Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Relationship Of 'LILA' To The Incidence Of Anemia In Pregnant Women Mona Lisa; Winnie Tunggal Mutika; Melda Maulia Herlisya; Ambariani Ambariani
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v10i1.15119

Abstract

Anemia in pregnant women is the highest cause of maternal mortality, with 40% of pregnant women suffering from anemia. Maternal health during the pre-pregnancy period, during pregnancy, and during breastfeeding is a very critical period for the growth and development of the child. The first 1000 days of life is a sensitive period or "window of opportunity" Nutritional factors are direct factors that cause anemia during pregnancy, one of which is Chronic Energy Deficiency (CHD) by measuring Upper Arm Circumference (LILA). This study aims to determine the relationship of Upper Arm Circumference (LILA) to the incidence of anemia in pregnant women at Haryanti Depok Independent Midwife Practice (PMB). This study used a cross-sectional approach with a population of first trimester pregnant women in May 2019-May 2020 at PMB Haryanti Depok, totaling 118 pregnant women. Sampling using purposive sampling technique, namely pregnant women who meet the inclusion criteria of 105 pregnant women with complete medical record data. Data analysis used with chi-square test with sig <0.05. The results obtained as many as 68 pregnant women (64.8%) who experienced anemia, LILA measurements below normal limits as many as 62 pregnant women (59%). The statistical test results showed that there was a significant relationship between LILA and the incidence of anemia in pregnant women in the first trimester. Screening nutritional status by measuring LILA and checking hemoglobin levels plays an important role in preventing anemia, especially in pregnant women so that early treatment can be carried out.
PELAYANAN PENDIDIKAN KESEHATAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI YAYASAN PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN UMAT AL-FATH, CIBINONG Damayanti, Rini; Mutika, Winnie Tunggal; Astuti, Dwi Puji
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15837

Abstract

 Pola hidup bersih dan sehat merupakan solusi terbaik sebagai antisipasi dini penularan virus tersebut pada anak-anak. Selama ini perilaku hidup bersih dan sehat tidak begitu dikenal dan kurang maksimal dilakukan masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS sangat dianjurkan, maka PHBS diupayakan diperkenalkan sejak usia dini di tingkat sekolah dasar karena anak belajar di usia dini memiliki kemampuan belajar paling cepat. Peran orangtua sangat penting dalam mendidik anak di lingkungan rumah. Adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini terjalinnya hubungan kerjasama dengan mitra, tersampaikan semua materi tentang PHBS. Meningkatnya pengetahuan anak-anak sekolah dasar dalam melakukan perilaku PHBS secara aktif pada diri sendiri. 
Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kekurangan Energi Kronik (Kek) Ibu Hamil Di Puskesmas Mampang, Depok : Factors That Inluence Chronic Energy Deficiency (CED) of Pregnant Women at Puskesmas Mampang, Depok Juliyanti, Mira Fony; Tunggal Mutika, Winnie; Triwulandari, Winarni Naweng
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v15i2.240

Abstract

Prevalensi Kekurangan Energi Kronis (KEK) ibu hamil di Indonesia adalah 16,9%. Sebanyak 567 ibu hamil yang memeriksa kehamilan di Puskesmas Mampang dan 18 ibu hamil atau sekitar 3,17% mengalami KEK pada kehamilannya. Tujuan penelitian adalah menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi KEK terhadap ibu hamil di Puskesmas Mampang. Jenis studi yang dipergunakan yaitu observasional analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu 46 ibu hamil di Puskesmas Mampang. Data yang dipergunakan  yaitu data sekunder dari faktor risiko KEK. Analisa yang dipergunakan yakni analisa univariat dan distribusi frekuensi serta bivariar dengan uji chi-square. Hasil : Analisis univariat menunjukkan ibu hamil yang sedang ada dalam keadaan KEK dengan umur ibu <20 tahun sejumlah 4 individu (22.2%) sementara usia ibu > 20 tahun sebanyak 14 orang (77,7%) sedangkan sejumlah 1 (5,5%) ibu hamil mengalami KEK pada kehamilan trimester I, umur kehamilan pada trimester II sejumlah 9 individu (50%), dan usia kehamilan dalam trimester III sejumlah 8 individu (44,4%). Tidak ada hubungan pada usia dengan fenomena KEK terhadap ibu hamil yang memiliki nilai p-value = 0,829. Tidak terdapat hubungan pada umur kehamilan terhadap fenomena KEK pada ibu hamil dengan nilai p-value = 0,589. Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan pada LILA terhadap fenomena KEK terhadap ibu hamil di Puskesmas Mampang. Skrining faktor risiko dan edukasi masih menjadi hal yang penting untuk dilakukan di level komunitas. The prevalence of Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women in Indonesia is 16.9%. There were 567 pregnant women who underwent pregnancy checks at the Mampang Community Health Center and 18 pregnant women or around 3.17%. Analyze the factors that influence CED among pregnant women at the Mampang Community Health Center. The type of research used is analytical observational. The sampling technique used purposive sampling, namely 46 pregnant women. The data used is secondary data from CED risk factors. The analysis used is univariate analysis with frequency distribution and bivariate analysis using the chi-square statistical test. Results: Univariate analysis showed that 4 pregnant women experienced CED with maternal age <20 years (22.2%) while maternal age >20 years were 14 (77.7%). There were 1 pregnant women who experienced CED with gestational age in the 1st trimester (5.5%), 9 people with gestational age in the 2nd trimester (50%), and 8 people with gestational age in the 3rd trimester (44.4%). There is no relationship between age and the incidence of CED in pregnant women with a value (p-value = 0.829). There is no relationship between gestational age and the incidence of CED in pregnant women with a value (p-value = 0.589). Conclusion, There is a relationship between LILA and the incidence of CED in pregnant women at the Mampang Community Health Center. Risk factor screening and education are still important things to do at the community level.
Case Series : Angka Kematian Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Jenis Kelamin di Jawa Barat: Case Series: Dengue Fever Mortality Rate Based on Gender in West Java Taufik, Afifah; Hasibuan, Putri Amanda; Putri, Firly Deliana; Wulandari, Aulia; Tunggal Mutika, Winnie; Lisa, Mona
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v15i2.279

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit endemik yang umum di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Barat. Analisis pola kejadian DBD berdasarkan jenis kelamin menjadi penting untuk untuk mendukung upaya pencegahan pencegahan dan pengendalian yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prevalensi kasus DBD berdasarkan jenis kelamin dan angka kematian di Jawa Barat selama periode 2021-2023. Dengan desain studi deskriptif case series, penelitian ini menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Analisis deskriptif untuk dilakukan untuk membandingkan kasus DBD antara laki-laki dan perempuan. Dari hasil analisis didapatkan bahwa laki-laki memiliki risiko 1,17 kali lebih tinggi untuk terinfeksi DBD dibandingkan perempuan (OR=1,17; 95% CI: 1,09-1,25). Proporsi kasus DBD pada laki-laki menunjukkan peningkatan dari 51,4% pada di tahun 2021 menjadi 53,1% di tahun 2023, sedangkan proporsi pada perempuan cenderung menunjukkan tren fluktuatif. Walaupun laki-laki memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap infeksi, angka kematian akibat DBD pada perempuan tercatat lebih besar dibandingkan dengan laki-laki selama periode penelitian. Hasil ini menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan yang mempertimbangkan aspek berbasis gender. Dinas Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan intervensi pencegahan yang lebih spesifik, terutama bagi kelompok perempuan, guna menekan angka kematian. Selain itu, masyarakat perlu didorong untuk secara rutin memberantas sarang nyamuk dan meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal DBD. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor biologis, sosial, dan lingkungan yang berkontribusi terhadap perbedaan risiko infeksi dan angka kematian berdasarkan jenis kelamin.  Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease common throughout Indonesia, including in West Java Province. Analysis of DHF incidence patterns by gender is essential to support more effective prevention and control efforts. This study aims to examine the prevalence of DHF cases by gender and mortality rates in West Java during the period 2021-2023. With a descriptive case series study design, this study used secondary data from the West Java Provincial Health Office. A descriptive analysis was conducted to compare DHF cases between men and women. The results of the analysis showed that men had a 1.17 times higher risk of contracting DHF than women (OR = 1.17; 95% CI: 1.09-1.25). The proportion of DHF cases in men increased from 51.4% in 2021 to 53.1% in 2023, while the proportion in women tended to fluctuate. Although men are more susceptible to infection, the mortality rate due to dengue fever in women was recorded to be greater than that of men during the study period. These results highlight the importance of a prevention approach that considers gender-based aspects. The Health Office is expected to improve education and more specific prevention interventions, especially for women, to reduce mortality rates. In addition, the community must be encouraged to routinely become members of mosquito nests and increase awareness of early symptoms of dengue fever. Further research is recommended to explore biological, social, and environmental factors contributing to differences in infection risk and mortality rates based on gender.
Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di PMB Ismi Santi, Kota Depok Astuti, Dwi Puji; Mutika, Winnie Tunggal; Damayanti, Rini
Midwifery Science Care Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Midwifery Science Care Journal
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/mscj.v1i1.247

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu keadaan penurunan hemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit dibawah nilai normal. Angka kejadian anemia pada ibu hamil di Jakarta Timur tahun 2019 yang mengalami anemia berat sebesar 0,65%, dan 10,7% ibu hamil yang mengalami anemia ringan. Data anemia di PMB Ismi Santi tahun 2021 dari 234 ibu hamil, 105 diantaranya anemia. Untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di PMB Ismi Santi Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode desain penelitian survei analitik artinya peneliti menggambarkan sesuatu menurut kriteria yang diinginkan sendiri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang dirawat inap di PMB Ismi Santiin tahun 2021 sebanyak 234 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang dilakukan dengan jumlah 234 responden. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah dengan mengisi format pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder dari lembar penilaian kebidanan rawat inap di rekam medis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil uji Chi Square menunjukkan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p 0,046) dan kasus anemia pada ibu hamil trimester III di PMB Ismi Santi Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 157 (67,1%) responden yang mematuhi konsumsi tablet Fe di PMB Ismi Santi, dan 77 (32,9%). Gambaran Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe ini sejalan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat 17 (54,8%) ibu hamil yang rutin dan 14 (45,2%) ibu hamil yang tidak rutin mengonsumsi tablet Fe.
Karakteristik Ibu Hamil Dengan Risiko Tinggi di PMB Y Kota Bengkulu Tunggal Mutika, Winnie; damayanti, rini; Puji Astuti, Dwi
Midwifery Science Care Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Midwifery Science Care Journal
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/mscj.v2i1.339

Abstract

Abstract: A high-risk pregnancy is a pregnancy that is likely to cause harm or complications to both the mother and the fetus during pregnancy, childbirth, or the puerperium when compared to normal childbirth and postpartum pregnancies. The purpose of this study is to determine high-risk pregnant women characteristics in PMB Y, Kampung Melayu, Padang Serai, Bengkulu, in 2020. The method used in this research is descriptive research with an observational research design. The sample to be taken in this study uses a total sampling of 173 pregnant women. In the results of data processing, univariate analysis is carried out, this analysis is aimed to obtain an overview of the frequency distribution of the various variables studied. The results of the study are as follows: 113 pregnant women based on the characteristics of the majority in the age range 20-35 years (76.9%), 116 high school education (67.1%), 65 nulliparous parity (37.6%), distance pregnancy ≥2 years are 103 people (59.5%), there is no history of abortion as many as 143 people (82.7%), height >145 cm are 157 people (90.8%), and LILA >23,5 cm are 145 people (83.8%). Conclusion: Pregnant women with high risk based on age <20 years and> 35 years are 40 people (23.2%), with a history of abortion as many as 30 people (17.3%), LILA <23,5 cm as many as 28 people (16.2%), height ≤145 cm as many as 16 people (9.2%), parity grand multipara as many as 13 people (7.5%), elementary education as many as 8 people (4.6%), and pregnancy spacing <2 years as many as 4 people (2.3%).
Faktor yang mempengaruhi Kesehatan Mental Ibu Hamil dan Menyusui: Factors Affecting Mental Health in Pregnant and Breastfeeding Women Lutfi Adisti; Wulandari, Aulia; Mutika, Winnie Tunggal; Rochmawati
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.311

Abstract

Penyakit mental yang dialami perempuan selama kehamilan dan periode setelah melahirkan terjadi pada kisaran 10-20% di seluruh dunia. Kesehatan mental ibu yang sedang hamil dan menyusui dapat menimbulkan masalah seperti kecemasan, stres, kesulitan tidur, baby blues, dan depresi jika tidak ditangani dengan baik. Perempuan hamil yang mengalami masalah kesehatan mental dapat berdampak pada kondisi janin serta meningkatkan risiko tertentu, seperti perkembangan yang terhambat, kelahiran prematur, dan berat badan lahir yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kesehatan mental pada ibu hamil, dan menyusui. Menggunakan literature review dengan empat database, yaitu Elsevier, Pubmed, Google Scholar, dan Garuda menggunakan kata kunci “kesehatan mental”, “depresi”, “ibu hamil”, “ibu menyusui”, “faktor terkait”. Beberapa faktor signifikan ditemukan terkait dengan kesehatan mental pada ibu hamil dan ibu menyusui yaitu usia, paritas, pendidikan, olahraga dan kegiatan fisik, pendapatan, pekerjaan dan tingkat kecemasan. Intervensi terstruktur yang melibatkan keluarga dapat menjadi upaya pencegahan yang efektif untuk mengurangi stres mental pada ibu hamil dan menyusui. Mental illness in women during pregnancy and the postpartum period occurs in the range of 10-20% worldwide. The mental health of pregnant and breastfeeding mothers can lead to problems such as anxiety, stress, sleep difficulties, baby blues, and depression if not treated properly. Pregnant women who experience mental health problems can impact the condition of the fetus and increase certain risks, such as stunted development, premature birth, and low birth weight. This study aims to identify risk factors that affect mental health in pregnant, and breastfeeding mothers. Using Literature review with four databases, namely Elsivier, Pubmed, Scholar, Garuda using the keywords “mental health”, “depression”, “pregnant women”, “breastfeeding mothers”, “associated factors”. Several significant factors were found to be associated with mental health in pregnant and breastfeeding mothers: age, parity, education, exercise and physical activity, income, occupation and anxiety level. Structured interventions involving the family can be an effective preventive measure to reduce mental stress in preparation and delivery. Improve readiness of pregnant women.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Terjadinya Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi: Factors Influencing the Occurrence of Chronic Energy Deficiency in High-Risk Pregnant Women Adesty, Riana Eka Wira; Anggadita, Tania; Damayanti, Rini; Mutika, Winnie Tunggal
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.315

Abstract

Wanita hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) berada dalam kondisi rentan menghadapi berbagai komplikasi serius, termasuk risiko kematian maternal secara mendadak selama masa perinatal serta meningkatnya kemungkinan bayi lahir yang mempunyai berat badan di bawah batas normal. Penelitian ini dilakukan untuk mengenali dan mengevaluasi elemen-elemen yang berhubungan dengan terjadinya KEK.melalui telaah pustaka terhadap sejumlah studi sebelumnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan mengkaji enam jurnal ilmiah yang relevan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa variabel seperti tingkat pendidikan, jumlah anak yang dilahirkan (paritas), jarak kehamilan, pengetahuan gizi, penghasilan keluarga, pola konsumsi, serta indeks massa tubuh (IMT) sebelum kehamilan merupakan faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya KEK. Oleh karena itu, perhatian serius terhadap faktor-faktor tersebut sangat penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu secara menyeluruh. Pregnant women experiencing Chronic Energy Deficiency (CED) are in a vulnerable condition and face a higher risk of serious complications, including the potential for sudden maternal death during the perinatal period and an increased likelihood of delivering babies with low birth weight. This study aims to identify and analyze the factors associated with the occurrence of CED by reviewing various previous studies. The method used is a literature review by analyzing six relevant scientific journals. The findings reveal that variables such as educational level, number of children (parity), pregnancy spacing, nutritional knowledge, household income, dietary patterns, and pre-pregnancy Body Mass Index (BMI) are contributing factors to CED. Therefore, serious attention to these variables is essential to improve overall maternal health status.
Faktor Risiko Keluarga sebagai Prediktor Perilaku Merokok di Kalangan Pelajar: Sebuah Tinjauan Empiris di Indonesia: Family Risk Factor as Predictor of Smoking Behavior Among Students: an Empirical Study in Indonesia Lisa, Mona; Mutika, Winnie Tunggal; Muharramah, Disa Hijratul; Sulistyorini, Dwi
Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/phj.v16i1.323

Abstract

Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 prevalensi merokok pada penduduk berusia ≥10 tahun mencapai angka 27.05%. Peningkatan yang signifikan terjadi pada kelompok usia remaja, terutama pada laki-laki yang berusia 15–19 tahun, yang mencapai angka 56,5%. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan faktor-faktor keluarga terhadap perilaku merokok pelajar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Cross-sectional. Survei meliputi kota kabupaten yang tersebar 34 provinsi dengan jumlah sampel 33,135 responden pelajar. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistic ganda. Hasil Penelitian: Analisis menunjukkan 22,3% pelajar yang merokok dalam 30 hari terakhir. Setelah di adjust dengan kovariat diperoleh faktor keluarga yang berhubungan dengan perilaku merokok pada pelajar yaitu Pendidikan orang tua (AOR=1,14, 95% CI 1,05–1,19), status pekerjaan orang tua (AOR=1,14, 95% CI 1,03–1,26), Status pernikahan orang tua (AOR=1,2, 95% CI 1,08–1,31), perilaku berisiko keluarga (AOR=1,67, 95% CI 1,58–1,80), jarang ada kehangatan keluarga (AOR=1,18, 95% CI 1,20–1,26), tidak pernah merasakan kehangatan keluarga (AOR=1,41, 95% CI 1,29–1,54) dan kekerasan fisik dalam keluarga (AOR=1,43, 95% CI 1,29–1,59). Nilai R square=0.026 dimana model ini menjelaskan 2.6 % untuk mempredikasi perilaku merokok pada pelajar. Kesimpulan: Perilaku berisiko dalam keluarga memiliki kontribusi paling besar terhadap perilaku merokok pada pelajar. Perlu dilakukan intervensi berbasis keluarga yang fokus pada peningkatan kehangatan relasi keluarga, edukasi orang tua, serta pencegahan kekerasan dan perilaku berisiko dilingkungan rumah. According to the 2023 Indonesia Health Survey (IHS), the prevalence of active smokers aged ≥10 years reached 27,05%, with a significant increase among adolescents, particularly males aged 15–19 years, reaching 56.5%. This study aims to examine the association between family-related factors and smoking behaviour among students in Indonesia. This research employed an analytical Cross-sectional design using secondary data. The survey covered districts and cities across 34 provinces in Indonesia, with a total sample of 33,135 student respondents. Data were analysed using univariate analysis with frequency distribution, bivariate analysis using the Chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The analysis showed that 22.3% of students had smoked in the past 30 days. After adjusting for covariates, several family-related factors were significantly associated with smoking behaviour, including parental education level (AOR=1.14; 95% CI: 1.05–1.19), parental employment status (AOR=1.14; 95% CI: 1.03–1.26), parental marital status (AOR=1.20; 95% CI: 1.08–1.31), risky behaviours within the family (AOR=1.67; 95% CI: 1.58–1.80), lack of family warmth (AOR=1.18; 95% CI: 1.20–1.26), absence of family warmth (AOR: 1.41; 95% CI: 1.29–1.54), and experience of physical violence within the family (AOR: 1.43; 95% CI: 1.29–1.59). The R-square value 0f 0.026indicate that the model explain 2,6% of variance in predicting smoking behaviour among student. Risky behaviours within the family contributed the most to student smoking behaviour. Family-based interventions are necessary, focusing on strengthening familial warmth, improving parental education, and preventing violence and risky behaviors within the household environment.
Pelayanan Pada Anak Remaja Tentang Pencegahan Perundungan Mutika, Winnie Tunggal; Damayanti, Rini; Astuti, Dwi Puji
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20729

Abstract

Perundungan (bullying) adalah permasalahan serius dan berdampak negatif pada kesehatan mental, emosional, dan sosial anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan kepada siswa sekolah dasar di Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Umat Al-Fath, Cibinong. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan tatap muka yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan bentuk perundungan, dampaknya, serta strategi pencegahan dan penanganannya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya membangun lingkungan yang aman dan inklusif. Kegiatan berupaya dalam mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan iklim pendidikan yang sehat dan bebas perundungan.Kata Kunci: perundungan, remaja, pendidikan kesehatan, pencegahan, pengabdian masyarakat