Claim Missing Document
Check
Articles

An Analysis of Noun Phrase Error in Students' Analytical Exposition Text (A Descriptive Study at Tenth Grade of SMAN 1 Rancaekek) Neng Siti Khodijah; Eva Meidi Kulsum
Gunung Djati Conference Series Vol. 46 (2024): The 8th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan menulis siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari dokumen teks tulisan siswa. Untuk menganalisis kesalahan noun phrase pada teks analitis eksposisi, peneliti menggunakan analisis dokumen yang diambil dari 9 sampel siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 135 kesalahan penulisan frasa kata benda pada teks eksposisi analitis. Kesalahan tersebut meliputi 65 kesalahan pembentukan, 25 kesalahan pengurutan, 25 kesalahan penambahan, dan 20 kesalahan penghilangan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menyatakan bahwa siswa membuat kesalahan dalam pengejaan dan penempatan kosa kata, sehingga jenis kesalahan yang sering muncul adalah kesalahan informasi dan kesalahan pengurutan. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan siswa yang kurang memahami aturan tata bahasa dalam menulis teks. Temuan ini tentu bermanfaat bagi siswa untuk mengidentifikasi beberapa kesalahan umum, sehingga mereka dapat belajar dari kesalahan tersebut dan menghindari atau tidak mengulanginya di masa depan.  
Students’ Problems in Learning English Vocabulary (A Descriptive Study at Tenth Grade of SMAN 1 Rancaekek) Fajriati Prasetya Cahyaning Fitri; Aip Syaepul Uyun; Eva Meidi Kulsum
Gunung Djati Conference Series Vol. 46 (2024): The 8th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosakata merupakan salah satu masalah dalam pembelajaran bahasa Inggris yang perlu diatasi. Kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai kosakata menjadi salah satu masalah dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui masalah siswa dalam mempelajari  kosakata bahasa Inggris di SMAN 1 Rancaekek.  Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kemudian, data dikumpulkan melalui quesioner, wawancara, dan observasi. Selanjutnya, subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 3 SMAN 1  Rancaekek  tahun ajaran 2023/2024 yang terdiri dari 37 siswa. Peneliti mewawancarai enam orang terpilih berdasarkan nilai bahasa Inggris yang mereka dapatkan pada mata pelajaran bahasa Inggris.  Wawancara terdiri dari 7 pertanyaan. Hasil akhir, temuan menunjukkan bahwa ada beberapa jenis masalah yang terdiri  dari kurangnya minat siswa dalam mempelajari bahasa Inggris, kurangnya motivasi siswa, tidak memahami grammar dan pengucapan, malas menghafal kosakata, dan  fasilitas pembelajaran  yang kurang mendukung. Oleh karena itu, pentingnya pembelajaran kosakata karena menjadi komponen yang paling penting sebelum ke aspek-aspek lainnya dalam pembelajaran bahasa Inggris.
The Implementation of Merdeka Curriculum based on Teacher’s Perception Kulsum, Eva Meidi; Suloso, Luluk Wiji Asti
Jurnal Perspektif Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v8i2.309

Abstract

This research aims to determine teachers’ perception in implementing Merdeka Curriculum. This research uses a qualitative descriptive method by distributing questionnaire and conducting semi-structured interviews. This research was conducted at SMA 1 Rancaekek. The participants in this study were four English teachers who had experience in teaching English using Merdeka Curriculum.  The results both from questionnaire and interview show that English teachers had positive perceptions of the implementing the Merdeka Curriculum. The data results from the questionnaire which were supported by interview are divided into 5 indicators. First, launch of Merdeka Curriculum. Second, Merdeka Curriculum priority stage. Third, design principles and implementation mechanism of Merdeka Curriculum. Fourth, direction of change in Merdeka Curriculum. Fifth, structure and framework of Merdeka Curriculum. Therefore, in implementing learning in the classroom, teachers are free to design their own methods and strategies. Even though English teachers have positive perceptions, in practice they still need to adapt to this new policy as they said from the interview results.
Training on Reference Management Software using Zotero Application among University Students Kulsum, Evan Meidi
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1081

Abstract

Dalam dunia akademik, keterampilan menulis karya ilmiah merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Salah satu komponen utama dalam penulisan akademik adalah penyusunan referensi dan bibliografi. Penelitian ini berfokus pada pemberian pelatihan kepada mahasiswa tentang cara menggunakan alat pengelola referensi, yaitu Zotero, untuk mendukung kualitas penulisan akademik mereka dengan mengadakan pelatihan untuk mahasiswa tingkat universitas pada tahun pertama studi mereka. Pengabdian ini dilakukan di sebuah asrama yang dikembangkan oleh salah satu universitas di Bandung. Peserta penelitian ini adalah 21 mahasiswa dari berbagai jurusan. Setelah mengikuti kegiatan ini, mahasiswa diminta untuk mengisi formulir evaluasi untuk mendapatkan masukan mengenai pelatihan dalam bentuk kuisioner. Hasil dari kuisioner dihitung secara manual menggunakan metode analisis kualitatif sederhana untuk menginterpretasikan respon peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan respon positif terhadap pelatihan ini. Hal ini dapat dilihat dari semua indikator dalam kuisioner yang mendapatkan hasil tinggi, termasuk pemahaman materi, keterampilan praktis, dan kepuasan mereka terhadap penyelenggaraan acara pelatihan. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa akan semakin terbiasa menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas penulisan akademik mereka
Exploring Vocabulary Learning Strategies in EFL Contexts Kulsum, Eva Meidi; Fitri , Fajriati Prasetya Cahyaning
JEPAL (Journal of English Pedagogy and Applied Linguistics) Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/jepal.v5i2.1209

Abstract

This study tried to analyze the vocabulary learning strategies employed by students. This study employed qualitative descriptive method, involving the distribution of a questionnaire and a semi-structured interview session. This study conducted in one of senior high schools in Bandung, 37 students were selected as participants for this study using a purposive sampling technique. They took part in the questionnaire session while, in the interview session, six students participated. Based on the results obtained, the researcher concluded that there are several strategies used to overcome problems in learning English vocabulary such as determination, social, memory, cognitive and metacognitive strategies. Memory strategies got the highest mean score. It is indicated that the students mostly used this strategy to overcome their problems in learning vocabulary which help them memorize information more effectively. Additionally, this study suggests that providing structured guidance on how to maximize the use of these strategies, such as effective dictionary use, collaborative learning, and utilizing multimedia resources, can further enhance students’ vocabulary acquisition and overall language proficiency.
A Study on the difficulties in English Speaking for EFL Students Eva Meidi Kulsum; Acep Yaspi Jamjami; Aip Syaepul Uyun; Ayang Winda Sri Widianingsih
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8109

Abstract

This research aims to identify the difficulties students experience in speaking English. A qualitative descriptive method was used to investigate these challenges by distributing questionnaires and conducting interview sessions. The study was conducted at a junior high school in Bandung, with eighth-grade students as the research participants. To gather valuable data, 26 students were selected using purposive sampling. The findings revealed that students face several difficulties in learning to speak English, including challenges with understanding grammar, fluency, pronunciation, limited vocabulary, lack of self-confidence, shyness, anxiety, and lack of motivation. Additionally, it is implied that by addressing the root causes of these difficulties, such as fear and lack of motivation, teachers can help enhance students' ability to communicate effectively in English.
Persepsi Siswa tentang LingoClip dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Kulsum, Eva Meidi; Wulansari, Devi Indah; Mutiarawati, Rina
Jurnal Perspektif Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Perspektif: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v7i2.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa tentang penggunaan aplikasi LingoClip untuk menunjang pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur. Penelitian  ini dilaksanakan di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Sumedang, kelas 10 dipilih sebagai objek penelitian karena aplikasi LingoClip menjadi media pembelajaran utama yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Jumlah siswa di kelas ini adalah 30 orang, pada sesi wawancara diambil sampel sebanyak sembilan siswa yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu siswa yang berprestasi tinggi, sedang, dan rendah Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa berdasarkan hasil sesi wawancara sebagian besar siswa memiliki persepsi yang bagus, mereka sangat menikmati penggunaan aplikasi LingoClip. Tidak hanya itu, mereka juga menyebutkan bahwa penggunaan aplikasi ini memudahkan mereka dalam belajar bahasa Inggris bahkan motivasi belajar mereka juga meningkat dengan adanya aplikasi ini. Disisi lain, terdapat pula berbagai macam kelemahan yang mereka rasakan ketika menggunakan aplikasi ini, namun yang paling banyak disebutkan oleh siswa adalah aplikasi tersebut kurang efektif digunakan di tempat keramaian jika tidak menggunakan alat seperti earphone atau headset. Meskipun begitu para siswa tersebut menyebutkan bahwa kekurangan yang mereka alami tidak terlalu menjadi masalah karena mereka lebih merasakan kelebihan dari aplikasi tersebut. Oleh karena itu, guru dapat memanfaatkan aplikasi LingoClip sebagai media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa di sekolah dan dapat dikreasikan dengan media lain agar membuat siswa lebih tertarik pada bahasa Inggris
The Implementation of Merdeka Curriculum based on Teacher’s Perception Kulsum, Eva Meidi; Suloso, Luluk Wiji Asti
Jurnal Perspektif Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v8i2.309

Abstract

This research aims to determine teachers’ perception in implementing Merdeka Curriculum. This research uses a qualitative descriptive method by distributing questionnaire and conducting semi-structured interviews. This research was conducted at SMA 1 Rancaekek. The participants in this study were four English teachers who had experience in teaching English using Merdeka Curriculum.  The results both from questionnaire and interview show that English teachers had positive perceptions of the implementing the Merdeka Curriculum. The data results from the questionnaire which were supported by interview are divided into 5 indicators. First, launch of Merdeka Curriculum. Second, Merdeka Curriculum priority stage. Third, design principles and implementation mechanism of Merdeka Curriculum. Fourth, direction of change in Merdeka Curriculum. Fifth, structure and framework of Merdeka Curriculum. Therefore, in implementing learning in the classroom, teachers are free to design their own methods and strategies. Even though English teachers have positive perceptions, in practice they still need to adapt to this new policy as they said from the interview results.
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ WRITING PROBLEMS IN ANALYTICAL EXPOSITION TEXT Kulsum, Eva Meidi; Khodijah, Neng Siti
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6813

Abstract

Mastering writing skills is very important in learning English because writing is a productive skill that allows students to express ideas, thoughts and information in a structured and clear way. In practice, many students experience various difficulties moreover when they have to write an analytical exposition text. This study tried to seek a deep understanding related to the phenomenon of problems faced by students in writing analytical exposition text. This research employed qualitative descriptive method by distributing questionnaire (20 items). 33 students from one of Senior High Schools in Bandung, participated as the object of this study. They were selected using purposive sampling technique. Based on the result of the questionnaire, there are five components of writing namely: Organization, Vocabulary, Grammar, Mechanics, and Content. Majority of students (65%) experience problems in organization, shown by mean score of 2,5. On the other hands, there were more than 50% students experienced difficulty in vocabulary mastery. Besides, almost half of students, with mean score: 2,09, stated that they were confused about correct grammar. Then the majority of students (55%) answered that they had difficulty in mechanics including punctuation, spelling and capital letters. Lastly, most students (shown by the highest mean score) answered content provokes their problems in writing. However, it is necessary for educators to emphasize these areas in their lesson plans in overcoming students' writing challenges and improve their ability to produce an effective analytical exposition text.
Aphasia Language Disorder in Adults: (A Psycholinguistic Study) Sri Widianingsih, Ayang Winda; Kulsum, Eva Meidi; Rahadian , Achmad
Gunung Djati Conference Series Vol. 41 (2024): The 6th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan aphasia, gangguan bahasa serta kesulitan apa saja yang dihadapi penderita aphasia dalam berinteraksi atau menggunakan bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi terhadap satu orang dewasa yang menderita aphasia sejak terserang stroke pada tahun 2021 akibat gaya hidup tidak sehat sehingga membuatnya kesulitan dalam menggunakan bahasa. Peneliti menemukan bahwa penderita aphasia ini mempunya pemahaman yang tidak lengkap, kelancarannya terpengaruh dan pengulangan serta penamaan benda pun terpengaruh. Selain itu pun, dapat disimpulkan jika ada 6 jenis afasia yaitu anomic aphasia, global aphasia, primary progressive aphasia, wernicke’s aphasia, broca’s aphasia dan transcortica sensory aphasia.