Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Efektivitas Inhibitor Organik terhadap Laju Korosi pada Plat Baja ST 40 Syah, Moch. Thoriqur Rahman; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana; Nurhalim, Nurhalim
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1801

Abstract

Korosi merupakan permasalahan umum yang sering terjadi dalam industri terutama yang menggunakan material logam baja ST 40. Penggunaan inhibitor kimia sintetis yang umum dipakai saat ini dinilai kurang ramah lingkungan karena bersifat toksik, sehingga diperlukan alternatif berbahan dasar alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tiga jenis inhibitor organik, yakni ekstrak daun jambu biji, daun pepaya, dan daun belimbing waluh terhadap laju korosi plat baja ST 40. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, di mana setiap jenis inhibitor organik masing-masing digunakan untuk merendam 4 plat baja dengan durasi yang berbeda (15, 30, 45, dan 60 menit), kemudian direndam dalam air laut selama 20 hari. Laju korosi dihitung dengan metode kehilangan massa (weight loss), sedangkan efektivitas inhibitor dianalisis melalui perbandingan dengan sampel tanpa inhibitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jenis inhibitor organik mampu menurunkan laju korosi. Ekstrak daun jambu biji memberikan kinerja terbaik dengan rata-rata laju korosi 0,25 mmpy dengan efisiensi tertinggi 71,4%, diikuti daun pepaya dengan rata-rata 0,29 mmpy dengan efisiensi tertinggi 68,3%, serta daun belimbing wuluh sebesar 0,33 mmpy dengan efisiensi tertinggi 58,7%. Data tersebut menegaskan bahwa semakin lama waktu perendaman dalam larutan inhibitor organik, semakin efektif kemampuan inhibitor dalam melindungi logam dari serangan korosi. Hasil ini juga menunjukkan bahwa penggunaan inhibitor organik dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi kerusakan korosi logam dalam industri.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBUAT JAMU CAIR TRADISIONAL Sanosra, Abadi; Kosjoko, Kosjoko; Umarie, Iskandar; Gunasti, Amri
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2866

Abstract

Adolescence is a period of rapid growth and development, physically,psychologically, and intellectually. Teenagers still have limited knowledge abouthealthy living behaviors and the risks of negative behaviors. Improvement ofAdolescent Health Knowledge and Character Through the SMART YouthProgram, students will receive training on mental health, stress management,responsible decision-making, and strengthening adolescent character. The aimof this community service is to enhance teenagers' knowledge and awarenessabout the importance of healthy living behaviors and stress management andinstill SMART character values (healthy, independent, active, religious, andresponsible) in teenagers' daily lives. The activity methods were carried outthrough the delivery of materials, educational films, training, integrationpractices, and question-and-answer sessions. Topics include reproductivehealth, stress management, life skills, physical and social activity, ethics andreligious values in adolescent life, discipline, and integrity in daily life. Thisactivity was conducted on Wednesday, February 28, 2025, with 30 participants.The success of the activity was measured using a questionnaire. The resultsshow an increase in knowledge from the category of sufficient knowledge togood, with teenagers increasingly understanding the importance of maintainingphysical and mental health, being able to act independently, being active inpositive activities, upholding religious values, and being responsible in everyaction. Conclusion: expanding students' knowledge and skills in facingadolescent challenges, as well as supporting the formation of a healthy, happy,and responsible adolescent character. Suggestion: It is expected to continueand integrate SMART values into learning activities and counseling guidancesustainably as part of student character development.
Pemanfaatan Limbah Buah–Buahan menjadi Biogas dengan Starter Kotoran Sapi, Kotoran Kambing dan Burung Puyuh Andre, Irham Andrean; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 8 No. 2 (2024): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v8i2.588

Abstract

Saat ini keberadaan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi, batu bara dan lainnya sudah mulai semakin langka dan mahal. Jumlah populasi manusia semakin meningkat serta kemajuan teknologi dan perkembangan industri yang menguras berbagai sumber energi merupakan sebagian dari penyebab kelangkaan tersebut, karena itu dibutuhkan suatu pemikiran untuk menciptakan energi alternatif yang murah dan efisien untuk kebutuhan masyarakat luas. Pengembangan energi alternatif terbarukan perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kelangkaan. Energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak dapat berasal dari limbah peternakan dan perkebunan. Pemanfaatan limbah hewan ternak dan buah-buahan hasil tani yang mulai membusuk dapat memberikan pengaruh positif bagi lingkungan setempat serta dapat menghasilkan berbagai keuntungan untuk memperoleh bahan bakar yang berkualitas. Penelitian ini melakukan pengujian terhadap biogas yang dihasilkan yaitu; kandungan rasio C/N, nilai pH, suhu, volume gas, oksigen (O2), hitrogen sulfide, karbon dioksida ( CO2 ), gas metana ( CH4) dengan campuran komposisi stater:  G1 Kotoran sapi  Em4, G2 Kotoran kambing dan Em4, G3 Kotoran burung puyuh dan Em4, G4 limbah buah-buahan dan Em4. Dalam penelitian ini variasi stater terbaik adalah limbah buah setelah penambahan EM4 yaitu di starter G4 mendapatkan pH 7 dan mengandung rasio C/N sebesar 7,065 dengan waktu penelitian 30 hari, pada hari ke-13 mengalami peningkatan kualitas bahan bakar biogas ditandai dengan meningkatnya suhu sebesar 29,7ᵒC, volume sebesar 48,5 mL, CH4 sebesar 960 LEL, menurunnya kandungan O2 sebesar 0 %, kandungan H2S sebesar 0 ppm, kandungan CO sebesar 0 ppm.
Pengaruh Produksi Gas Metan dari Kotoran Sapi dan Kotoran Kambing dengan Jerami Jagung dan Efektifitas Mikroorganisme-4 (EM4) Amelia novinda sari; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 8 No. 2 (2024): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v8i2.619

Abstract

Abstrak Era Industrialisasi memaksa manusia melakukan eksploitasi secara besar-besaran terhadap pemenuhan bahan bakar yang sangat terbatas keberadaannya. Eksploitasi yang dilakukan berlebihan mengakibatkan menipisnya jumlah bahan bakar dan kerusakan lingkungan yang tidak bisa di hindarkan. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa Negara maju memanfaatkan potensi dari sumber bahan bakar alternatif yang melimpah. Biogas merupakan bahan bakar alternatif dan salah satu jawaban untuk mengatasi keterbatasan bahan bakar serta ramah lingkungan. Limbah kotoraan sapi, kambing dan jerami jagung sangat melimpah di Indonesia. pemanfaatan limbah tersebut secara baik akan dapat menghasilkan biogas yang berkualitas. Penelitian ini melakukan pengujian terhadap biogas yang dihasilkan yaitu; kandungan rasio C/N, nilai PH, suhu, volume gas, oksigen (O2 ), hitrogen sulfide, karbon dioksida (CO2), gas metana (CH4) untuk pembuatan variasi komposisi starter kotoran sapi, kotoran kambing dengan campuran jerami dan EM4. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variasi komposisi campuran starter S2 yang paling baik, dengan 8 kg kotoran kambing + 8 liter air + 1,5 liter jerami jagung dan 0,5 liter EM4 yang mengandung rasio C/N sebesar 34,768% mengalami peningkatan kualitas bahan bakar biogas ditandai dengan meningkatnya kandungan CH₄ sebesar 890%, suhu sebesar 26,6 ᵒC, volume sebesar 62,800 mL dan menurunnya kandungan H₂S sebesar 0 ppm, CO sebesar 100 ppm, O₂ sebesar 0 %.
PENGARUH VARIASI ARUS LAS SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK & BENDING PADA MATERIAL BAJA ST 42 Romadhon, Muhammad Firly; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6312

Abstract

Shielded Metal Arc Welding (SMAW) is an essential metal joining process in the manufacturing and construction industries. The background of this research is the importance of knowing the correct welding parameters to ensure joint quality. The focus of this study is to analyze the effect of variations in electrical current on the tensile and bending strength of ST 42 steel. The research phase involved welding specimens using E6013 electrodes at three different current variations: 95 A, 105 A, and 115 A. The specimens were then tested for strength through tensile testing to obtain strength, stress, and strain data. The main findings indicate that current variation significantly affects the material's mechanical properties. The highest tensile test results were achieved using a current of 105 A, with an average maximum stress of 229.083 MPa and a strain of 4.99%. On the other hand, the lowest strength was produced by a current of 95 A. Thus, it can be concluded that a current of 105 A is the most optimal parameter among the variations tested to obtain a welded joint with the highest tensile strength in ST 42 steel. ABSTRAKPengelasan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) merupakan proses penyambungan logam yang esensial dalam industri manufaktur dan konstruksi. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya mengetahui parameter pengelasan yang tepat untuk menjamin kualitas sambungan. Fokus masalah dalam studi ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi arus listrik terhadap kekuatan tarik dan *bending* pada material baja ST 42. Tahapan penelitian dilakukan dengan mengelas spesimen menggunakan elektroda E6013 pada tiga variasi arus berbeda, yaitu 95 A, 105 A, dan 115 A. Selanjutnya, spesimen tersebut diuji kekuatannya melalui pengujian tarik untuk memperoleh data kekuatan, tegangan, dan regangan. Temuan utama menunjukkan bahwa variasi arus berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik material. Hasil uji tarik tertinggi dicapai pada penggunaan arus 105 A, dengan rata-rata tegangan maksimal sebesar 229,083 MPa dan regangan 4,99%. Sebaliknya, kekuatan terendah dihasilkan oleh arus 95 A. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa arus 105 A merupakan parameter paling optimal di antara variasi yang diuji untuk mendapatkan sambungan las dengan kekuatan tarik tertinggi pada baja ST 42.
ANALISIS PENGARUH VARIASI STARTER EM4 TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DARI KOTORAN TERNAK DAN LIMBAH BUAH SEMANGKA Gilang, Aditya; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6434

Abstract

Indonesia is an archipelagic country rich in natural resources and has abundant potential for fossil energy sources that can be used as gas production materials. The community's dependence on gas fuel (LPG) with increasing population growth can result in an energy crisis for the community, so they are looking for a solution by using biomass as a gas production material. The biomass used in this study is agricultural waste, one of which is watermelon and livestock manure, namely cows and goats. In making biogas, a fairly long fermentation is needed, usually the most common for 36 days to produce optimal methane gas, but there are materials to accelerate the fermentation process, namely EM4. The formulation of the problem in this study is how the effect of EM4 concentration of 10%, 15% and 20% on biogas production and fermentation time efficiency of a mixture of cow, goat and fruit waste manure. The purpose of this study is to analyze how the effect of EM4 concentration of 10%, 15% and 20% on biogas production and fermentation time efficiency of a mixture of cow, goat and fruit waste manure. The research method is an experiment by collecting data that has been tested or analyzed. The results of this study are that watermelon waste, cow dung, goat dung and 10% EM4 are superior to the mixture of 15% and 20% EM4 because they contain the ideal pH value of 6.8, mesophilic temperature of 34°C, O2 gas composition of 20.9%, the smallest H2S of 2 ppm, the smallest CO2 of 2 ppm, the highest CH4 of 766 ppm and the highest volume of 7,536 cm3. ABSTRAKIndonesia merupakan negara kepulauan yang kaya sumber daya alam dan memiliki potensi sumber energi fosil melimpah yang dapat di buat bahan pembuatan gas. Ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar gas (LPG) dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dapat mengakibatkan krisis energi bagi masyarakat sehingga mencari solusi dengan menggunakan biomassa sebagai bahan pembuatan gas. Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu limbah pertanian salah satunya semangka dan kotoran hewna ternak yaitu sapi serta kambing. Pada pembuatan biogas diperlukan fermantasi yang cukup lama biasanya paling umum selama 36 hari untuk menghasilkan gas metana yang optimal, namun terdapat bahan untuk mempercepat proses fermentasi yaitu EM4. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh konsentrasi EM4 10%, 15% dan 20% terhadap produksi biogas dan efisiensi waktu fermentasi dari campuran kotoran ternak sapi, kambing dan limbah buah. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisi bagaimana pengaruh konsentrasi EM4 10%, 15% dan 20% terhadap produksi biogas dan efisiensi waktu fermentasi dari campuran kotoran ternak sapi, kambing dan limbah buah. Metode penelitian ini yaitu eksperimen dengan mengumpulkan data-data yang sudah di lakukakan pengujian atau analisis. Hasil dari penelitian ini yaitu limbah semangka, kotoran sapi, kambing dan EM4 10% lebih unggul dari pada campuran EM4 15% serta 20% karena mengandung nilai pH ideal yaitu 6,8, suhu mesofilik 34°C, komposisi gas O2  20,9%, H2S terkecil 2 ppm, CO2 terkecil 2 ppm, CH4 tertinggi yaitu 766 ppm dan volume tertinggi 7.536 cm3.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI NaOH DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI SERBUK TONGKOL JAGUNG Wibowo, Bintang Yudhistira Adi; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v9i2.2084

Abstract

Krisis energi global mendorong pengembangan bahan bakar alternatif yang lebih berkelanjutan, salah satunya bioetanol. Tongkol jagung sebagai limbah pertanian memiliki kandungan lignoselulosa yang berpotensi dikonversi menjadi bioetanol, namun diperlukan pretreatment untuk meningkatkan efisiensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi NaOH dalam proses delignifikasi serta waktu fermentasi terhadap produksi bioetanol dari serbuk tongkol jagung. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi konsentrasi NaOH 5%, 10%, dan 15% serta waktu fermentasi selama 72, 96, dan 120 jam. Parameter yang dianalisis meliputi kadar glukosa, rendemen bioetanol, kadar bioetanol, dan nilai kalor bioetanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH 15% menghasilkan kadar glukosa tertinggi sebesar 19%. Kombinasi perlakuan NaOH 15% dan fermentasi selama 120 jam menghasilkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 80%, rendemen tertinggi sebesar 17%, serta nilai kalor tertinggi sebesar 1560,37 Cal/gram. Temuan ini menunjukkan bahwa proses delignifikasi dan durasi fermentasi berperan penting dalam meningkatkan efisiensi konversi biomassa menjadi bioetanol, memberikan potensi bagi pengembangan energi terbarukan berbasis limbah pertanian
PENGARUH VARIASI BERAT RAGI DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI BIOETANOL DARI SINGKONG : Rachman, Rafly Aulia; Abidin, Asroful; Kosjoko, Kosjoko
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v9i2.2237

Abstract

Krisis energi mendorong pengembangan bahan bakar alternatif yang lebih berkelanjutan, salah satunya bioetanol. Singkong (Manihot esculenta) sebagai bahan baku lokal memiliki kandungan pati tinggi yang potensial dikonversi menjadi bioetanol melalui proses hidrolisis dan fermentasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi berat ragi Saccharomyces cerevisiae (5%, 10%, 15% w/w) dan waktu fermentasi (72, 96, 120 jam) terhadap produksi bioetanol dari singkong. Metode eksperimen meliputi likuifikasi pada 100°C, penambahan ragi sesuai perlakuan, fermentasi anaerob pada suhu ruang (25–30°C), distilasi menggunakan rotary evaporator (78–80°C), serta pengukuran yield, kadar etanol, dan nilai kalor menggunakan alkoholmeter dan bomb kalorimeter. Hasil menunjukkan kombinasi 10% ragi dan fermentasi 120 jam menghasilkan yield tertinggi sebesar 150%, kadar etanol tertinggi 79% diperoleh pada 10% ragi dan 72 jam, serta nilai kalor maksimum 119,30 Cal/gram dicapai pada 10% ragi dan 96 jam. Temuan ini mengindikasikan bahwa efek berat ragi terhadap keluaran bioetanol bersifat tidak linier dan bergantung pada durasi fermentasi; optimasi kondisi fermentasi perlu disesuaikan dengan prioritas produksi antara yield, kemurnian, dan kandungan energi. Rekomendasi penelitian lanjutan meliputi pemantauan parameter proses (pH, kadar gula residu, viabilitas ragi) serta perlunya optimasi sakarifikasi kombinasi berat ragi dan waktu fermentasu pemurnian untuk menyeimbangkan konsistensi yield, kemurnian dan kualitas produk bioetanol.
PERBANDINGAN PENGEREMAN PENGUJIAN REM STATIS DAN PENGUJIAN REM JALAN PADA KENDARAAN PICK UP L300 Nurlina, Ika Tyas; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 1 No. 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4088

Abstract

Keselamatan adalah unsur utama dalam pelayanan jasa transportasi. Pemerintah berkewajiban memastikan bahwa kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan memenuhi syarat teknis dan laik jalan. Terpenuhinya ambang batas minimal efisiensi pengereman, merupakan salah satu persyaratan teknis yang harus dipenuhi agar kendaraan dapat beroperasi di jalan. Pengujian efisiensi pengereman dapat  dilakukan  dengan  dua  cara  yaitu  Static  Brake  Test  dan  Road  Test.  Hasil  pelaksanaan kedua  pengujian tersebut menunjukkan adanya  perbedaan  hasil yang  diperoleh  yaitu untuk Pengujian Rem Statis menghasilkan efisiensi pengereman sebesar 64,8% sedangkan untuk Pengujian Rem Jalan menghasilkan efisiensi pengereman sebesar 53% dan  hal  ini  dapat menimbulkan  hasil  yang  berbeda  terhadap  pemenuhan  syarat  teknis dan laik jalan kendaraan.
Pengaruh Sudut Pitch Pada Blade Terhadap Kinerja Turbin Angin Darrieus-H Ulumudin, M Ikhya; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 1 No. 01 (2021): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v1i01.4089

Abstract

Pemakaian energi fosil untuk menghasilkan listrik memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan energi alternatif yang bersih serta tidak mencemari lingkungan yaitu energi angin. Angin dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik dengan turbin angin. Turbin angin vertikal darrieus disebut juga dengan turbin lift, cara kerjanya yang memanfaatkan gaya angkat pada sudu turbin mengakibatkan rotor berputar dan menggerakkan generator sehingga menghasilkan listrik. Penelitian ini melakukan pengujian pada turbin angin darrieus tipe-H 4 sudu dengan variasi sudut pitch 5°, 10°, 15°, 20° dan 25°. Diuji pada 3 variasi angin yaitu 4, 5 dan 6 m/s. diperoleh hasil terbaik yaitu pada kecepatan angin 6 m/s dan daya generator sebesar 1,82 Watt dan putaran poros sebesar 115 Rpm pada sudut pitch 5°. Putaran dan daya generator menurun seiring bertambah besarnya sudut pitch.