Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Estimasi Karakteristik Durasi Rupture Pada Gempa Pembangkit Tsunami Studi Kasus: Gempa Bumi Nias, 28 Maret 2005 Khoiridah, Sayyidatul; Utama, Widya
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi durasi rupture pada gempa bumi Nias, 28 Maret 2005 dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dari gempa bumi pembangkit tsunami. Lokasi Nias dipilih pada penelitian ini karena dampak yang diakibatkan oleh gempa bumi Nias sangat dan dapat berpotensi terjadi tsunami. Data yang digunakan adalah wave form dengan komponen vertikal yang memiliki coverage yang baik dan noise-nya kecil. Hasil dari estimasi durasi rupture pada gempa Nias di masing-masing stasiun yaitu FURI 129,28 detik, KMI 51,93 detik, WRAB 90,25 detik, DGAR 151,15 detik, dan GUMO 105,30 detik. Hasil estimasi durasi rupture tersebut berpotensi kuat terjadi tsunami karena lebih dari 50 detik.
PEMODELAN GEMPA BUMI PEMBANGKIT TSUNAMI DI WILAYAH PAPUA (STUDI KASUS: GEMPA BUMI BIAK, 17 FEBRUARI 1996) Khoiridah, Sayyidatul; Setyonegoro, Wiko; Anwar, Haerul
Jurnal Geosaintek Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS MEKANISME FOKUS GEMPA BUMI KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR MENGGUNAKAN ISOLA-GUI (STUDI KASUS GEMPA BUMI MOJOKERTO, 19 JUNI 2023) Khoiridah, Sayyidatul; Roekminiati, Sri; Pamudi, Pamudi; Pramono, Sapto; Prawiradiredja, Sanhari
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Timur termasuk wilayah rawan terjadi gempa bumi. Salah satu gempa di Jawa Timur yaitu gempa bumi Mojokerto, 19 Juni 2023 yang berpusat pada koordinat 7,50 LS dan 112,50BT dengan kedalaman 9 km dan magnitudo M4,2. Gempa Mojokerto ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan. Daerah-daerah yang ikut merasakan guncangan gempa Mojokerto yaitu Mojokerto dengan skala III – IV MMI; Pasuruan, Surabaya, Lamongan, dan Gresik dengan skala III MMI; Sidoarjo dengan skala II – III MMI; dan Malang dengan skala II MMI. Gempa bumi Mojokerto tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada rumah warga di Desa Penanggungan, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, sebagai upaya mengurangi dampak bencana gempa bumi, maka dilakukan penelitian ini untuk menentukan karakteristik gempa bumi yang terjadi di Mojokerto melalui pemodelan mekanisme fokus. Penelitian ini menggunakan data waveform tiga komponen. Hasil dari pemodelan mekanisme fokus menunjukkan bahwa bidang patahannya yaitu berupa patahan strike slip dengan nilai nodal plane I yaitu strike = 179o, dip = 76o, rake = 178o dan nilai nodal plane II yaitu strike = 269o, dip = 88o, rake = 14o. Nilai variance reduction dari hasil penelitian ini yaitu sebesar 0,82.
EVALUATION OF DEFINITIVE VILLAGE BOUNDARY SEGMENTS IN COMPARISON TO COMPLETE VILLAGE BOUNDARY SEGMENTS FROM THE RESULTS OF COMPLETE SYSTEMATIC LAND REGISTRATION (PTSL): (A Case Study in Tumpakkepuh Village, Bakung District, Blitar Regency) Mansyur, Mohammad; Khoiridah, Sayyidatul; Munawaroh, Lu’lu’il
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2617

Abstract

The Complete Systematic Land Registration Program (PTSL) aims to provide legal certainty of land ownership through accurate measurement and mapping. One derivative data from PTSL activities is the geometry of village boundaries formed after all plots in the village/sub-district have been measured (complete village). Until 2024, the declaration of complete villages in Blitar Regency was only carried out in Tumpakkepuh Village, which had its definitive village boundaries determined cartometrically in 2018. Evaluation of village boundaries is needed to ensure compliance with the latest PTSL mapping results and support spatial data integration by the One Map Policy. This study evaluates the geometry/spatiality of definitive village boundaries against complete village boundaries in Tumpakkepuh Village, Bakung District, Blitar Regency. The aspects analyzed include differences in segment positions and segment shifts. This study is based on a Geographic Information System using the dissolve and union tools. The results of the geometric evaluation showed that none of the analyzed village boundary line segments overlapped completely or were in the same position. From 7 sample points of segment shifts, it is known that 4 segments shifted out to Pasiraman Village and Lorejo Village and 3 segments entered the complete village boundaries of the Tumpakkepuh Village area. The differences in village boundaries need to be followed up by the Blitar Regency Government by aligning the data through a revision of the determination of definitive village boundaries by adding the plot aspect to the methodology for compiling definitive village boundaries.
Prediksi Perubahan Penggunaan Lahan Menggunakan Cellular Automata di Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Tahun 2030 Sanjaya, Thaariq Suryanullah Surya; Khoiridah, Sayyidatul
Tunas Agraria Vol. 8 No. 3 (2025): Tunas Agraria
Publisher : Diploma IV Pertanahan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/jta.v8i3.493

Abstract

Land use change in peri-urban areas is a dynamic phenomenon influenced by various social, economic, and physical factors. This study aims to analyze land use change in Kedamean District, Gresik Regency, and predict land use conditions in 2030 using a Cellular Automata-based spatial modeling approach through the MOLUSCE plugin in QGIS. Land use data from 2014, 2018, and 2022 were analyzed to identify the spatial dynamics that occurred, where an increase in built-up land area and a decrease in agricultural land, forests, and sparse vegetation was observed. Land use projections for 2026 and 2030 show a continuing trend of land conversion, especially in areas with high accessibility. Model validation was carried out using a Kappa accuracy test, which produced a correctness value of 97.44% and an overall Kappa of 0.87927, indicating that the model has high accuracy in predicting spatial change. The results of this study can be used as a reference in spatial planning and the preparation of adaptive and sustainable policies for controlling land conversion in peri-urban areas such as Kedamean District.   Perubahan penggunaan lahan di kawasan peri-urban merupakan fenomena yang dinamis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, dan fisik wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, serta memprediksi kondisi penggunaan lahan pada tahun 2030 menggunakan pendekatan pemodelan spasial berbasis Cellular Automata melalui plugin MOLUSCE di QGIS. Data penggunaan lahan tahun 2014, 2018, dan 2022 dianalisis untuk mengidentifikasi dinamika spasial yang terjadi, di mana teramati adanya peningkatan luas lahan terbangun dan penurunan lahan pertanian, hutan, serta vegetasi jarang. Proyeksi penggunaan lahan tahun 2026 dan 2030 menunjukkan tren konversi lahan yang berlanjut, terutama pada wilayah dengan aksesibilitas tinggi. Validasi model dilakukan dengan uji akurasi Kappa yang menghasilkan nilai correctness sebesar 97,44% dan Kappa overall sebesar 0,87927, menunjukkan bahwa model memiliki akurasi tinggi dalam memprediksi perubahan spasial. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam perencanaan tata ruang dan penyusunan kebijakan pengendalian alih fungsi lahan yang adaptif dan berkelanjutan di kawasan peri-urban seperti Kecamatan Kedamean.
Tsunami Modeling In The Mentawai Island As A Study Material For Disaster Mitigation (Case Study: Mentawai Earthquake, October 25, 2010) Khoiridah, Sayyidatul; Prabawa, Septa Erik; ,, Pamudi; Danta, Rama Saputra; Renata, Ahmad Reyhan Cahya; Hamzah, Mochamad Farhan
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v21i3.22662

Abstract

There was an earthquake in Mentawai on October 25, 2010 which resulted in 509 deaths, 17 people injured, and 11.425 people displaced. Based on this, tsunami modeling was conducted using L-2008 software. This study aims to determine the value of the earthquake source mechanism and conduct tsunami modeling. Tsunami modeling includes earthquake source modeling as a tsunami generator (source modeling), tsunami wave propagation modeling (ocean modeling), and tsunami height modeling (run-up modeling). In this study, bathymetry data and earthquake source mechanism data from the USGS agency were used. The calculation results showed that the Mentawai earthquake had a fault length of 218,78 km, fault width of 45,70 km, and slip of 3,84 m. While the results of tsunami modeling show that the vertical displacemeht value obtained is the maximum value of 1,55 m and the minimum value is -1,55 m. The ocean modeling results show that the tsunami waves reached Sipora Island, North Pagai, and South Pagai at 20 minutes and 50 seconds. While the simulation results of tsunami run up modeling show that the maximum run up is at Sabeugunggu bay with run up value of 6,34 meters. Tsunami run up modeling has an RMSE value of 0,73.