Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT PERUT, KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN SMASH BOLA VOLI ., I MADE ADI AGASTA; ., Syarif Hidayat, S.Pd., M.Pd.; ., Luh Putu Tuti Ariani, S.Pd., M.Fis.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 11, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v11i1.28420

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot perut, kekuatan otot lengan, dan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan smash dalam permainan bola voli. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dan dilakukan dengan alasan karena sebelumnya belum pernah dikaji mengenai hubungan antar variabel tersebut. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 15 orang, dan seluruh populasi merupakan sampel penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengumpukan data dalam penelitian ini yaitu teknik tes dan pengukuran dengan instrumen berupa tes sit-up, single hand push test, leg dynamometer tes keterampilan smash bola voli. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasional menggunakan uji-r, dengan ketentuan apabila rhitung > rtabel maka dinyatakan bahwa kedua variabel memiliki hubungan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut (1) terdapat hubungan antara kekuatan otot perut terhadap kemampuan smash dengan hasil r = 0.682 > r tabel = 0.514, (2) terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan smash dengan hasil r = 0.751 > r tabel 0.514, (3) terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan smash dengan hasil r = 0.824 r > r tabel = 0.514, (4) terdapat hubungan antara kekuatan otot perut, kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan smash dengan hasil r = 0.868 > r tabel = 0.514. Berdasarkan hasil analisis data tersebut disimpulkan bahwa antar variabel tersebut memiliki korelasi. Kata Kunci : kekuatan otot perut, kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai, kemampuan smash. Abstact This reserch aims to determine the relationship between abdominal muscle strength, arm muscle strength, and leg muscle strength on the ability to smash in volleyball games. This research is a correlational research and was carried out on the grounds that it had not previously been studied regarding the relationship between these variables. The population in this study amounted to 15 people, and the entire population was the study sample. The techniques used to collect data in this study are test and measurement techniques with instruments in the form of sit-up tests, single hand push tests, leg dynamometer volleyball smash skills tests. Analysis of the data used is the correlational test using the r-test, provided that if r count> r table is stated that the two variables have a relationship. The results of this study are as follows (1) there is a relationship between abdominal muscle strength and smash ability with the results of r = 0.682> r table = 0.514, (2) there is a relationship between arm muscle strength and smash ability with results r = 0.751> r table 0.514, (3) there is a relationship between leg muscle strength and smash ability with results r = 0.824 r> r table = 0.514, (4) there is a relationship between abdominal muscle strength, arm muscle strength and leg muscle strength and smash ability and r = 0.868> r table = 0.514. Based on the results of the analysis of the data it was concluded that between these variables have a correlation. keyword : abdominal muscle strength, arm muscle strength, leg muscle strength, smash ability.
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN, KELINCAHAN, KESEIMBANGAN DENGAN KEMAMPUAN DRIBBLING BOLA PADA SISWA SSB PORBA BATUBULAN TAHUN 2020 ., I GUSTI GEDE ARKA; ., Dr. Suratmin, S.Pd., M.Or.; ., Luh Putu Tuti Ariani, S.Pd., M.Fis.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v12i1.34215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecepatan, kelincahan, dan keseimbangan dengan kemampuan dribbling bola. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SSB Porba Batubulan berjumlah 30 orang dengan rentang usia 10-12 tahun. Penelitian ini menggunakan metode survei langsung kelapangan dengan melakukan pengamatan secara langsung. Instrumen yang digunakan adalah tes lari cepat 40 meter digunakan untuk mengukur kecepatan, Tes Zig-Zag Run digunakan untuk mengukur kelincahan, Tes Modified Bass Test of Dynamic Balance digunakan untuk mengukur keseimbangan. Analisis data menggunakan uji korelasi dengan taraf signifikan r > r tabel. Adapun hasil penelitian ini adalah (1) terdapat hubungan antara kecepatan dengan kemampuan dribbling bola dengan hasil r = 0,702 > r tabel = 0,361, (2) terdapat hubungan antara kelincahan dengan kemampuan dribbling bola dengan hasil r = 0,694 > r tabel = 0,361, (3) terdapat hubungan antara keseimbangan dengan kemampuan dribbling bola dengan hasil r = 0,733 > r tabel = 0,361. Kesimpulan penelitian yakni (1) terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan dengan kemampuan dribbling bola pada siswa SSB Porba Batubulan dalam kategori sangat kuat (2) terdapat hubungan yang signifikan antara kelincahan dengan kemampuan dribbling bola pada siswa SSB Porba Batubulan dalam kategori sangat kuat (3) terdapat hubungan yang signifikan antara keseimbangan dengan kemampuan dribbling bola pada siswa SSB Porba Batubulan dalam kategori sangat kuat. Disarankan bagi pelatih, agar dapat melatih peran komponen kondisi fisik seperti kecepatan, kelincahan dan keseimbangan pada siswa guna meningkatkan kemampuan dribbling bola.Kata Kunci : kecepatan, kelincahan, keseimbangan, kemampuan dribbling sepak bola This study aims to determine the relationship between speed, agility, and balance with the ability of ball dribbling. This type of research uses correlation research. The subjects in this study were 30 students of SSB Porba Batubulan with an age range of 10-12 years. This research uses direct field survey method by direct observation. The instrument used is the 40 meter sprint test used to measure speed, the Zig-Zag Run test is used to measure agility, the Modified Bass Test of Dynamic Balance is used to measure balance. Data analysis used correlation test with a significant level of r> r table. The results of this study are (1) there is a relationship between speed and ball dribbling ability with the result r = 0.702> r table = 0.361, (2) there is a relationship between agility and ball dribbling ability with the result of r = 0.694> r table = 0.361, ( 3) there is a relationship between balance and ball dribbling ability with the result r = 0.733> r table = 0.361. The results of the conclusions of the study were (1) there was a significant relationship between speed and the ability of ball dribbling in the SSB Porba Batubulan students in the very strong category (2) there was a significant relationship between agility and the dribbling ability of SSB Porba Batubulan students in the very strong category ) there is a significant relationship between balance and ball dribbling ability in SSB Porba Batubulan students in the very strong category. keyword : speed, agility, balance, soccer dribbling ability
PENINGKATAN KEMAMPUAN GUIDING PADA POKDARWIS ALAM PUNCAK LANDEP MELALUI PELATIHAN BERLANDASKAN FALSAFAH TRI HITA KARANA Kusuma, Ketut Chandra Adinata; Sucita Dartini, Ni Putu Dwi; Ariani, Luh Putu Tuti; Hidayat, Syarif
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.088 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.28198

Abstract

The growing number of tourists with special interests, namely sport tourism, especially trekking activities combined with cultural attractions/local wisdom encourages efforts to improve the quality of tour guides. Pokdarwis Alam Puncak Landep was formed to sell service businesses in the field of guidance that do not have the knowledge and understanding of: (1) potential cultural attractions that can be combined with trekking activities, (2) guiding procedures based on the local wisdom, (3) English language skills. To that end, trekking guiding training has been conducted based on the tri hita karana philosophy. The purpose of this training is to improve guiding skills based on the tri hita karana philosophy. The method used is discussion and practice. The results of the training show that there is an increase in knowledge and understanding of combining cultural attractions with trekking activities and practicing guiding procedures combined with using English. Thus, pokdarwis can improve their guiding ability through training based on the tri hita karana philosophy.
PENGARUH METODE LATIHAN HOLLOW SPRINTS PADA MAHASISWA DENGAN LEVEL KEBUGARAN TINGGI TERHADAP KECEPATAN LARI Ariani, Luh Putu Tuti; Kardiawan, I Kadek Happy
Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Keolahragaan Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jilo.v3i2.42833

Abstract

Banyak pilihan untuk memilih metode lari untuk meningkatkankemampuan atlet. Khususnya lari 100 meter telahbanyak penelitian dilakukan. Penelitian yang telah dilakukan ini berusaha untuk meningkatkan kemampuan lari 100 meter dengan  menggunakan metode latihan lari hollow sprint. Metode penelitian dengan eksperimen pre test post tes desain. Sampel 15 mahasiswa pendidikan kepelatihan Universitas Pendidikan Ganesha. Mahasiswa yang dipilih menjadi sampel adalah mahasiswa yang memiliki tingkat kebugaran tinggi diambil dari 90 mahasiwa. Tes kebugaran jasmaniyang dipergungkan dalam peneltianini adalah lari 2.4 km. Treatmet dengan menggunakan metode hollow sprint selama 24 kali latihan, dilakukan pre tes dan postes. Data dianalisis dengan deskriptif statistik dan uji T sampel berpasangan. Hasil Uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara waktu sebelum dan setelah perlakukan. Terjadi peningkatan rerata kecepatan lari dari 15 adalah 1.9 detik. Sehingga dapat diyakini bahwa metode latihan hollw sprint dapat meningkatkan kemampuan lari 100 meter.
HUBUNGAN POWER OTOT LENGAN DAN KEKUATAN MENGGENGGAM TERHADAP PUKULAN FOREHAND TENIS LAPANGAN PADA ATLET SADAR TENIS CLUB Wulan Krisna Dewi, Ni Putu; Agus Dharmadi, Made; Tuti Ariani, Luh Putu
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v12i2.40694

Abstract

AbstrakPukulan forehand sangat dipengaruhi komponen fisik, diantaranya power otot lengan, kekuatan menggenggam dan kekuatan otot lengan. Penelitiansini bertujuan untuk mengetahui hubungan power otot lengan terhadap pukulan forehand dalam permainan tenis lapangan pada atlet Sadar Tenis Club, hubungan kekuatan menggenggam dengan pukulan forehand permainan tenis lapangan pada atlet Sadar Tenis Club, dan hubungan power otot lengan dan kekuatan menggenggam terhadap pukulan forehand dalam permainan tenis lapangan pada atlet Sadar Tenis Club. Subjek penelitian berjumlah 15 orang atlet Sadar Tenis Club yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling yang berjumlah dengan populasi 20 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik dengan analisis kolerasi regresi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan pada variabel power otot lengan (X1) terhadap pukulan forehand (Y) dengan peroleh hasil yaitu 0,741 artinya bahwa hubungan antara power otot lengan dengan pukulan forehand termasuk dalam kategori kuat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil perhitungan pada variabel kekuatan menggenggam (X2) terhadap pukulan forehand (Y) dengan perolehan hasil 0,947 yang artinya bahwa hubungan antara kekuatan menggenggam dengan pukulan forehand termasuk dalam kategori sangat kuat. Hasil perhitungan pada variabel power otot lengan (X1) dan kekuatan menggenggam (X2) terhadap pukulan forehand (Y) dengan perolehan hasil 0,953 artinya bahwa hubungan power otot lengan dan kekuatan menggenggam  dengan pukulan forehand termasuk dalam kategori sangat kuat. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara power otot lengan dan kekuatan menggenggam terhadap pukulan forehand pada atlet Sadar Tenis Club.
Hubungan kekuatan otot perut dan power otot lengan dengan ketepatan servis atas pada atlet putri club satrya kelana wuryantoro tahun 2020 Astriani, Febri; Tuti Ariani, Luh Putu; Happy Kardiawan, I Kadek
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v12i1.31515

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Hubungan antara kekuatan otot perut terhadap ketepatan servis atas dalam permainan bola voli pada atlet Club satrya kelana Wuryantoro. 2) Hubungan antara power otot lengan dengan ketepatan servis atas dalam permainan bola voli pada atlet Club satrya kelana Wuryantoro. Rancangan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot peryt (X1) dan power otot lengan ( X2) sebagai variabel bebas dengan servis atas (Y) yang merupakan variabel terikatnya. Subjek penelitian ini adalah atlet bola voli Satrya Kelana berjumlah 12 orang untuk tes power otot lengan 6 atlet untuk kekuatan otot perut 6 atlet. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik dengan analisa korelasi regresi product moment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil perhitungan pada variabel kekuatan otot perut (X1) terhadap servis atas (Y) dengan perolehan hasil yaitu 0,617 artinya bahwa hubungan antara kekuatan otot perut dengan servis atas termasuk dalam kategori kuat dan koefisien korelasi tersebut adalah signifikan. Hasil penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil perhitungan pada variabel power otot lengan (X2) terhadap kemampuan servis (Y) dengan perolehan hasil yaitu 0.600 artinya bahwa hubungan antara power otot lengan dengan servis atas termasuk dalam kategori kuat dan koefisien korelasi tersebut adalah signifikan. hasil perhitungan pada variabel power otot lengan (X1) dan kekuatan otot lengan (X2) terhadap servis atas (Y) dengan perolehan hasil yaitu 0.653 artinya bahwa hubungan antara kekuatan otot perut, dan power otot lengan dengan servis atas termasuk dalam kategori sangat kuat dan koefisien korelasi tersebut adalah signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot perut, dan power otot lengan dengan terhadap servis atas pada atlet club bolavoli Satria Kelana Wuryantoro.Kata Kunci : Otot perut,power otot lengan dan servis atas This study aims to determine 1) the relationship between abdominal muscle strength and the accuracy of the upper service in volleyball games on athletes Club satrya kelana Wuryantoro. 2) The relationship between the power of the arm muscles with the accuracy of the top service in volleyball games for athletes Club Satrya Kelana Wuryantoro. This design aims to determine the relationship between peryt muscle strength (X1) and arm muscle power (X2) as independent variables with top service (Y) which is the dependent variable. The subjects of this study were 12 volleyball athletes Satrya Kelana for the arm muscle power test for 6 athletes for abdominal muscle strength for 6 athletes. Data analysis was performed using statistical techniques with product moment regression correlation analysis. The results of this study indicate that the calculation results on the variable abdominal muscle strength (X1) to the upper service (Y) with the result is 0.617, meaning that the relationship between abdominal muscle strength and upper service is included in the strong category and the correlation coefficient is significant. The results of the research conducted, the results of the calculation of the variable arm muscle power (X2) to service ability (Y) with the result of 0.600 means that the relationship between arm muscle power and upper service is included in the strong category and the correlation coefficient is significant. The results of calculations on the variable arm muscle power (X1) and arm muscle strength (X2) on the upper service (Y) with the result of 0.653 means that the relationship between abdominal muscle strength and arm muscle power with upper service is included in the very strong category and the coefficient the correlation is significant. So it can be concluded that there is a significant relationship between abdominal muscle strength, and arm muscle power with the top service of the volleyball club athlete Satria Kelana Wuryantoro. keyword : abdominal muscles, arm muscle power and upper service
Motivasi Berprestasi Atlet Akademi Bolavoli Putri Buleleng di Masa Pandemi Covid-19 Ningsih, Desrayu; Ariani, Luh Putu Tuti; Kardiawan, I Kadek Happy
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v12i3.42586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Motivasi Berprestasi Atlet Akademi Bolavoli Putri Buleleng di Masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian surve, dengan pengambilan data menggunakan instrumen yang sudah disiapkan pada tahap perencanaan. Populasi penelitian adalah seluruh atlet putri tingkat yunior Akademi Bolavoli Buleleng dengan jumlah 32 orang. Data instrumen dikumpulkan dengan menggunakan metode non tes yaitu kuesioner berjumlah 10 pernyataan untuk keinginan berlatih, 10 pernyataan untuk hobi berlatih, 13 pernyataan untuk pelatih professional dan 5 pernyataan untuk program latihan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan presentase. Hal ini menunjukan motivasi berprestasi berdampak positif pada latihan atlet akademi bolavoli Buleleng. Sampel berjumlah 32 orang yang mengikuti latihan bolavoli di akademi bolavoli Buleleng. Hasilnya adalah (1) Motivasi intrinsik terkait keinginan berlatih dalam menghasilan prestasi pada atlet akademi bolavoli Buleleng dimasa pandemi covid-19 dalam skala peniaian kategori dinyatakan sangat tinggi. (2) Motivasi intrinsik terkait hobi berlatih dalam menghasilan prestasi pada atlet akademi bolavoli Buleleng dimasa pandemi covid-19 dalam skala peniaian kategori dinyatakan sangat tinggi. (3) Motivasi ekstrinsik terkait pelatih profefsional dalam menghasilan prestasi pada atlet akademi bolavoli Buleleng dimasa pandemi covid-19 dalam skala peniaian kategori dinyatakan sangat tinggi. (4) Motivasi ekstrinsik terkait program latihan dalam menghasilan prestasi pada atlet akademi bolavoli Buleleng dimasa pandemi covid-19 dalam skala peniaian kategori dinyatakan sangat tinggi. Saran dari peneliti untuk atlet agar dapat meningkatkan motivasi dalam melakukan latihan bolavoli baik ditempat latihan ataupun dirumah saat pandemi covid-19 ini, untuk meningkatkan kemampuan bermain bolavoli  agar bisa mencapai prestasi ke depannya.
The Effect Of Repetition Sprint Training Method Combined With The Level Of Physical Fitness Toward The Speed Of 100 Meter Run Luh Putu Tuti Ariani
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Master Program of Information Technology, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.62 KB) | DOI: 10.52088/ijesty.v1i3.89

Abstract

There are various modern training methods to increase achievement in a 100-meter run. This research used the repetition sprint method. This research aims to find out the effect of the repetition sprint method on the students with high physical fitness towards the speed in the 100-meter run. The method used in this research is the pre-test post-test design. The sample of this research was 15 students of the Sports Training Education Study Program, sport and health faculty of the Ganesha University of Education. These students are those with the highest physical fitness among 90 students in total. The physical fitness test was through a 2.4-kilometer run. The repetition sprint    method was applied in 24 meetings, started with a pre-test and ended with a post-test. The data were analyzed by using descriptive     statistics and paired sample T-test. The result shows that there is a difference found before and after the training. It is found that there is a 1.15-second increase in the average speed of the 100-meter run from the whole 15 samples. Therefore, it can be concluded that the  repetition sprint training method increases the speed in the 100-meter run.
The Effect of Circuit Core Stability Training Towards The Strength of Abdominal Muscles and Balance Luh Putu Tuti Ariani
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 3 (2021): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i3.2266

Abstract

Several aspects affect an athlete’s improvement in achievements, such as physical, technical, strategical, and psychological aspects. One of the physical aspects observed in this research is circuit core stability training. This research aims to find out the use of interval 1:1 and interval 1:2 of the circuit core stability techniques towards the improvement of abdominal muscles’ strength and balance. This research uses the randomized pre and post-test design. The sample was 20 students of the Sports Training and Education study program, Surabaya State University. The abdominal muscles strength is tested by doing 30 minutes sit-up, while the balance is tested through Balance Beam Test. The result of the homogeneity test shows that the samples are normal and homogeneous. Paired sample T-test is used to find out the mean among the samples. The circuit core stability training is done in 18 meetings, pre-test and post-test are done before and after the treatment. It is found that the circuit core stability test can improve the abdominal muscles' strength and balance. The result shows the improvements before and after the treatment. It is found that there is improvement in average abdominal strength from 22,4 to 24,2, and balance from 39.5 to 42.8 seconds in the core stability 1:1 group. Meanwhile, in the core stability 1:2 group, it was found that there is an improvement of abdominal muscles strength from23.4 times, to 25.2 times. The balance test shows that there is improvement in the average from 79 to become 85,40 seconds. From the result, it can be concluded that circuit core stability 1:1 and 1:2 can significantly improve the strength of the abdominal muscles and balance. 
PENGARUH PELATIHAN MENARIK KATROL BEBAN 5 KG DUABELAS REPETISI TIGA SET DAN SEMBILN REPETISI EMPAT SET TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN SISWA SMK-1 DENPASAR Luh Putu Tuti Ariani
JURNAL PENJAKORA Vol. 1 No. 1 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v1i1.11205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan menarik katrol beban 5 dengan dua belas repetisi tiga set dan Sembilan repetisi 4 set terhadap daya ledak otot lengan siswa SMK 1 Denpasar. Pelatihan dilaksanakan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Jumlah sampel 28 orang diambil secara purposive random. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 diberikan pelatihan menarik katrol 5 kg dua belas repetisi 3 set sedangkan kelompok 2 diberikan pelatihan menarik katrol 5 kg dengan 9 repetisi 4 set selama 6 minggu.Data daya ledak otot lengan diambil pada saat sebelum dan sesudah pelatihan dengan menggunakan alat ukur bola softball. Data hasil pengukuran power otot lengan dianalisis dengan bantuan program SPSS 16.0. Beda rerata daya ledak otot lengan antara sebelum dan sesudah pelatihan dianalisis dengan paired t-test, sedangkan untuk mengetahui perbedaan peningkatan rerata daya ledak otot lengan antara masing-masing kelompok dianalisis dengan independent t-test dengan taraf signifikansi 0.05.Rerata daya ledak otot lengan sebelum pelatihan pada kelompok -1 adalah 29,56 meter dan setelah pelatihan 35,79 meter dengan selisih 6,23 meter yang menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna. Sedangkan rerata daya ledak otot lengan kelompok-2 sebelum pelatihan 29,52 meter dan setelah pelatihan 31,80 meter dengan selisih 1,24 meter yang menunjukkan perbedaan bermakna. Disimpulkan bahwa pelatihan menarik katrol beban 5 kg dua belas repetisi dan tiga set dan pelatihan menarik katrol beban 5 kg sembilan repetisi dan empat set dapat meningkatkan daya ledak otot lengan. Pelatihan menarik katrol beban 5 kg dua belas repetisi dan tiga set lebih baik dibandingkan dengan pelatihan menarik katrol beban 5 kg sembilan repetisi dan empat set pada siswa SMK-1 Denpasar.  
Co-Authors ., Dr. Suratmin, S.Pd., M.Or. ., I GUSTI GEDE ARKA ., I MADE ADI AGASTA ., Syarif Hidayat, S.Pd., M.Pd. ., Walid Salham Nur Sani Agus Kadarman ., Agus Kadarman Agus Sudibya Putra . Ahmad . Anak Agung Gede Wira Putra . Astriani, Febri Christrio Fernando Sitepu Desrayu Ningsih Dewa Gede Anom Artha Tanaya Eddy Sastrawan . Febri Astriani Gede Eka Putra Suwardhana . I Gede Arif Maha Putra . I Gusti Ayu Sri Wahyuni . I GUSTI GEDE ARKA I Gusti Putu Suharta I Ketut Eri Suastawan ., I Ketut Eri Suastawan I Ketut Iwan Swadesi I Ketut Yoda I Komang Muna Palguna . I Komang Sudarma I Made Dwi Ayodia ., I Made Dwi Ayodia I Made Suparyata . I Nyoman Agus Aryawan . I Nyoman Cacep Ardana . I Nyoman Eka Jepri Yasa . I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya I Nyoman Suardana I Putu Dibyaguna ., I Putu Dibyaguna I Putu Gede Nara Kusuma . I Wayan Hendi Satyaryawan . I Wayan Muliarta I Wayan Sanjaya ., I Wayan Sanjaya I Wayan Widiarta . Ida Bagus Putu Upadana s . Jero Mangku Eka Ristiawan . Kadek Dwi Artikayani . Ketut Agustini Kusuma, Ketut Chandra Adinata Laras, Ida Bagus M.Or. S.Pd. Gede Eka Budi Darmawan . M.Or. S.Pd. I Ketut Semarayasa . Made Agus Dharmadi Moh. Hasbi Assidiqi, Moh. Hasbi Muhamad Fauzi Ni Made Rhea Yama Lestari . Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Wayan Marti Ni Wayan Mudariani ., Ni Wayan Mudariani Ningsih, Desrayu Pande Made Surya Kesawa . Pramudya, Dimas Putu Dian Andriani . Putu Hery Prima Yoga . S.Pd. I Kd. Happy Kardiawan . S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sari, Ni Kadek Rani Puspa Nirmala Suratmin Syarif Hidayat Syarif Hidayat Syarif Hidayat Wulan Krisna Dewi, Ni Putu