Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analysis of creative thinking ability in implementing the PBM-B3 Model Monalisa Sinaga; Bornok Sinaga; Waminton Rajagukguk
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 1 (2025): Inovasi Kurikulum, February 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i1.73719

Abstract

Indonesian students' low creative thinking ability at both international and national levels highlights the need for further efforts to improve the quality of mathematics education in Indonesia. This research aims to describe the level of students' mathematical creative thinking abilities and students' difficulties in completing students' mathematical creative thinking ability tests after implementing the Batak Culture Problem-Based Mathematics Learning model (PBM-B3). This research is a qualitative descriptive research. The subjects of this research were fourth-grade students at SD Negeri 030280 Sidikalang. In contrast, the object of this research was the ability to think creatively in mathematics in applying the PBM-B3 model. The research results indicate that students' mathematical creative thinking abilities improved after implementing the PBM-B3 model compared to conventional methods. Most students fall into the medium category, while very high, high, and low categories represent smaller percentages. Indicator analysis shows fluency in the high category, flexibility and elaboration in the medium category, and originality in the low category. Students in the very high category excelled across all indicators. In contrast, those in the high category faced difficulties with principles, while those in the medium and low categories struggled with principles and procedures.   Abstrak Rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik Indonesia di tingkat internasional maupun nasional menyoroti perlunya upaya lebih lanjut dalam meningkatkan kualitas pendidikan Matematika di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik dan kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan tes kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik setelah pelaksanaan model Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak (PBM-B3). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Negeri 030280 Sidikalang, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif matematis dalam penerapan model PBM-B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik meningkat setelah penerapan model PBM-B3 dibandingkan pembelajaran konvensional. Sebagian besar peserta didik berada pada kategori sedang, sementara kategori sangat tinggi, tinggi, dan rendah memiliki persentase yang lebih kecil. Analisis indikator menunjukkan kelancaran berada pada kategori tinggi, fleksibilitas dan elaborasi di kategori sedang, serta orisinalitas di kategori rendah. Peserta didik kategori sangat tinggi unggul dalam semua indikator, sedangkan kategori tinggi mengalami kesulitan pada prinsip, dan kategori sedang serta rendah mengalami kesulitan pada prinsip dan prosedur. Kata Kunci: budaya Batak; kemampuan berpikir kreatif; PBM-B3; pembelajaran Matematika berbasis masalah
Development of digital comic media for improving student learning outcomes in collective lifestyle material Novi Astika Rambe; Daulat Saragi; Waminton Rajagukguk
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.73626

Abstract

Digital comics are now rapidly evolving as an innovative learning medium that captures students' interest through visual and interactive presentations, making comprehension easier and enhancing their engagement in the learning process. This study aims to develop a digital comic medium that is valid, practical, and effective in supporting learning and improving the learning outcomes of fourth-grade students at SDN 165733 Tebing Tinggi. The research method employed is development research, based on the ADDIE model, which encompasses the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. During the development process, the digital comic was validated by experts in content, media, and language and tested on fourth-grade students (Class IV-2) using pre- and post-test questions to measure learning improvement. The study results indicate that the digital comic medium is highly feasible, as validated by experts. Additionally, it has proven effective in enhancing students' learning outcomes, as evidenced by a significant increase in pre-test and post-test scores. The digital comic, developed using Canva, is considered highly feasible, practical, and effective as a learning tool, particularly in Pancasila Education, due to its engaging and interactive presentation.   Abstrak Komik digital kini berkembang pesat sebagai media pembelajaran inovatif yang menarik perhatian peserta didik melalui tampilan visual dan interaktif, sehingga mempermudah pemahaman serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital yang valid, praktis, dan efektif guna mendukung pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV di SDN 165733 Tebing Tinggi. Metode yang diterapkan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE, yang mencakup tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Dalam prosesnya, media komik ini divalidasi oleh para ahli di bidang materi, media, dan bahasa, serta diuji coba pada peserta didik kelas IV-2 menggunakan soal pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik digital ini dinilai sangat layak berdasarkan validasi para ahli. Selain itu, media ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, sebagaimana terlihat dari peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Komik digital yang dikembangkan melalui Canva ini dinilai sangat layak, praktis, dan efektif sebagai alat bantu pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, berkat penyajiannya yang menarik dan interaktif. Kata Kunci: gotong royong; Hasil belajar; Komik digital; Media pembelajaran