Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Metode Routing Berbasis Kelompok Menggunakan Protokol Improved-leach Pada Body Sensor Network (bsn) Regina Acintya Prestiana Mahaeswari; Ida Wahidah; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body Sensor Network (BSN) merupakan perangkat sensor yang dipasang di permukaan kulit ataupun di dalam tubuh untuk memonitor keadaan dari pasien terutama lansia karena pasien tidak perlu menuju ke pusat layanan secara langsung. Cluster-based routing merupakan metode routing yang bekerja dengan membagi sekumpulan sensor node menjadi beberapa kelompok. Dalam tiap kelompok terdapat satu node yang berfungsi sebagai cluster head untuk mengirimkan informasi yang didapat dari tiap node menuju ke base station atau sink. Protokol I-LEACH diharapkan dapat menghemat pemakaian daya dari perangkat BSN dikarenakan pemilihan cluster head dilakukan dengan mengkalkulasi sisa daya tertinggi yang ada dari tiap node sehingga lifetime dari seluruh jaringan dapat bertahan lebih lama. Pada hasil simulasi Castalia, protokol I-LEACH dapat menghemat energi hingga 50% dan memiliki lifetime LND hingga dua kali lebih lama dari LEACH. PDR rata-rata I-LEACH adalah 84,15% dan LEACH 94,45% sehingga LEACH memiliki nilai throughput dan packet loss lebih baik. Besar persentase routing overhead dengan ukuran paket LEACH memiliki nilai rata-rata lebih kecil dibandingkan I-LEACH. Oleh karena itu, sebagai pertimbangan untuk memilih protokol routing yang akan digunakan, apabila yang dibutuhkan adalah konsumsi energi yang rendah serta lifetime yang awet maka I-LEACH cocok untuk digunakan. Namun, apabila membutuhkan nilai QoS yang lebih besar, maka, LEACH adalah protokol yang lebih cocok untuk digunakan. Kata kunci : Body Sensor Network (BSN), Cluster-based routing, I-LEACH
Simulasi Dan Analisis Performansi Teknik Rivest Shamir Adleman (RSA) Pada Steganografi Least Significant Bit (LSB) Amanda Nabila Alya; Ida Wahidah Hamzah; M. Faris Ruriawan
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Proses transmisi data sangat penting dan bersifat privasi, dalam perjalanan menuju penerima untuk dijaga dan dilindungi kerahasiaan data informasinya dengan aman agar data tidak bocor kepada pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab Sistem keamanan yang kompatibel sangat diperlukan agar data terlindungi dari ancaman-ancaman serangan. Dalam penelitian Tugas Akhir ini, penulis memilih menganalisis salahsatu metode teknik keamanan data (security) kriptografi sebagai proses enkripsi data yang nantinya dilakukan penyisipan data melalu teknik steganografi dengan metode least significant bit (LSB) yang diterapkan pada sampel data citra medis. Berdasarkan hasil pengujian, waktu komputasi lebih banyak dipengaruhi oleh ukuran citra, dimana semakin besar ukuran citra, semakin besar pula waktu komputasi yang dibutuhkan dalam pengujian. Panjang karakter pesan dan besarnya angka prima yang dipilih tidak terlalu berpengaruh terhadap lamanya waktu komputasi. Waktu komputasi tercepat pada proses enkripsi-embedding yang dibutuhkan adalah 5.533 detik, sedangkan waktu komputasi terlama yang dibutuhkan adalah 95.12 detik. Pada proses ekstraksi-dekripsi yang paling cepat sebesar 3.49 detik dengan waktu komputasi terlama membutuhkan waktu sebesar 56.2167 detik. Kata kunci- Kriptografi, Steganografi, RSA, Rivest Shamir Adleman, LSB, Least Significant Bit.
Klasifikasi Data Deteksi Jatuh Menggunakan Machine Learning Dengan Algoritma Adaptive Boosting (adaboost) Reza Rabbani; Ida Wahidah; Iman Hedi Santoso
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatuh merupakan kecelakaan utama yang sering terjadi pada lanjut usia. Faktor penyebab terjadinya jatuh terdiri dari faktor intrinsik yang berhubungan dengan kondisi kesehatan dan faktor ekstrinsik yang berhubungan dengan kondisi lingkungan. Pada penelitian ini akan dilakukan klasifikasi yang terdiri dari 8 indikasi yaitu berdiri normal, duduk normal, tidur normal, naik tangga, turun tangga, jatuh kedepan, jatuh kebelakang dan jatuh kesamping. Mikrokontroler berupa Arduino serta sensor MPU-6050 sebagai accelerometer. Data yang didapat diklasifikasikan menggunakan Orange Data Mining. Metode klasifikasi yang digunakan yaitu Algoritma Adaptive Boosting (AdaBoost). AdaBoost merupakan metode boosting yang mampu menyeimbangkan kelas dengan memberikan bobot pada tingkat error klasifikasi. Data diklasifikasi pada 5 kondisi perbandingan rasio antara data training dan data testing yaitu 10%:90%, 20%:80%, 30%:70%, 40%:60% dan 50%:50%. Hasil klasifikasi berupa analisis performansi yang akan dibandingkan dengan 2 algoritma ensemble method berbasis metode tree lainnya yaitu Random Forest (RF) dan Gradient Boosting (GB). Hasil analisis perbandingan menggunakan AdaBoost didapatkan akurasi terbaik sebesar 100% pada rasio 50%:50%. Hasil perbandingan 3 klasifikasi antara AdaBoost, RF dan GB didapatkan hasil Adaboost sebagai model yang terbaik dengan nilai akurasi tertinggi di 4 rasio yaitu 97,5% pada rasio 20%:80%, 98,7% pada rasio 30%:70%, 99,3% pada rasio 40%:60% dan 100% pada rasio 50%:50%. Kata kunci : Deteksi jatuh, MPU-6050, Klasifikasi, Machine Learning, Orange Data Mining, AdaBoost.
Analisis Sistem Autentikasi Otp Data Medis Dengan Menggunakan Teknik Embedded Symmetric Key Analysis Of Otp Authentication System Medical Data Using Embedded Symmetric Key Technique Josua Cong Yapo; Ida Wahidah; Fardan Fardan
eProceedings of Engineering Vol 9, No 2 (2022): April 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan dunia medis sudah sangat pesat, perangkat medis wearable sudah mendapat peranan penting di dalam dunia medis. Berbeda dengan alat yang berkoneksi dengan kabel, wearable adalah alat dengan koneksi nirkabel yaiut perangkat yang dapat dikenakan dengan jarak jauh. Pada pembuatan sistem ini, akan di aplikasikan pada sebuah rompi kesehatan, rompi ini akan ditanamkan beberapa sensor seperti, pembacaan detak jantung secara realtime, dan lainlain. Untuk meningkatkan keamanan data, alat ini akan dilengkapi dengan autentikasi One Time Password(OTP) dan keamanan kunci simetris menggunakan metode AES-256 dan SHA-256. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, diketahui bahwa sistem dapat bekerja dengan baik. Kode OTP muncul sesuai dengan data pengguna yang terdaftar, untuk sistem enkripsi juga telah bekerja dengan baik, data-data yang telah di input dapat di enkripsi dari data plaintext menjadi ciphertext. Kata Kunci : OTP,Wearable,Autentikasi AES dan SHA Abstract The development of the medical world is very rapid, wearable medical devices have played an important role in the medical world. Unlike a wired device, a wearable is a device with a wireless connection, i.e. a device that can be worn remotely. In making this system to be applied to the health vest, several sensors will be implanted in this vest, such as real-time heart rate readings, and others. To improve data security, this tool will be equipped with One Time Password (OTP) authentication and symmetric key security using AES-256 and SHA-256 methods. From the results of the tests that have been carried out, it is known that the system can work well.
Analisis Dan Implementasi Algoritma Routing Berbasis Cluster Pada Wireless Body Area Network (wban) Untuk Pemantauan Kesehatan Muhammad Eko Wahyudi; Ida Wahidah; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wireless Body Area Network (WBAN) merupakan jaringan nirkabel dengan penggunaan sensor untuk tubuh manusia. WBAN dapat diterapkan untuk pemantauan kesehatan. Berbeda dengan Wireless Sensor Network (WSN) yang memiliki penggunaan lebih luas. WBAN masih berkembang dan memiliki masalah pada efisiensi energi dengan tetap memperhitungkan performansinya. Sehingga, diperlukan algoritma routing yang dapat meminimalisir masalah tersebut. Cluster based routing sudah diuji pada WSN, yang populer adalah Low Energy Adaptive Clustering Hierarchy (LEACH), sementara pada WBAN, routing Anybody sudah pernah diimpelementasikan. Pemilihan Cluster Head (CH) pada Anybody dilakukan berdasarkan kepadatan tiap node, sementara pada LEACH, CH dipilih secara acak dan bergantian setiap round. Dengan perbedaan tersebut, maka Anybody dan LEACH adalah algoritma routing berbasis cluster yang akan digunakan pada penelitian ini. Dari hasil simulasi WBAN menggunakan Castalia OMNeT++, routing Anybody dan LEACH dapat diimplementasikan, dengan jumlah hop tidak lebih dari 2 hop. Routing overhead Anybody lebih kecil dibanding LEACH. Packet Delivery Ratio (PDR) Anybody lebih besar 14% dibandingkan LEACH. Sehingga throughput dan packet loss juga lebih baik. Namun, LEACH lebih efisien hampir 55% dalam konsumsi energi dan network lifetime 55% lebih lama. Jadi, untuk mementingkan kehandalan pengiriman dapat menggunakan routing Anybody. Apabila mementingkan masalah efisiensi energi, dapat menggunakan routing LEACH. Kata kunci : WBAN, Cluster based routing protocol, Anybody, LEACH Abstract Wireless Body Area Network (WBAN) is a wireless network with the use sensors for the human body. WBAN can be applied to healthcare monitoring. Unlike the Wireless Sensor Network (WSN) which has wider usage. WBAN is still developing and has problems with energy efficiency while still calculating performance. Routing algorithm is needed that can minimize the problem. Cluster-based routing has been tested on WSN, which popular is Low Energy Adaptive Clustering Hierarchy (LEACH), while in WBAN, Anybody routing has been implemented. Selection of Cluster-Head (CH) Anybody is based on density of node, while in LEACH, CH is chosen randomly and alternately each round. With these differences, Anybody and LEACH is cluster-based routing algorithm will use in this project. From the WBAN simulation results using Castalia OMNeT++, Anybody and LEACH routing can be implemented, with no more than 2 hops. Anybody routing overhead is smaller than LEACH. Packet Delivery Ratio (PDR) Anybody 14% greater than LEACH. So that throughput and packet loss are also better. However, LEACH is 55% more efficient in energy consumption and network lifetime is 55% longer. So, to prioritize reliability of delivery data can use routing Anybody. If concerned with energy efficiency issues, can use LEACH routing. Keywords: WBAN, Cluster based routing protocol, Anybody, LEACH
Pengembangan Prototipe Alat Bantu Latihan Reaksi yang Mengunakan Sinyal Lampu dan Bunyi terhadap Kecepatan dalam Lemparan Atas pada Cabang Olah Raga Softball Rahmat, Agus Arief; Wahidah, Ida
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.076 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i8.816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji kelayakan pengembangan model prototipe dari salah satu latihan reaksi terhadap peningkatan kecepatan dalam lempar atas pada cabang olahraga softbal. Metode penelitian menggunakan metode penelitian Riset And Development (RnD) dan akan dilakukan uji coba produk kepada kelompok kecil dan kelompok besar Uji coba penelitian kelompok kecil dilaksanakan pada club cabang olahraga softball sebanyak 15 orang dengan mendapatkan kelayakan model menunjukan nilai skor hitung (SH) fisik 276 dan skor kriterium 450 dengan prosentase 61,33% dengan kategori cukup layak. Kemudian untuk aspek penggunaan mempunyai skor 431 dan skor kriterium 600 dengan prosentase 71,83% dengan kategori cukup layak. Kedua aspek tersebut mendapatkan skor kelayakan 66,58% dengan kategori cukup layak. Sedangkan hasil ujicoba kelompok besar dilakukan kepada atlet Softball kota Tasikmalaya sebanyak 30 orang dengan mendpatkan kelayakan model menunjukan nilai skor hitung (SH) 600 dan skor kriterium 720 dengan prosentase 83,33% dengan kategori Baik/Layak. Kemudian untuk aspek penggunaan mempunyai skor 857 dan skor kriterium 960 dengan prosentase 89,27% dengan kategori Baik/Layak. Kedua aspek tersebut mendapatkan skor kelayakan 86,30% dengan kategori Baik/Layak.
Development of the Snake and Leader Game Model to Improve Physical Motor in Early Childhood Marwan, Iis; Wahidah, Ida; Rohayati, Nia
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 8, No 1 (2024): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v8i1.10289

Abstract

It is very important to pay attention to motor development in early childhood, this will affect the child's motor skills as an adult. Improving movement abilities in early childhood can be done with game models that suit the characteristics of early childhood. The game model that will be developed in this research is a movement game using snake and ladder. The method used in this research is research development from Borg and Gall (1989). The research will go through ten stages from the researcher collecting problems that will become research topics to large-scale production. This research also went through the stages of testing the game model and was given validation. During the trial, the effectiveness of this snake and ladder game model will also be seen. After being developed, this snake and ladder game model includes jumping movements with one leg or two legs. This research was carried out at Alphabet Kindergarten in Tasikmalaya City. After going through the stages in this development research, it can be concluded that the snake and ladder game model can improve gross motor and fine motor physical abilities in young children.
Evaluation Of Physical Education Independent Curriculum Through CIPP: Managerial Implementation In Learning Activities Wahidah, Ida; Listyasari, Endah; Rahmat, Agus Arief; Rohyana, Aang
Indonesian Journal of Sport Management Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Sport Management
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/ijsm.v3i2.6403

Abstract

The government has created an independent curriculum as a learning recovery, but not all schools implement it well. Therefore, an evaluation is needed, especially regarding the management of learning activities. The purpose of this study is to evaluate the implementation of the independent curriculum model in physical education subjects at State Vocational Schools in Tasikmalaya City. This research used a qualitative descriptive approach. In this study, data were collected through triangulation techniques consisting of observation, semi-structured interviews, and documentation. This study involved the vice principal for curriculum, four physical education teachers, and four students. They were selected through a purposive sampling technique. Data analysis involved preparation, inference, and verification. The results showed that the context evaluation of goals and objectives indicators and strength indicators had been fulfilled. However, weakness indicators related to teacher consistency in implementing learning still exist. Input evaluation on indicators of curriculum structure, PE teacher competence, teaching materials, and students have been fulfilled and run well. However, input evaluation on indicators of infrastructure availability still needs to support the continuity of PE learning. Process evaluation on indicators of implementation and implementation of assessments has gone well, but product evaluation on indicators of program achievement still needs to be improved. Implementing CIPP managerial evaluation is carried out by ensuring that the evaluation is carried out systematically, periodically, and comprehensively. Evaluation results are used as the basis for decision-making related to the improvement and development of the Physical Education curriculum. Teachers and school management play an active role in ensuring the sustainability and effectiveness of the evaluation.
Sosialisasi Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) Lansia di Panti Sosial Tresna Wredha Welas Asih Listyasari, Endah; Purnama, Selly; Wahidah, Ida; Soraya, Novi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 4 Nomor 1 Februari 2024
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v4i1.1768

Abstract

Seorang manusia akan melewati fase lanjut usia. Pada fase ini akan mengalami penuaan dan penurunan fungsi tubuh. Proses penuaan tersebut dimulai dari munculnya keriput yang kemudian secara perlahan sistem kekebalan mulai melemah sehingga tubuh dengan mudah terkena penyakit. Lanjut usia (lansia) bukan berarti suatu alas untuk berhenti gerak aktif. Justru dengan tetap beraktivitas masa-masa lanjut usia (lansia) akan terasa bahagia. Bertemu dengan banyak orang, masih dapat melakukan hobinya semasa muda, dan mengisi masa-masa lanjut usia dengan suatu aktivitas yang bermanfaat. Untuk dapat melakukan aktivitas tersebut seorang lansia harus mempunyai kondisi tubuh yang sehat dan bugar. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk supaya badan tetap sehat dan bugar yaitu dengan cara : 1) Tetap aktif beraktivitas, 2) Makan-makanan yang sehat, 3) Istirahat yang cukup, dan 4) Rutin mengecek kesehatan dan minum obat. Aktivitas yang dilakukan oleh lansia harus sesuai dengan posri dan kemampuannya. Berikut beberapa aktivitas yang cukup aman dilakukan oleh para lansia yaitu : jalan kaki jarak dekat, bersepeda santai, berkebun, berenang, dan senam low inpact. Senam adalah salah satu olahraga yang dapat dilakukan dengan masal. Selain banyak manfaat yang dirasakan oleh tubuh dengan melakukan Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) Lansia para lansia dapat bertemu banyak orang dan dapat menjalin komunikasi dengan yang lainnya.
PENERAPAN STATIS DAN DINAMIS STRETCHING SERTA SENAM LOW IMPACT PASCA PANDEMI COVID–19 DI KOTA TASIKMALAYA Marwan, Iis; Wahidah, Ida; Listyasari, Endah; Malik, Arief Abdul
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v8i2.12279

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) menjadi Pandemi Internasional yang diumumkan oleh WHO pada tanggal 11 Maret 2020, artinya negara-negara di seluruh dunia harus menanggapi, mencegah, dan menangani Pandemi Virus Corona. Data Satgas Penanganan COVID-19 tanggal 25 September 2020 Jumlah Paparan di Indonesia Suspek 112.082, spesimen 46.133, 34 Kabupaten/Kota 494, terkonfirmasi 266.845, sembuh 196.196 dan meninggal 10.218 dari data tersebut sangat jelas bahwa COVID-19 masih tinggi. Berbagai upaya dilakukan untuk memutus penyebaran COVID-19 dengan hidup baru, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan. Pemerintah sendiri telah melakukan program testing, tracing, dan treatment. Upaya untuk tetap di rumah, isolasi atau karantina mandiri, tanpa kesadaran dapat menimbulkan rasa jenuh, bosan, bahkan frustrasi. Solusi yang ditawarkan adalah mengemas kegiatan olahraga yang dapat dilakukan di rumah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara latihan Static Stretching (SS), Dynamic Stretching (DD), dan Low Impact (LI) sesuai dengan norma keolahragaan agar kebugaran jasmani meningkat. Metode penyampaian melalui aplikasi WhatsApp dilakukan dengan focus group discussion, pelatihan dan pendampingan, mitra yang terdiri dari tenaga medis, anggota tim satgas COVID 19, pasien yang sedang karantina mandiri, dan anak di panti asuhan yang berjumlah 90 orang peserta. Secara keseluruhan mitra dapat menerima model latihan static stretching dan dynamic stretching serta melakukan latihan low impact yang dipandu melalui aplikasi WhatsApp. Kesimpulannya adalah pada masa pandemi Covid-19 ini kegiatan latihan Static Stretching (SS), Dynamic Stretching (DD), dan Low Impact (LI) dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sehingga imunitas tubuh meningkat.