Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

TRAINING FOR HEALTH CADRES IN CONTROLLING RISK FACTORS FOR NON-COMMUNICABLE DISEASES AS AN EFFORT TO REALIZE A HEALTHY PRODUCTIVE AGE Ratna Yunita Sari; Riska Rohmawati; Imamatul Faizah; Siti Nur Hasina; Rahmadaniar Aditya Putri
Community Service Journal of Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v5i1.468

Abstract

The significant increase in the incidence of Non-Communicable Diseases and progressive diseases makes the burden increase for the community and the government, as a result, the handling of the disease takes a long time, and the cost of treatment is large, causing individuals to become unproductive or less productive and the highest cause of death. Non-communicable diseases can be prevented by controlling risk factors. This service activity has the aim of increasing the knowledge and skills of health cadres in controlling non-communicable disease risk factors in an effort to realize a healthy productive age. Community service activities are carried out in the area of RW 05, Wonokromo Village, Surabaya City. The method of carrying out activities uses a participatory approach by way of lectures, discussions, brainstorming, and direct demonstrations to increase the knowledge of cadres in non-pharmacological therapy in the prevention of PTM. This activity was held in June-July 2022 and was attended by 15 cadres. The results of the evaluation of the training activities obtained an increase in knowledge and skills as indicated by the pretest results of 60% increasing to 80% posttest results and an increase in good cracks where cadres can check blood pressure, temperature measurement, height measurement, weight measurement, abdominal circumference, check blood sugar, uric acid, and check cholesterol independently and in accordance with standard operating procedures and most of the cadres are able to provide counseling to residents, so that it is hoped that this will reduce the incidence of non-communicable diseases and maintain the health status of residents in their target areas.
Analisis Perilaku Kesehatan Remaja terhadap Faktor yang Mempengaruhinya Rahmadaniar Aditya Putri; Nurul Kamariyah; Firdaus Firdaus; Siti Nur Hasina; Iis Noventi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1573

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan baik fisiologis dan psikologis terjadi sangat cepat di usia remaja. Selama periode ini, remaja memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan menyukai tantangan serta petualangan tanpa mempertimbangkan dan memahami dampak atau resiko khususnya terhadap kesehatannya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Tujuan penelitian adalah menganalisis perilaku-perilaku kesehatan yang meliputi merokok, penggunaan miras, seksual dan reproduksi serta mencari faktor yang mempengaruhinya. Populasi dalam penelitian ini seluruh remaja yang tinggal di lingkungan RW V Tambak Sawah Waru Sidoarjo. Teknik sampling menggunakan simple random sampling sebesar 96 responden. Sumber data diambil melalui pengisian kuesioner oleh responden yang divalidasi terdiri dari bagian-bagian yang mencakup latar belakang pribadi (karakteristik individu dan karakteristik orang tua), aktivitas sosial, pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan (kesehatan reproduksi, merokok, penggunaan alkohol). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat, analisis univariat bertujuan untuk menggambarkan setiap variabel yang diteliti. Uji statistik dengan menggunakan Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku remaja. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang kuat antara perilaku merokok dan perilaku kesehatan reproduksi (nilai p 0,005). Konsumsi miras tidak signifikan terkait dengan perilaku kesehatan reproduksi (nilai p 0,270). ada hubungan yang signifikan antara konsumsi miras dan perilaku merokok di kalangan remaja dengan nilai p 0,001. Penting untuk meningkatkan kesadaran remaja, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan perilaku remaja yang tidak sehat, dan mempertimbangkan semua faktor. Guru, orang tua, teman, sumber informasi, dan media lainnya semuanya dapat berperan penting dalam membantu remaja belajar lebih banyak.
KESTABILAN KADAR GULA DARAH DENGAN MENJAGA KEPATUHAN DIET MELALUI MINDFULNESS EATING BASED ON SPIRITUAL INTERVENTION Riska Rohmawati; Ratna Yunita Sari; Imamatul Faizah; Siti Nur Hasina; Rahmadaniar Aditya Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17648

Abstract

Diet menjadi salah satu komponen dalam self-management DM untuk mencapai glukosa darah yang terkontrol, namun diketahui beberapa hambatan dalam pelaksanaan program diet seperti persepsi makanan sehat dan porsi makan yang tepat. Pengabdian Masyarakat ini diharapkan penderita DM dapat menjaga kepatuhan diet melalui mindfulness eating based on spiritual intervention. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan Kesehatan dan memberikan penyuluhan mindfulness eating based on spiritual intervention, beserta pelatihan mindfulness eating based on spiritual intervention. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 25 penderita DM. Sebelum diberikan pelatihan, dilakukan pre test dan post test mengenai kepatuhan diet. Didapatkan sebagian besar (67%) pnderita DM memilik tingkat keptuhan diet kurang. Sedangkan setelah diberikan pelatihan mindfulness eating based on spiritual intervention hamper seluruhnya (85.6%) penderita DM memiliki tingkat kepatuhan baik. Mindfulness eating based on spiritual intervention efektif dalam menjaga keatuhan diet penderita DM.
PSIKO PARENTING DAN PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM SELF CONTROL : HIPNOTERAPI DALAM UPAYA MENCEGAH KECANDUAN GAME Rahmadaniar Aditya Putri; Nurul Kamariyah; Firdaus Firdaus; Wesiana Heris Santy; Siti Nur Hasina; Hafid Algristian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18704

Abstract

Salah satu program yang paling diminati oleh kalangan remaja saat ini adalah media game online. Seseorang yang terikat pada kebiasaan yang sangat kuat dan tidak bisa lepas untuk bermain game online dapat dikatakan bahwa orang tersebut telah Kecanduan game online, yang ditandai dengan adanya dorongan untuk melakukan secara terus menerus yang disertai penarikan diri, ketidak mampuan mengatur waktu, mempunyai masalah dengan pengaruh interpersonal dan kesehatan. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mendorong terwujudnya kesehatan mental dan pola asuh yang baik dari orang tua kepada anaknya melalui pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mencegah dan mengatasi apabila terjadi kecanduan game.  Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah RW 03 Kelurahan Kebonsari Kota Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan mengggunakan pendekatan partisipatif dengan cara ceramah, diskusi, curah pendapat serta demonstrasi langsung untuk meningkatkan pengetahuan kader, remaja, dan orang tua mengenai upaya preventif untuk mencegah kecanduan game. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2023 dan diikuti oleh 45 peserta. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang ditunjukkan dengan hasil pretest 15,5% meningkat menjadi 91,1% disertai dengan meningkatnya ketrampilan yang baik dimana peserta dapat mempraktekkan dan mengaplikasikan tindakan hipnoterapi sebagai self control dan sebagian besar peserta mampu memberikan penyuluhan terhadap para remaja di lingkungan sekitar dan sekolah, sehingga diharapakan menjadi support system bagi para remaja dalam menjaga status kesehatan di daerah binaanya.  
MENCEGAH DISTRESS DAN PENINGKATAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN ERGONOMIC EXERCISE BERBASIS SPIRITUAL CARE Siti Nur Hasina; M. Shodiq; Rahmadaniar Aditya Putri; Iis Noventi; Dewi Masithah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17681

Abstract

Diabetes Mellitus dan distress merupakan dua hal yang saling mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung. Penatalaksanaan dalam pencegahan kemunduran fungsi dan organ lansia sangat diperlukan sehingga penatalaksanaan Diabetes Mellitus perlu ditingkatkan khususnya dalam manajemen distress dan peningkatan gula darah. Pengabdian kepada masyarakat ini berupa Penyuluhan dan demonstrasi dalam pencegahan distress dan peningkatan kadar glukosa darah dengan Ergonomic Exercise berbasis Spiritual Care. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan dan diikuti oleh 49 peserta dengan Diabetes mellitus. Hasil Pengabdian kepada Masyakat didapatkan pengetahuan penderita Diabetes Mellitus di RT.08 RW.03 Kelurahan Banyu Urip sebelum diberikan penyuluhan dan Sebagian besar 41 (83,7%) memiliki pengetahuan kurang sedangkan setelah diberikan penyuluhan dan demonstrasi Sebagian besar 239 (79,5%) memiliki pengetahuan Baik. Pengabdian kepada Masyarakat dengan Ergonomic Exercise Berbasis Spiritual Care sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan Distress dan Peningkatan kadar gula darah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan penderita Diabetes Mellitus. Hasil dari pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran kader sebagai penggerak pelayanan kesehatan khususnya dalam upaya pencegahan Distress dan peningkatan kadar gula darah.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Emsional Anak Prasekolah Rahmadaniar Aditya Putri; Nurul Kamariyah; Ima Nadatien; Tasya Sal Sabilla; Siti Nur Hasina
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1505

Abstract

Pola asuh orang tua dipengaruhi oleh beberapa faktor yang sering kali menjadi permasalahan emosional pada interaksi orang tua dengan anak. meliputi otoriter, demokratis dan permisif. Perkembangan emosional meliputi perasaan anak seperti senang, sedih, marah, takut, tanggapan mengejutkan, cinta dan benci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain uji analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Besar populasi 76 orang, sampel diambil secara Purposive Sampling dengan besar sampel 64 responden di TK Tunas Jepara Surabaya. Instrumen menggunakan kuesioner (PSDQ) dan (SDQ). Analisa data menggunakan uji Rank Spearman, α = 0,05.  Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (68,8%) orang tua memiliki kecenderungan pola asuh demokratis. Anak usia prasekolah sebagian besar (65,6%) memiliki perkembangan emosional normal. Hasil uji analisis membuktikan bahwa terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional pada anak usia prasekolah (ρ=0.000). Kecenderungan pola asuh demokratis dapat mempengaruhi anak tidak mengalami permasalahan perkembangan emosional. Orang tua perlu menghargai pendapat anak dengan memberikan pemahaman mengenai cara mengemukakan pendapat untuk meminimalisir terjadinya permasalahan perkembangan emosional pada anak. Pada fase usia prasekolah disarankan untuk mendidik sesuai dengan kondisi anak. 
Pemberdayaan Kemaja Melalui Program “Healthy Youth Corner” Putri, Rahmadaniar Aditya; Kamariyah, Nurul; Firdaus, Firdaus; Noventi, Iis; Hasina, Siti Nur; Santy, Wesiana Heris; Algristian, Hafid; Rohmawati, Riska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.17067

Abstract

ABSTRAK Remaja akan menghadapi berbagai masalah yang kompleks terkait dengan perubahan fisik, kecukupan gizi, perkembangan psikososial, emosi dan kecerdasan yang akhirnya menimbulkan konflik dalam dirinya dan akan mempengaruhi kesehatannya. Kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini berupa program “Healthy Youth Corner” yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada remaja, orang tua, serta kader terhadap kesehatan diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan, penyuluhan, dan sosialisasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 42 remaja, orang tua, dan kader. Sebelum dilakukan kegiatan pengabdian, Sebagian besar (64%) responden memiliki pengetahuan danketerampilan kurang dan setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini sebagian besar (69%) memiliki pengetahuan danketerampilan baik. Program Healthy Youth Corner dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terhadap diri. Rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah dengan pendampingan serta peningkatan keterampilan berkelanjutan bagi kesehatan remaja. Kata Kunci: Kesehatan, Pemberdayaan Remaja, Program Healthy Youth Corner  ABSTRACT Adolescents will face various complex problems related to physical changes, nutritional adequacy, psychosocial development, emotions, and intelligence which ultimately give rise to conflicts within themselves and will affect their health. This community service activity is the "Healthy Youth Corner" program which aims to increase the knowledge and skills of teenagers, parents, and cadres regarding personal health. The method used in this community service activity is to provide training, counseling, and outreach. This activity was carried out for one month and was attended by 42 teenagers, parents, and cadres. Before carrying out service activities, the majority (64%) of respondents had poor knowledge and skills and after participating in this service activity the majority (69%)had good knowledge and skills. The Healthy Youth Corner program can increase teenagers' knowledge and skills regarding themselves. The follow-up plan that can be carried out is with assistance and continuous improvement ofskills for adolescent health. Keywords: Health, Youth Empowerment, Healthy Youth Corner Program