Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Implementation of Hadith in Contemporary Islamic Law: A Case Study of The Determination of Fatwa Law in the Exchange of New Money Ahead of Eid in Indonesia Kaniawati, Marita; Muthmainah, Siti Saidah; Herliana, Lani
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 5 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i5.6523

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease with a growing prevalence and mortality rate globally and nationally. Conventional treatment is effective but has limitations such as side effects and high cost. Therefore, phytotherapy is an alternative that is increasingly in demand as a complementary therapy. This study aims to evaluate the clinical evidence of various natural ingredients used as complementary therapies for type 2 diabetes mellitus. A systematic review was conducted on original research articles on humans from 2020–2025 obtained from Google Scholar. Of the 209 articles, 13 met the inclusion criteria. Data were analyzed descriptively including plant type, preparation form, research design, and influence on blood glucose levels. Moringa leaves (Moringa oleifera) are the most studied plants and show a consistent effect of lowering blood glucose. Other plants such as bitter melon, binahong leaves, kersen leaves, jicama, brown and black rice, and herbal combinations also provide significant hypoglycemic effects. The natural ingredients reviewed show potential as a safe and evidence-based complementary therapy in the management of type 2 DM. However, further research with a more rigorous design is needed to guarantee its effectiveness and safety
DAMPAK MEROKOK PADA RHEUMATOID ARTHRITIS: TINJAUAN LITERATUR: THE IMPACT OF SMOKING ON RHEUMATOID ARTHRITIS: A LITERATURE REVIEW Priana, Eka; Marita Kaniawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 25 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1525

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya peradangan kronis pada sendi. Meskipun etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti, penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya kontribusi faktor genetik dan lingkungan dalam patologi RA. Merokok merupakan faktor lingkungan yang paling berpengaruh secara signifikan dalam perkembangan dan keparahan penyakit ini. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh merokok terhadap RA. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intensitas maupun durasi merokok memiliki hubungan langsung dengan peningkatan risiko perkembangan RA. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi rheumatoid factor dan anticitrullinated peptide antibodies pada pasien RA yang memiliki kebiasaan merokok, dimana antibodi tersebut berhubungan dengan penghancuran sendi. Namun sebaliknya beberapa penelitian melaporkan adanya penurunan frekuensi RA pada pasien merokok. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan nikotin pada rokok yang mempunyai efek inhibitori salah satunya dengan cara memodulasi respons imun, menekan produksi sitokin pro-inflamasi Tumor Necrosis Factor alfa (TNF-a) yang banyak ditemukan pada pasien RA, telah dibuktikan secara in vivo dan in vitro. Pengaruh asap rokok dan nikotin pada perkembangan RA perlu diteliti lebih lanjut untuk memberikan gambaran patogenesis dan pemahaman yang lebih baik lagi.
- PERBANDINGAN EFEKTIVITAS LANSOPRAZOLE DENGAN ESOMEPRAZOLE PADA TERAPI HELICOBACTER PYLORI DAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE : TINJAUAN LITERATUR: - Saputra, Erwin Yuliana; Kaniawati, Marita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 25 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1547

Abstract

Helicobacter pylori (H. pylori) dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan dua kondisi gastrointestinal yang umum dan memerlukan penanganan yang efektif untuk mencegah komplikasi serius. Salah satu terapi utama yang digunakan adalah Proton Pump Inhibitors (PPI), seperti lansoprazole dan esomeprazole, yang berperan dalam eradikasi H. pylori serta pengelolaan GERD. Meskipun kedua obat ini memiliki mekanisme kerja yang serupa, efektivitas dan efisiensinya dapat bervariasi, sehingga perbandingan antara keduanya menjadi relevan dalam praktik klinis. Oleh karena itu, tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas lansoprazole dan esomeprazole berdasarkan berbagai studi terkini terkait eradikasi H. pylori dan pengobatan GERD. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa baik esomeprazole maupun lansoprazole terbukti efektif dalam terapi H. pylori dan GERD, namun esomeprazole menunjukkan efektivitas yang lebih baik dalam beberapa kondisi klinis tertentu serta lebih cost-effective dibandingkan lansoprazole.
REVIEW ARTIKEL EFEKTIVITAS EKSTRAK BAHAN ALAM SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA PENYEMBUHAN ULKUS DIABETES agustian, dudy; Kaniawati, Marita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 25 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1596

Abstract

ABSTRAKUlkus diabetes merupakan salah satu komplikasi serius yang sering disertai infeksi bakteri, sehingga memerlukan terapi antibakteri yang efektif. Resistensi antibiotik menjadi tantangan dalam pengobatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekstrak bahan alam sebagai antibakteri dalam penyembuhan ulkus diabetes dengan metode literatur review, metode digunakan dengan meninjau berbagai artikel ilmiah yang memuat data tentang efektivitas ekstrak bahan alam, bakteri target, konsentrasi dan metode uji. Hasil menunjukkan bahwa bahan alam seperti daun pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum), daun manggis (Garcinia mangostana), dan marshmallow (Althaea officinalis) efektif sebagai antibakteri penyebab ulkus diabetes, termasuk Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli dengan menunjukkan zona hambat pada metode uji. Disimpulkan bahwa ekstrak bahan alam memiliki prospek yang menjanjikan sebagai terapi komplementer antibakteri dalam pengobatan ulkus diabetes.Kata Kunci: antibakteri, bahan alam, terapi komplementer, ulkus diabetes.
REVIEW ARTIKEL : PENGGUNAAN GEL ALOE VERA UNTUK LUKA DIABETES MELLITUS Safari, Alit Rian Reladi Yanuar; Kaniawati, Marita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 25 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1754

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang terkait dengan sistem endokrin yang mengakibatkan kondisi hiperglikemik. Salah satu komplikasi DM yaitu dapat menyebabkan luka pada kaki. Lidah buaya (Aloe vera) memiliki efek terapeutik yang memiliki beberapa efek terapeutik, termasuk penyembuhan luka. Diperoleh bukti bahwa pemberian topikal lidah buaya efektif dalam penyembuhan luka yang bekerja dengan meningkatkan epitelisasi dan kandungan kolagen. Tanaman ini telah menjadi alternatif untuk mempercepat waktu penyembuhan luka. Tujuan dari ulasan ini adalah untuk menunjukkan efektivitas kemanjuran penggunaan gel lidah buaya dalam penyembuhan luka kulit. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Literatur yang relevan diidentifikasi melalui pencarian pada basis data ilmiah seperti Google Scholar, pubmed dan Science Direct, menggunakan kombinasi kata kunci seperti diabetes mellitus, lidah buaya, luka.Kata Kunci : Diabetes mellitus, penyembuhan luka, lidah buaya.
Ethyl Acetate Fraction of Gynura procumbens Mitigates Hyperglycemia, Dyslipidemia, and Tissue Damage in Streptozotocin-Induced Diabetic Rats Mulyani, Yani; Kaniawati, Marita; Aligita, Widhya; Nugraha, Eka Rahmat
Sciences of Pharmacy Volume 4 Issue 4
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0404371

Abstract

Dyslipidemia is a lipid metabolism disorder frequently associated with diabetes mellitus and known to increase cardiovascular risk. Although Gynura procumbens has been reported to possess antidiabetic and antidyslipidemic properties, studies focusing on the specific effects of its ethyl acetate fraction remain limited. This study investigated the therapeutic potential of the ethyl acetate fraction of ethanol extract from G. procumbens in streptozotocin-induced diabetic rats, particularly its impact on blood glucose, lipid profiles, and histological changes in pancreatic and aortic tissues. Thirty rats were randomly assigned to six groups: normal control, diabetic control, glibenclamide, simvastatin, and extract-treated groups at 100 and 150 mg/kg body weight. After 28 days of treatment, the 150 mg/kg dose significantly reduced blood glucose by 61.3%, total cholesterol by 42.1%, triglycerides by 47.3%, and LDL by 55.0%, while increasing HDL by 6.3% compared to diabetic control (p < 0.05). Histological analysis demonstrated regeneration of pancreatic β-cells and improvement of vascular structure in the aorta. These findings suggest that the ethyl acetate fraction of G. procumbens may serve as a promising natural agent for managing diabetes and dyslipidemia.
Evaluasi Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Gatal (Laportea interrupta dan Laportea aestuans) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Menggunakan Metode Difusi Cakram dan Bioautografi Kambu, Jenita; Kaniawati, Marita; Idar, Idar
Kimia Padjadjaran Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laportea interrupta dan Laportea aestuans, dikenal sebagai daun gatal, merupakan tanaman asli Papua yang digunakan secara tradisional untuk meredakan nyeri dan pegal melalui aplikasi topikal. Tanaman ini mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, termasuk flavonoid, fenolik, saponin, tanin, alkaloid, dan terpenoid, yang diduga memiliki potensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol kedua spesies terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode difusi cakram dan bioautografi. Uji difusi cakram menunjukkan bahwa zona hambat yang terbentuk tergolong lemah (<5 mm) pada sebagian besar konsentrasi uji. Sementara itu, uji KLT-bioautografi mengindikasikan keberadaan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi berperan dalam aktivitas antibakteri, meskipun tidak disertai pembentukan zona hambat yang signifikan pada media uji. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun ekstrak etanol daun gatal memiliki kandungan fitokimia yang relevan, aktivitas antibakteri langsungnya terhadap kedua bakteri uji masih rendah, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk isolasi senyawa aktif dan optimasi metode ekstraksi.
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN PROFIL KOLESTEROL-LDL, APOLIPOPROTEIN B DAN SMALL DENSE LDL PADA REMAJA Kaniawati, Marita; Sukmawati, Ika Kurnia; Manik, Theresia Nandah
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Prevalensi obesitas yang terus meningkat menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Obesitas juga berkaitan dengan terjadinya dislipidemia. Dislipidemia memiliki hubungan erat dengan terjadinya aterosklerosis dan berujung pada infark miokard akut. Dislipidemia ditunjukkan dengan adanya peningkatan Kolesterol total, Kolesterol-LDL, ataupun trigliserida, atau adanya penurunan Kolesterol-HDL. Subtipe Kolesterol-LDL yang paling bahaya adalah Small dense LDL. Obesitas juga berkaitan dengan tingginya kadar Apolipoprotein B. Tujuan: Melihat profil Kolesterol-LDL, Apolipoprotein B dan Small dense LDL serta melihat kemungkinan adanya hubungan antara obesitas dengan Kolesterol-LDL, Apolipoprotein B dan Small dense LDL pada remaja obes dan non obes. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional deskriptif dengan desain cross sectional study. Subjek penelitian adalah 76 mahasiswa Universitas Bhakti Kencana . Obesitas ditentukan berdasarkan ukuran lingkar pinggang. Hasil: Dari 76 subjek ditemukan 30 subjek obes dan 27 subjek non obes dengan kadar Kolesterol-LDL di atas nilai normal, terdapat 19 subjek obes dan 7 subjek non obes dengan kadar Apolipoprotein B di atas nilai normal dan terdapat 14 subjek obes dan 4 subjek non obes yang memiliki Small dense LDL. Kesimpulan: Subjek obes cenderung memiliki kadar Kolesterol-LDL dan Apolipoprotein B di atas nilai normal dan memiliki Small dense LDL serta terdapat hubungan antara obesitas dengan kadar Kolesterol-LDL, Apolipoprotein B dan Small dense LDL.
Article review: The role of probiotics in maintaining balance intestinal microbiota on diarrhea infection therapy Solihah, Nurlaella; Mulyani, Yani; Kaniawati, Marita
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2165

Abstract

Diarrhea infections are a significant global health problem, especially in developing countries and can be caused by bacterial, viral or parasitic infections. Antibiotics are often given times ineffective in long-term use and risk disrupting the balance of intestinal microbiota. So that probiotics are needed that come from living microorganisms that provide health benefits if consumed in sufficient quantities. Review This article aims to review the role of probiotics in maintaining the balance of intestinal microbiota and their effectiveness in diarrheal infection therapy. Through literature analysis, several probiotic strains such as Lactobacillus and Bifidobacterium have shown their ability to inhibit the growth of pathogens, such as Escherichia coli and Clostridium difficile, through nutrient competition, production of antimicrobial substances, and immune modulation. This article concludes that probiotics have great potential as an additional therapy that is safe, effective and has minimal side effects in treating diarrheal infections. However, further studies are needed to determine the optimal dose, duration of use, and effectiveness of probiotics in various populations and types of diarrhea.
Effects of Various Dietary Patterns on Total Cholesterol, Triglycerides, HDL, and LDL in Male Wistar Rats Mulyani, Yani; Kaniawati, Marita; Fajeri, Nur Iman
International Journal of Health, Medicine, and Sports Vol. 3 No. 4 (2025): International Journal of Health, Medicine, and Sports
Publisher : Corespub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijhms.v3i4.272

Abstract

Atherosclerosis is a cardiovascular disorder characterized by lipid plaque buildup in arterial walls. Lipid profile is a critical factor in the risk of developing atherosclerosis and is strongly influenced by dietary patterns. This study aimed to investigate the effects of ketogenic, ketofastosis, and high-fat–high-carbohydrate (HFHC) diets on the lipid profile—including total cholesterol, triglycerides, HDL, and LDL—compared to a standard diet in male Wistar rats. Male Wistar rats were divided into four dietary groups: standard, ketogenic, ketofastosis, and HFHC. Each group was fed its respective diet for 30 days. On day 31, lipid profile parameters were measured using an automatic analyzer (COBAS C-311®), and body weight was also recorded. No significant differences were found in body weight or total cholesterol among the groups (p > 0.05). Both ketogenic and ketofastosis diets reduced triglyceride levels, with only the ketofastosis group showing a statistically significant reduction (p < 0.05). The HFHC diet increased triglyceride levels, though not significantly (p > 0.05). All three experimental diets significantly increased HDL levels (p < 0.05), with the ketofastosis diet showing the greatest effect. Additionally, all three diets significantly decreased LDL levels (p < 0.05). Ketogenic, ketofastosis, and HFHC diets positively affected lipid profiles by improving HDL and reducing LDL levels in Wistar rats. Among these, the ketofastosis diet demonstrated the most favorable lipid-modulating effects.