi secara nasional guna meningkatkan perlindungan terhadap ODHA di tempat kerja.
PENGARUH PENDIDIKAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPAN MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA DI SDN 2 SESETAN Yenita Wulandari; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p10

Abstract

Menarche merupakan tanda peralihan seorang perempuan menuju proses pendewasaan. Remaja yang tidak siap menghadapi menarche akan muncul beberapa dampak negatif seperti takut, cemas, bingung, malu, frustasi, dan kurang percaya diri. Pendidikan teman sebaya adalah suatu metode penyampaian informasi yang disampaikan melalui teman yang memiliki kesamaan umur, kelas, ataupun status. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Besar sampel pada penelitian ini adalah 30 orang siswi yang terbagi menjadi 6 orang sebagai pendidik teman sebaya dan 24 menjadi responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling pada siswi kelas V. Intervensi diberikan oleh pendidik teman sebaya yang dilakukan selama 7 hari pada responden. Hasil uji Wilcoxon pada variabel pengetahuan didapatkan hasil (p = 0,003 < 0,05). Hasil uji Wilcoxon pada variabel kesiapan didapatkan hasil (p = 0,025 < 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan dan kesiapan menghadapi menarche pada remaja di SDN 2 Sesetan.  Penelitian ini diharapkan sebagai acuan untuk menambah pengetahuan dan memberikan sikap yang baik saat mengalami menstruasi awal melalui peran teman sebaya.
PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI PREMARITAL SCREENING PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA ABIANSEMAL Ni Kadek Maya Maylina; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p05

Abstract

Kesehatan sebelum menikah pada calon pengantin terutama pada perempuan sangat penting diperhatikan karena berhubungan dengan risiko terjadi masalah kesehatan pada calon pengantin maupun calon bayi. Premarital screening merupakan suatu bentuk pencegahan risiko kesehatan yang dapat dilakukan pada masa pra nikah. Wanita Usia Subur (WUS) yang belum menikah dalam rentang usia 17-25 tahun menjadi sasaran yang tepat untuk meningkatkan informasi dan memperkenalkan screening kesehatan pra nikah karena berada pada masa transisi menuju kehidupan pernikahan dan reproduksi. Pengetahuan dan sikap sangat relevan terutama dalam mendukung pelaksanaan program premarital screening. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mengenai premarital screening pada wanita usia subur di Desa Abiansemal. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan 235 responden di wilayah Desa Abiansemal berdasarkan quota random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil analisis penelitian menggunakan analisis univariat didapatkan hasil responden dengan pengetahuan baik sebanyak 157 orang (66,8%) dan responden dengan sikap yang positif sebanyak 154 responden (65,5%). Berdasarkan hasil uji univariat, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik dan sikap positif terkait premarital screening. Diharapkan bagi puskesmas untuk lebih menambah sosialisasi pelaksanaan premarital screening dan menjalankan program premarital screening pada WUS.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) Kadek Heny Pradnya Paramita; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p12

Abstract

Kanker serviks menempati posisi keempat sebagai jenis kanker yang umum dialami oleh wanita secara global. Namun, hingga saat ini tingkat partisipasi dalam skrining kanker serviks di Indonesia masih sangat rendah. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya cakupan skrining tersebut adalah literasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini merupakan wanita usia subur (WUS) usia 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Timur. Sampel terdiri dari 109 responden yang dipilih melalui metode cluster random sampling dan tersebar pada 10 Banjar di Kelurahan Penatih. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Health Literacy Survey Questionnaire 16 (HLS-EU-Q 16) dan Kuesioner Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat literasi kesehatan yang tinggi (51,4%) dan perilaku deteksi dini kanker serviks yang baik (58,7%). Analisa data dengan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks (p = 0,003 < 0,05). Uji odds ratio menunjukkan nilai OR = 3,565 dengan CI (1,597-7,959) yang berarti wanita dengan literasi kesehatan tinggi mempunyai peluang untuk melakukan deteksi dini kanker serviks 3,565 kali lebih besar dibandingkan wanita dengan literasi kesehatan rendah. Wanita usia subur diharapkan dapat terus meningkatkan literasi kesehatannya dengan secara aktif mencari informasi dari sumber yang terpercaya, sehingga perilaku deteksi dini penyakit khususnya kanker serviks dapat terus ditingkatkan sebagai upaya preventif.
PENGARUH EDUKASI PERSONAL SAFETY SKILL DENGAN MEDIA BUSY PAGE TERHADAP PENGETAHUAN MELINDUNGI DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ni Luh Putu Divayani; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p04

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan segala bentuk tindakan atau perlakuan yang menyakitkan, baik secara fisik, psikis, seksual, maupun penelantaran. Tindakan kekerasan ini dapat menimbulkan cedera atau dampak nyata terhadap kesehatan, kelangsungan hidup, tumbuh kembang, dan martabat anak. Di antara berbagai bentuk kekerasan, kekerasan seksual menjadi salah satu yang paling sering terjadi dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual pada anak adalah dengan membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan perlindungan diri. Pemberian pelatihan berupa personal safety skills atau keterampilan keselamatan pribadi diyakini dapat membantu anak mengenali dan menghindari situasi berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi personal safety skill menggunakan media busy page terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar dalam melindungi diri dari kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, yang melibatkan 36 siswa sebagai responden. Seluruh responden dipilih melalui teknik total sampling, dan diminta untuk menjawab 30 pertanyaan dalam kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan mereka. Edukasi kesehatan diberikan satu kali selama satu hari, dengan durasi penyampaian materi selama 20 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Berdasarkan hal tersebut, sekolah diharapkan dapat menjadikan edukasi personal safety skill sebagai salah satu strategi edukatif dalam memberikan informasi dan perlindungan kepada siswa terkait kekerasan seksual.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP PENTINGNYA PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI ERA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS II DENPASAR BARAT Sartiana Hidayati; I Gusti Ayu Pramitaresthi; Ida Arimurti Sanjiwani; Ika Widi Astuti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p02

Abstract

Ibu hamil merupakan kelompok rentan yang berisiko terinfeksi Covid-19 yang disebabkan karena adanya perubahan fisiologis pada masa kehamilan. Pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) di era pandemi Covid-19 merupakan faktor penting bagi ibu hamil karena dapat mempengaruhi perilaku ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat dan diperoleh 30 sampel dengan menggunakan minimal sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu teknik Simple Random Sampling dengan analisis data univariat yang dilakukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 17 responden (56.7%), mayoritas memiliki sikap cukup sebanyak 17 responden (56.7%) dan mayoritas responden memiliki perilaku cukup sebanyak 12 responden (40.0%) terhadap pentingnya pemeriksaan ANC di era pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Diharapkan kepada ibu hamil lebih menyadari akan pentingnya pemeriksaan ANC serta Pusat pelayanan kesehatan lebih meningkatkan pelayanan ANC di era pandemi Covid-19.
HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI DENPASAR Ni Luh Made Sintia Dewi; Ika Widi Astuti; Ida Arimurti Sanjiwani; I Gusti Ayu Pramitaresthi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p10

Abstract

Kehamilan merupakan fase yang memberikan pengalaman baru terkait perubahan fisik bagi ibu primigravida. Perubahan ini menimbulkan pikiran positif dan negatif mengenai persepsi ibu tentang tubuhnya atau disebut dengan body image. Persepsi ibu mengenai tubuhnya dapat memengaruhi tingkat kecemasan selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan body image dengan tingkat kecemasan pada ibu primigravida di Denpasar. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelatif menggunakan metode cross-sectional. Responden pada penelitian ini adalah ibu primigravida dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling pada empat puskesmas yaitu Puskesmas I Denpasar Timur, Puskesmas II Denpasar Barat, Puskesmas III Denpasar Utara, dan Puskesmas IV Denpasar Selatan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ-16) dan Kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Hasil dari Uji Fisher Exact menunjukkan nilai p-value = 0,004 < α (0,05). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara body image dengan tingkat kecemasan pada ibu primigravida di Denpasar. Oleh karena itu, ibu primigravida diharapkan dapat meningkatkan literasi mengenai perubahan fisik yang normal selama kehamilan agar dapat membangun body image yang positif, sehingga kecemasan selama kehamilan dapat berkurang.