Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : JURNAL PERTANIAN

PHYSICAL AND CHEMICAL QUALITIES OF FROZEN BEEF WITHIN DIFFERENT THAWING METHOD Diana, C; Dihansih, Elis; Kardaya, Dede
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.635 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i1.1155

Abstract

Different thawing metods were applied to frozen beef in order for evaluating both the physical and chemical qualities.  The study used a completely randomized design with six treatments as follow:1) fresh beef  as  control, 2)  frozen  beef allowed  at  room temperature (27-300C)  until internaltemperature of beef reached 00C (became unfrozen), 3) Frozen beef thawed at refrigerator temperature, i.e. 8-100C, 4) Frozen beef thawed at running water which its temperature range within 25-280C, 5) Frozen beef thawed by boiling water (1000C), and 6) Frozen beef thawed by hot water (<1000C). Every treatment was made in three replicates. Results of the study repealed that frozen beef thawed by running water, hot water, or boiling water resulted in better physical qualities than the one thawed by refrigerator temperature (P<0.05). All thawing methods did not significantly affect on chemical qualities of the beef (P>0.05). Moreover, all frozen beef showed similar chemical qualities to the fresh beef.
PERFORMA DOMBA LOKAL YANG DIBERI RANSUM RUMPUT LAPANG DAN AMPAS TAHU YANG DIPELIHARA SECARA TRADISIONAL Metkono, OAF; Kardaya, Dede; Sudrajat, Deden
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.826 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.562

Abstract

Penelitian tentang performa domba lokal yang diberi ransum rumput lapang dan ampas tahu dengan imbangan berbeda telah dilakukan selama satu bulan untuk mengetahui rasionya yang optimal untuk menghasilkan performa domba lokal terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakukan sebagai berikut: 1) 100% rumput lapang 2)25% rumput lapang + 75% ampas tahu 3) 50% rumput lapang + 50% ampas tahu, 4) 75% rumput lapang + 25% ampas tahu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa domba lokal yang diberi ransum 75% rumput lapang + 25% ampas tahu memperlihatkan konsumsi ransum yang sama dengan (P>0,05), konversi ransum yang lebih baik (P<0,05), dan pertambahan panjang badan yang lebih tinggi (P<0,05) daripada domba lokal yang diberi rumput lapang 100%. Lebih daripada itu, ransum 75% rumput lapang+25% ampas tahu merupakan ransum yang lebih efisien, baik secara teknis maupun ekonomis bagi ternak domba lokal betina yang dipelihara dalam kondisi tradisional.
FORAGES AMMONIATING TECHNOLOGY TO INCREASE SHEEP PERFORMANCES Kardaya, Dede
JURNAL PERTANIAN Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.738 KB) | DOI: 10.30997/jp.v1i1.553

Abstract

Research action of society service project in implementing forages ammoniating technology in increasing sheep performances had been conducted in eight months at Desa Gede Pangrango Kecamatan Kadu Dampit Kabupaten Sukabumi. The project was aim to increase practical ability of sheep farmers in forages ammoniating technology, forages quality, and to anticipate forages supply problems in draft season. Methods to attain the project goal included: education, training, demonstrating, practicing, and feeding ammoniated forages. Afterward, the sheep fed ammoniated forages had been weight monthly for three months. Methods to measure attainment of this goal project included questionnaire based interviewing and field monitoring to sheep farmers, parameters to measure ammoniated forages quality based on physical characteristics of ammoniated forages, whereas sheep responses to ammoniated forages measured by palatability and a three-month live weight gain. Results of the research action concluded that sheep farmers accepted well to introduction of forages ammoniating technology and able to ammoniating forages by themselves. Ammoniated forages-molasses mixes with ratio of 1% urea and 1% molasses of dry basis forages increased live weight gain of sheep 0.87 – 1.44 kg/3 months and higher than the weight gain of sheep fed non-ammoniated forages. Feeding ammoniated forages-molasses mixes increased profitability of sheep farmers as high as 18% (Rp78,354.00) whereas feeding ammoniated cassava peel-molasses mixes generated profit up to 51.44% (Rp222,966.00) higher than feeding non-ammoniated forages. Supporting sheep supply and market assurances will maintain the continuity of feeding of ammoniated forages.
RESPONS VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PUPUK BERZEOLIT Efendi, Muhammad Ratib; Rahayu, Arifah; Kardaya, Dede
JURNAL PERTANIAN Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.73 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i2.561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan kombinasi zeolit dengan berbagai pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi jagung semi. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei 2013 sampai September 2013 di Kebun Percobaan Agroteknologi Universitas Djuanda Bogor, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah varietas jagung yang terdiri dari dua taraf yaitu Jambore dan Golden Sweet. Faktor kedua adalah pupuk berzeolit yang terdiri dari enam taraf (urea 3 g/tanaman, zeolit berurea 8 g/tanaman, pupuk kandang 43 g/tanaman, pupuk kandang 43 g/tanaman + zeolit 8 g/tanaman, zeolit 8 g/tanaman, zeolit 8 g/tanaman + urea 3 g/tanaman). Pertumbuhan dan produksi Jambore lebih baik dibanding Golden Sweet. Pemberian zeolit+urea nyata meningkatkan semua peubah kecuali pada jumlah daun umur 3 dan 7 MST. Sementara itu, tanaman yang diberi perlakuan pupuk kandang +zeolit memiliki jumlah daun lebih banyak dibandingkan dengan yang diberi kombinasi pupuk lain. Tanaman yang diberi zeolit+urea memiliki pertumbuhan dan produksi lebih baik dibandingkan dengan yang diberi perlakuan lain kecuali pada pupuk kandang +zeolit.
EVALUASI KUALITAS SILASE LIMBAH SAYURAN PASAR YANG DIPERKAYA DENGAN BERBAGAI ADITIF DAN BAKTERI ASAM LAKTAT Felly, Septian; Kardaya, Dede
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.128 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.576

Abstract

Penelitian tentang silase yang terbuat dari limbah sayuran pasar tradisional yang diperkaya dengan berbagai aditif dan bakteri asam laktat telah dilakukan dalam tiga bulan untuk mengungkap kualitasnya. Penelitian dirancang dalam rancangan acak kelompok enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya terdiri atas: kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + dedak 33,33% (P1), kulit jagung 23,58% + sawi putih 16,98% + kol 16,98% + jerami 8,49% + dedak 33,96% (P2), kulit jagung 28,57% + sawi putih 28,57% + kol 14,29% + onggok 28,57% (P3), kulit jagung 25,00% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + jerami 8,33% + onggok 33,33% (P4), kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + pollard 33,33% (P5), dan kulit jagung 30,77% + sawi putih 15,38% + kol 15,38% + jerami 7,69% + pollard 33,33% (P6). Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik silase yang diperkaya dengan dedak, onggok dan pollard memperlihatkan tekstur yang padat, beraroma khas, tidak berjamur dan berwarna hijau kekuningan hingga kecoklatan. Semua perlakuan menghasilkan kisaran pH silase yang berkualitas baik (3,2-4,2). Kandungan asam laktat yang dihasilkan silase yang mengandung dedak padi nilainya lebih tinggi bila dibandingkan silase beraditif onggok dan pollard. Populasi BAL pada silase yang mengandung onggok memiliki jumlah bakteri asam laktat yang relatif lebih banyak dibandingkan silase yang mengandung dedak padi dan pollard.
FORAGES AMMONIATING TECHNOLOGY TO INCREASE SHEEP PERFORMANCES Kardaya, Dede
Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 1 (2010): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.738 KB) | DOI: 10.30997/jp.v1i1.553

Abstract

Research action of society service project in implementing forages ammoniating technology in increasing sheep performances had been conducted in eight months at Desa Gede Pangrango Kecamatan Kadu Dampit Kabupaten Sukabumi. The project was aim to increase practical ability of sheep farmers in forages ammoniating technology, forages quality, and to anticipate forages supply problems in draft season. Methods to attain the project goal included: education, training, demonstrating, practicing, and feeding ammoniated forages. Afterward, the sheep fed ammoniated forages had been weight monthly for three months. Methods to measure attainment of this goal project included questionnaire based interviewing and field monitoring to sheep farmers, parameters to measure ammoniated forages quality based on physical characteristics of ammoniated forages, whereas sheep responses to ammoniated forages measured by palatability and a three-month live weight gain. Results of the research action concluded that sheep farmers accepted well to introduction of forages ammoniating technology and able to ammoniating forages by themselves. Ammoniated forages-molasses mixes with ratio of 1% urea and 1% molasses of dry basis forages increased live weight gain of sheep 0.87 – 1.44 kg/3 months and higher than the weight gain of sheep fed non-ammoniated forages. Feeding ammoniated forages-molasses mixes increased profitability of sheep farmers as high as 18% (Rp78,354.00) whereas feeding ammoniated cassava peel-molasses mixes generated profit up to 51.44% (Rp222,966.00) higher than feeding non-ammoniated forages. Supporting sheep supply and market assurances will maintain the continuity of feeding of ammoniated forages.
RESPONS VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PUPUK BERZEOLIT Efendi, Muhammad Ratib; Rahayu, Arifah; Kardaya, Dede
Jurnal Pertanian Vol. 7 No. 2 (2016): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.73 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i2.561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan kombinasi zeolit dengan berbagai pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi jagung semi. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei 2013 sampai September 2013 di Kebun Percobaan Agroteknologi Universitas Djuanda Bogor, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah varietas jagung yang terdiri dari dua taraf yaitu Jambore dan Golden Sweet. Faktor kedua adalah pupuk berzeolit yang terdiri dari enam taraf (urea 3 g/tanaman, zeolit berurea 8 g/tanaman, pupuk kandang 43 g/tanaman, pupuk kandang 43 g/tanaman + zeolit 8 g/tanaman, zeolit 8 g/tanaman, zeolit 8 g/tanaman + urea 3 g/tanaman). Pertumbuhan dan produksi Jambore lebih baik dibanding Golden Sweet. Pemberian zeolit+urea nyata meningkatkan semua peubah kecuali pada jumlah daun umur 3 dan 7 MST. Sementara itu, tanaman yang diberi perlakuan pupuk kandang +zeolit memiliki jumlah daun lebih banyak dibandingkan dengan yang diberi kombinasi pupuk lain. Tanaman yang diberi zeolit+urea memiliki pertumbuhan dan produksi lebih baik dibandingkan dengan yang diberi perlakuan lain kecuali pada pupuk kandang +zeolit.
PERFORMA DOMBA LOKAL YANG DIBERI RANSUM RUMPUT LAPANG DAN AMPAS TAHU YANG DIPELIHARA SECARA TRADISIONAL Metkono, OAF; Kardaya, Dede; Sudrajat, Deden
Jurnal Pertanian Vol. 2 No. 2 (2011): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.826 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.562

Abstract

Penelitian tentang performa domba lokal yang diberi ransum rumput lapang dan ampas tahu dengan imbangan berbeda telah dilakukan selama satu bulan untuk mengetahui rasionya yang optimal untuk menghasilkan performa domba lokal terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakukan sebagai berikut: 1) 100% rumput lapang 2)25% rumput lapang + 75% ampas tahu 3) 50% rumput lapang + 50% ampas tahu, 4) 75% rumput lapang + 25% ampas tahu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa domba lokal yang diberi ransum 75% rumput lapang + 25% ampas tahu memperlihatkan konsumsi ransum yang sama dengan (P>0,05), konversi ransum yang lebih baik (P<0,05), dan pertambahan panjang badan yang lebih tinggi (P<0,05) daripada domba lokal yang diberi rumput lapang 100%. Lebih daripada itu, ransum 75% rumput lapang+25% ampas tahu merupakan ransum yang lebih efisien, baik secara teknis maupun ekonomis bagi ternak domba lokal betina yang dipelihara dalam kondisi tradisional.
EVALUASI KUALITAS SILASE LIMBAH SAYURAN PASAR YANG DIPERKAYA DENGAN BERBAGAI ADITIF DAN BAKTERI ASAM LAKTAT Felly, Septian; Kardaya, Dede
Jurnal Pertanian Vol. 2 No. 2 (2011): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.128 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.576

Abstract

Penelitian tentang silase yang terbuat dari limbah sayuran pasar tradisional yang diperkaya dengan berbagai aditif dan bakteri asam laktat telah dilakukan dalam tiga bulan untuk mengungkap kualitasnya. Penelitian dirancang dalam rancangan acak kelompok enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya terdiri atas: kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + dedak 33,33% (P1), kulit jagung 23,58% + sawi putih 16,98% + kol 16,98% + jerami 8,49% + dedak 33,96% (P2), kulit jagung 28,57% + sawi putih 28,57% + kol 14,29% + onggok 28,57% (P3), kulit jagung 25,00% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + jerami 8,33% + onggok 33,33% (P4), kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + pollard 33,33% (P5), dan kulit jagung 30,77% + sawi putih 15,38% + kol 15,38% + jerami 7,69% + pollard 33,33% (P6). Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik silase yang diperkaya dengan dedak, onggok dan pollard memperlihatkan tekstur yang padat, beraroma khas, tidak berjamur dan berwarna hijau kekuningan hingga kecoklatan. Semua perlakuan menghasilkan kisaran pH silase yang berkualitas baik (3,2-4,2). Kandungan asam laktat yang dihasilkan silase yang mengandung dedak padi nilainya lebih tinggi bila dibandingkan silase beraditif onggok dan pollard. Populasi BAL pada silase yang mengandung onggok memiliki jumlah bakteri asam laktat yang relatif lebih banyak dibandingkan silase yang mengandung dedak padi dan pollard.
PHYSICAL AND CHEMICAL QUALITIES OF FROZEN BEEF WITHIN DIFFERENT THAWING METHOD Diana, C; Dihansih, Elis; Kardaya, Dede
Jurnal Pertanian Vol. 9 No. 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.635 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i1.1155

Abstract

Different thawing metods were applied to frozen beef in order for evaluating both the physical and chemical qualities.  The study used a completely randomized design with six treatments as follow:1) fresh beef  as  control, 2)  frozen  beef allowed  at  room temperature (27-300C)  until internaltemperature of beef reached 00C (became unfrozen), 3) Frozen beef thawed at refrigerator temperature, i.e. 8-100C, 4) Frozen beef thawed at running water which its temperature range within 25-280C, 5) Frozen beef thawed by boiling water (1000C), and 6) Frozen beef thawed by hot water (<1000C). Every treatment was made in three replicates. Results of the study repealed that frozen beef thawed by running water, hot water, or boiling water resulted in better physical qualities than the one thawed by refrigerator temperature (P<0.05). All thawing methods did not significantly affect on chemical qualities of the beef (P>0.05). Moreover, all frozen beef showed similar chemical qualities to the fresh beef.
Co-Authors . Zubir A Parakkasi A. Parakkasi abas, abas Abas, Abas Abdullah Baharun Amril, La Ode Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggraeni Anggraeni Anggraeni Annisa Rahmi Arifah Rahayu Arti Yoesdiarti Aulia, Eneng Aulia, Eneng Baharun, Abdulah Bimantoro, Danudyo Bimantoro, Danudyo D Sudrajat Deden Sudrajat Dewi Wahyuni Dewi, Pia Nurmala Diana, C Diana, C Dias Harry Noviandy Didi Rudiansyah E Dihansih Efendi, Muhammad Ratib Efendi, Muhammad Ratib Elis Dihansih Elis Dihansih Fadila, Ulfa Fadilla, Audry Fauzan, Dhifa Hilmi Felly, Septian Felly, Septian Gopar, Ruslan Abdul H.M Winugroho H.M. Winugroho Hanafi Nur Helmi Haris Heryani, Ety Heryani, Ety Ikhsan Qodri Pramartaa Imam Firmansyah Jatmiko Jatmiko Jatmiko K.G Wiryawan K.G. WIRYAWAN kapriani, julianti kapriani, julianti Kusbiyantari, Asri Kusbiyantari, Asri M. Purba M. Winugroho Makarim, Swasasi Sofi malik, burhanudin Malik, Burhanudin maryani, Ade maryani, Ade Metkono, OAF Metkono, OAF Mochamad Yusuf Alsagaff Mohamad Ali Fulazzaky Mohammad Winugroho, Mohammad muhidin, asep muhidin, asep Nasution, Al humam Nur Kholis Naufaliah N Negara, Windu Niken Ulupi Nurlaela, Raden Siti Permadi, Aditia pranata, anta pranata, anta Prasetyo, Vian Eko Pujiharyanto, Agung Raden Mohamad Herdian Bhakti ramdani, ilham ramdani, ilham Resti Yeksyastuti Ristika Handarini Rohimah, Irma Rohimah, Irma Sahroji, Sahroji Sahroji, Sahroji SFS Puteri Subandriyo . Supriyati . Suryahadi (Suryahadi) T Toharmat T. N. Ralahalu Tanjung, Aryo Saputra Tarigan, Novitri Wahyan, Dwiki Tri Satya Wahyan, Dwiki Tri Satya Wilna Iznilillah Wini Nahraeni Yulistiani D Zaidan, Muhammad Nahar