Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Tingkat Stres Orang Tua dalam Menghadapi Anak Toddler (Usia 1 – 3 Tahun) yang dIi Rawat di Rumah Sakit Sulistyorini, Ariani Sulistyorini; Kholifah
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i2.1087

Abstract

Stress adalah reaksi alami yang muncul ketika individu menghadapi situasi yang dianggap menantang atau mengancam. Pada orang tua yang memiliki anak toddler (usia 1 – 3 tahun) yang dirawat di rumah sakit, tingkat stres yang dirasakan dapat meningkat karena kekhawatiran dan ketidakpastian terkait kondisi kesehatan anak. Tujuan penelitian mengetahui tingkat stres orang tua dalam menghadapi anak toddler (usia 1-3 tahun) yang dirawat di Ruang Anak Rumah Sakit Amelia Pare. Desain penelitian deskriptif, populasinya adalah orangtua anak toddler dengan jumlah 44 orangtua, jumlah sampel 40 responden dengan teknik Purposive Sampling. Variabel penelitian tingkat stress orangtua, penelitian dilaksanakan tanggal 05 April sampai dengan 30 April 2023 di Rumah Sakit Amelia Pare. Pengumpulan data dengan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Data dianalisis menggunakan rumus persentase dan di interpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 40 responden, hampir setengah dari responden yaitu 14 responden (35%) mengalami tingkat stres sedang, hampir setengah dari responden yaitu 13 responden (32,5%) mengalami stress ringan dan hampir setengah dari responden yaitu 13 responden (32,5%) tidak mengalami stres atau normal. Tingkat stres orang tua dipengaruhi oleh usia, orangtua,tidak bekerja, jenis kelamin, pendidikan, anak belum pernah dirawat, faktor belum pernah menunggu. Hampir setengah dari responden mengalami tingkat stress sedang. Diharapkan responden menerapkan koping mekanisme yang di ajarkan oleh perawat seperti relaksasi guna meminimalisir stres dan Rumah Sakit memberikan informasi jelas dan akurat terkait kondisi anak serta memberikan dukungan psikologis pada orang tua pasien.      
Perencanaan Pembiayaan Pendidikan dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kholifah; Bunyamin; Nyoman Murniati, Ngurah Ayu
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6222

Abstract

Era digital menuntut sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini tidak bisa dicapai tanpa dukungan finansial yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembiayaan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 1 Pecangaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian kepala sekolah, guru, dan komite sekolah.  Hasil penelitian menunjukkan perencanaan pembiayaan telah melibatkan banyak pihak secara partisipatif, mencerminkan komitmen tim sekolah yang kuat. Keterlibatan ini bertujuan untuk menciptakan rencana yang komprehensif, transparan, akuntabel, dan objektif. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara komitmen ideal dan implementasi di lapangan. Kesenjangan tersebut diantaranya keterbatasan pemahaman, kurangnya sumber daya (terutama waktu dan keahlian), serta mekanisme evaluasi yang belum optimal. Meski demikian, perencanaan pembiayaan yang dilakukan sudah berdampak positif pada peningkatan kualitas pembelajaran. Hal ini tercermin dari capaian kualitas pembelajaran di Rapor Pendidikan yang menunjukkan tren positif. Kesimpulannya, perencanaan pembiayaan dilaksanakan dengan baik dan memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Rekomendasi penelitian ini diantaranya meningkatkan komunikasi dan kemampuan tim sekolah agar perencanaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
PENGARUH IMPULSIVITAS TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN BELANJA ONLINE DI ERA DIGITAL Putra Dwi Syahban; Kholifah; Ghina Ashilah; Nabila Nur Fatimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh impulsivitas terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam dalam penggunaan belanja online di era digital. Fenomena meningkatnya aktivitas belanja online di kalangan mahasiswa diduga berkaitan dengan kecenderungan perilaku impulsif yang dipicu oleh kemudahan akses dan strategi pemasaran digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik kuesioner yaitu pengumpulan data dengan memberikan serangkaian pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Instrumen penelitian berupa skala impulsivitas dan skala perilaku konsumtif yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Studi ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap pola konsumsi mahasiswa yang cenderung tidak terkontrol, khususnya dalam penggunaan platform belanja daring. Perilaku konsumtif yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kondisi finansial mahasiswa serta menurunkan kemampuan mereka dalam membuat keputusan pembelian yang rasional. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor psikologis seperti impulsivitas yang berperan dalam mendorong perilaku tersebut. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi mahasiswa, pendidik, dan lembaga pendidikan tinggi dalam merancang strategi edukatif yang dapat membentuk kesadaran konsumsi yang lebih bijak. Selain itu, temuan ini juga dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan literasi digital dan keuangan di kalangan mahasiswa, agar mereka lebih siap menghadapi dinamika konsumsi di era teknologi yang terus berkembang.
PENGARUH JUMLAH MORDAN TUNJUNG TERHADAP HASIL PEWARNAAN DAUN MANGGA ARUMANIS DENGAN MOTIF IKATAN GARIS PADA PONCHO KHOLIFAH; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v8i1.26406

Abstract

Abstrak Mordan merupakan zat yang berfungsi sebagai pengikat warna. Mordan disebut juga sebagai zat khusus yang dapat meningkatkan lekatnya berbagai pewarna pada kain. Tujuan pemberian mordan adalah untuk memperbesar daya serap kain terhadap zat warna alam. Dalam penelitian ini Perbedaan jumlah mordan dalam pewarnaan sangat berpengaruh pada hasil ketajaman warna, Konsentrasi pada mordan mempengaruhi ikatan antara pigmen warna dan serat kain, serta arah warna yang dihasilkan. Semakin besar konsentrasi mordan yang diberikan, ion yang terdapat pada mordan akan mengalami peningkatan dan dapat mengikat zat warna dan serat semakin baik. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui hasil pewarnaan daun mangga arumanis dengan perbedaan jumlah mordan tunjung pada aspek ketajaman warna dan kejelasan bentuk motif. 2) Mengetahui adanya pengaruh perbedaan jumlah mordan tunjung terhadap hasil pewarnaan daun mangga arumanis dengan teknik tie dye ikatan garis pada aspek ketajaman warna dan kejelasan bentuk motif. 3) Untuk mengetahui hasil yang paling disukai responden dari perbedaan jumlah mordan tunjung terhadap hasil pewarnaan daun mangga arumanis dengan teknik tie dye ikatan garis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen untuk mengetahui pengaruh jumlah mordan tunjung terhadap hasil pewarnaan daun mangga arumanis pada poncho. metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi oleh 30 observer. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah anava tunggal dan uji Duncan dengan bantuan program SPSS 23. Berdasarkan hasil analisis data dapat menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan terhadap jumlah mordan tunjung terhadap aspek ketajaman warna, kejelasan bentuk motif dan kesukaan responden. Perbedaan yang signifikan terhadap hasil pewarnaan daun mangga adalah : (1) hasil pewarnaan daun mangga arumanis pada aspek ketajaman warna hasil paling tinggi yaitu jumlah mordan 300 gram dengan nilai rata-rata 3,11. Sedangkan hasil pada aspek kejelasan bentuk motif pada jumlah mordan 100 gram dengan nilai rata-rata 3,34. (2) terdapat pengaruh yang signifikan pada pewarnaan alami daun mangga arumanis terhadap jumlah mordan terhadap aspek ketajaman warna dan kejelasan bentuk motif. (3) hasil pewarnaan pada poncho yang paling disukai oleh responden yaitu pada hasil dari jumlah mordan 200 gram dengan nilai rata-rata 3,73. Kata kunci = jumlah mordan, mordan tunjung, pewarnaan, daun mangga arumanis, poncho Abstract Mordan is a substance that functions as a color binder. Mordan also called a special substance that can increase the adhesion of various dyes on fabric. The purpose of adding mordan was to increase the absorption of fabricfor natural dyes. In this research, the difference the amount of mordan in dyeing was very influential on the results of color sharpness. Concentration on the mordan affects the bond between the color pigments and fabric fibers, and the direction of the color produced. More concentration of mordan given, the ion was contained in the mordan will increase and can bind to the dyes and fibers are better. The purpose of this research are 1) Knowing the results of the coloring of the leaves of arumanis mangoes with the difference in the number of mordan tunjung in the aspect of color sharpness and the clarity of the shape of the motif. 2) Knowing the influence of differences in the number of mordan tunjung on the results of the coloring of the leaves of arumanis mango with the tie dye technique of line ties on the aspect of color sharpness and the clarity of the shape of the motif. 3) To find out the most preferred results of respondents from the difference in the number of mordan tunjung to the results of coloring the leaves of arumanis mango with tie dye ikatan garis. This type of research is an experiment to knowing the effect of the amount of mordan tunjung on the results of arumanis mango leaves dyeing on poncho. The method of collection data used was observation by 30 observers. While the data analysis used was single anava and Duncan test with SPSS 23. Based on the results of data analysis, it can be shown that there is a significant difference in the number of mordan tunjung against the color sharpness aspect, the clarity of the motives and preferences of the respondents. Significant differences in the results of mango leaf staining are: (1) the results of arumanis mango leaf staining on the sharpest aspect of color sharpness, namely the number of mordan 300 grams with an average value of 3.11. While the results on the aspect of clarity in the form of motifs on the number of mordans of 100 grams with an average value of 3.34. (2) there is a significant effect on the natural coloring of arumanis mango leaves on the number of mordans on the aspect of color sharpness and the clarity of the motive shape. (3) the results of coloring on the poncho are the most preferred by the respondent, namely the results of the number of 200 gram mordan with an average value of 3.73. Keywords : The amount of mordan, mordan tunjung, dyeing, arumanis mango leaves, poncho
Transformasi Gadai dalam Era Digital ; Prospek dan Tantangan Regulasi Terhadap E-Gadai: Pawn Transformation in the Digital Era; Prospects and Regulatory Challenges for E-Gadai kholifah; Fenni Rahmawati; Esa Nurlaili; Fazil Mubaarokah; Ahmad Musadad
Pamulang Law Review Vol. 8 No. 2 (2025): November : Pamulang Law Review
Publisher : Prodi Hukum S1 - Fakultas Hukum - Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi sistem gadai ke dalam platform digital merupakan bagian dari inovasi keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan gadai bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan dalam sistem gadai tradisional menuju layanan berbasis digital, serta mengidentifikasi prospek dan tantangan regulasi dalam implementasi E-Gadai di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian pustakan, dengan menelaah berbagai literatur akademik, regulasi, serta penelitian sebelumnya yang membahas peran teknologi finansial (FinTech) dalam industri gadai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi gadai, melalui layanan Pegadaian Digital Service (PDS), telah memberikan manfaat signifikan, seperti kemudahan akses transaksi, peningkatan efisiensi waktu, serta transparansi dalam layanan keuangan. Namun, implementasi e-gadai juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kesenjangan literasi digital, risiko keamanan siber, serta kekosongan regulasi yang belum sepenuhnya mengakomodasi perkembangan teknologi keuangan. Selain itu, masih maraknya praktik gadai ilegal menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan perlindungan konsumen dan stabilitas industri gadai di Indonesia..
Kurikulum BIPA dalam perspektif plurilingualisme: Tinjauan kritis atas respons terhadap repertoar bahasa pemelajar Kholifah; Suyatno; Asteria, Prima Vidya
LingTera Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Applied Linguistics, FBSB, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lt.v12i2.86541

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara kritis kurikulum Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dalam konteks plurilingualisme, sebagaimana diuraikan dalam Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) Companion Volume (2020), serta prinsip inklusivitas linguistik UNESCO. Dengan menganalisis dokumen kurikulum BIPA, termasuk Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan silabus, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana kurikulum tersebut merepresentasikan kompetensi plurilingual dan merespons keberagaman repertoar bahasa pemelajar. Temuan menunjukkan bahwa meskipun SKL BIPA mengklaim adaptasi dari CEFR, representasi kompetensi plurilingual masih minimal, dengan fokus dominan pada penguasaan bahasa Indonesia secara terisolasi dan empat keterampilan dasar. Praktik pembelajaran BIPA yang ada seringkali diwarnai oleh tekanan monolingual, yang secara fundamental bertentangan dengan prinsip inklusivitas linguistik UNESCO yang memandang keberagaman bahasa sebagai aset. Pendekatan ini menghambat partisipasi aktif pemelajar dan memperparah tantangan yang muncul dari keberagaman latar belakang linguistik dan budaya. Penelitian ini merekomendasikan revisi kurikulum BIPA untuk secara eksplisit mengintegrasikan deskriptor plurilingualisme CEFR, mendorong strategi pedagogis seperti translanguaging dan pengajaran berdiferensiasi, serta investasi signifikan dalam pelatihan guru untuk mengubah persepsi dan membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan pedagogi plurilingual secara efektif. Kontribusi penelitian ini meliputi pengayaan literatur tentang plurilingualisme dalam konteks BIPA dan penyediaan rekomendasi praktis untuk pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan relevan, guna mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia.