Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EVALUASI SIFAT FISIK DAN KEEMPUKAN DAGING ITIK BALI (Anas sp) HASIL MARINASI MENGGUNAKAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) Bani Y.C.; A. T. Umiarti; I. A. Okarini
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik merupakan salah satu ternak penghasil daging yang menjadi sumber protein hewani yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik dan keempukan daging itik Bali jantan (Anas sp) hasil marinasi menggunakan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn). Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2021 bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Rancangan Percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Keempat perlakuan tersebut meliputi: (P0) daging itik Bali jantan tanpa dimarinasi ekstrak bunga rosella sebagai kontrol, (P1) daging itik Bali jantan dimarinasi ekstrak bunga rosella 5%, (P2) daging itik Bali jantan dimarinasi ekstrak bunga rosella 10%, (P3) daging itik Bali jantan dimarinasi ekstrak bunga rosella 15% dan waktu marinasi selama 60 menit. Variabel yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), persentase susut masak, warna, dan keempukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa marinasi ekstrak bunga rosella sampai 15% diperoleh nilai rataan derajat keasaman (pH) 6,02-4,27, persentase susut masak 38,74-41,34%, warna kecerahan (L*) 22,24-25,65, warna kemerahan (a*) 8,36-11,54, warna kekuningan (b*) 12,67-15,70, dan penerimaan keempukan 4,93-7,33. Kesimpulan penelitian ini bahwa marinasi ekstrak bunga rosella sampai 15% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap derajat keasaman (pH), persentase susut masak, warna kekuningan (b*), dan penerimaan keempukan sedangkan pada warna kecerahan (L*) dan warna kemerahan (a*) menunjukkan hasil tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap daging itik Bali jantan (Anas sp). Kata kunci: bunga rosella, daging itik, marinasi
Pengaruh Fermentasi Alami Susu Sapi dan Susu Kambing Terhadap Flavor, Total Asam dan Kadar Protein Afifi M. A.; I. A. Okarini; N. P. Mariani
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.169 KB)

Abstract

The study aim to determine the effect of the natural fermentation of cow milk and goat milk to flavor (taste and aroma), total acid and protein concentration. The samples were fresh Frisian Holstein Crossbreed (FHC) cow milk, and Etawa Crossbreed (PE) goat milk. Those were obtained from CV. Margo Utomo, located at Pulau Batam Street, No.10, Denpasar and a distributor of fresh goat milk was UD. Bali Sariwangi, located at Sepang Village, Busungbiu, Buleleng, Bali. The experimental design used was Randomized Block Design (RBD) consisted of 2 factors and 3 replicated. The first factors were milk type, namely S1 (100% cow milk), S2 (50% cow milk+50% goat milk) and S3 (100% goat milk). The second factors were fermentation time, i.e. W0 (control), W10 (10 hours of fermentation) and W20 (20 hours of fermentation). The variables observed were: flavor (taste and aroma), total acid and protein concentration. The result showed that milk type was not significantly differen (P>0,05) on taste and aroma, while the total acid and protein concentration were significant differen (P<0,05). The fermentation time was significantly different (P<0,05) to taste, aroma, the total acid and protein concentration. The interaction between milk type and fermentation time was significantly differen (P<0,05) to taste whereas in aroma, total acid and protein concentration were not significantly diferen (P>0,05). Based on the result of the study, it can be concluded that the type of milk does not affected the taste and aroma of sour milk, but could increase total acid and reduce protein concentration during 20 hours fermentation. The fermentation time could increased total acid and reduce protein concentration, and reduce the score of panelis preference for taste and aroma of sour milk. There were interaction on taste. To make nature mixed milk and goat milk fermentation for 10 hours, due to it has no effect on taste and aroma, and total acid andprotein concentration is still in accordance with the standard, so it still suitable for consumsion and acceptable to consumers. Keywords: natural fermentation, cow milk, goat milk, total acid, protein, flavor.
EVALUASI LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RUANG DITINJAU DARI SIFAT FISIKOKIMIA DAN MIKROBIOLOGISUSU KAMBING PERANAKAN ETAWAH Anggreini F. S.; I. A. Okarini; N. M. S. Sukmawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 1 (2019): Vol. 7 Isssues 1 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to determine the physicochemical and microbiological properties of fresh goat milk in terms of protein content, consistency, boiling test and total microbes. The sample were obtained from fresh PE goat milk of UD. Bali Sariwangi located at Puncak Sari Village, Busungbiu District, Buleleng Regency, Bali. This research was carried out at the Dairy Farm Laboratory, and the Animal Product Technology Laboratory, the Faculty of Animal Science as well as the Food Analysis Laboratory the Faculty of Agricultural Technology, Udayana University Jl. PB Sudirman, Denpasar. This research took from June to July 2018. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisted of 3 treatments and 4 replicated. The treatments were a control (L0), 4-hour storage time (L4) and 6-hour storage time (L6). The variables observed were protein content, consistency, boiling test and total microbes. The results showed that protein levels in the L4 and L6 treatments were low by 0.91% and 15.25% respectively, but statistically the protein content in the L4 treatment was not different from the control (P> 0.05). The results of the consistency in the L4 and L6 treatments were significantly (P <0.05) lower at 28.75% and 52.43% respectively. The boiling test results show positive results at 6 hours storage. The total microbial of L4 and L6 treatments were significantly increase of 57.48% and 42.53% respectively. From the results of this study it can be concluded that the storage time at room temperature affects the physicochemical properties (protein content, consistency, boiling test) and microbiology (total microbes). Long time to keep goat milk at room temperature is 4 hours. Keywords: storage duration, goat milk, protein, viscosity, boiling test, total microbes.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIOFOLIA (TEN.) STEENIS) TERHADAP MUTU SENSORIS DAGING AYAM Ioga A.; I. A Okarini; I N.S Miwada
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 1 (2020): Issue 8 No. 1 (2020)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.243 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana perbedaan tingkat konsentrasi ekstrak daun binahong (Anredera cordiofolia (Ten.) Steenis) sebagai tambahan herbal dalam meningkatkan sensoris mutu daging ayam. Penelitian ini menggunakan lama perendaman 10 menit pada masing-masing perlakuan dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan dievaluasi oleh 15 panelis sebagai ulangan. Ketiga perlakuan yaitu: perendaman daging ayam tanpa ekstrak daun binahong (K­0), perendaman dalam 10% ekstrak daun binahong (K10) dan perendaman dalam 50% ekstrak daun binahong (K50). Peubah mutu sensoris yang diamati meliputi: warna, aroma, citarasa, tekstur, keempukan dan penerimaan secara keseluruhan daging ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun binahong dapat meningkatkan nilai kesukaan panelis terhadap warna, aroma, citarasa, dan penerimaan secara keseluruhan daging ayam, dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Namun perlakuan perendaman ekstrak daun binahong dengan konsentrasi 10 dan 50% menunjukkan hasil penilaian panelis yang sama terhadap warna (5,2 – 5,8 = suka – agak suka) dan keempukan daging (5,4 = agak suka). Kesimpulan penelitian bahwa perendaman daging ayam dalam ekstrak daun binahong mampu meningkatkan mutu sensoris daging ditinjau dari warna, aroma, citarasa, dan penerimaan keseluruhan dengan konsentrasi perendaman terbaik adalah konsentrasi 50%. Kata Kunci : Daging ayam, mutu, daun binahong.
PENGARUH EKSTRAK BUAH BIDARA (Ziziphus Mauritiana.) DAN LAMA MARINASI TERHADAP KUALITAS FISIK DAN ORGANOLEPTIK DAGING AYAM BROILER Sumadi A. A. A. F.; I. A. Okarini; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 2 (2021): Vol. 9 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi buah bidara (Ziziphus Mauritiana) dalam marinasi daging dan pengaruhnya terhadap karakteristik daging broiler. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020 – November 2020 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial dengan faktor pertama konsentrasi ekstrak buah bidara dan faktor kedua lama marinasi. Konsentrasi ekstrak buah bidara yaitu Eb1 5% dan Eb2 25% serta lama marinasi 0 menit, 30 menit, dan 60 menit. Variabel yang diamati adalah susut masak, nilai pH, total yield, aroma dan cita rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susut masak, total yield, aroma dan cita rasa tidak terdapat perbedaan nyata (P>0.05) pada kelompok konsentrasi ekstrak buah bidara dan interaksi kedua faktor, tetapi terdapat perbedaan nyata (P<0.05) pada kelompok waktu marinasi. Nilai pH terdapat perbedaan nyata (P<0.05) pada kelompok konsentrasi ekstrak buah bidara dan juga pada kelompok waktu marinasi, tetapi tidak terdapat perbedaan nyata (P>0.05) interaksi kedua faktor. Kesimpulan berdasarkan hasil analisis diatas diperoleh bahwa tidak terdapat interaksi antara kedua faktor perlakuan. Pada faktor konsentrasi ekstrak diperoleh penurunan nilai pH daging. Pada faktor perlakuan lama marinasi mempengaruhi sifat fisik (penurunan susut masak dan pH, peningkatan total yield) dan organoleptik (peningkatan nilai kesukaan aroma dan citarasa) daging. Kata kunci : marinasi, dada ayam, buah bidara
FISIKOKIMIA DAGING PAHA BROILER YANG DIMARINASI DENGAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIOFOLIA (TEN.) STEENIS) Hamdani A.; I. A. Okarini; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 1 (2021): Vol. 9 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh marinasi dengan ekstrak daun binahong terhadap sifat fisikokimia daging paha broiler. Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 2x2x2 dengan 3 ulangan. Tiga faktor tersebut adalah faktor pertama recahan thigh dan drumstick; faktor kedua konsentrasi (1% dan 2%) ekstrak daun binahong; faktor ketiga lama marinasi (30 menit dan 60 menit). Ada interaksi nyata kedua faktor (konsentrasi dan lama marinasi) terhadap susut masak, daya ikat air, kadar air dan pH. Ada interaksi nyata ketiga faktor terhadap pH dan kadar air daging. Perlakuan dengan konsentrasi 2% dan lama marinasi 60 menit, nyata menurunkan daya ikat air dan susut masak kedua recahan daging (thigh dan drumstick); nyata meningkatkan pH dan menurunkan kadar air recahan daging thigh; serta nyata menurunkan pH dan meningkatkan kadar air recahan daging drumstick. Kesimpulan: perlakuan terbaik recahan daging drumstick, konsentrasi 2% dan lama marinasi 60 menit. Kata Kunci : fisikokimia, daging paha broiler, marinasi, daun binahong (Anredera cordiofolia (ten) steenis).
Protein Retention and Organoleptik Characteristic of Broiler Meat by Adding Sour Soy Milk in Drinking Water (1-5 Weeks) Ida Ayu Okarini; Anak Agung Sagung Putu Kartini; Martini Hartawan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 4 No. 1 (2009)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.372 KB)

Abstract

This research was carried out to study effect sour soy milk in drinking water on protein retention of bdy chich and organoleptic test broiler cooked meat. The Completely Randomized Design (CRD)  were used which considered of three treatment and four replicates. Each refricate consists of five chickens. The treatments are as follow: A as control of drinking water not added sour soy milk; B 1% of sour soy milk in 1 liter drinking water (B = 83.3 g sour soy milk + 916.7 ml water) and C 2% of sour soy milk in 1 liter drinking water (C = 166.7  sour soy milk + 833.3 ml water). Sour soy milk contains total lactic acid bacteria (LAB) 8.98 x 104 – 1.96 x 106 cfu/g with pH 5.00 – 5.06. Sour soy milk made with natural fermentation (18 hours) at room temperature (30-32oC), no added starter culture LAB. Commercial diets concentrate type CP 511 (for starter phase 1-3 weeks) and type CP 512 for finisher phase 3-5 weeks. Drinking water was gien ad libitum. Crude protein body chick analyzed used ICW method and organoleptic test (Larmond, 1977) with hedonic scale (9.0 like – 1.0 dislike). Statistically analyzed by Anova (Gomez and Gomez, 1995) to significant different on the treatment. This results showed that B and C treatment no significant effect on protein retention, but the quantitative higher 10.53% and 13.16% than A treatment (protein retention = 38.9%). Its also C treatment higher 2.38% than B treatment. Organoleptic test by 20 judgement showed increasing like value: arome, texture, flavour, and overall acceptance on B and C treatment than control (A) treatment. Colour like meat not different on three treatment.In conclusion of the reserach effect sour soy milk 2% treatment on drinking water (1-5 weeks), showed that increase of organoleptic value aroma like and overall acceptance than control treatment, and also increasing protein retention body chick.   Keywords : Sour soy milk, protein retention body chick, organoleptic
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN DAYA IKAT AIR DAGING ITIK BALI (Anas sp) HASIL PERENDAMAN EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) Angin D. P. P.; A. T. Umiarti; I. A. Okarini
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging itik merupakan jenis ternak unggas yang mulai banyak peminatnya namun masih memiliki kekurangan yaitu daging yang alot, warna daging merah gelap dan bau amis sehingga perlu dilakukan proses perendaman atau marinasi dengan ekstrak bunga rosella. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik dan daya ikat air daging itik bali (Anas sp) umur delapan minggu hasil perendaman ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn), yang dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Bali. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Keempat perlakuan: tanpa perendaman (P0), perendaman dalam ekstrak 5% (P1), perendaman dalam ekstrak 10% (P2), perendam dalam ekstrak 15% (P3), dengan lama perendaman P1, P2 dan P3 selama 60 menit. Variabel yang diamati yaitu uji organoleptik aroma, rasa dan tekstur yang dinilai oleh 15 panelis semi-terlatih serta kualitas fisik daya ikat air (DIA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman ekstrak bunga rosella sampai level 15% selama 60 menit menunjukkan hasil berbeda nyata (P<0,05) terhadap aroma, tekstur, daya ikat air, namun tidak berbeda nyata (P>0,05) pada rasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perendaman dengan ekstrak bunga rosella hingga level 15% terhadap nilai organoleptik daging matang cenderung mengalami peningkatan, pada aroma 2,47-7,53 (tidak berbau rosella-sangat berbau rosella), rasa 4,87-6,00 (netral-agak lezat) dan tekstur 4,73-6,73 (netral-lembut). Rataan nilai daya ikat air (DIA) daging itik juga cenderung naik 62,77-68,31%. Kata Kunci : bunga rosella, daging itik bali, daya ikat air, perendaman dan uji organoleptik