Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Jeumpa

Keanekaragaman Burung di Kawasan Pesisir Pantai Lapeng Pulo Breuh, Aceh Besar Wulandari, Vira; Kamal, Samsul; Hanim, Nafisah; Agustina, Elita; Eriawati, Eriawati
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa (In Progress)
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10717

Abstract

Keanekaragaman burung merupakan salah satu indikator yang dapat mencerminkan kualitas suatu ekosistem seperti kawasan pesisir Pantai Lapeng Pulo Breuh Aceh Besar. Kawasan pesisir Pantai Lapeng Pulo Breuh adalah salah satu kawasan pantai pesisir di Pulo Breuh yang masih alami dan vegetasi yang relatif bervariasi. Kondisi ini diduga mempengaruhi kehadiran berbagai spesies burung di kawasan pesisir Pantai Lapeng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekararagama spesies burung dan status konservasi burung yang terdapat di kawasan pesisir Pantai Lapeng Pulo Breuh Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode titik hitung (point count) pada setiap stasiun pengamatan. Analisis data menggunakan indeks Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 spesies burung yang berhasil diidentifikasi di kawasan tersebut dengan nilai rata-rata indeks keanekaragaman spesies (H') sebesar 2.482 yang tergolong pada kriteria tinggi. Kehadiran Rangkong Papan dengan status IUCN Near Threatened menunjukkan pentingnya upaya konservasi untuk melestarikan habitat burung di kawasan ini. Untuk menyelidiki unsur-unsur yang memengaruhi keanekaragaman burung dan membuat rencana konservasi yang berhasil, diperlukan penelitian lebih lanjut. Studi ini memberikan informasi tambahan tentang keberagaman burung di kawasan pesisir Pantai Lapeng Pulo Breuh, yang penting untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Keanekaragaman Burung di Kawasan Pesisir Pantai Lapeng Pulo Breuh, Aceh Besar Wulandari, Vira; Kamal, Samsul; Hanim, Nafisah; Agustina, Elita; Eriawati, Eriawati
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10827

Abstract

ekosistem seperti kawasan pesisir Pantai Lapeng Pulo Breuh Aceh Besar. Kawasan pesisir Pantai Lapeng Pulo Breuh adalah salah satu kawasan pantai pesisir di Pulo Breuh yang masih alami dan vegetasi yang relatif bervariasi. Kondisi ini diduga mempengaruhi kehadiran berbagai spesies burung di kawasan pesisir Pantai Lapeng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekararagama spesies burung dan status konservasi burung yang terdapat di kawasan pesisir Pantai Lapeng Pulo Breuh Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode titik hitung (point count) pada setiap stasiun pengamatan. Analisis data menggunakan indeks Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 spesies burung yang berhasil diidentifikasi di kawasan tersebut dengan nilai rata-rata indeks keanekaragaman spesies (H') sebesar 2.482 yang tergolong pada kriteria tinggi. Kehadiran Rangkong Papan dengan status IUCN Near Threatened menunjukkan pentingnya upaya konservasi untuk melestarikan habitat burung di kawasan ini. Untuk menyelidiki unsur-unsur yang memengaruhi keanekaragaman burung dan membuat rencana konservasi yang berhasil, diperlukan penelitian lebih lanjut. Studi ini memberikan informasi tambahan tentang keberagaman burung di kawasan pesisir Pantai Lapeng Pulo Breuh, yang penting untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Efektivitas Pemberian ZPT Bawang Merah (Allium Cepa L.) terhadap Subkultur Tanaman Pisang Barangan (Musa Acuminata L.) secara In Vitro Julaiha, Julaiha; Kamal, Samsul; Rahmawati, Lina; Zuraidah, Zuraidah; Eriawati, Eriawati; Sari, Kurnia
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i1.11461

Abstract

Perbanyakan tanaman umumnya dilakukan secara generatif melalui biji, atau secara vegetatif melalui bagian tanaman. Namun, banyak tanaman yang sulit diperbanyak secara generatif, sehingga populasinya terus berkurang. Subkultur menjadi salah satu cara perbanyakan tanaman dalam kultur jaringan dengan pemindahan planlet yang masih sangat kecil (planlet muda) dari medium lama ke medium baru secara aseptic. Bawang merah (Allium cepa L.) salah satu zat pengatur tumbuh alternatif yang di tambahkan pada media tanam kultur jaringan pisang barangan (Musa acuminata L.) yang dapat memberikan pertumbuhan dan morfogenesis yang lebih baik bagi planlet tanaman. Tujuan penelitian untuk mengkaji pertumbuhan pisang barangan dengan pemberian larutan bawang merah dan konsentrasi yang baik pada pertumbuhan pisang barangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang di peroleh dari hasil penelitian ini menggunakan uji anava. Hasil uji F pada analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian larutan bawang merah pada pisang barangan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah akar umur 28 dan 84 hari setalah tanam (HST). Pemberian larutan bawang merah memberikan pengaruh nyata pada jumlah akar pada konsentrasi BP4 (MS + larutan bawang merah (5 ml/l).
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Canva pada Materi Pembelahan Sel Kelas XI SMA Negeri 1 Kuala Bireuen Syakila, Tjoet Aghnia; Kamal, Samsul; Zuraidah, Zuraidah; Rahmawati, Lina; Taib, Eva Nauli; Dewi, Cut Ratna
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i1.11554

Abstract

Pembelajaran biologi pada materi pembelahan sel di SMA Negeri 1 Kuala Bireuen masih menghadapi kendala, ditandai dengan rendahnya ketuntasan belajar siswa akibat penggunaan media konvensional yang kurang efektif. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan media yang lebih atraktif dan mampu memvisualisasikan konsep abstrak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran audiovisual berbasis Canva yang layak dan praktis pada materi pembelahan sel. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Data kelayakan produk dikumpulkan melalui angket validasi oleh ahli materi dan ahli media. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 72,5% dengan kategori layak , sedangkan hasil validasi oleh ahli media mencapai 91% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian, media yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai penunjang pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya kajian lebih lanjut untuk mengukur efektivitas media terhadap hasil belajar siswa serta potensi pengembangannya pada materi biologi lainnya
Pengaruh Media Tanam terhadap Proses Aklimatisasi Planlet Aglaonema anyamanee Ul 'Izzah, Nida; Kamal, Samsul; Rahmawati, Lina; Zuraidah, Zuraidah; Zahara, Nurlia; Sari, Kurnia
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i1.12193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis media tanam terhadap proses aklimatisasi planlet aglonema (Aglaonema anyamanee). Aklimatisasi merupakan tahap penting dalam mikropropagasi untuk menyesuaikan planlet dengan kondisi lingkungan luar. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan media tanam, yaitu tanah (kontrol), tanah+cocopeat (1:1), tanah+arang sekam (1:1), dan tanah+kompos (1:1), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi batang, jumlah daun, dan persentase hidup pada umur 41 sampai 69 HST. Hasil analisis menunjukkan bahwa media tanam memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan. Perlakuan T3 (tanah+kompos) menghasilkan pertumbuhan tertinggi pada tinggi batang (7.40 cm), lebar daun (5.23 cm), dan panjang daun (5.97 cm). perlakuan T0 dan T1 menunjukkan jumlah daun tertinggi (7.33 helai). Semua perlakuan menunjukkan persentase hidup sebesar 100%, menandakan bahwa seluruh media tanam mendukung kelangsungan hidup planlet. Media tanam berbasis kompos berdasarkan penelitian ini direkomendasikan sebagai pilihan terbaik untuk aklimatisasi Aglaonema anyamanee.
Keanekaragaman Burung Frugivora di Kawasan Jaboi Kecamatan Sukajaya Kota Sabang Wulandari, Ayu; Kamal, Samsul; Ahadi, Rizky; Zuraidah, Zuraidah; Agustina, Elita
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i2.13483

Abstract

Keanekaragaman burung frugivora di kawasan Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, belum terdokumentasi secara spesifik, meskipun kawasan ini memiliki variasi habitat yang berpotensi mendukung keberadaan burung pemakan buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas, komposisi spesies, dan tingkat keanekaragaman burung frugivora di kawasan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 dengan menggunakan kombinasi metode titik hitung (point count) dan garis transek (line transect). Pengambilan data dilakukan pada enam titik pengamatan yang mewakili tiga tipe habitat, yaitu hutan, pemukiman, dan pesisir. Setiap titik diamati selama 20 menit dengan radius pengamatan sekitar 500 m. Identifikasi burung dilakukan secara langsung di lapangan berdasarkan ciri morfologi dan suara, didukung dokumentasi foto, serta diverifikasi menggunakan buku Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Data dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H'). Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 10 spesies burung frugivora dari 6 famili dengan total 87 individu. Famili Sturnidae dan Pycnonotidae merupakan famili dominan dengan persentase masing-masing 30%. Nilai indeks keanekaragaman (H' = 1,9225) tergolong sedang, menunjukkan heterogenitas habitat dan dominasi spesies generalis yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan semi-urban dan pesisir. Hasil ini menegaskan bahwa kawasan Jaboi masih mendukung keberadaan burung frugivora dan berpotensi menjadi indikator stabilitas ekosistem setempat.
Analisis Populasi Burung Ardeidae di Hutan Mangrove Syiah Kuala Banda Aceh Parida, Parida; Kamal, Samsul; Ahadi, Rizky; Widyanto, Anton; Zuraidah, Zuraidah
Jurnal Jeumpa Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v12i2.13928

Abstract

Hutan mangrove di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, memiliki peran strategis sebagai habitat burung air di kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis populasi burung dari famili Ardeidae di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei lapangan di lima titik hitung, yaitu Alue Naga Kanan, Alue Naga Kiri, Hutan Kota, Belakang Makam Syiah Kuala, dan Tibang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dan pengamatan dilakukan dengan metode line transect pada pagi dan sore hari selama Juli hingga September 2025. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 spesies burung dari famili Ardeidae dengan total 787 individu. Spesies yang ditemukan meliputi kuntul kecil (Egretta garzetta) sebanyak 471 individu (60%), kuntul besar (Ardea alba) sebanyak 312 individu, kuntul karang (Egretta sacra) sebanyak 3 individu, dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis) sebanyak 1 individu. Kepadatan populasi yaitu pada titik hitung 5 menjadi lokasi kepadatan populasi tertinggi, mencapai 0,026 individu/km2. Dominansi kuntul kecil dan kuntul besar mengindikasikan bahwa karakteristik ekologis hutan mangrove di Syiah Kuala sangat mendukung ketersediaan pakan dan tempat perlindungan bagi kedua spesies tersebut. Kesimpulannya, ekosistem hutan mangrove di Kecamatan Syiah Kuala merupakan habitat vital bagi famili Ardeidae, sehingga upaya pelestarian vegetasi mangrove sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan populasi burung tersebut.