Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH ANEMIA TERHADAP KEJADIAN PERDARAHAN PASCA PERSALINAN PADA IBU BERSALIN Mutika, Winnie Tunggal; Mona Lisa; Indah Trisna Sari; Ambariani
HEARTY Vol 11 No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v11i2.8687

Abstract

Penyebab kematian ibu didominasi oleh 33,19% perdarahan, 32,16% hipertensi dalam kehamilan, 9,80% gangguan sistem peredaran darah (jantung), 3,36% infeksi, 1,75% gangguan metabolik, dan 19,74% penyebab lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pasca persalinan adalah umur ibu, partus lama, jarak persalinan, riwayat perdarahan pasca persalinan, dan anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh anemia terhadap perdarahan pasca persalinan yang sudah dikontrol oleh beberapa variabel. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah ibu bersalin sedangkan untuk objek penelitian adalah perdarahan pasca persalinan. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dan dilaksanakan di PMB J pada Juli 2021. Analisis yang digunakan adalah regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Hemoglobin (Hb) saat kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pasca persalinan (OR 2,95; 95% CI 1,73–5,04). Riwayat perdarahan sebelumnya pada persalinan sebelumnya dapat juga meningkatkan risiko terjadinya risiko perdarahan pasca persalinan (OR=5,18;95% CI 1,50–17,9). Riwayat abortus pada ibu bersalin juga dapat meningkatkan terjadinya perdarahan (OR 2,61; 95% CI 1,09–6,21). Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa anemia memberikan pengaruh terhadap kejadian perdarahan pasca persalinan setelah dikontrol dengan variabel anemia, riwayat persalinan sebelumnya, dan riwayat abortus.
KARAKTERISTIK FAKTOR RISIKO PENYEBAB TERJADINYA STUNTING ANAK USIA 0-59 BULAN DI PUSKESMAS KEBON MELATI Lubis, Salwa Salsabila Putri Winslow; Mutika, Winnie Tunggal; Doria, Magda; Lisa, Mona
Jurnal Bidan Srikandi Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2025.v3i2.14459

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak adekuat, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial. Berdasarkan data tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,5%, angka yang tergolong tinggi. Penurunan angka stunting menjadi salah satu target utama Sustainable Development Goals (SDGs), dengan sasaran penurunan sebesar 40% pada tahun 2025. Berbagai faktor risiko, seperti tidak optimalnya pemberian ASI eksklusif, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kondisi sanitasi yang kurang baik, penyakit infeksius, serta pola asuh yang tidak tepat, diyakini berkontribusi terhadap terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan stunting pada anak usia 0–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kebon Melati tahun 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan karakteristik sanitasi, status pemberian ASI eksklusif, berat badan lahir, riwayat penyakit infeksius, pendapatan keluarga, serta keberadaan perokok dalam keluarga pada balita stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak stunting tinggal di lingkungan dengan sanitasi layak (64,4%), memperoleh ASI eksklusif (71,1%), memiliki berat badan lahir normal (66,7%), tidak memiliki riwayat penyakit infeksius (77,8%), berasal dari keluarga berpenghasilan di bawah UMR (73,3%), dan tinggal dengan anggota keluarga yang merokok (66,7%). Meskipun faktor-faktor ini sering disebut sebagai determinan stunting dalam berbagai penelitian sebelumnya, pola yang ditemukan di wilayah ini menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Karakteristik sanitasi, pemberian ASI, berat badan lahir, riwayat infeksi, pendapatan, serta status merokok dalam keluarga tampak memiliki pola khas pada anak stunting di wilayah ini. Namun demikian, faktor dominan penyebab stunting di daerah tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan. Upaya edukasi dan intervensi yang lebih menyeluruh sangat dibutuhkan untuk menekan prevalensi stunting di masa mendatang.
FACTORS AFFECTING MENTAL HEALTH IN PREGNANT AND BREASTFEEDING WOMEN Adisti, Lutfi; Wulandari, Aulia; Tunggal Mutika, Winnie
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Mental health in pregnant and breastfeeding women causes anxiety, stress, insomnia, baby blues, and depression if not handled properly. Pregnant women who have mental disorders can increase the risk to the fetus in the form of poor fetal development, premature birth, and LBW. Objective : To identify risk factors that affect mental health in pregnant and breastfeeding women. Research Methods/ Implementation Methods : A literature review using four databases, namely Elsevier, Pubmed, Google Scholar, and Garuda using the keywords “mental health”, “depression”, “pregnant women”, “breastfeeding mothers”, and “related factors”. Results : Twenty journals have eleven significant journals with age, six significant journals with education, eight significant journals with social support, eight significant journals with parity, two significant journals with knowledge, six significant journals with exercise and physical activity, four significant journals with income, six significant journals with employment, four significant journals with anxiety, towards mental health in pregnant and breastfeeding mothers. Conclusion/Lesson Learned : Age, parity, education, knowledge, income, physical activity, type of labor, and social support are important in maintaining the mental health of pregnant and lactating women. Structured interventions that involve the family can be an effective preventive effort to reduce mental stress and improve maternal readiness for pregnancy and childbirth.
Vulnerable Workers: Profile of Drug Abusers Lisa, Mona; Tunggal Mutika, Winnie; Rismiawati, Riris; Sulistyorini, Dwi
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Introduction The use of illicit drugs is a global epidemic, with prevalence varying depending on the type of drug and the location of use (Degenhardt and Wall, 2012). Social factors at the individual, family, and community levels are associated with the initiation and use of illicit drugs. The use of illicit drugs that is prevalent among young adult males with sufficient economic status can negatively impact the productivity of future generations (Blumstein, 1995). Objective : Objective The objective is to identify the characteristics of respondents who were illicit drug users in Indonesia in 2017. The characteristics examined include gender, education level, marital status, closeness to family, risk environment, access to drugs, and workplace location. Research Methods/ Implementation Methods : Method This research design uses a cross-sectional study. Data were obtained from a national survey conducted by the National Narcotics Board (BNN) and Center for Health Research, University of Indonesia, in 2017. This survey was conducted on groups of workers in various cities and districts throughout the provinces in Indonesia, with a sample size of 34,397 respondents. Data collection used a structured questionnaire filled out by the respondents themselves. The analysis used is a descriptive Results : Result The results of the study showed the characteristics of drugs. where men were 77.8%, medium education was 60.5%, married were 51.5%, closeness to family was 84.5%, non-risk environment was 64.6%, difficult access to drugs was 78.0%, and urban areas were 57.9%. Conclusion/Lesson Learned : The results of this study indicate that despite family support and limited access to drugs, drug abuse continues to occur, especially in certain population groups. These findings highlight the importance of a more holistic prevention approach, which takes into account social and environmental factors to reduce future drug abuse.
Factors Influencing the Occurrence of Chronic Energy Deficiency in High-Risk Pregnant Women Eka Wira Adesty, Riana; Anggadita, Tania; Damayanti, Rini; Tunggal Mutika, Winnie
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Pregnant women suffering from CED are at risk of sudden maternal death in the perinatal period or at risk of giving birth to a low birth weight (LBW) baby (Pamangin, 2024) Objective : To find out the factors that influence the occurrence of chronic energy deficiency in pregnant women Research Methods/ Implementation Methods : A literature review using two databases namely Google Scholar and Garuda with keywords "pregnant women", "chronic energy deficiency", "high risk", and "influencing factors". Results : Twenty-five journals, fifteen were significant with knowledge, three journals were significant with hb history, four journals were substantial with age, three journals were significant with parity, two journals were significant with pregnancy spacing, one journal was significant with diet, one journal was significant with body mass index (BMI), two journals were significant with education in high-risk pregnant women, especially with Chronic Energy Deficiency (CED). Conclusion/Lesson Learned : Knowledge, blood pressure history, age, parity, parity spacing, diet, BMI, and education play an important role in maintaining the health of high-risk pregnant women, especially those with chronic energy deficiency (CED). Structured interventions that include education, antenatal care, and supplemental feeding may be an effective preventive measure to prevent high-risk pregnancies in pregnant women, especially pregnant women with Chronic Energy Deficiency (CED).
KARAKTERISTIK AKSEPTOR ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI KLINIK CITRA LESTRAI, KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT TAHUN 2023 Damayanti, Rini; Pujiati, Pujiati; Ambariani, Ambariani; Jayanti, Kasyafiya; Mutika, Winnie Tunggal
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2160

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah untuk mengatur laju pertambahan penduduk di Indonesia dengan menggunakan metode kontrasepsi. Kontrasepsi dibagi menjadi dua jenis, yaitu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP). Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi yaitu usia ibu, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, pengetahuan, sikap ibu, dukungan suami, dan pelayanan KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Klinik Citra Lestari, Jawa Barat tahun 2021-2022. Variabel dalam penelitian ini yaitu, umur, Pendidikan, paritas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif. Populasinya adalah semua Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Klinik Citra Lestrai, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Tahun 2021-2022 berjumlah 96 akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Klinik Citra Lestrai, Kabupaten Bogor Jawa Barat, tahun 2021-2022, yang diambil dengan teknik total sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari rekam medik. Hasil penelitian menunjukan karakteristik akseptor alat kontrasepsi dalam Rahim berdasarkan variable Usia diperoleh 67.4% berada pada usia 20-35 tahun, Pendidikan paling tinggi adalah perguruan tinggi sebanyak 54.1%, dan paritas paling ditinngi didapatkan pada kategori >2 sebesar 72.5%. Kesimpulam dalam penelitian karakteristik akseptor alat kontrasepsi dalam Rahim di Klinik Citra Lestrai, Kabupaten Bogor Jawa Barat, tahun 2021-2022 berusia 20-35 tahun, berpendidikan tinggi, dan paritas >2.
Hubungan Lama Membaca Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dengan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Kehamilan: Correlation Reading Duration of MCH (Mother and Child Health) Handbook with Knowledge and Attitudes of Pregnant Women Towards Pregnancies Amalia, Riza; Rahardjo Putri, Noviyati; Tunggal Mutika, Winie; Laela Megasari, Anis
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2485

Abstract

The maternal mortality rate in Indonesia is still far from the MDGs target. The government's policy to overcome this problem is by providing MCH books since pregnancy. Unfortunately, there are still many pregnant women who do not read the MCH handbook and still consider the MCH handbook only as documentation of pregnancy records. The purpose of this study was to see the relationship between the duration of reading time and the knowledge and attitudes of pregnant women during pregnancy. The research method used a survey method with a cross sectional approach. This research was conducted from June to July 2022 with a total sample of 268 pregnant women on Java Island who were taken using a random method. The research instrument used a questionnaire in the form of a Google form. Data analysis used univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis used the chi-square test with a 95% confidence level. The statistical test results obtained a p value of 0.037 or less than 0.05 and an OR value of 1.6. These results indicate that there is a relationship between the duration of reading the MCH handbook and the respondent's knowledge of the MCH handbook. The results of another statistical test obtained a p value of 0.003 and an OR value of 2.4. This result shows that there is a relationship between knowledge of the MCH handbook and the attitude of the respondents. Based on this, pregnant women must have a duration of time to read MCH in order to have sufficient knowledge and a healthy attitude according to the information contained in the MCH handbook.   Abstrak Angka kematian ibu di Indonesia masih jauh dari target MDGs. Kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan pemberian buku KIA sejak hamil.  Sayangnya masih banyak ibu hamil yang tidak membaca buku KIA dan masih menganggap buku KIA hanya sebagai dokumentasi catatan kehamilan saja. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan durasi waktu membaca dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil selama kehamilan. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni – Juli 2022 dengan populasi semua ibu hamil di Pulau Jawa, total sampel 268 ibu hamil yang diambil menggunakan metode acak. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chisquare dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,037 dan nilai OR 1,6. Hasil tersebut menunjukkan ada hubungan antara durasi baca buku KIA dengan pengetahuan responden tentang buku KIA.hasil uji statistik lain didapatkan p value 0,003 dan nilai OR 2,4. Hasil ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang buku KIA dengan sikap responden. Berdasarkan hal tersebut maka ibu hamil harus memiliki durasi waktu membaca KIA setidaknya 29 menit/ pekan agar memiliki pengetahuan cukup dan sikap sehat sesuai dengan informasi yang ada dalam buku KIA.
Usia Ibu dan Paritas berhubungan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Noveldya, Rexsy Richa; Lesnussa, Florence Nain Tingel; Mutika, Winnie Tunggal
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v7i2.13447

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan negara lain. Infeksi merupakan salah satu faktor ketuban pecah dini dan salah satu penyebab AKI. Jika Ketuban Pecah Dini (KPD) tidak ditangani dengan tepat, baik ibu maupun bayi yang belum lahir dapat berisiko lebih tinggi mengalami morbiditas dan kematian akibat infeksi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan variabel risiko yang berkaitan dengan potensi KPD. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ciawi dengan menggunakan uji chi-square. Pasien hamil di Puskesmas Ciawi periode Januari hingga Desember 2024 menjadi kelompok penelitian. Strategi pengambilan sampel lengkap digunakan untuk memilih 344 wanita untuk penelitian ini. Sumber informasi data sekunder yang digunakan. Studi ini menemukan hubungan yang signifikan antara paritas dan usia kehamilan dengan ketuban pecah dini (p<0.001), sedangkan usia ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa OR kejadian KPD dan paritas mencapai 4.120, serta antara KPD dan usia kehamilan sebesar 0.766. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan pemantauan terhadap ibu hamil dengan paritas tinggi dan usia kehamilan cukup bulan, serta melakukan edukasi tentang tanda bahaya kehamilan untuk mencegah terjadinya KPD dan komplikasi yang menyertainya.
Determinan Kehamilan Remaja: Analisis Pengetahuan, Peran Orang Tua, dan Pengaruh Teman Sebaya di Puskesmas Ciseeng Rochmawati Rochmawati; Winnie Tunggal Mutika; Sri Hayuningsih; Ina Sugiharti
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebida
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i4.1917

Abstract

Indonesia's adolescent pregnancy prevalence necessitates comprehensive determinant identification for evidence-based preventive strategy formulation. This research analyzes correlations between reproductive health knowledge, parental role functioning, and peer influence on teenage pregnancy among female adolescents in Ciseeng Health Center, Bogor Regency, West Java Province. Cross-sectional design employed among 65 adolescents aged 15-19 years during October 2024-January 2025 using stratified random sampling. Data collection utilized validated questionnaires based on WHO Adolescent Sexual and Reproductive Health Indicators, Parental Monitoring and Support Scale, and Peer Pressure Inventory with Cronbach Alpha (α=0.84; 0.81; 0.79). Demographic characteristics showed 60% aged 17-19 years, 40% aged 15-16 years, with 55.4% experienced pregnancy validated through medical records. Univariate analysis identified knowledge deficiency (64.6%), parental dysfunction (63.1%), and high peer influence (66.2%). Chi-Square analysis confirmed associations of low knowledge (p=0.001; OR=3.5; 95% CI=1.8-6.7), inadequate parental roles (p=0.002; OR=3.2; 95% CI=1.6-6.1), and dominant peer influence (p=0.001; OR=3.8; 95% CI=1.9-7.2) with adolescent pregnancy. Multivariate logistic regression identified peer influence as strongest predictor (AOR=3.80; 95% CI=1.67-8.65).
Prediabetes and Diabetes Alert : Check Your Blood Glucose Tunggal Mutika, Winnie; Lisa, Mona
Panakeia Journal of Epidemiology Vol. 2 No. 2 (2025): Panakeia Journal of Epidemiology
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/q0cr8302

Abstract

The risk factors for prediabetes and type 2 diabetes mellitus (T2DM) are known and simple to assess. A strong chain of evidence exists for the benefıts of early identifıcation of and intervention on prediabetes and diabetes. This study aimed to determine the characteristics of patients with prediabetes and T2DM in public health center, Depok, West Java. The study’s characteristics were age, sex, impaired fasting glucose (IFG), and impaired glucose tolerance (IGT). The study design uses descriptive studies. The study population was all people with diabetes mellitus is one in the public health center, Depok, West Java. This study sample was people who checking blood glucose in January 2020 to April 2021 in the public health centers, 238 patients. The sampling technique is by using non-random sampling. The results showed that people aged over 55 years 55.5%, female sex 67.2%, based on IFG 42.8% with type 2 diabetes mellitus and 32.4% with prediabetes, based on IGT 27.3% with T2DM and 11.8% with prediabetes. The study population’s conclusions were all people with prediabetes and diabetes mellitus in the public health center, Depok, West Java, aged over 55 years, female sex, IFG, and IGT.