Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Momentum

STUDI PERHITUNGAN PENGARUH INTENSITAS MEDAN LISTRIK KABEL 150 kV YANG BERADA DALAM TEROWONGAN TERHADAP MANUSIA Sepannur Bandri
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 No 2 Agustus 2013
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.644 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh besarnya intensitas medan listrik terhadap manusia. Pertimbangan IRPA/INIRC dalam penentuan ambang batas intensitas medan listrik adalah didasarkan atas adanya kemungkinan efek langsung dari arus induksi pada tubuh akibat intensitas medan listrik tersebut. Batas arus induksi diambil sedikit lebih besar ataupun sama dengan arus yang terjadi secara normal didalam tubuh, yaitu dinyatakan dalam harga kerapatan arus (x mA/m²). Pengaruh medan listrik terhadap manusia juga tergantung dari jarak dan besar kuat medan listrik itu sendiri dan berapa lama seseorang berada dalam jangkauan medan listrik. Dalam hal penentuan batas exposure pada tubuh apabila nilai rapat arusnya telah lebih dari 10 mA/m2 akan menimbulkan efek-efek yang dapat merusak sistem syaraf tubuh dan stimulasi jaringan sel-sel tubuh manusia bahkan menimbulkan vibrasi pada jantung. Dilihat dari populasi lingkungan kerja (PLTA Singkarak), exposure dibatasi hanya sepanjang jam kerja dalam jangka waktu satu shift per 24 jam. Exposure medan listrik terus menerus sepanjang hari kerja dilingkungan itu sebaiknya dibatasi sampai 10 kV/m. Apabila lebih 10 kV/m atau nilai intensitas medan listriknya mencapai hingga 20 kV/m sampai 30 kV/m sebaiknya pekerja menghindari pengaruh medan listrik dengan cara mempersingkat waktu pekerja tersebut pada saat melakukan perawatan (maintenance) dalam jangkauan kuat intensitas medan listrik tersebut.
ANALISIS KEGAGALAN ISOLASI AKIBAT PARTIAL DISCHARGE PADA KABEL NA2XSEBY 20 KV BERISOLASI XLPE DAN PVC Sepannur Bandri
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.664 KB)

Abstract

Saluran distribusi dengan kabel bawah tanah akhir – akhir ini banyak digunakan pada daerah perkotaan, karena baik dilihat dari faktor keamanan dan keindahan. Dalam penelitian ini mengetahui sejauh mana keandalan isolasi terhadap Partial Discharge pada dengan bahan isolasi XLPE dan PVC. Studi kasus dilakukan pada jaringan distribusi pada GIS Simpang Haru ke GH Gor Agus Salim yang menggunakan kabel NA2XSEBY 20 KV berisolasi XLPE dan PVC. Dari analisis ini menunjukkan besar tegangan stres, kenaikan temperatur, tegangan rongga dan kapasitansi pada isolasi XLPE dan PVC untuk kabel bawah tanah NA2XSEBY 20 KV, yang mana peluahan terjadi apabila tegangan sumber kerja sebesar 20 KV lebih besar dari pada insepsi yang diterapkan V.
Perancangan Instalasi Penangkal Petir Eksternal Gedung Bertingkat (Aplikasi Balai Kota Pariaman) Sepannur Bandri
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 13, No 2 (2012): Volume 13 No 2 Agustus 2012
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.766 KB)

Abstract

Gedung Balai Kota Pariaman merupakan pusat Pemerintahan Kota Pariaman, dibangun diatas tanah seluas 4 Ha dengan ukuran 63,70 m x 51,70 m x 27,3 m. Secara fisik bangunannya lebih tinggi dan menonjol dari bangunan yang berada disekitarnya. Sebagai pusat pemerintahan bangunan ini banyak terdapat peralatan-peralatan elektronik seperti komputer, telephone, AC dan lain-lain. Untuk mengamankan gedung dan peralatan tersebut perlu dilindungi dari bahaya sambaran petir. Dalam penelitian ini analisa dilakukan berdasarkan kajian teori-teori yang berhubungan dengan sistem proteksi gedung terhadap sambaran petir. Penelitian dilakukan dengan survey ke lokasi, kemudian data-data teknis dilokasi diolah dengan data dari BMKG Stasiun Sicincin. Data yang telah terkumpul dianalisa bedasarkan persamaan yang ada dan dengan melukis wilayah perlindungan pada perlindungan Gedung Balai Kota Pariaman tersebut baik tampak depan, samping, belakang dan atas. Dari hasil analisa, perkiraan bahaya, luas daerah yang menarik sambaran petir 14530,882 m², jumlah sambaran petir 0,06 sambaran petir per hari per km² dan kemungkinan gedung tersambar petir 0,5231 sambaran per tahun.