Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Arsitektur Organik pada Gorontalo Coffee Center Ainun Fatha Musalam; Ernawati; Kalih Trumansyahjaya
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Agustus 2025 - Januari 2026)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v4i2.250

Abstract

Gorontalo is known as one of Indonesia’s coffee-producing regions, particularly for Pinogu coffee, which has been recognized as an origin coffee. However, the potential has not been fully utilized due to the lack of educational and tourism facilities that could introduce the culture, processes, and economic value of local coffee to the public and visitors. To address this challenge, the Gorontalo Coffee Center was designed with an organic architecture approach emphasizing harmony between the building and nature. The design concept incorporates natural materials, organic forms inspired by the site’s landscape, and eco-friendly spaces that provide comfort for visitors. The design method includes a literature review on organic architecture and coffee tourism, comparative studies of coffee centers in other Indonesian regions, and descriptive analysis of the site and spatial needs in Gorontalo. The design results indicate that the Gorontalo Coffee Center has the potential to become both an educational and recreational hub as well as a new tourism icon reflecting local identity. The implementation of organic architecture not only offers a design in harmony with nature but also strengthens the image of Pinogu coffee, supports coffee-based MSME development, creates new job opportunities, and boosts the regional economy based on local potential. Thus, the Gorontalo Coffee Center is expected to become a model of sustainable tourism infrastructure integrating education, recreation, and environmental preservation.
EDUKASI DALAM MEWUJUDKAN KESADARAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI SOSIALISASI LINGKUNGAN DAN RUMAH SEDERHANA SEHAT DI KELURAHAN TENILO KOTA GORONTALO Heryati Heryati; Kalih Trumansyahjaya; Nurnaningsih N. Abdul
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.248 KB) | DOI: 10.56190/jat.v2i2.20

Abstract

Edukasi mengenai pentingnya budaya bersih kepada masyarakat sudah menjadi kebutuhan mengingat semakin padatnya penduduk terkhusus di wilayah kampung kota. Sangat penting untuk melakukan upaya preventif terhadap dampak sanitasi yang tidak sehat. Oleh karena itu kami melakukan kegiatan edukasi sebagai upaya mewujudkan kesadaran masyarakat hidup bersih melalui sosialisasi lingkungan dan rumah sehat sederhana di Kelurahan Tenilo Kota Gorontalo. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 04 Juli 2022. Kegiatan sosialisasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat di Kelurahan Tenilo yaitu mengedukasi masyarakat memahami jenis limbah, sistem pembuangan, perletakan septicktank, persyaratan air bersih, dan bagaimana desain rumah yang sederhana tetapi tetap sehat. Edukasi juga dilakukan dengan memberikan pemahaman bagaimana menata ruang atau perabot rumah pada luasan ruang yang terbatas, serta tata letak bukaan untuk mendapatkan pencahayaan dan pengudaraan yang sehat. Motivasi preventif dilakukan mulai di lingkungan terkecil yaitu rumah sendiri, kemudian lingkungan yang lebih luas yakni lingkungan perumahan. Adanya sinergitas yang terbentuk antara Dinas Perkim Kota dan Kelurahan Tenilo dengan menggandeng pihak akademisi dalam hal ini jurusan arsitektur pada kegiatan sosialisasi memberi harapan untuk secara perlahan memberikan impact yang lebih baik dan membuka peluang untuk keberlanjutan kegiatan-kegiatan serupa kedepannya.   Kata kunci: Lingkungan; Rumah Sehat; Sanitasi; Sederhana
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOFILIK PADA PUSAT WISATA PERMAINAN TRADISIONAL DI PROVINSI GORONTALO Febiyani Nuralifa Paneo; Kalih Trumansyahjaya; Ernawati
Journal Of Building Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v4i1.62

Abstract

Perkembangan teknologi telah mengubah pola bermain masyarakat, sehingga permainan tradisional semakin ditinggalkan dan tergantikan oleh permainan modern, khususnya permainan daring. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pelestarian budaya lokal serta nilai-nilai sosial, edukatif, dan lingkungan yang terkandung dalam permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan merancang Pusat Wisata Permainan Tradisional di Provinsi Gorontalo sebagai sarana rekreasi, edukasi, dan pelestarian budaya dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Biofilik.   Metode yang digunakan adalah metode perancangan arsitektur melalui tahapan identifikasi masalah, pengumpulan dan analisis data, studi literatur, studi preseden, analisis kebutuhan ruang, analisis tapak, serta penerapan prinsip-prinsip Arsitektur Biofilik ke dalam konsep desain. Hasil perancangan menghasilkan sebuah kawasan wisata edukatif yang mengakomodasi berbagai aktivitas permainan tradisional, ruang edukasi budaya, area interaksi sosial, serta ruang terbuka hijau yang terintegrasi dengan elemen alam untuk meningkatkan kenyamanan, pengalaman ruang, dan kualitas lingkungan. Penerapan prinsip Arsitektur Biofilik diwujudkan melalui pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami, vegetasi, elemen air, material alami, serta hubungan visual dan fisik antara pengguna dengan lingkungan. Perancangan ini diharapkan menjadi fasilitas yang mendukung pelestarian permainan tradisional, memperkuat identitas budaya lokal, meningkatkan daya tarik wisata budaya di Provinsi Gorontalo, serta memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat.
PERANCANGAN PASAR TRADISIONAL MOODU KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN RAMLAH IBRAHIM; HERYATI; KALIH TRUMANSYAHJAYA
Journal Of Building Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v4i1.103

Abstract

Perkembangan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas perdagangan yang nyaman, bersih, dan tertata mendorong perlunya pembaruan pasar tradisional. Penelitian ini mengkaji perancangan Pasar Tradisional Moodu di Kota Gorontalo yang masih menghadapi permasalahan berupa kondisi fisik bangunan yang kurang memadai, sirkulasi yang tidak teratur, serta minimnya fasilitas penunjang. Penelitian bertujuan menerapkan konsep arsitektur modern untuk menghasilkan pasar yang fungsional, efisien, nyaman, dan tetap mempertahankan karakter pasar tradisional. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan studi banding. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui analisis tapak, kebutuhan ruang, zonasi, sirkulasi, serta aspek iklim sebagai dasar penyusunan konsep perancangan. Hasil perancangan menunjukkan penerapan konsep arsitektur modern menghasilkan zonasi ruang berdasarkan jenis komoditas dan aktivitas, sistem sirkulasi yang memisahkan jalur pengunjung, pedagang, dan distribusi barang sehingga lebih efektif, serta strategi pencahayaan alami melalui bukaan dan skylight yang didukung ventilasi silang untuk meningkatkan kenyamanan termal dan kualitas udara. Selain itu, penyediaan fasilitas pendukung dan penataan massa bangunan yang lebih efisien meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kualitas visual pasar. Perancangan ini diharapkan mewujudkan Pasar Tradisional Moodu sebagai pusat perdagangan yang modern, representatif, dan tetap mempertahankan identitas lokal.
Penerapan Arsitektur Tropis pada Sentra Pelatihan dan Edukasi Ibu dan Anak Nelayan di Desa Otiola Ponelo Kepulauan Deys Linda Fatubun; Kalih Trumansyahjaya; Nur Mutmainnah
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 10 No. 1 (2026): Oktober (INPRESS)
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v10i1.16158

Abstract

Abundant natural resource potential is found in one of the villages in Gorontalo such as fish, shrimp, clams, squid, crabs, seaweed, mangroves, and coconuts in Otiola Village, Ponelo Islands Sub-district, however, limited knowledge and skills in processing catches and managing natural resources hinder the improvement of the community's economy. The majority of fishermen's catches are sold directly without being processed into value-added products. Government assistance, such as sewing machines, coconut grating machines and seaweed seeds, are often not optimally utilized, indicating the need for training facilities to improve skills and innovation. The problems faced by the people of Otiola Village, especially mothers, are economic constraints, although some of them already have small businesses, such as selling food, cakes and drinks. In addition, the constraints faced by children in this village are lack of knowledge of social media utilization, limited access to education and skills, lack of proper playgrounds, lack of support for economic education so they need skills education and proper play facilities to support their development. Training in seafood processing, entrepreneurship, and digital promotion are urgent needs for the Otiola Village community to empower local potential. The center is designed to address these needs with a tropical architectural approach with a building design that maximizes air circulation, natural lighting, and the use of environmentally friendly materials. Therefore, to support the improvement of the quality of life of mothers and children in Otiola Village, both in terms of education and welfare, by providing various facilities such as classrooms, libraries, display areas, product marketing places, seafood reception areas, and children's learning and playing spaces. With these facilities, it is expected that the community's economy will improve through the products produced with economic value and the improvement of the skills of mothers and children of  Otiola Village.