Claim Missing Document
Check
Articles

Characteristics of patients requiring non-invasive ventilation in pediatric intensive care unit Estina, Vania Catleya; Wati, Dyah Kanya; Suparyatha, Ida Bagus; Hartawan, I Nyoman Budi
Bali Journal of Anesthesiology Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.798 KB) | DOI: 10.15562/bjoa.v3i2.165

Abstract

Background: Non-invasive ventilation (NIV) has become an essential tool in the treatment of both acute and chronic respiratory failure in children. This study aimed to determine the efficacy of NIV usage in pediatric patients who were admitted to the Pediatric Intensive Care Unit (PICU) with respiratory failure.Patients and Methods: This study is a retrospective, cross-sectional review. The data were collected from the medical record of PICU patients at our hospital from 2017 to 2018. Successful NIV was defined as patients who survived without intubation. Failure was defined as worsened patients and needed intubation for the rescue.Results: The total subjects of this study was 78 patients. The most common indication for NIV was ARDS (78.1%), and CPAP was the most common frequently used (78.68%). The data shows that the NIV was commonly used after extubation (52.56%) than for the first-time rescue (47.44%). The success rate of NIV after extubation were 65.85% and 34.15% failed and shifted to mechanical ventilation. The duration of NIV usage was less than three days (73.77%).Conclusion: NIV is a useful tool for the treatment of respiratory failure in pediatrics. The use of post-extubation NIV may be a valuable tool to prevent reintubation.
CLINICAL SPECTRUM OF DENGUE FEVER AND DENGUE HEMORRHAGIC FEVER AMONG CHILDREN AT SANGLAH HOSPITAL DENPASAR: A THREE-YEAR RETROSPECTIVE STUDY Kanya Wati, Dyah; Arhana, BNP
Medicina Vol 38 No 2 (2007): Mei 2007
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spondilitis tuberculosis merupakan fokus sekunder infeksi tuberculosis yang mengenai tulang belakang. Keterlibatan tulang belakang akan dapat memperberat morbiditas karena adanya potensi defsit neurologis dan deformitas yang permanent. Diagnosis ditegakkan berdasarkan klinis, laboratories, imaging, bakteriologis dan histopathologis. Sampai saat ini belum ada therapi definitif yang baku. Masih ada kontroversi antara terapi konservative dengan pembedahan. Telah dikembangkan metode total treatment yang merupakan gabungan terapi konservatif dan tindakan operatif berdasarkan identifikasi masalah yang dihadapi masing ? masing penderita.Therapi pembedahan dapat berupa radikal atau middle path, Study of spectrum of dengue fever and dengue hemorrhagic fever on children at Sanglah General Hospital Denpasar was done in 2005.Data were collected from medical records. Subject of this study were patients of dengue fever (DF) and dengue hemorrhagic fever (DHF) who were admitted to the pediatric department of Sanglah hospital from 1 January 2002 until 31 December 2004. There were 837 patients diagnosed, 582 were eligible to inclusion; 303 (52.1%) males and 279 (47.9%) females. Most of them were diagnosed with DF 417 (71.6%), DHF 95 (16.3%), and DHF with shock 70 (12.0%). Five patients (0.8%) died because of DHF with shock in three years and 4 of them were females. Patients mostly came on the fourth day 337 (57.9%). Vomiting 283 (48.6%), 66 (11.3%) was the major symptom of patients with DF and DHF respectively, hepatomegaly 61(10.5%) and abdominal pain 59 (10.1%) were major symptoms of DHF with shock. Hemorrhagic manifestation was petechiae; 310 (53.3%) of DF, 63 (10.8%) of DHF, 42 (7.2%) of DHF with shock. From laboratories result, leukopenia and thrombocytopenia were major findings. The number of patients with DF and DHF reached the peak level in March in three years. The conclusion of this study is DF AND DHF mostly occur in males. Hepatomegali, abdominal pain and vomiting are major clinical symptoms. Petechiae is the major hemorrhagic manifestation. Leukopenia and trombositopenia are majority laboratories findings in patients with DF and DHF. Peak level of patients is in March in three years.
KARAKTERISTIK ASUPAN ZINC PADA ANAK USIA BALITA DI DESA SUKAWANA DAN DESA DAUH PURI KAJA DI PROVINSI BALI: STUDI PENDAHULUAN Luh Putu Diah Virayanti; Dyah Kanya Wati; IGN Sanjaya Putra; IB Suparyatha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.56 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i4.P10

Abstract

ABSTRAK Zinc telah diketahui merupakan zat yang esensial bagi kehidupan, namun tidak banyak orang yangmengetahui peranan dari zat ini. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa zinc adalah micronutrient yang berperan penting dalam proses sintesis dan repair pada DNA, RNA dan protein, reaksi biokimia dalampertumbuhan sel, pembelahan sel, diferensiasi sel, pematangan jaringan, proses tumbuh kembang, prosespenuaan dan metabolisme pada tumbuhan tingkat tinggi dan hewan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui karakteristik asupan zinc pada anak usia balita di Desa Sukawana dan Desa Dauh Puri Kaja diProvinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan metode potong lintang.Teknik pengumpulan sampel adalah dengan non probability sampling yaitu metode consecutive sampling,dengan jumlah total sampel yang diperoleh adalah sebanyak 224 sampel, dengan 117 sampel dari DesaSukawana dan 107 sampel dari Desa Dauh Puri Kaja. Metode pengambilan sampel denga menggunakanfood recall 3 x 24 jam yang diolah dengan aplikasi NutriSurvey2007 dan SPSS versi 20. Desa Sukawana,memiliki rerata asupan zinc 2,39 ±1,169 mg/hari. Desa Dauh Puri Kaja memiliki rerata asupan zinc 3,76±2,554 mg/hari. Persentase defisiensi asupan zinc pada Desa Sukawana sebanyak 68,4% dan pada DesaDauh Puri Kaja sebanyak 37,4%. Kata Kunci: Asupan, zinc, balita, rural, urban, defisiensi.
KARAKTERISTIK ASMA PADA ANAK DI PUSKESMAS I DENPASAR TIMUR TAHUN 2019-2021 Made Michel Kresnayasa; I Nyoman Budi Hartawan; I Gusti Lanang Sidiartha; Dyah Kanya Wati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i8.P04

Abstract

Asthma is a chronic inflammatory disease that occurs in the respiratory tract and most commonly seen in children. The prevalence of asthma continues to increase from time to time, according to WHO and GINA, the number of people with asthma in the world reaches 300 million people, this figure is expected to continue to increase to 400 million people in 2025. This study aims to determine the characteristics of children with asthma in puskesmas I East Denpasar, 2019 - 2021. This research was a descriptive study by taking data of medical records from 2019 to 2021 at Puskesmas I East Denpasar. The sample used is a child patient diagnosed with asthma with a total sampling method, that means the whole population is the subject of the study. The results of taking medical record data of 74 samples showed that cases of asthma in children at Puskesmas I East Denpasar in 2019-2021 were more common in males than females and were dominated by children with an age range of 0-4 years. In addition, asthma patients in children were mostly found in children with excess nutritional status without a history of atopic dermatitis. Asthma sufferers in children are mostly found in males and in the age group of 0 - 4 years. The majority of children who suffer from asthma are children with excess nutritional status and only a few have a history of atopic dermatitis. Keywords: Asthma, characteristics, children, nutritional status.
KARAKTERISTIK PENDERITA ENSEFALOPATI PADA ANAK DI RUANG GAWAT DARURAT DAN PICU RSUP SANGLAH DENPASAR PADA TAHUN 2018 Luh Putu Putri Sanjiwani; Dewi Sutriani Mahalini; Komang Ayu Witarini; Dyah Kanya Wati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i3.P18

Abstract

ABSTRAK Ensefalopati pada anak merupakan keadaan darurat pediatri yang menimbulkan tantangan yang cukup besar dalam penanganannya. Meskipun kasus ensefalopati pada anak jarang ditemukan, namun berhubungan dengan morbiditas jangka panjang hingga kematian dan akan mengganggu tumbuh kembang anak di masa mendatang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik ensefalopati pada anak sehingga hasil yang didapatkan bisa digunakan sebagai pedoman oleh klinisi untuk pengembangan penelitian selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medik dengan 21 pasien ensefalopati pada anak di tahun 2018. Total sampling digunakan dalam penelitian ini dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan Kasus ensefalopati anak di RSUP Sanglah Denpasar Bali tahun 2018 sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (66,7%), memiliki nilai tengah usia yaitu 19 bulan dengan nilai tengah lama perawatan di RSUP Sanglah yaitu 8 hari sedangkan perawatan di ruang PICU memiliki nilai tengah yaitu 5 hari, etiologi kasus didominasi oleh metabolik (71,4%) dan sisanya adalah hipertensi, sepsis, hepatikum dan eksemik-hipoksik, sebagian besarnya mengalami gangguan keseimbangan natrium dan klorida serum dan hanya sebagian kecil yang mengalami gangguan kalium serum dan setelah mendapatkan perawatan sebagian besar pasien memiliki prognosis hidup (81%) dan hanya sebagian kecil yang mengalami kematian (19%). Kata Kunci: Karakteristik, ensefalopati, anak.
The management of childhood drowning in a tertiary hospital in Indonesia: a case report Dyah Kanya Wati; I Gde Doddy Kurnia Indrawan; Nyoman Gina Henny Kristianti; Felicia Anita Wijaya; Desak Made Widiastiti Arga; Arya Krisna Manggala
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 53, No 2 (2021)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.637 KB) | DOI: 10.19106/JMedSci005302202111

Abstract

The World Health Organization (WHO) stated that drowning becomes the third leading cause of death from unintentional injury. Furthermore it was reported more than 372,000 cases of death annually among children due to drowning accident. Inappropriate of resuscitation attempt, delay in early management, inappropriate monitoring and evaluation lead to drowning complications riks even death. However, studies concerning the management of childhood drowning in Indonesia is limited. Here, we reported a case of childhood drowning in Sanglah General Hospital in Denpasar, Bali. An 8 years old girl arrived at the hospital with deterioration of consciousness after found drowning in the swimming pool. The management of the case was performed according to the recent literature guidelines. The first attempt was performed by resuscitation, followed by pharmacological interventions using corticosteroids, non-invasive ventilation and series of laboratory examination. With regular follow up, patient showed good recovery and prognosis.
Profil Hemodinamik Anak dengan Sindrom Syok Dengue Berdasarkan Pemeriksaan Ultrasonic Cardiac Output Monitor Ida Bagus Gede Suparyatha; Siska Permanasari Sinardja; I Nyoman Budi Hartawan; I Wayan Gustawan; Dyah Kanya Wati; I Made Gede Dwi Lingga Utama
Sari Pediatri Vol 21, No 6 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp21.6.2020.371-6

Abstract

Latar belakang. Pemantauan hemodinamik secara klinis masih merupakan tantangan klinisi dalam menangani kasus Sindrom syok dengue (SSD) anak. Pengukuran parameter hemodinamik dengan USCOM dapat menilai fungsi jantung dan status hemodinamik secara kuantitatif dan real-time, dengan harapan intervensi adekuat dapat diberikan untuk mengurangi morbiditas.Tujuan. Mengetahui profil hemodinamik secara kuantitatif pada anak dengan SSD.Metode. Penelitian ini merupakan pilot study pada tahun 2016 dengan mengukur parameter hemodinamik menggunakan USCOM. Pengukuran dilakukan saat awal terdiagnosis SSD selama perawatan di RSUP Sanglah. Hasil. Hasil USCOM pada 69 subjek menunjukkan rerata cardiac index, systemic vascular index, kontraktilitas jantung, dan tingkat perfusi yang rendah, yaitu 3,03 (±1,06) L/min/m2, 27,4 (±9,7) ml/m2, 0,92 (±0,27) m/s, 474 (±188) ml/min, dengan rerata afterload yang sangat tinggi, yaitu 2.409 (±950) ds cm-5m2.Kesimpulan. Terdapat hasil USCOM serupa pada SSD kompensata maupun dekompensata, dengan luaran syok hipodinamik. Kewaspadaan tentang komplikasi yang akan terjadi pada tiap kasus SSD dapat membantu klinisi untuk mencapai luaran yang lebih baik.
Korelasi antara Kadar Seng Serum dengan Kadar Interleukin-6 dan Skor PELOD-2 pada Sepsis Defranky Theodorus; Dyah Kanya Wati; I Gusti Ngurah Sanjaya Putra; Ida Bagus Subanada; Eka Gunawijaya; Komang Ayu Witarini; Wayan Gustawan
Sari Pediatri Vol 23, No 4 (2021)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp23.4.2021.262-9

Abstract

Latar belakang. Sepsis merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak dengan penyakit kritis yang dirawat di unit perawatan intensif anak (UPIA). Pada 24 jam sepsis, terjadi penurunan kadar seng serum dan secara bersamaan terjadi peningkatan kadar interleukin-6 (IL-6) dan skor PELOD-2. Hasil sebaliknya terjadi pada 72 jam sepsis.Tujuan. Untuk membuktikan korelasi negatif antara kadar seng serum dengan IL-6 dan skor PELOD-2 pada sepsis.Metode. Penelitian dengan rancangan potong lintang dua kali pengukuran dari Januari - Desember 2019 di UPIA RSUP Sanglah Denpasar. Subjek penelitian adalah anak berusia 29 hari sampai 18 tahun dengan sepsis berdasarkan skor PELOD-2 > 7 menggunakan metode consecutive sampling. Uji korelasi Pearson untuk menilai korelasi bivariat dan uji multivariat menggunakan uji korelasi parsial.Hasil. Empatpuluh subjek memenuhi kriteria inklusi. Rerata kadar seng serum pada 24 dan 72 jam adalah 59,5 µg/dl versus 64,2 µg/dl. Median IL-6 pada 24 dan 72 jam adalah 8,6 pg/dL versus 4,4 pg/dL, rerata skor PELOD-2 24 dan 72 jam adalah 11,2 versus 11,0. Korelasi Pearson kadar seng serum dengan kadar IL-6 pada 24 dan 72 jam adalah r= -0,078, p= 0,632 versus r= -0,218, p= 0,178. Korelasi Pearson kadar seng serum dengan skor PELOD-2 pada 24 dan 72 jam adalah r= -0,513, p= 0,001 versus r= 0,242, p= 0,132. Analisis korelasi parsial kadar seng serum dengan PELOD-2 pada 24 jam adalah r= -0,493, p= 0,002.Kesimpulan. Terdapat korelasi negatif sedang bermakna pada 24 jam sepsis antara kadar seng serum dengan skor PELOD-2 setelah mengontrol variabel kendali.
Faktor Risiko pada Lama Rawat dan Luaran Pasien Perawatan di Unit Perawatan Intensif Anak RSUP Sanglah Denpasar Silvia Sudarmadji; Dyah Kanya Wati; Lanang Sidiartha
Sari Pediatri Vol 17, No 6 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.653 KB) | DOI: 10.14238/sp17.6.2016.455-62

Abstract

Latar belakang. Penelitian yang menelaah hubungan faktor risiko jenis kelamin, usia, status gizi, pemakaian jenis terapi oksigen, danpemberian sedini mungkin nutrisi enteral terhadap lama rawat dan luaran perawatan UPIA belum banyak dilakukan.Tujuan. Menilai pengaruh faktor risiko jenis kelamin, usia, status gizi, pemakaian jenis terapi oksigen, pemberian nutrisi enteral diniterhadap lama rawat dan luaran mortalitas pasien.Metode. Penelitian analitik observasional dengan rancang kohort prospektif dilakukan selama periode Mei sampai Juli 2015 terhadap81 pasien usia 1 bulan sampai 12 tahun di rawat di UPIA RSUP Sanglah, Denpasar.Hasil. Terdapat 59,3% pasien laki-laki, 65,4% berusia <5 tahun, berstatus gizi buruk 6,2%, pemakaian jenis terapi oksigen nasalkanula 51,9% dan 60,5% pemberian nutrisi enteral <48 jam. Faktor risiko status gizi dan pemakaian jenis terapi oksigen berbedabermakna (p<0,05) terhadap lama perawatan UPIA. Usia <5 tahun (RR 2,818; IK95% 0,897-8,854), pemakaian jenis terapi oksigen(p<0,001), terutama jenis intubasi (RR 6,000; IK95% 2,775-12,972) dan pemberian nutrisi enteral ≥48 jam (RR 0,003; IK95%1,406-7,830) merupakan faktor risiko terhadap luaran perawatan UPIA, tetapi hanya faktor risiko pengunaan terapi oksigen, terutamajenis intubasi berperan dan berisiko luaran meninggal 16,576 kali terhadap pasien (RR:16,576; IK95% 2,688-102,225).Kesimpulan. Faktor risiko status gizi dan pemakaian alat oksigenasi memperpanjang durasi lama rawat. Usia <5 tahun, pemakaianalat oksigenasi, dan waktu asupan nutrisi ≥48 jam terbukti meningkatkan faktor risiko mortalitas
Profil Sepsis Anak di Pediatric Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar - Bali Dyah Kanya Wati; I Nyoman Budi Hartawan; Ida Bagus Gede Suparyatha; Dewi Sutriani Mahalini; I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi; I Made Gede Dwi Lingga Utama
Sari Pediatri Vol 21, No 3 (2019)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp21.3.2019.152-8

Abstract

Latar belakang. Sepsis dan klasifikasinya merupakan kondisi yang mengancam nyawa dengan angka kematian mendekati 10% dari seluruh pasien dengan sepsis dan syok septik Angka kematian ini akan meningkat pada anak dengan minimal satu penyakit komorbid yang menyertai dan mendekati angka 76% berdasarkan jumlah organ yang mengalami disfungsi. Sampai saat ini belum ada data pasti yang menunjukan prevalensi dan karakteristik pasien dengan sepsis di Unit Perawatan Intensif (UPIA) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar.Tujuan. Mengetahu prevalensi serta karakteristik pasien dengan sepsis pada pasien anak berusia 0-18 tahun di Unit Perawatan Intensif (UPIA) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar tahun 2018.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medis RSUP Sanglah yang dikumpulkan meggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil. Penelitian ini sudah berjalan selama 1 tahun dari bulan Januari 2018 sampai dengan Desember 2018. Sampel yang dikumpulkan sebanyak 28 sampel. Kategori usia bayi tertinggi merupakan sampel yang digunakan, yaitu sebesar 57,1%. Diagnosis terbanyak adalah syok sepsis sebesar 60,7%. Skor pediatric sequential failure assesment (pSOFA) didapatkan dengan rerata sebesar 5,94.Kesimpulan. Prevalensi sepsis di UPIA Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar pada tahun 2018 didominasi oleh pasien dengan kategori usia bayi (<2 tahun).
Co-Authors Abdul Latief Abdul Latief Adnyana, I Gusti Agung Ngurah Sugitha Anak Agung Ngurah Ketut Putra Widnyana Andreliano Yosua Rompis Andy Halim Anlidya Permatasari Gunawijaya Antonius Pudjiadi Antonius Pudjiadi Artini, Ni Wayan Noni Arya Krisna Manggala Aurelya, Anira Rema Ayu Setyorini Mestika Mayangsari Bagus Ngurah Putu Arhana BNP Arhana Cempaka, Putu Mas Vina Paramitha Clearesta, Kartika Eda Defranky Theodorus Derryl Komala Putra Desak Made Widiastiti Arga Dewi Sutriani Mahalini Djoko, Sri Wahyuni Eka Gunawijaya Estina, Vania Catleya Fajaryani, Putu Ayu Putri Felicia Anita Wijaya Gusti Ayu Nyoman Yulia Sitta Dewi Haning, Joy Aprianis Harsika Sari, Ni Wayan Diah Intan I Gde Doddy Kurnia Indrawan I Gede Deden Susma Sugara I Gede Wikania Wira Wiguna I Gusti Ayu Putu Eka Pratiwi I Gusti Ayu Sri Darmayani I Gusti Lanang Sidiartha I Gusti Ngurah Made Suwarba I Gusti Ngurah Made Suwarba I Gusti Ngurah Sanjaya Putra I Made Bakta I Made Jawi I Made Kardana I Made Karma Setiyawan I Nengah Gandi Karyadi I Nyoman Budi Hartawan I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Wayan Darma Artana I Wayan Dharma Artana I Wayan Dharma Artana, I Wayan Dharma I Wayan Gustawan Ida Bagus Gede Suparyatha Ida Bagus Subanada Jumantini, Ni Komang Pasek Nurhyang Ketut Dewi Kumara Wati Ketut Suarta Ketut Suarta Suarta Ketut Tuti Parwati Merati Ketut Wulan Ari Kartika Ardhaputri Khema Metta Wijaya Komang Ayu Witarini Komang Diah Kurnia Kesumaputri Komang Diah Kurnia Kesumaputri Luh Putu Diah Virayanti Luh Putu Putri Sanjiwani Made Gede Dwi Lingga Utama Made Gede Dwi Lingga Utama Made Michel Kresnayasa Made Pande Lilik Lestari Made Sukmawati Made Wiryana Manggala, Arya Krisna Maria Elisabeth Sylvinna Wasi Elannor Maria Pricilla Siboe Nelvina Ginting Ni Luh Sri Apsari Ni Made Ary Sarasmita Ni Putu Siadi Purniti Novita Purnamasari Assa Nyoman Gina Henny Kristianti Pande Made Nova Armita Sari, Pande Made Nova Putri, Ni Kadek Dwi Pramana Putu Andrie Setiawan Putu Aryani Putu Diah Pratiwi Putu Diah Pratiwi Putu Indah Budi Apsari Putu Nandika Tungga Yudanti Mahardani Putu Nandika Tungga Yudanti Mahardani Putu Nandika Tungga Yudanti Mahardani Retayasa Retayasa Ryan Tan Silvia Sudarmadji Siska Permanasari Sinardja Soetjiningsih Soetjiningsih Soetjiningsih Soetjiningsih Soetjiningsih Soetjiningsih Sukarta, Ni Kadek Yusthiani Suparyatha, Ida Bagus Gede Susanto, Yohanes Sutriani Mahalini, Dewi Visakha Karuna Wijaya Wayan Sulaksmana Sandhi Parwata