Claim Missing Document
Check
Articles

Prevalensi hiperkolesterolemia pada remaja obes di Kabupaten Minahasa Jempormase, Felomina; Bodhi, Widdhi; Kepel, Billy J.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.10818

Abstract

Abstract: Hypercholesterolemia is a risk factor for coronary heart diseases. Obesity is also a risk factor of hypercholesterolemia. This study aimed to determine the prevalence of hypercholesterolemia in obese adolescents in Tondano. This was a descriptive study with a cross sectional approach. Population was students of SMK Tondano from grade one to grade three aged 13 to 18 years. Samples were obtained by using simple random sampling. Weight, height, and cholesterol level were measured. There were 54 samples of obese students: 43 females (80%) and 11 males (20%). Of the 54 samples, 6 samples had elevated levels of cholesterol: 5 females (84%) and 1 male (16%). Conclusion: Obese females were more likely to have elevated levels of cholesterol compared to obese males.Keywords: adolescents, obesity, cholesterolAbstrak: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor resiko penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Obesitas merupakan salah satu faktor resiko penyebab hiperkolesterolemia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi hiperkolesterolemia pada remaja obes di Kota Tondano. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Populasi ialah siswa SMK Negeri Kota Tondano dari kelas satu sampai kelas tiga yang berumur 13 sampai 18 tahun. Sampel diperoleh dengan teknik simple random sampling. Dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan dan pemeriksaan kadar kolesterol. Didapatkan 54 sampel siswa obes terdiri dari 43 siswi (80%) dan 11 siswa (20%). Dari 54 sampel yang diteliti, 6 sampel yang mengalami peningkatan kadar kolesterol yaitu 5 orang siswi (84%) dan 1 orang siswa (16%). Simpulan: Remaja perempuan yang obes lebih banyak mengalami peningkatan kadar kolesterol dibandingkan dengan remaja laki-laki yang obes.Kata kunci: remaja, obesitas, kolesterol
Isolasi bakteri resisten merkuri pada urin pasien dengan tumpatan amalgam di Puskesmas Tuminting Bahter, Julia V.F.; Kepel, Billy J.; ., Fatimawali
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14265

Abstract

Abstract: Metal is very important for human life, albeit, some of them have toxic effects. Mercury is a heavy metal with a high toxicity level. In the field of dentistry, mercury is used as an ingredient of amalgam. The use of amalgam apparently triggers resistant bacteria due to continuous release of mercury since the usage of condensing amalgam in the tooth. This study was aimed to determine whether there were mercury-resistant bacteria in the urine of patients who had amalgam-filling tooth at Puskesmas Tuminting (primary health care) and to identify the types of mercury-resistant bacteria. This was a descriptive exploratory study using urine samples of patients in dental clinic with amalgam fillings minimal for 6 months. The results obtained 30 isolates of mercury-resistant bacteria with 6 genera of bacteria resistant to mercury, as follows: Klebsiella sp, Bacillus sp, Staphylococcus sp, Hafnia sp, Enterobacter sp, and Eubacteria sp. Conclusion: There were mercury-resistant bacteria in the urine of patients with amalgam-filling teeth in the Dental Clinic of Puskesmas Tuminting.Keywords: amalgam, mercury-resistant bacteria  Abstrak: Logam sangat penting bagi kehidupan manusia. Walaupun demikian beberapa jenis logam memiliki efek toksik, salah satunya ialah merkuri. Merkuri tergolong logam berat dengan tingkat toksisitas yang tinggi. Dalam bidang kedokteran gigi, merkuri digunakan sebagai salah satu bahan campuran amalgam. Penggunaan amalgam ternyata memicu bakteri resisten merkuri dikarenakan pelepasan Hg secara terus menerus sejak dilakukan kondensasi amalgam di dalam mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat bakteri resisten merkuri dalam urin pasien yang menggunakan amalgam di Puskesmas Tuminting dan untuk mengidentifikasi jenis bakteri resisten merkuri yang ditemukan. Jenis penelitian ialah deskriptif eksploratif. Sampel penelitian ialah urin pasien di Poli Gigi dengan tumpatan amalgam minimal 6 bulan. Hasil penelitian menapatkan dari 30 isolat bakteri resisten merkuri terdapat 6 genus bakteri yang resisten terhadap merkuri, yaitu: Klebsiella sp, Bacillus sp, Staphylococcus sp, Hafnia sp, Enterobacter sp, dan Eubacteria sp. Simpulan: Terdapat bakteri resisten merkuri dalam urin pasien dengan tumpatan amalgam merkuri di Poli Gigi Puskesmas Tuminting.Kata kunci: amalgam, bakteri resisten merkuri
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI ALKOHOL DAN KOPI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI DI DESA ONGKAW DUA KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Ruus, Monica; Kepel, Billy J.; Umboh, Jootje M.L
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi atau Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab kematian dini diseluruh dunia sehingga disebut sebagai “silent killer”, karena seringkali penderita Hipertensi tidak merasakan gejala apapun. Diseluruh dunia, Hampir satu miliar orang meninggal setiap tahunnya, dua pertiga dari penderita Hipertensi terdapat di Negara berkembang dan diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,56 miliar orang dewasa yang mengalami hipertensi. Hipertensi dapat membunuh hampir 8 juta orang setiap tahun dan di Asia Tenggara hampir 1,5 juta orang dan atau sepertiga penduduk mengalami Hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi alkohol dan kopi dengan kejadian hipertensi pada Laki-laki di Desa Ongkaw Dua Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Responden berjumlah 90 laki-laki yang berusia diatas 18 tahun. Pengumpulan data yaitu dengan melakukan pengukuran tekanan darah mengg unakan Sphygmomanometer  dan   stetoskop   serta   menggunakan  kuesioner.   Uji   statistik  yang   digunakan  untuk menganalisis hubungan antar variabel menggunakan uji  chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi (p=0,006) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi (p=0,942). Saran bagi puskesmas Ongkaw untuk meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat mengenai faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya hipertensi serta bagi masyarakat yang ada agar melakukan pencegahan terhadap hipertensi dengan membatasi konsumsi minuman yang mengandung alkohol.   Kata Kunci : Alkohol, Kopi, Hipertensi   ABSTRACT Hypertension or High Blood Pressure is one cause of premature death worldwide so called the “silent killer” because often people with hypertension do not feel any symptoms. Worldwide, nearly one billion people die each year, two thirds of people with hypertension are in developing countries and it is estimated by 2025 there will be 1,56 billion adults who have hypertension. Hypertension can kill 8 million people each year, and in South -east Asia nearly 1,5 million people, or one third of the population experiencing hypertension. This study was conducted to determine the relationship between consumption of alcohol and coffee with hypertension in men in the village Ongkaw Two Sinonsayang District of South Minahasa District. This type of research is analytic survey with cross sectional design. Respondent numbered 90 men aged over 18 years. Collecting data by measuring blood pressure using a sphygmomanometer and stethoscope as well as using a questionnaire. Statictical tests were used to analyze the relationship between variables using chi-square test. The results showed an association between alcohol consumption with hypertension (p=0,006) and there was no significant association between coffee consumption and the incidence of hypertension (p=0,942). Ongkaw advice for health centers to improve outreach to the community about the factors that can trigger the occurrence of hypertension and  for  the  people  who  exist  for  prevention of  hypertension by  limiting the  consumption of beverages containing alcohol.   Keywords : Alcohol, Coffee, Hypertension
Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dengan Infestasi Cacing pada Murid Sekolah Dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Kundaian, Friscasari; Umboh, Jootje M. L.; Kepel, Billy J.
KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of helminthiasis on primary school children in Indonesia is still quite high, ie around 60-80%. One of the factors causing the high prevalence of helminthiasis is a condition of inadequate environmental sanitation. The purpose of this study was to know whether there is a relationship between environmental sanitation (latrines condition, floor type of house, availability of clean water and waste disposal facilities) and worm infestation on elementary school students in Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. This study is an observational analytic study with cross sectional design. The study was conducted in May-July 2011. The population in this study was all elementary school students in DesaTeling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa with the sample were the total population. The sample size were 90 students who determined based on the criteria of inclusion and exclusion. Data obtained through laboratory tests, interviews and observation using a questionnaire. Analysis of the relationship between latrines condition, floor type of house, availability of clean water, waste disposal facilities and worm infestation using chi square statistical test with a significant degree (α) 0.05. The results showed that the proportion of worm infestation on elementary school students in Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa was 12.2%, consisting of: 36.4% for Ascaris lumbricoides and Ancylostoma duodenale, 9.0% for Trichirs trichura and 18.2% for Oxyuris vermicularis. There was no significant relationship between latrines condition (p-value = 0.869), floor type of house (p-value = 0.077), availability of clean water (p-value = 0.618), waste disposal facilities (p-value = 0.612) and worm infestation on elementary school students in Desa Teling. Based on this study can be concluded that there was no relationship between environmental sanitation and worm infestation on elementary school students in Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. It is recommended that the pattern of a clean and healthy living can be improved to prevent and control the spread of worms on the elementary school students. ABSTRAKPrevalensi kecacingan pada anak sekolah dasar di Indonesia masih cukup tinggi, yakni sekitar 60-80%. Salah satu faktor penyebab tingginya prevalensi kecacingan tersebut adalah kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara sanitasi lingkungan (kondisi jamban/WC, jenis lantai rumah, ketersediaan air bersih dan sarana pembuangan sampah) dengan infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Desa Teling KecamatanTombariri Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid sekolah dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa dengan sampel adalah total populasi. Jumlah sampel adalah 90 orang murid yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui uji laboratorium, wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner. Analisis hubungan antara kondisi jamban/WC, jenis lantai rumah, ketersediaan air bersih dan sarana pembuangan sampah dengan infestasi cacing menggunakan uji statistik chi square dengan derajat signifikan (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa sebesar 12,2% yang terdiri atas: Ascaris lumbricoides dan Ancylostoma duodenale sebesar 36,4%, Trichirs trichura sebesar 9,0% dan Oxyuris vermicularis sebesar 18,2%. Tidak ada hubungan yang bermakna antara kondisi jamban/WC (p-value=0,869), Jenis lantai rumah (p-value=0,077), ketersediaan air bersih (p-value=0,618) dan sarana pembuangan sampah (p-value=0,612) dengan infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Dpesa Teling tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara sanitasi lingkungan dengan infestasi cacing pada murid sekolah dasar di Desa Teling Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Disarankan agar pola hidup yang bersih dan sehat dapat terus ditingkatkan untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran cacing pada murid sekolah dasar tersebut.
HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDUDUK DI KELURAHAN KOLONGAN KECAMATAN TOMOHON TENGAH KOTA TOMOHON Sumakul, Grivit T.; Sekeon, Sekplin A.S.; Kepel, Billy J.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup merupakan penilaian subjektif individu mengenai posisi kehidupannya saat ini pada beberapa aspek kehidupan yaitu kemampuan berjalan, perawatan diri, kegiatan yang biasa dilakukan, rasa nyeri/tidak nyaman dan rasa cemas/depresi. Penelitian sebelumnya mendapatkan hasil bahwa individu yang sedang hipertensi mempunyai kualitas hidup cenderung lebih rendah dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan desain studi potong lintang yang dilaksanakan pada bulan April-Juni 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk dewasa yang berusia ≥ 17 tahun di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Sampel diambil secara multistage random sampling dengan jumlah 96 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner EQ-5D dan alat pengukur tekanan darah tensimeter. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square untuk menganalisis hubungan antar variabel dengan α = 0,05. Uji statistik yang dilakukan memperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup (p= 0,014). Terdapat hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon.Kata Kunci : Kualitas hidup, hipertensiABSTRACTThe quality of life is individual subjective assessment about the position of the currently life on some aspect of the life that is the ability to walk, self care, the usual activities, pain/uncomfortable and anxiety/depression. Previous research have found that hypertensive individuals tends to have lower quality of life than those without hypertension. This research aimed to determine the relationship between hypertension towards the quality of life of the population in Kolongan Sub-District Tomohon Tengah District, Tomohon. This research used analytical survey method with cross-sectional study, which was conducted in April until June 2017. The population in this research was the adult population aged ≥ 17 years old in Kolongan Sub-District Tomohon Tengah District, Tomohon. Samples were obtained by the multistage random sampling with 96 respondents. Data collection in this research used the EQ-5D questionnaire and blood pressure gauge, tensimeter. The statistical test used was chi square test to analyze the relationship between the variables with α = 0,05. The statistical tests conducted indicated that there was a relationship between hypertension and the quality of life (p = 0,014). There was a relationship between hypertension and the quality of life of the populations in Kolongan Sub-District Tomohon Tengah District, Tomohon.Keywords: Quality of life, hypertention
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN FAKTOR SOSIO-DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN KELAMBU PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN GUNUNG WOKA KOTA BITUNG Wuisan, Teisly Monica; Ratag, Budi; Kepel, Billy J.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Karakteristik Kelurahan Gunung Woka yang terdiri dari hutan menjadikan daerah ini sebagai salah satu wilayah endemis malaria. Peran masyarakat dalam penggunaan kelambu mempengaruhi terjadinya penurunan faktor risiko malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan faktor sosio?demografi dengan kepatuhan menggunakan kelambu dalam pencegahan malaria pada masyarakat di Kelurahan Gunung Woka. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study yang dilaksanakan pada September 2017. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 86 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi Square dan Fisher?s Exact untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dengan dependent dengan nilai signifikansi ?=5%. Hasil uji univariat dari 86 responden menunjukkan usia responden sebagian besar berusia 30 ? 44 tahun (38,4%). Tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah SMA (52,3 %). Sebagian besar responden dengan jenis kelamin perempuan (60,5 %). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan kelambu ( p-value : 0,00<0,05). Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan menggunakan kelambu ( p-valu : 0,230>0,05). Ada hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan menggunakan kelambu ( p-value: 0,00<0,05). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan dengan kepatuhan menggunakan kelambu, serta tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan menggunakan kelambu, diharapkan lembaga kesehatan daerah meningkatkan pelatihan penyuluhan tentang malaria bagi tenaga puskesmas serta melakukan supervisi dan pembinaan ke puskesmas secara rutin sehingga dapat meningkatkan kualitas pelaksaan program pengendalian penyakit menular khususnya malaria.Kata Kunci : malaria, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, kepatuhan menggunakan kelambu.ABSTRACTMalaria remains a public health problem in Indonesia. Charateristic of Kelurahan Gunung Woka that consists of forests make this region one of the area where malaria is endemic. The role of society in the use of mosquito nets influencing the decline in malaria risk factors. This study aims to determine the correlation between knowledge and socio ? demographic with compliance using bed nets in preventing malaria in the community in the Village of Gunung Woka. This study used a cross sectional study design conducted in September 2017. The sample in this study using Simple Random Sampling technique with the number of 86 respondents. Data collacted through interviews using questionnaires and documentation. The statistical test used is Chi Square and Fisher?s Exact to determine the correlation between independent variables and the dependent with significant value ? = 5%. The results of the univariate test of 86 respondents indicated the age of the respondents mostly aged 30-44 years (38,4 %). The level of education is High School most of the respondents (52,3 %). Most respondents with female (60,5 %). Bivariate test results show that there is a correlation between knowledge with compliance using mosquito nets (p-value : 0,00 < 0,005). There is no correlation between education and compliance using a mosquito nets (p-value : 0,230 > 0,005). There is a correlation between job submission using mosquito nets (p-value : 0,00 < 0,005). It was concluded that there is a correlation between knowledge and job mission with compliance using a mosquito net, and there is no correlation between education and compliance using a mosquito net. It is excpected that local health agencies improve education about malaria training for workers health centers as well as supervision and guidance to the area regularly so as to improve the quality of communicable disease control programs, especially malaria.Keywords : Malaria, knowledge,education, jobmission, compliance using mosquito net
Hubungan periodontitis dengan penyakit jantung koroner pada pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Ticoalu, Jolanda P.; Kepel, Billy J.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14222

Abstract

Abstract: Periodontitis is one of the factors causing systemic disease. It is often associated with increasing signs of inflammation and it is also an indicator of the risk factors of coronary heart disease (CHD). Infection of periodontal structures can accelerate the form of atherosclerosis that causes coronary heart disease due to systemic inflammation through the release of endotoxins, proteins, or acute phase reactors. This was a case control analytical study with a cross sectional design conducted at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from August to September 2016. There were 40 respondents (20 CHD patients and 20 non-CHD patients) obtained by using total sampling method. Periodontal disease indexes of the samples were evaluated by using periodontal disease index of Ramfjord 1959. The Chi-square test showed a p value of 0.01. Conclusion: There was a significant relationship between periodontitis and coronary heart disease in patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. Keywords: periodontitis, Coronary Heart Disease (CHD) Abstrak: Periodontitis merupakan salah satu faktor penyebab penyakit sistemik. Pada periodontitis sering didapatkan peningkatan tanda-tanda inflamasi yang juga merupakan salah satu indikator dari faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK). Infeksi struktur periodontal dapat mempercepat pembentukan aterosklerosis yang menjadi penyebab PJK dengan cara menimbulkan inflamasi sistemik melalui pelepasan endotoksin, protein, atau reaktor fase akut. Jenis penelitian ialah analitik menggunakan case control dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan Agustus sampai September 2016. Terdapat 40 responden (20 pasien PJK dan 20 pasien non PJK) diperoleh dengan menggunakan metode total sampling. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran indeks penyakit periodontal menggunakan pengukuran PDI Ramfjord 1959. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan nilai p=0,01 (0,01<0,05) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara periodontitis dengan PJK pada pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara periodontitis dengan penyakit jantung koroner pada pasien di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Kata kunci: periodontitis, penyakit jantung koroner (PJK)
Pengaruh pH dan Suhu terhadap Aktivitas Pereduksi Merkuri Bakteri Resisten Merkuri Tinggi Bacillus cereus yang Diisolasi dari Urin Pasien dengan Amalgam Gigi Kepel, Billy J.; Bodhi, Widdhi; Fatimawali, .
e-GiGi Vol 8, No 1 (2020): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.8.1.2020.28291

Abstract

Abstract: Mercury is a very toxic compound to humans, therefore, a method to overcome its presence in the environment is required. Detoxification of mercury can be done by using mercury resistant bacteria. Mercury-resistant bacteria Bacillus cereus isolate FUA have been obtained from the urine of patients with dental mercury amalgam. This study was aimed to determine the mercury detoxification activity of Bacillus cereus isolate FUA at varying pH medium and incubation temperature. The study was carried out by growing Bacillus cereus isolate FUA on oblique media, then were planted in the growth media of LB broth containing mercury compounds of 10 ppm HgCl2 with varying pHs of 5, 7, and 9 and incubation temperatures of 15, 25 and 35oC. The amount of bacterial growth was analyzed by using spectrophotometer and mercury levels were analyzed by using CV-AAS method. The results showed that the growth and mercury reducing activity of Bacillus cereus isolate FUA were optimum at pH 7 and incubation temperature of 35oC. In conclusion, the growth of Bacillus cereus isolate FUA and its mercury reducing activity were optimum at pH 7 and temperature of 35oC. It is expected that the results of this study can be the basis for further research on the process of mercury detoxificationKeywords: Bacillus cereus, urine, mercury resistance, pH, temperature Abstrak: Merkuri adalah senyawa yang sangat beracun bagi manusia sehingga diperlukan metode untuk mengatasi keberadaannya di lingkungan. Detoksifikasi merkuri dapat dilakukan dengan menggunakan bakteri resisten merkuri. Bakteri yang resisten merkuri Bacillus cereus isolat FUA telah diperoleh dari urin pasien dengan amalgam gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas detoksifikasi merkuri Bacillus cereus isolat FUA pada berbagai variasi pH medium dan suhu inkubasi. Bakteri Bacillus cereus isolat FUA ditumbuhkan pada media miring, kemudian ditanam pada media pertumbuhan bakteri LB broth yang mengandung senyawa merkuri 10 ppm HgCl2 dengan berbagai pH 5, 7 dan 9 dan suhu inkubasi 15, 25 dan 35oC. Jumlah pertumbuhan bakteri dianalisis menggunakan spektrofotometer dan kadar merkuri dianalisis menggunakan metode CV-AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertumbuhan dan aktivitas pereduksi merkuri Bacillus cereus isolat FUA optimum pada lingkungan pertumbuhan dengan pH 7 dan suhu inkubasi 35oC. Simpulan penelitian ini ialah aktivitas pertumbuhan dan pereduksi merkuri Bacillus cereus isolat FUA yang optimum pada pH 7 dan suhu 35oC. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang proses detoksifikasi merkuri.Kata kunci: Bacillus cereus, urin, resistensi merkuri, pH, suhu
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Resisten Merkuri melalui Analisis Gen 16S rRNA pada Urin Pasien dengan Tumpatan Amalgam Karamoy, Eunike M.; Fatimawali, . .; Kepel, Billy J.
e-Biomedik Vol 5, No 2 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v5i2.18513

Abstract

Abstract: Mercury is a hazardous metal used as the main component of amalgam. Amalgam is a source of the chronic exposure of elemental mercury (Hg0) to human body. In the body, mercury is excreted through urine. Chronic exposure to mercury causes bacteria to develop resistance using mer operon. By analyzing the 16S rRNA gene, the bacterial identification is more specific and able to facilitate further studies about mercury-resistant bacteria within the human body. This study was aimed to identify the mercury-resistant bacteria isolated from the urine of patients with dental amalgam. This was an explorative descriptive study by isolation and identification of mercury-resistant bacteria in the urine samples of patients with dental amalgam and studying the evolutionary relationship through 16S rRNA gene. The nucleotide sequence of 16S rRNA gene of bacteria from urine samples of patients with dental amalgam showed 100% resemblances with Bacillus cereus. The phylogenetic tree showed that Bacillus cereus was closely related to Bacillus anthracis, Bacillus sp., and Bacillus thuringiensis. Conclusion: Mercury-resistant bacteria isolated from urine of patients with dental amalgam was Bacillus cereus, which was not the normal flora of human body. Bacillus cereus had close evolutionary relationship with Bacillus anthracis, Bacillus sp., and Bacillus thuringiensis.Keywords: mercury-resistant bacteria, 16S rRNA gene, urine, amalgam. Abstrak: Merkuri adalah logam berbahaya komponen utama pada amalgam. Amalgam merupakan sumber paparan kronis merkuri elemental (Hg0) pada manusia. Di dalam tubuh, merkuri diekskresikan melalui urin. Akibat terpapar merkuri dalam waktu lama, bakteri dalam urin mengembangkan mekanisme resistensi terhadap merkuri melalui operon mer. Melalui analisis gen 16S rRNA, identifikasi bakteri lebih spesifik sehingga mempermudah untuk mempelajari dan meneliti lebih lanjut tentang bakteri resisten merkuri pada tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri resisten merkuri yang diisolasi dari urin pasien dengan tumpatan amalgam. Jenis penelitian ialah deskriptif eksploratif, melalui isolasi dan identifikasi bakteri resisten merkuri dari urin pasien pengguna amalgam serta melihat hubungan kekerabatan bakteri tersebut melalui gen 16S rRNA. Hasil penelitian mendapatkan urutan nukleotida gen 16S rRNA bakteri dari urin pasien pengguna amalgam memiliki kesamaan 100% paling banyak dengan Bacillus cereus. Berdasarkan analisis hubungan kekerabatan, Bacillus cereus berkerabat dekat dengan Bacillus anthracis, Bacillus sp, dan Bacillus thuringiensis. Simpulan: Bakteri resisten merkuri yang diisolasi dari sampel urin pasien pengguna amalgam ialah Bacillus cereus, yang bukan merupakan flora normal tubuh manusia. Bacillus cereus memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan Bacillus anthracis, Bacillus sp, dan Bacillus thuringiensis.Kata kunci: bakteri resisten merkuri, gen 16S rRNA, urin, amalgam
GAMBARAN BAKTERI RESISTENSI HgCl2 DAN FENIL MERKURI YANG DIAMBIL DARI FESES, URIN, DAN KARANG GIGI PADA INDIVIDU YANG TINGGAL DI DAERAH PESISIR PANTAI DI DESA KEMA II Rondonuwu, Glenaldy; Kepel, Billy J.; Bodhi, Widhi
eBiomedik Vol 2, No 3 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.3.2014.6007

Abstract

Abstract: Mercury as one of the dangerous contaminants, are neurotoxins and enter into aquatic ecosystems through atmospheric deposition or derived from industrial waste externalization. Methods: This research using descriptive and exploratory method. After getting the sample (feces, urine, tartar), the study followed by laboratory tests. Result: It was found that bacterias resistant to HgCl2: streptococcus sp, E. coli, and clostridium sp, while the bacterias that resistant to phenyl mercury: bacillus sp and sp aeroccus. Keywords: Bacteria Resistance, HgCl2, Phenyl Mercury, Feces, Urine, Tartar, Coastal Marine. Abstrak: Merkuri sebagai salah satu zat pencemar yang berbahaya, bersifat neurotoksin dan masuk ke dalam ekosistem akuatik melalui deposisi atmosferik, maupun berasal dari eksternalisasi limbah industry. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dan bersifat eksploratif. Kemudian setelah mendapatkan sampel (feses, urin, karang gigi), penelitian dilanjutkan dengan pemeriksaan lab. Hasil: Didapatkan bakteri yang resisten terhadap HgCl2 : streptococcus sp, E.Coli, dan clostridium sp. Sedangkan bakteri yang resisten terhadap fenil merkuri: bacillus sp dan aeroccus sp. Kata kunci: Bakteri Resistensi, HgCL2, Fenil Merkuri, Feses, Urin, Karang Gigi, Daerah Pesisir Pantai.
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje Manampiring Amelia Wulandari Antonius P. Rumengan Aves A. Septuaginta Bahter, Julia V.F. Bato, Donny Christian Bella Lestari, Bella Billy Senduk, Billy Budi Ratag, Budi Budiarso, Fone D.H. Christy N. Mintjelungan Deviwanti Batara, Deviwanti Dina Rombot Dinar A. Wicaksono Fatimawali . Felomina Jempormase, Felomina Fitria Angela Umar Fona Budiarso Friscasari Kundaian Gabriela V.Ch Walewangko Gerungan, Yizreel Y. Glenaldy Rondonuwu Grace Debbie Kandou Grace Korompis Heryudi J. J. Soelama, Heryudi J. J. Hidayat, Muh. I. Jefrianto Wololy Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L Umboh, Jootje M.L Karamoy, Eunike M. Killing, Maykel Krisma Juliana Mazniati Tolombot Krista V. Siagian Mantiri, Desy M. H Monica Ruus, Monica Ningsi Hadji Ali Nova Hellen Kapantow Olii, Nindhy P. S. Anindita Palandi, Oktavia R. Y. Pantow, Natalia M. Polii, Reiner C. Prasetio, Nathanael F. Pratiwi, Ageng Ingrit Randy Lande, Randy Ratu, Belinda D. P. M. Rendeng, Eirene F. Rene C. Kepel, Rene C. Rizky, Irfan Irianto Runtunuwu, Thea Sagemba, Pascal G. Sefty S. Rompas Sekeon, Sekplin A.S. Simak, Valen Simak Siringo-Ringo, Aurian Fricilia Sompie, Intan P.R. Stevy B. Najoan Sumakul, Grivit T. Sutanto, Stella Tampi, Meiny Ledya Tandra, Hendry J.R. Ticoalu, Jolanda P. Valentino Rakasiwi, Valentino Vanessa J. T. Seran, Vanessa J. T. Wahyuni R. Ramadhani, Wahyuni R. Wico Silolonga Widdhi Bodhi Widhi Bodhi Wuisan, Teisly Monica Wulan G. Parengkuan, Wulan G. Wulan Palilingan, Wulan Yoas P. Simangunsong, Yoas P.