Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Warta Pengabdian

Upaya Peningkatan Pemahaman Guru Terhadap Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013 di TK PGRI Kartini dan TK PGRI Al Husna Desa Sukogidri Luh Putu Indah Budyawati; Khutobah Khutobah; Indah Rohmatuz Zahro; Vanessa Jovanka Geraldhyne
Warta Pengabdian Vol 15 No 1 (2021): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v15i1.18629

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini secara umum untuk (1) Meningkatkan pemahaman guru-guru di TK PGRI Kartini dan TK PGRI Al Husna terkait penyusunan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013, (2) Dihasilkannya beberapa Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013 dengan beberapa tema yang digunakan di lembaga PAUD, (3) Terpublikasinya hasil program pengabdian masyarakat di TK PGRI Kartini dan TK PGRI Al Husna. Guru di TK PGRI Kartini dan TK PGRI Al Husna masih belum memahami bagaimana menentukan tujuan pembelajaran dan intikator pencapaian anak ke dalam Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013. Dalam mengalami masalah yang dialami oleh guru di TK PGRI Kartini dan TK PGRI Al Husna, solusi yang ditawarkan adalah dengan melaksanakan sebuah workshop untuk peningkatan pemahaman guru terkait penyusunan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013. Langkah yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan ini adalah dengan cara kepala sekolah mendata guru di sekitar wilayah Sukogidri yang berminat mengikuti workshop. Setelah mendata guru, kegiatan yang dilakukan adalah menyusun materi yang akan disampaikan saat workshop. Kemudian peneliti merancang jadwal pelaksanaan workshop. Ketika jadwal pelaksanaan workshop telah ditetapkan peneliti bisa memulai kegiatan pendampingan tersebut yang dihadiri oleh guru di wilayah desa Sukogidri. Metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah pendampingan dan pelatihan pembuatan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Harian Kurikulum 2013 yang sesuai dengan konsep kurikulum 2013.
Mengadopsi Model Akuntansi Startup untuk UMKM: Studi Kasus pada Pengerajin Kayu Desa Grenden, Kabupaten Jember Arie Rahayu; Indah Budyawati; Wiwin Hartanto
Warta Pengabdian Vol 14 No 3 (2020): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v14i3.17759

Abstract

Saat ini, tidak banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyusun laporan keuangan.[1] Padahal laporan keuangan berguna tidak hanya sebagai bentuk akuntabilitas pada pihak eksternal yang berkepentingan, namun juga bagi para pemilik dan pengelola UMKM itu sendiri. Manfaat laporan keuangan secara manajerial antara lain untuk perencanaan, mengetahui posisi keuangan, menilai kinerja, serta membantu pengambilan keputusan bisnis yang relevan. Ketidakpopuleran laporan keuangan di kalangan UMKM ini salah satunya disebabkan oleh model penyusunan laporan keuangan yang memang relatif kompleks. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengenalkan model akuntansi startup kepada UMKM, yang dalam hal ini para pengerajin kayu di Desa Grenden, Kabupaten Jember. Pemilihan model akuntansi startup sendiri dilakukan karena model akuntansi ini relatif sangat sederhana dengan metriks yang berbasis bisnis sehingga relatif lebih mudah dipahami pelaku UMKM pada umumnya. Desain penelitian berupa metode penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek UMKM pengerajin kayu di Desa Grenden, Kabupaten Jember. Metode ini dipilih dengan harapan mampu lebih menangkap beragam nuansa yang muncul selama pengerajin kayu Desa Grenden mencoba menggunakan model akuntansi startup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keengganan UMKM untuk menyiapkan laporan keuangan bisa dipecahkan dengan menawarkan model akuntansi yang lebih simpel dan lebih mudah dipahami pelaku bisnis yaitu model akuntansi startup. Pada studi ini ditemukan bahwa keengganan pelaku UMKM, dalam hal ini pengerajin kayu di desa Grenden, memang diakibatkan oleh kompleksnya model akuntansi konvensional yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Sementara itu, model akuntansi startup yang memang lebih simpel dengan metriks berbasis bisnis memang dianggap lebih bermanfaat dan lebih mudah diterima oleh para pelaku UMKM. Kondisi yang serupa antara model bisnis startup dengan UMKM tertentu juga memungkinkan UMKM untuk memanfaatkan model akuntansi startup. Namun demikian, meskipun secara umum dianggap bermanfaat, penerapan model akuntansi startup juga perlu mempertimbangkan sejumlah hal seperti kemampuan pelaku UMKM dalam menggunakan teknologi informasi sederhana agar lebih banyak diterima dan digunakan oleh masyarakat.
Pemanfaatan Limbah Produksi Mebel Menjadi Alat Permainan Edukatif dengan Pemasaran Berbasis Website di Desa Kemuning Lor Jember Tahun 2017 Khutobah Khutobah; Luh Putu Indah Budyawati; Zetti Finali
Warta Pengabdian Vol 11 No 4 (2017): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini secara umum bertujuan untuk (1) perubahan mindset pengerajin mebel pada limbah yang dihasilkan, yang awalnya hanya digunakan sebagai kayu bakar dan tidak ada nilainya agar bisa menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi; (2) Peningkatan penjualan alat permainan edukatif dengan melakukan promosi penjualan berbasis website; (3) Dihasilkannya beberapa alat permainan edukatif dari limbah hasil produksi mebel; (4) Terpublikasinya hasil program pengabdian masyarakat yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Produksi Mebel Menjadi Alat Permainan Edukatif dengan Pemasaran Berbasis Website”. Dalam upaya mengatasi kesulitan yang dialami mitra, yakni Bapak Galuh pemilik toko Little Toys sebagai distributor APE dan Bapak Hosliyanto Pengerajin mebel, solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan website dan strategi pemasaran melalui maraketplace untuk promosi secara online bagi distributor APE dan kegiatan pelatihan daur ulang limbah produksi mebel menjadi APE bagi pengerajin mebel di desa Kemuning Lor. Metode yang digunakan dalam pendekatan kegiatan tersebut adalah pendampingan bagi pembuatan website dan pelatihan pembuatan APE dari limbah produksi mebel bagi pengerajin mebel.