Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Workshop Kerajinan Bambu Desa Laweyan Kabupaten Probolinggo Aziz, Alivi; Kalvin Edo Wahyudi; Risqi Firdaus Setiawan
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v1i3.591

Abstract

Bambu adalah salah satu bahan alami yang memiliki potensi besar dalam industri kerajinan. Workshop kerajinan bambu bertujuan untuk memperkenalkan peserta dengan keindahan dan keunikan kerajinan bambu serta memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah bambu menjadi produk-produk yang menarik dan fungsional. Kegiatan Workshop Kerajinan Bambu di laksanakan pada tanggal 30 mei 2023. Lokasi berada pada Aula Kecamatan Sumberasih di Jalan Sukapura No. 47, Asem Lurus, Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Sesuai dengan hasil analisis dan pembahasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa dalam upaya meningkatkan kreativitas dan inovasi produk maka diperlukan adanya wadah untuk mengembangkannya yaitu melalui Workshop Kerajinan Bambu. Dalam membuat rancangan pemasaran terdapat 4 hal yang harus diperhatikan agar promosi dapat berjalan dengan baik, yaitu produk (Product), harga (Price), tempat (Place). Akan tetapi akhir-akhir ini justru yang muncul adalah promosi yang bersifat persuasif. Jenis promosi yang dilakukan oleh pelaku bisnis sangat beragam, tergantung dari situasi atau kondisi pada konsumen saat itu. Banyak pengrajin kurang mengetahui dalam hal teknologi yang seharusnya mereka dapat memanfaatkan sosial media dalam mempromosikan produknya.
Strategi Optimalisasi Layanan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo Adisty Della Firnanda; Sholichah, Putri Amaliatus; Anas Tasyia Zulfa Firnanda; Bima Saputra Sunaryo; Kalvin Edo Wahyudi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.10153

Abstract

Layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis digital yang dikembangkan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi optimalisasi layanan aktivasi IKD di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman menggunakan teori strategi Osborne & Plastrik yang mencakup lima strategi: pengembangan struktur, penyederhanaan prosedur, pengembangan infrastruktur, pengembangan budaya, dan strategi kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dispendukcapil Sidoarjo telah menerapkan kelima strategi tersebut melalui pelatihan petugas, program jemput bola, serta edukasi masyarakat. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara strategi dan implementasinya, seperti keluhan terkait fasilitas umum dan respons pelayanan. Kesimpulannya, meskipun strategi telah dijalankan secara menyeluruh, optimalisasi layanan IKD masih memerlukan penguatan aspek infrastruktur fisik untuk meningkatkan kepuasan dan aksesibilitas layanan masyarakat.layanan bagi masyarakat.
Alternatif Perbaikan Gizi Keluarga Melalui Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung Sebagai Media Tanam Jamur Janggel Tria Mei Hidayati; Yolan Salsabilla; Anneke Shavira Maretha; Saiful Abroriy; Kalvin Edo Wahyudi
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.566 KB) | DOI: 10.56855/income.v1i2.105

Abstract

Pohsangit Lor adalah salah satu desa yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa Pohsangit Lor memiliki keunggulan di bidang pertanian. Salah satu kendala yang ditemukan di dalam masyarakat adalah kurangnya kesadaran akan pengolahan limbah bekas pertanian, salah satunya adalah pengolahan sisa limbah bonggol jagung sebagai media tanam jamur. Selain untuk memanfaatkan limbah hasil pertanian, hasil panen yang dihasilkan dapat menjadi salah satu sumber gizi keluarga karena jamur memiliki kadar protein nabati yang kadarnya mencapai 10 % atau lebih tinggi dari kadar protein pada sayuran. Berdasarkan hal tersebut, jamur dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif perbaikan gizi buruk dan juga stunting.
Mie Basah Substitusi Tepung Daun Kelor dalam Upaya Pencegahan Stunting Made Ananda Putri Anugrah Arika Sanjaya; Gina Yulianingsih; Muchaerini Khasanah; Kalvin Edo Wahyudi; Bryan Syauqi Firdaus
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.135 KB) | DOI: 10.56855/income.v1i2.108

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Masyarakat menganggap kondisi kerdil pada anak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik (keturunan). Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Probolinggo angka stunting di Probolinggo pada tahun 2018 mencapai 39,9% bahkan pada tahun 2013 angka stunting mencapai 49,9%, hal ini dikarenakan rendahnya akses terhadap makanan bergizi di Kabupaten Probolinggo. Pemanfaatan daun kelor digunakan sebagai salah satu alternatif yang dapat menurunkan angka kejadian stunting di Desa Pohsangit Lor. Tahapan yang dilakukan adalah dengan cara penyuluhan edukasi tentang manfaat dari daun kelor yang berfungsi untuk mencegah stunting, lalu mengevaluasi tentang pencegahan dan penekanan angka stunting pada balita, kemudian berpartisipasi bersama mitra kader dalam program kerja kesehatan desa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penambahan tepung daun kelor berpengaruh terhadap hasil organoleptik mie basah yang meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur. Mie kelor ini memiliki kandungan gizi yang cukup baik sehingga mie ini dapat dijadikan sebagai menu PMT.
Pembuatan Sabun Cuci Tangan dari Minyak Jelantah Sebagai Salah Satu Upaya Pencegahan Stunting Nur Ulfa Mauludina; Noor Ravi Fitradhi; Vira Tri Kartika; Aula Qurrotu Aini; Kalvin Edo Wahyudi
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.601 KB) | DOI: 10.56855/income.v1i2.109

Abstract

Penggunaan minyak pada kehidupan manusia sangat penting. Minyak memiliki banyak manfaat terutama minyak goreng. Minyak goreng terbuat termasuk minyak nabati, yang merupakan senyawa gliserida dari berbagai asam lemak yang ada dalam gliserida itu sendiri. Dalam pemanfaatannya, minyak goreng menghasilkan limbah penggorengan yang disebut minyak jelantah. Limbah minyak ini terbentuk dari minyak goreng yang telah dipakai lebih dari 3 (tiga) kali. Minyak jelantah ini dapat diolah kembali menjadi produk sabun. Produk sabun dari minyak jelantah dapat dibentuk dengan campuran NaOH dan KOH melalui pemurnian minyak jelantah terlebih dahulu. Pembuatan sabun dari limbah minyak ini merupakan terobosan yang bermanfaat bagi kesehatan lingkungan. Lingkungan yang sehat terbentuk dari sanitasi yang baik. Kebersihan lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap manusia, contohnya pertumbuhan pada anak-anak. Stunting merupakan masalah serius di Indonesia yang menyerang janin yang masih dalam kandungan. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Sanitasi yang baik dapat menjaga lingkungan tetap sehat, khususnya pada kesehatan makanan. Makanan bergizi didapatkan juga dari lingkungan yang bersih. Diharapkan pengolahan limbah minyak (minyak jelantah) menjadi sabun ini secara tidak langsung dapat menjadi strategi untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.
Penanggulangan Bencana Kekeringan di Kabupaten Bojonegoro dalam Perspekftif Good Governance Bagas Aditya Dwilucky; Kalvin Edo Wahyudi
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 5 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i5.1053

Abstract

Drought has become an annual disaster in Bojonegoro Regency. BPBD, which is a stakeholder responsible for disaster management efforts in the Bojonegoro Regency area, has collaborated with the private sector and civil society in overcoming this drought disaster. This study aims to describe the roles of three Good Governance actors, namely BPBD, the private sector, and also civil society in efforts to overcome drought in Bojonegoro Regency. This research uses descriptive qualitative research methods by obtaining data through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that drought disaster management in Bojonegoro Regency has been running quite well. This is evidenced by the 3 Good Governance actors who have played an active role in drought disaster management efforts in Bojonegoro Regency in the pre-disaster phase and during a disaster. However, in the pre-disaster phase so far only BPBD has played an active role. The private sector and civil society have not played an active role. This research suggests that the BPBD of Bojonegoro Regency should strengthen cooperation with the private sector and civil society so that drought disaster management in Bojonegoro Regency can run optimally.
Manajemen Strategi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kalijudan Dalam Mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) Di Kota Surabaya Jalu Ardya Maulana Perkasa; Kalvin Edo Wahyudi
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 9 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i9.2424

Abstract

Kota Surabaya sebagai Kota terbesar nomor dua berusaha berinovasi memberikan pelayanan terhadap pemenuhan hak kepada ABK, melalui UPTD Kalijudan Kota Surabaya. Hal ini menjadikan Kota Surabaya sebagai satu-satunya Kota yang memiliki UPTD yang berfokus kepada ABK terlantar di Jawa Timur hingga meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Utama selama lima tahun berturut-turut. Pemerintah Kota Surabaya meresmikan UPTD Kalijudan sejak tahun 2010 dengan menerbitkan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 22 Tahun 2013 Tentang Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas Pondok Sosial Kalijudan Kota Surabaya. UPTD Kalijudan merupakan sebuah harapan pemerintah Kota Surabaya kepada ABK terlantar agar dapat memiliki ketrampilan sesuai minat bakat mereka dan menumbuhkan rasa percaya diri mereka dengan kemampuan yang mereka miliki, sehingga membuat ABK terlantar mnejadi pribadi yang mandiri dan memiliki motifasi melanjutkan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen strategi UPTD Kalijudan Kota Surabaya dalam mendukung Kota Layak Anak di Kota Surabaya berdasarkan teori Manajemen Strategi dari Fred R. David (2016) yang terdapat 3 fokus dalam melihat manajemen strategi yaitu perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara kepada informan, observasi secara langsung dilapangan, serta dokumentasi.Dalam pelaksanaanya, UPTD Kalijudan Kota Surabaya memiliki fasilita serta intruktur yang ahli dibidangnya untuk membantu ABK terlantar untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dengan kemampuan yang mereka miliki, dan hal ini sesuai dengan Visi dan Misi yang mereka miliki. Kendala dalam melakukan pembinaan pada ABK terlantar di UPTD Kalijudan yaitu tidak sebandingnya jumlah instruktur dengan jumlah ABK. Evaluasi perlu dilakukan agar jumlah instruktur dapat ditambahkan dan kegiatan pembinaan menjadi lebih efektif dan efisien.
Inovasi “Daakian” Sebagai Transformasi Pelayanan Kartu Identitas Anak di Kabupaten Bojonegoro Farras Dewi Yuanita; Kalvin Edo Wahyudi
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 10 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i10.2760

Abstract

Bojonegoro Regency has a low rate of Kartu Identitas Anak (Child Identity Card) issuance, reaching only 34.75% of the national target, which should have been 50% in 2023. The factors hindering the issuance of Kartu Identitas Anak in Bojonegoro Regency include a lack of public awareness, the absence of regulations requiring the use of Kartu Identitas Anak for any child-related identification purposes, a lack of support from other institutions or agencies, and inadequate infrastructure. To address this, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (the Civil Registry Office of Bojonegoro Regency) launched the "Daakian" innovation in 2021, aimed at increasing the issuance of Child Identity Cards in Bojonegoro Regency. This study aims to understand and analyze the implementation of the Daakian innovation service in Bojonegoro Regency. The research method used is descriptive qualitative. Data collection involved interviews, observations, and documentation. This study uses Rogers' Innovation Theory, which consists of 1) Relative Advantage, 2) Compatibility, 3) Complexity, 4) Trialability, and 5) Observability. The technique for determining informants uses purposive sampling and snowball sampling. The results of this study indicate that the implementation of the Daakian Innovation in Bojonegoro Regency has been successful. This success is attributed to the Daakian Innovation providing greater ease for the public in Kartu Identitas Anak compared to the previous service. This ease has attracted public interest in obtaining Kartu Identitas Anak, which has positively impacted the increase in Kartu Identitas Anak issuance in Bojonegoro Regency.
Efektivitas E-ABK: Analisis Beban Kerja di Dinas Pendidikan Kota Surabaya Emirul Ibnu Nizar; Kalvin Edo Wahyudi
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 11 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i11.3511

Abstract

This research examines the effectiveness of E-ABK (Workload Analysis) in the Surabaya City Education Office. The aim of this research is: To find out how effective E-ABK is in the Surabaya City Education Office. The research method in this study uses a qualitative approach with descriptive research. This research wants to discuss the effectiveness of E-ABK (Workload Analysis) in the Surabaya City Education Office which consists of 5 indicators, namely Efficiency, Adequacy, Evenness, Responsiveness and Accuracy. This research uses primary data collection techniques in the form of observation, documentation and interviews, while secondary data uses the results of previous research with different loci. The research results show that the use of E-ABK (Workload Analysis) is in accordance with 5 indicators, namely Efficiency: Based on the data sources obtained, it is very supportive in assisting the process of filling in crew members. ASN employee resources that support the implementation of E-ABK can be said to be efficient if all ASN are able to understand the filling flow and complete it on time. ; Adequacy: The organization of regional apparatus in the Education Service has been carried out in accordance with the applicable mechanism, namely an analysis of workload on the organizational structure. The policy for structuring regional apparatus organizations in the Education Department has met the adequacy criteria. This can be seen from the fact that the organizational structuring policies implemented have met the needs of the city government organization itself. ; Alignment: By equalizing the workload, you can create a fairer and more equitable work environment where all employees can give their best. ; Responsiveness: Increasing responsiveness can increase efficiency, reduce waiting time, increase customer satisfaction, and increase employee morale. ; and Accuracy: The accuracy of the number of employees needed in the Surabaya City Education Department can be seen through the existing number which will later be determined and matched between the existing E-ABK and the existing number of employees currently. The implementation of E-ABK (Workload Analysis) for Employees at the Surabaya City Education Office has been going smoothly. Even though the infrastructure and human resources are available and sufficient, there are still some employees who still do not fully understand how to fill out E-ABK. To increase employee competency, regular outreach and training regarding the use of E-ABK is needed.
Implementation Of The Traffic Safety Development Program By Dinas Perhubungan Surabaya" Mayya Sobaroh; Kalvin Edo Wahyudi
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v23i1.472

Abstract

Abstract Traffic safety is an important aspect that needs to be considered in order to reduce the number of accidents, especially among teenagers. This age group is among the most vulnerable to traffic accidents on the highway. One of the main factors in the high number of accidents in Surabaya is the lack of education and public awareness regarding road safety and traffic rules (Tukino et al., 2023). Therefore, various efforts need to be made to reduce the risk of accidents which continues to increase every year. As a form of prevention, the government through the Transportation Agency has designed a program that focuses on increasing traffic awareness, especially for junior high and elementary school students. The purpose of this study was to analyze the extent to which the implementation of the Traffic Safety Development program has been carried out. This study used a qualitative method with a descriptive approach, where data was collected through interviews and literature studies to gain a deeper understanding of the implementation of the program. The results of the study showed that this program had been implemented well and in accordance with the expected objectives. Based on the three main indicators in the success of a program, the Traffic Safety Development program obtained positive results in each indicator. This shows that the implementation of the program has been running effectively and has had an impact in accordance with the expected targets.  Keywords: Implementation, Safety, Traffic.