Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Sudut Pitch Pada Blade Terhadap Kinerja Turbin Angin Darrieus-H Ulumudin, M Ikhya; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4089

Abstract

Pemakaian energi fosil untuk menghasilkan listrik memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan energi alternatif yang bersih serta tidak mencemari lingkungan yaitu energi angin. Angin dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik dengan turbin angin. Turbin angin vertikal darrieus disebut juga dengan turbin lift, cara kerjanya yang memanfaatkan gaya angkat pada sudu turbin mengakibatkan rotor berputar dan menggerakkan generator sehingga menghasilkan listrik. Penelitian ini melakukan pengujian pada turbin angin darrieus tipe-H 4 sudu dengan variasi sudut pitch 5°, 10°, 15°, 20° dan 25°. Diuji pada 3 variasi angin yaitu 4, 5 dan 6 m/s. diperoleh hasil terbaik yaitu pada kecepatan angin 6 m/s dan daya generator sebesar 1,82 Watt dan putaran poros sebesar 115 Rpm pada sudut pitch 5°. Putaran dan daya generator menurun seiring bertambah besarnya sudut pitch.
PENGARUH VARIASI REGULATOR RECTIFIER (GIPROK) DAN AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR (AVR) TERHDAP VOLT DAN FREKUENSI PADA GENERATOR TENEGA DIESEL 16 HP Hawaij, Dedi Maulana; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 01 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i01.4866

Abstract

Listrik yang setabil dan sesuai batas aman yang mana saat ini masih terjadi naik turunnya tegangan listrik di daerah daerah tertentu maka dibutuhkan alat alat penunjang seperti AVR singkatan dari Automatic Voltage Regulator, dimana komponen ini berfungsi untuk terus menjaga keseimbangan atau stabilitas voltase dan hz listrik dari sebuah generator atau genset ketika berhadapan dengan beban listrik yang kerap berubah-ubah. Untuk masyarakat pada umumnya, biasanya mengetahui bahwa tegangan listrik yang tidak stabil akan berdampak buruk pada berbagai perangkat elektronik atau listrik yang ada termasuk untuk perangkat genset sendri, sehingga diperlukan adanya komponen AVR ini. Alat yang berfungsi untuk mengatur tegangan listrik keluaran generator tersebut kita kenal dengan nama AVR. Arus AC adalah singkatan dari Alternating Current, yaitu Listrik arus bolak-balik. Dinamakan demikian karena listrik ini mempunyai bentuk gelombang sinusoidal. Artinya ialah listrik ini mempunyai polaritas yang berubah-ubah
PERBANDINGAN PENGEREMAN PENGUJIAN REM STATIS DAN PENGUJIAN REM JALAN PADA KENDARAAN PICK UP L300 Nurlina, Ika Tyas; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4088

Abstract

Keselamatan adalah unsur utama dalam pelayanan jasa transportasi. Pemerintah berkewajiban memastikan bahwa kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan memenuhi syarat teknis dan laik jalan. Terpenuhinya ambang batas minimal efisiensi pengereman, merupakan salah satu persyaratan teknis yang harus dipenuhi agar kendaraan dapat beroperasi di jalan. Pengujian efisiensi pengereman dapat  dilakukan  dengan  dua  cara  yaitu  Static  Brake  Test  dan  Road  Test.  Hasil  pelaksanaan kedua  pengujian tersebut menunjukkan adanya  perbedaan  hasil yang  diperoleh  yaitu untuk Pengujian Rem Statis menghasilkan efisiensi pengereman sebesar 64,8% sedangkan untuk Pengujian Rem Jalan menghasilkan efisiensi pengereman sebesar 53% dan  hal  ini  dapat menimbulkan  hasil  yang  berbeda  terhadap  pemenuhan  syarat  teknis dan laik jalan kendaraan.
2007 110-CC 4 Stroke Motorcycle Performance Test Using Pertalite, Pertamax and Avgas fuel Toha, Kamil; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
International Applied Science Vol. 2 No. 2 (2023): Proceeding of SIGMA 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ias.v2i2.470

Abstract

Motorcycle performance can be influenced by several factors, one of which is the type of fuel. To find out the performance of the motorbike, testing can be done using tools such as a dynamometer (dynotest). This research aims to determine the performance of a 110 cc 4 stroke motorbike using pertalite, Pertamax and Avgas fuel using a dynotest, which is connected to a computer. The computer will record a graph of the results of changes in power and torque from each fuel test. In this research, the use of pertalite fuel obtained the highest performance results, namely producing maximum power of 8.9 HP at 7036 RPM engine speed with a torque value of 10.40 N*M at 4322 RPM engine speed. Meanwhile, for the use of Pertamax fuel and the use of a mixture of Pertalite fuel with Avgas, the resulting performance tends to be smaller than the performance produced by Pertalite material. So it can be concluded that the use of fuel with an octane value higher than what is recommended by the manufacturer will cause a decrease in the performance of the motorbike engine itself.
Uji Efisiensi Bahan Bakar dan Performa Mesin pada Motor Sport 250 CC: Perbandingan Sistem Karburator dan Injeksi Hifni, Mada Naufal; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1575

Abstract

Transisi sistem bahan bakar dari karburator ke injeksi menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan efisiensi energi dan performa kendaraan bermotor. Sistem karburator, meskipun masih banyak digunakan, memiliki keterbatasan dalam pencampuran bahan bakar dan udara, sehingga pembakaran kurang optimal dan konsumsi bahan bakar lebih boros. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan daya, torsi, dan efisiensi bahan bakar antara sistem karburator dan sistem injeksi pada motor sport 250 cc. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan pengukuran daya dan torsi menggunakan dynotest, efisiensi bahan bakar menggunakan burret dan stopwatch, serta analisis emisi gas buang menggunakan Exhaust Gas Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem injeksi menghasilkan daya maksimum 27,3 HP pada 8.000 RPM dan torsi tertinggi 27,40 Nm pada 6.500 RPM, sedangkan sistem karburator mencapai daya maksimum 27,1 HP pada 10.250 RPM dengan torsi tertinggi 20,29 Nm pada 8.250 RPM. Efisiensi bahan bakar sistem injeksi lebih unggul, dengan waktu konsumsi 100 ml bahan bakar yang lebih lama dibandingkan sistem karburator di setiap RPM uji. Temuan ini menegaskan bahwa sistem injeksi lebih efisien dalam menghasilkan tenaga serta lebih hemat bahan bakar, sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi gas buang. Penelitian ini memberikan dasar bagi optimalisasi teknologi injeksi dalam industri otomotif serta membuka peluang penelitian lanjutan pada berbagai jenis kendaraan atau penggunaan bahan bakar alternatif.
Pengaruh Dimensi Saluran Buang dan Sudut Kipas Generator Terhadap Kinerja Perangkat Oscillating Water Column Nely Ana , Mufarida; Fidhausi Alviyndin , Arta Abtian; Kosjoko, Kosjoko
Journal of Mechanical Engineering Vol. 1 No. 1 (2024): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jme.v1i1.2188

Abstract

This research aims to investigate the potential for optimizing ocean wave energy conversion using an Oscillating Water Column (OWC) device by focusing on the influence of variations in exhaust duct diameter and generator fan angle. Electrical energy, as a major need in Indonesia, demands exploration of renewable energy sources as an alternative to fossil fuels. Experiments were carried out by varying the exhaust duct diameter (5.5 cm, 4.5 cm, 3.5 cm) and generator fan angle (20°, 25°, 30°). The research results show that there is a significant influence of these two variables on OWC performance. The results of wind speed measurements show that with an exhaust channel dimension of 5 cm, the wind speed at an angle of 45° reaches 2.24 m/s, while at angles of 35° and 40° it is 0 m/s. In the same dimensions, increasing the exhaust duct dimensions increases the wind speed, with a dimension of 15 cm providing optimal results at all fan angles. Measuring the fan RPM in the exhaust duct dimensions (5 cm, 10 cm, 15 cm) shows that in the dimensions 5 cm and 15 cm, the fan RPM is 0 at an angle of 35°. Increasing exhaust duct dimensions, especially the 10 cm and 15 cm dimensions, provides a significant increase in RPM at 40° and 45° angles. The 15 cm dimension provides the best performance, especially at 45° angles. Voltage measurements at three angles (35°, 40°, 45°) with varying exhaust channel dimensions show that at dimensions of 5 cm and 15 cm, the voltage is 0 V at an angle of 35°. Increasing the fan angle, especially in the 10 cm and 15 cm dimensions, provides increased voltage. Dimensions 10 cm, at an angle of 45°, reaches the highest voltage of 24.68 V.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI SPINNER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK MAKANAN IMMAWATI CATERING Kosjoko, Kosjoko; Kuryanto, Totok Dwi; Putra, Dhian Wahana; Mufarida, Nely Ana; Gunasti, Amri
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2447

Abstract

Saat ini, masyarakat membutuhkan tidak hanya gizi tetapi juga makanan yang sehat. Gorengan mengandung lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh, tetapi dapat dikurangi menggunakan mesin spinner. Immawati Catering di Jember masih kekurangan pengetahuan dan peralatan untuk mengolah makanan secara sehat. Universitas Muhammadiyah Jember mengadakan program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas peralatan memasak dan memberikan pelatihan penggunaan spinner guna meniriskan minyak goreng. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar pengurus Immawati Catering memiliki keterampilan dalam mengolah masakan menggunakan spinner untuk meniriskan minyak goreng sehingga tersaji makanan yang sehat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam 5 (lima) tahapan pengabdian. Kelima tahapan pengabdian itu diantaranya pertama, Sosialisasi penerapan teknologi spinner. Kedua, Pelatihan penirisan makanan menggunakan teknologi spinner. Ketiga, penerapan teknologi spinner. Keempat, pendampingan dan evaluasi penerapan teknologi spinner. Kelima Keberlanjutan Program terdiri dari pembentukan Tim khusus pemanfaatan teknologi spinner. Kegiatan pelatihan berhasil meningkatkan kemampuan pengurus Immawati Catering dalam menggunakan teknologi spinner untuk meniriskan minyak. Sebelum pelatihan, kemampuan rata-rata peserta sebesar 50,72 yang tergolong dalam kategori kurang. Setelah pelatihan dan simulasi, kemampuan mereka meningkat menjadi 85,72 atau masuk dalam kategori sangat baik. Pelatihan ini membantu pengurus memahami cara mengoperasikan spinner secara efektif, mulai dari melepas dan memasang keranjang, menekan tombol mesin, hingga memastikan minyak sudah terpisah dari makanan, sehingga kualitas makanan menjadi lebih sehat. Sebelum diadakan kegiatan, kemampuan pengurus  Immawati Catering berada dalam kategori kurang. Setelah diadakan kegiatan pengabdian kemampuan pengurus  Immawati Catering ini meningkat pada kategori sangat baik.
Desain dan Analisis Pengujian Statik pada Chassis Mobil Golf Menggunakan Software Solidworks Ana Mufarida, Nely; Purnawan, Gilang; Kosjoko, Kosjoko; Nurhalim, Nurhalim
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v5i2.1232

Abstract

Perkembangan kendaraan listrik sebagai solusi transportasi ramah lingkungan mendorong inovasi dalam desain kendaraan ringan, termasuk mobil golf yang digunakan di lingkungan terbatas seperti kampus. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis chassis mobil golf yang sesuai untuk digunakan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember. Desain dilakukan dengan tipe ladder frame menggunakan dua jenis material baja karbon rendah, yaitu AISI 1015 dan AISI 1020. Proses desain dan simulasi dilakukan menggunakan software SolidWorks 2018 dengan fokus pada tiga parameter utama: tegangan (stress), perpindahan (displacement), dan faktor keamanan (Factor of Safety/FOS). Desain chassis diuji menggunakan beban statik yang merepresentasikan penumpang dan komponen kendaraan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain terbaik diperoleh pada material baja AISI 1020, yang menghasilkan nilai tegangan maksimum sebesar 111,924N/mm², displacement maksimum 0,934mm, dan FOS sebesar 3,1. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan desain dan material sangat berpengaruh terhadap performa struktural chassis, serta menegaskan bahwa SolidWorks dapat digunakan secara efektif untuk simulasi awal dalam pengembangan kendaraan ringan.
Pengaruh Variasi Suhu Pirolisis terhadap Karakteristik Bio-Oil dari Limbah Batang Tembakau sebagai Bahan Bakar Alternatif Kurniawan, Bagus Dwi; Abidin, Asroful; Kosjoko, Kosjoko
Journal of Applied Mechanical Engineering and Renewable Energy Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jamere.v5i2.1242

Abstract

Limbah batang tembakau memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif untuk produksi bio-oil melalui pirolisis. Pirolisis adalah metode termokimia yang mengubah biomassa menjadi bio-oil, biochar, dan gas pirolitik, dengan suhu yang berbeda memengaruhi karakteristik produk. Namun, kualitas bio-oil yang dihasilkan bergantung pada parameter proses, terutama suhu pirolisis, yang memengaruhi tingkat pH, Total Padatan Terlarut (TDS), dan kadar alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu pirolisis terhadap karakteristik bio-oil yang berasal dari limbah batang tembakau guna mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai bahan bakar alternatif. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan suhu pirolisis 290°C, 390°C, dan 490°C selama 60 menit, kemudian dianalisis sifat bio-oil melalui pengukuran pH, TDS, dan kadar alkohol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu pirolisis menyebabkan peningkatan keasaman bio-oil, yang membatasi penggunaannya pada mesin konvensional namun membuatnya cocok untuk pembakaran langsung di boiler. Tingkat TDS meningkat hingga suhu 390°C sebelum sedikit menurun pada 490°C, yang mengindikasikan degradasi termal senyawa terlarut pada suhu tinggi. Selain itu, kadar alkohol dalam bio-oil menurun seiring meningkatnya suhu pirolisis karena volatilitas yang lebih besar pada tingkat panas yang tinggi. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai karakteristik bio-oil dari pirolisis batang tembakau, yang dapat menjadi referensi dalam mengoptimalkan teknologi konversi biomassa untuk aplikasi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Efektivitas Inhibitor Organik terhadap Laju Korosi pada Plat Baja ST 40 Syah, Moch. Thoriqur Rahman; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana; Nurhalim, Nurhalim
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1801

Abstract

Korosi merupakan permasalahan umum yang sering terjadi dalam industri terutama yang menggunakan material logam baja ST 40. Penggunaan inhibitor kimia sintetis yang umum dipakai saat ini dinilai kurang ramah lingkungan karena bersifat toksik, sehingga diperlukan alternatif berbahan dasar alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tiga jenis inhibitor organik, yakni ekstrak daun jambu biji, daun pepaya, dan daun belimbing waluh terhadap laju korosi plat baja ST 40. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, di mana setiap jenis inhibitor organik masing-masing digunakan untuk merendam 4 plat baja dengan durasi yang berbeda (15, 30, 45, dan 60 menit), kemudian direndam dalam air laut selama 20 hari. Laju korosi dihitung dengan metode kehilangan massa (weight loss), sedangkan efektivitas inhibitor dianalisis melalui perbandingan dengan sampel tanpa inhibitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jenis inhibitor organik mampu menurunkan laju korosi. Ekstrak daun jambu biji memberikan kinerja terbaik dengan rata-rata laju korosi 0,25 mmpy dengan efisiensi tertinggi 71,4%, diikuti daun pepaya dengan rata-rata 0,29 mmpy dengan efisiensi tertinggi 68,3%, serta daun belimbing wuluh sebesar 0,33 mmpy dengan efisiensi tertinggi 58,7%. Data tersebut menegaskan bahwa semakin lama waktu perendaman dalam larutan inhibitor organik, semakin efektif kemampuan inhibitor dalam melindungi logam dari serangan korosi. Hasil ini juga menunjukkan bahwa penggunaan inhibitor organik dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi kerusakan korosi logam dalam industri.