Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli: Penelitian Saprina; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5471

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga memerlukan intervensi tambahan selain terapi farmakologis. Relaksasi otot progresif sebagai terapi nonfarmakologis dapat membantu menurunkan kadar gula darah melalui penurunan stres dan peningkatan respons relaksasi tubuh. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre–post test. Populasi berjumlah 103 responden dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan kadar gula darah drastis ≥40 mg/dl sebanyak 27 responden (52,9%), sedangkan sebagian kecil tidak mengalami penurunan <15 mg/dl sebanyak 2 responden (3,9%). Uji Paired T-Test menunjukkan nilai signifikan (p < 0,01), yang menandakan adanya pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah. Relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Teknik ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai pendukung pengendalian gula darah.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN BEBAN KERJA DENGAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG INTENSIVE RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH : ASSOCIATION BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND WORKLOAD WITH THE COMPLETENESS OF NURSING CARE DOCUMENTATION IN THE INTENSIVE CARE UNIT OF MADANI REGIONAL HOSPITAL, CENTRAL SULAWESI PROVINCE Ni Wayan Keristiana; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.859

Abstract

Pendahuluan. Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam menjamin mutu pelayanan, kesinambungan perawatan, serta akuntabilitas profesional. Namun, ketidaklengkapan dokumentasi masih sering ditemukan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pengetahuan dan beban kerja perawat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan beban kerja dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang intensive RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah Metode. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 35 perawat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pengetahuan dan beban kerja diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kelengkapan dokumentasi dinilai melalui audit rekam medis berdasarkan instrumen Depkes RI (2005). Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (51,4%) dan mengalami beban kerja tinggi (57,1%), sementara kelengkapan dokumentasi menunjukkan bahwa sebagian perawat masih belum mendokumentasikan asuhan secara lengkap. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kelengkapan dokumentasi (p = 0,005), serta hubungan signifikan antara beban kerja dan kelengkapan dokumentasi (p = 0,021). Kesimpulan. Tingkat pengetahuan dan beban kerja berhubungan secara signifikan dengan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Peningkatan edukasi, pelatihan, serta manajemen beban kerja diperlukan untuk meningkatkan mutu dokumentasi keperawatan.
Hubungan Supervisi Kepala Ruangan dengan Pelaksanaan Discharge Planning oleh Perawat Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Penelitian Ni Kadek Diani Dwiyanti; I Made Rio Dwijayanto; Abdul Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5474

Abstract

Discharge planning merupakan komponen penting dalam pelayanan keperawatan untuk memastikan keberlanjutan perawatan pasien setelah keluar dari rumah sakit. Namun, pelaksanaannya belum optimal, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara supervisi kepala ruangan dan pelaksanaan discharge planning oleh perawat rawat inap di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah perawat rawat inap di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel 76 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara supervisi kepala ruangan dengan pelaksanaan discharge planning oleh perawat rawat inap (p value = 0,000; p < 0,05). Supervisi kepala ruangan memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaksanaan discharge planning. Supervisi yang baik berperan dalam meningkatkan kualitas discharge planning oleh perawat rawat inap.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat yang Tinggal di Kawasan Tambang Galian C Terhadap Kejadian Penyakit Ispa di Puskesmas Anuntodea Tipo : Penelitian Nuryasni; Sabir; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5494

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi persoalan kesehatan dengan angka kejadian tinggi di wilayah tambang galian C akibat paparan debu. Selain faktor lingkungan, pengetahuan dan sikap masyarakat turut memengaruhi upaya pencegahan serta risiko terjadinya ISPA. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat yang bermukim di sekitar tambang galian C dengan kejadian ISPA di Puskesmas Anuntodea Tipo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 73 orang yang tinggal di kawasan tambang galian C, dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan, sikap, dan riwayat ISPA, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ISPA tergolong tinggi, yakni 47 responden (64,4%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dan kejadian ISPA (p = 0,000), dengan angka ISPA lebih banyak pada responden berpengetahuan rendah (86,5%). Hubungan signifikan juga ditemukan antara sikap dan kejadian ISPA (p = 0,000), di mana sikap kurang baik berkaitan dengan angka ISPA yang lebih tinggi (87,2%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat yang tinggal di kawasan tambang galian C terhadap kejadian penyakit ISPA di puskesmas anuntodea tipo.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus dengan Kadar Hba1c pada Peserta Prolanis Diabetes Melitus di Puskesmas Lere: Penelitian Pieterson; I Made Rio Dwijayanto; Bayu Eka Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5572

Abstract

Diabetes Melitus (DM) memerlukan pengelolaan jangka panjang. Kontrol glikemik melalui HbA1c penting untuk mencegah komplikasi, dan pengetahuan pasien berperan dalam manajemen diri. Hubungan pengetahuan dengan HbA1c pada peserta Prolanis masih perlu dikaji. Penelitian cross-sectional analitik observasional pada 36 peserta Prolanis DM di Puskesmas Lere. Data pengetahuan diperoleh melalui kuesioner dan HbA1c melalui pemeriksaan darah. Analisis menggunakan uji Spearman Rank. Sebagian besar responden berpengetahuan cukup (42,2%) dan memiliki HbA1c tidak terkendali (66,7%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan HbA1c (p = 0,024; ρ = 0,377). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan DM dan kadar HbA1c. Disarankan peningkatan kualitas dan frekuensi edukasi Prolanis, terutama bagi peserta berpengetahuan rendah, untuk memperbaiki kontrol metabolik.
Hubungan Self- Efficacy dan Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa RSUD UNDATA Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Gilva Aprilya Ananda Putri; I Made Rio Dwijayanto; Sintong Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5622

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yang memerlukan perawatan jangka panjang dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara fisik, psikologis, maupun sosial. Berbagai faktor memengaruhi kualitas hidup pasien, termasuk tingkat self-efficacy dan dukungan dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di unit hemodialisis RSUD Undata, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani perawatan di unit hemodialisis RSUD Undata, Provinsi Sulawesi Tengah, pada periode Februari hingga April 2025. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 40 orang dengan menggunakan rumus Slovin, dan teknik non-probability sampling diterapkan untuk seleksi peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden, mayoritas memiliki self-efficacy tinggi sebanyak 30 orang (75%), sedangkan 25 responden menerima dukungan keluarga yang baik, dan 23 responden (57,5%) termasuk dalam kategori kualitas hidup tinggi. Terdapat hubungan antara self-efficacy terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di unit hemodialisa RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan nilai p=0,009.