Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MESIN PENGGILING BUNGA TELANG KERING UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UKM ALJANNAH’S FARM & KITCHEN Yayuk Hayulina Manurung; Arya Rudi Nasution; Yudha Andriansyah Putra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3715-3722

Abstract

Masih rendahnya produktivitas pekerja dalam penggilingan bunga telang kering menjadi serbuk dikarenakan proses produksi masih menggunakan chopper dengan kapasitas mesin yang terbatas dengan hanya 50 gram/proses dan serbuk bunga telang yang dihasilkan tidak halus merata ditambah lagi mesin chopper cepat panas yang mengakibatkan mitra dalam hal ini UKM Aljannah’s Farm & Kitchen belum dapat memenuhi permintaan pasar. Mitra juga masih sangat membutuhkan ketrampilan dalam pengolahan bunga telang menjadi sejumlah makanan olahan yang memiliki inovasi tinggi sehingga seluruh hasil panen bunga telang dapat terserap dengan maksimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas UKM Aljannah’s Farm & Kitchen dengan menyediakan mesin penggiling bunga telang kering dengan kapasitas besar yaitu menghasilkan 5 kg/ jam dan memberikan pelatihan tentang berbagai olahan produk berbasis bunga telang yang inovatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Asrama Gg. Jayak LK XIV No. 44, Medan dengan peserta kegiatan merupakan pemilik UKM dan karyawan sejumlah 7 orang. Hasil dari program ini adalah menghasilkan mesin penggiling bunga telang kering berkapasitas tinggi (5kg/jam) yang menghasilkan serbuk halus merata dan mesin tidak hanya dapat digunakan untuk menghasilkan serbuk bunga telang saja namun juga serbuk bunga Rosella dan Tin sebagai produk lain dari mitra serta meningkatnya ketrampilan mitra dalam pengolahan makanan dan minuman berbasis bunga telang yang inovatif
Pasif dalam Bahasa Batak Toba Yayuk Hayulina Manurung; Dharmawati Dharmawati; Fatimah Sari Siregar
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 3, No 1 (2022): SEMNAS MULTIDISIPLIN ILMU
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelidikan lebih mendalam terhadap bahasa daerah sangat baik untuk dilanjutkan dan dikembangkan. Karena budaya etnik penutur akan diketahui dan kemungkinan menilai dan mengembangkan budaya masyarakat penutur bahasa tersebut akan lebih cepat. Studi konstruksi pasif dalam tata bahasa adalah subjek yang penting dan menantang untuk dijelajahi. Pasifasi dalam bahasa Batak Toba dapat dikenali dengan penambahan awalan di- dan -ngadi yang secara semantik, pasifasi dengan awalan menunjukkan bahwa tingkat kesengajaan atau kemauan pelaku tinggi dan preposisi 'oleh' belum tentu ada. Sedangkan bentuk pasif lainnya ditandai dengan penambahan awalan tar- sebelum kata kerja yang menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu telah mengalami sesuatu karena alasan tertentu. Kata kunci: bahasa; batak; pasif; toba 
PENGEMBANGAN SENTRA UKM MEDAN DELI MELALUI LEGALITAS USAHA Dewi Andriany; Mutia Arda; Yayuk Hayulina Manurung
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 9 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i9.3472-3478

Abstract

Semakin menukik tajam kemerosotan ekonomi setelah dihantam pandemi Covid-19, menjadian pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) kesulitan dalam memasarkan produknya. Melalui sentra UKM kecamatan, para pelaku usaha diinventaris dan dibuatkan katalog untuk semua jenis usaha. Mayoritas UKM yang merupakan anggota pada Sentra UKM Medan Deli belum memiliki legalitas perizinan berusaha, sehingga menjadi kendala bagi UMKM untuk memperoleh pembiayaan dan mengembangkan usahanya. Pada Program Kemitraan Masyarakat ini, tim membantu Sentra UKM Medan Deli untuk mendaftarkan para pelaku usahanya melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk membuat izin NIB (Nomor Induk Berusaha) dan IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil), serta mengurus izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan Kota Medan. PIRT adalah izin produksi pangan yang mencakup skala industri rumah tangga yang dinilai memenuhi prasyarat serta standar keamanan pangan tertentu. PIRT ini juga berfungsi sebagai izin edar dari suatu produk pangan. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat ini untuk membantu para pelaku usaha mengurus legalitas dan dapat memanfaatkan dengan optimal kegunaan dari legalitas usaha tersebut. Sehingga target luaran kegiatan ini adalah berupa sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, sehingga mitra mengetahui, memahami dan mampu menghasilkan kelengkapan administrasi dalam pengurusan legalitas usaha, kemudian peningkatan produk yang berdampak pada penambahan pengetahuan pada mitra, sehingga mampu secara mandiri mengurus izin usaha lainnya maupun mengurus perpanjangan legalitas usaha kedepannya, serta peningkatan produksi dan pendapatan mitra dari hasil penjualan produk.
Unveiling determinant of student engagement Gustina Siregar; Lila Bismala; Hafsah Hafsah; Susi Handayani; Yayuk Hayulina Manurung; Dewi Andriany; Lailan Safina Hasibuan
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 17, No 2: May 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v17i2.20747

Abstract

The purpose of this study was to examine the moderating role of feedback in the influence between lecturer leadership, lecturer engagement, and student engagement. The study was conducted on students at the Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia where the number of respondents who filled out the questionnaire was 231 respondents. With structural equation modeling, using SemPLS, a moderation test was conducted to prove the research hypothesis that had been designed. The results of the study show that although feedback affects student engagement, feedback does not act as a moderator in the influence between lecturer leadership, lecturer engagement, and student engagement. Meanwhile, lecturer engagement was found not to affect student engagement, but lecturer engagement significantly affected student engagement. In learning, lecturers must pay attention to feedback and lecturer leadership, if lecturers expect high student engagement. This has implications that lecturers have to provide feedback and practice lecturer leadership in the classroom.
Developing the Students’ Critical Thinking in Management Information System Courses through the Inquiry Method Nunung Agus Firmansyah; Lila Bismala; Yayuk Hayulina Manurung; Hafsah Hafsah; Susi Handayani
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v4i2.435

Abstract

One of the essential abilities expected to be created and grown after students take a specific class is the ability to think critically, which becomes an indicator of learning quality. Critical thinking skills are essential in life, which can be used to solve problems and issues, and will make a lifelong learner. This study aims to analyze the significance of the influence of the implementation of the inquiry method in improving students' critical thinking skills in the Management Information Systems course. The research was conducted on 168 students taking the Management Information Systems course in the Management Studies program at Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, but 113 returned questionnaires. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis techniques and simple regression. The results showed a positive and significant effect of implementing the inquiry method on students' critical thinking skills in the management information system course. Meanwhile, the R Square value is 0.642, which means that the influence exerted by the inquiry method in increasing students' critical thinking is 64.2%. This can be used as a recommendation to improve the students' necessary thinking skills.
Pelatihan Penyusunan Bisnis Plan dan Business Model Canvas Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pengelola Koperasi Cagar Jaga Nusantara, Langkat Lila Bismala; Dewi Andriany; Gustina Siregar; Mutia Arda; Yayuk Hayulina Manurung; Wawan Septiawan Damanik; Syaiful Amri Saragih; Muhammad Zulham; Rizky Bayu Andika Siregar; Popy Popy; Rahma Dini Daulay; Andika Wahyu
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2023.4.1.57-63

Abstract

Sumber daya manusia di dalam koperasi perlu memahami dan mampu mengimplementasikan aspek-aspek manajerial, salah satunya adalah Bisnis Plan dan Business Model Canvas. Pelatihan penyusunan Bisnis Plan dan Business Model Canvas yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengelola Koperasi Cagar Jaga Nusantara, di Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Metode yang diimplementasikan dalam pelatihan ini adalah perencanaan kegiatan, pelatihan penyusunan Bisnis Plan dan Business Model Canvas dan evaluasi kegiatan pelatihan. Setelah memperoleh pelatihan, peserta yang merupakan anggota dan pengelola Koperasi Cagar Jaga Nusantara memiliki kemampuan dalam Menyusun dokumen Bisnis Plan dan Business Model Canvas sesuai dnegan kondisi Koperasi. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan mampu meningkatkan kompetensi anggota dan pengelola koperasi
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DESIGN THINKING BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING BAGI GURU SMA SWASTA AL-MAKSUM KECAMATAN PERCUT SEI TUAN DALAM INOVASI PERANCANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN Yayuk Hayulina Manurung
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i3.47612

Abstract

Masih rendahnya kemampuan design thinking guru dalam inovasi perancangan perangkat pembelajaran berbanding lurus dengan situasi pembelajaran yang masih jauh dari tuntutan Kurikulum Merdeka. Hal tersebut dibuktikan dari  beberapa temuan pada kondisi mitra dalam hal ini SMA Swasta AL-Maksum Kecamatan Percut Sei Tuan yaitu pembelajaran masih belum sepenuhnya menempatkan siswa sebagai subjek dalam pembelajaran, pembelajaran masih belum bersifat lebih kontekstual, fleksibel dan adaptif pada tuntutan perkembangan, siswa tidak ditempatkan sebagai individu yang aktif mengkonstruksi pengetahuan dan mencari makna belajar, dan inovasi perangkat pembelajaran masih sebatas penggunaan laptop melalui media Power Point Text (PPT) sebagai model pembelajaran dengan corak Teacher-Centered Learning meskipun sebenarnya guru dapat mengimplementasikan model pembelajaran inovatif lainnya seperti model kontekstual, teknik saintifik, penyampaian materi berbasis masalah, realistik, PAIKEM, Project-Based Learning, Problem-Solving, Discovery Learning, dan Cooperative Learning. Pelatihan dan pengembangan Kemampuan Design Thinking Berbasis Project-Based Learning bagi mitra diharapkan inovasi perangkat pembelajaran mitra dapat meningkat. Sejalan hal tersebut juga pendampingan guru dalam pengembangan model pembelajaran, penyusunan RPP, instrumen penilaian dan media pembelajaran sebagai bagian dari perangkat pembelajaran diharapkan terciptanya iklim pembelajaran aktif dan siswa menemukan makna belajar sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka sendiri. Pelatihan dan pengembangan kemampuan kemampuan design thinking berbasis project-based learning bagi guru SMA Swasta Al-Maksum Kecamatan Percut Sei Tuan meningkatkan kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang inovatif dan guru dapat menciptakan pembelajaran bersifat lebih kontekstual, fleksibel dan adaptif pada tuntutan perkembangan khususnya tuntutan Kurikulum Merdeka dikarenaka guru telah mengaplikasikan model pembelajaran yang inovatif 
THE CULINARY LEXICON OF PESISIR COMMUNITIES IN BARUS, CENTRAL TAPANULI: PERSPECTIVE OF ECOLINGUISTICS Fatimah Sari Siregar; Yayuk Hayulina Manurung; Dharmawati Dharmawati
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7, No 2 (2024): May 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i2.1828

Abstract

Abstract: This article describes the culinary lexicon of the Pesisir communities in Barus, central Tapanuli from an ecolinguistic perspective. One of the environmental vocabulary which is a cultural nuance in society is the culinary lexicon. The culinary eco-collection is part of the local language vocabulary that is full of cultural wisdom that has existed since centuries ago and still exists today, and has a reciprocal relationship between language and its environment, both on a macrocosmic and microcosmic scale. The culinary lexicon of the Barus coastal community, Central Tapanuli Regency is classified into two lexicon groups, namely the lexicon of tools and materials and the lexicon of processing methods. From the two lexicon groups, 91 lexicon were obtained, consisting of 71 tools and materials lexicon, and 20 lexicon of processing. Pesisir communities in Barus describes culinary types based on sociological and biological dimensions. Sociologically, it is still a culinary dish that is still served if a guest comes to respect the guest. Keywords: Culinary lexicon; Ecolinguistics; Pesisir communities. Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan leksikon kuliner masyarakat Pesisir di Barus, Tapanuli Tengah dari perspektif ekolinguistik. Salah satu kosakata lingkungan hidup yang menjadi nuansa budaya masyarakat adalah leksikon kuliner. Eco-collection kuliner merupakan bagian dari kosakata bahasa daerah yang sarat dengan kearifan budaya yang telah ada sejak berabad-abad yang lalu dan masih eksis hingga saat ini, serta memiliki hubungan timbal balik antara bahasa dan lingkungannya, baik dalam skala makrokosmik maupun mikrokosmik. Leksikon kuliner masyarakat pesisir Barus Kabupaten Tapanuli Tengah digolongkan ke dalam dua kelompok leksikon, yaitu leksikon alat dan bahan serta leksikon cara pengolahan. Dari kedua kelompok leksikon tersebut diperoleh 91 leksikon yang terdiri dari 71 leksikon alat dan bahan, serta 20 leksikon pengolahan. Masyarakat Pesisir di Barus mendeskripsikan jenis kuliner berdasarkan dimensi sosiologis dan biologis. Secara sosiologis, kuliner tetap merupakan kuliner yang tetap dihidangkan jika ada tamu yang datang untuk menghormati tamunya. Kata kunci: Leksikon Kuliner; Ekolinguistik; Masyarakat Pesisir.
The Impact of Utilizing the Social Interactive Writing for English Learners (SWELL) Approach on EFL Learners Writing Skills Pramudita, Bintang; Manurung, Yayuk Hayulina
Journal of English Language and Education Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v8i2.423

Abstract

This research aimed to determine the impact of utilizing the social interactive writing for English language learners (SWELL) approach on EFL learners' writing skills, especially in writing analytical exposition text. This research was conducted during the academic year 2022/23 at SMK PAB 2 Helvetia Medan. This quantitative research was conducted using an experimental research design. The subjects of the research were 44 eleventh-grades students from SMK PAB 2 Helvetia Medan who were selected using a total sampling technique and then divided into two groups. The data were acquired using a pre-test and a post-test, and then analyzed using the t-test formula in the SPSS version 22 program. The difference between the post-test mean scores of the control and experimental groups was 77.57 and 84.40. The findings of this study indicate that the SWELL method is more effective than the Teacher-Centered method in improving students' writing abilities in exposition texts at SMK PAB 2 Helvetia, where the SWELL method was implemented. 
Pelatihan Digital Assessment Berbasis Kahoot Dan Quizizz Dalam Pembelajaran Daring (Online) Untuk Guru SMP Muhammadiyah 61 Medan Nasution, Dewi Kesuma; Manurung, Yayuk Hayulina; Arda, Mutia; Handayani, Susi
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2022): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v4i2.10486

Abstract

SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Selamat is located on Jalan Perjuangan No. 18 Dusun II-B Tanjung Selamat, Sunggal sub-district, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. Tanjung Selamat Village is a suburb of Medan City as well as the border between Medan City and Deli Serdang Regency is a partner school of FKIP UMSU who was accompanied by lecturer facilitators in the Tanoto Foundation PINTAR program for the past 3 years where previously internship had been carried out using the Zoom application as an online learning medium during the pandemic by the previous team in April 2021 to October 2021 at SMP Muhamamdiyah 61 Medan. However, the improvement in teacher skills must also be in line with their ability to provide digital assessments to students, then digital assessment training through the Kahoot and Quiziz applications is the solution offered in this PKM activity. By being provided with digital assessment training based on Kahoot and Quizziz for the teachers of SMP Muhammadiyah 61 Medan, this program is expected to reduce the additional workload of teachers, such as correcting student assignments that are part of the assessment task, such as the final assessment of students not only depending on daily assessments, mid-assessments. semester and end of semester assessment. Quizziz and Kahoot as a form of digital assessment become authentic because the teacher can create contextual question materials and the teacher can insert images and videos from their own recordings into the Kahoot and Quizziz platforms.