Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PERPUSTAKAAN PUSAT DAN GALERI UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA BERPENEKANAN PADA PEMECAHAN MASALAH HEMAT ENERGI Wisnu Ady Permana; Eny Krisnawati; Ismadi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v25i1.1060

Abstract

Guna mendukung proses pembelajaran mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan memerlukan referensi studi pendidikan disetiap bidangya masing – masing. Keperluan referensi studi pendidikan tambahan guna meningkatkan pengetahuan di bidangnya masing - masing sehingga mahasiswa dapat mengembangkan inovasinya secara maksimal. Untuk itu adanya perpustakaan pusat bisa menjadi solusi bagi mahasiswa dalam pencarian referensi dan informasi. Saat ini keberadaan Perpustakaan pusat Universitas Tunas Pembangunan dirasa belum memadai secara kualifikasi untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam mencari referensi pendidikan dan informasi yang dapat membantu dalam proses perkuliahan. Pencahayaan dan penghawaan ruang perpustakaan dirasa masih kurang, disebabkan letak dan posisi perpustakaan yang terletak diantara ruang - ruang perkuliahan yang mengakibatkan terhambatnya cahaya matahari dan angin masuk kedalam ruang perpustakaan. Mengakibatkan perlu adanya penambahan sistem pencahayaan dan penghawaan buatan, yang mengakibatkan boros energi atau listrik. Konsep hemat energi (Energy-Efficient) berlandaskan pada pemikiran “meminimalkan penggunaan energi tanpa membatasi atau merubah fungsi bangunan, kenyamanan maupun produktivitas penghuninya”. Mengoptimasikan sistim tata udara-tata cahaya, integrasi antara sistim tata udara buatan alamiah, sistim tata cahaya buatan-alamiah serta sinergi antara metode pasif dan aktif dengan material dan instrumen hemat energi. Selain itu konsep hemat energi juga dibentuk oleh penataan Lansekap sebagai pendukung, berfokus pada kenyamanan pengguna baik secara thermal dan estetik. Perpustakaan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta belum mempunyai desain tropis yang sesuai sehingga belum maksimalnya guna perpustakaan.
APARTEMEN, RENTAL OFFICE, DAN MALL DI BOYOLALI DENGAN PENEKANAN PEMECAHAN MASALAH PRIVASI Hakiem Setyo Bimo; Eny Krisnawati; Ismadi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v25i1.1063

Abstract

Berkembangnya potensi industri dan perdagangan di Kabupaten Boyolali, sebagian besar pengusaha diluar kota yang disebut kaum eksekutif berdatangan untuk mengembangkan usahanya di Boyolali. Keberadaan kaum eksekutif tentunya membutuhkan sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan mengingat manusia memiliki kebutuhan hidup seperti kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) dan kebutuhan sekunder (berbelanja, rekreasi). Walaupun Kabupaten Boyolali mempunyai beberapa pusat perbelanjaan seperti pasar tradisional maupun swalayan dengan skala kecil, namun dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perekonomian yang terus berkembang, sudah saatnya perlu adanya fasilitas perbelanjaan dengan skala besar seperti Mall. Beberapa fasilitas perkantoran di Kabupaten Boyolali walaupun sudah ada namun terbilang masih minim, dengan terus bertambahnya kegiatan perekonomian di Boyolali perlu menambah adanya fasilitas perkantoran sewa guna mendukung perekonomian yang terus berkembang. Adapun kebutuhan rumah tinggal dalam bentuk apartemen juga sangat dibutuhkan dimasa mendatang karena menyadari keterbatasan lahan seiring meningkatnya perkembangan Kabupaten Boyolali. Kebutuhan sarana dan prasarana dengan pola kehidupan masyarakat zaman sekarang yang mengarah kepada kehidupan masyarakat yang serba praktis dan efektif, sehingga mereka sangat menghargai waktu yang disebabkan oleh mekanisme yang serba masal dan mobilitas yang tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka perlu adanya ruang untuk mewadahi beberapa fungsi sekaligus dalam satu bangunan. Perancangan bangunan multi fungsi bertujuan untuk menyediakan ruang yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia serta memberi kenyamanan bagi pemakainya dalam satu lingkup wilayah yang sama. Adapun konsep arsitektur modern akan diterapkan sebagai konsep pada bangunan multi fungsi tersebut Kata kunci: Apartemen, Perkantoran Sewa, Mall, Boyolali, Arsitektur Modern.
PERAN SALURAN PERKOTAAN GUNA MENUNJANG ESTETIKA DAN KENYAMANAN LINGKUNGAN PERKOTAAN Eny Krisnawati; Wahyu Prabowo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v25i2.1069

Abstract

Surakarta sebagai kota pariwisata khususnya wisata budaya dan sejarah hal ini didukung adanya keraton dan peninggalan bangunan bersejarah, selain itu elemen elemen pendukung seperti taman kota, perairan kota serta penataan kota. Pada saat ini perairan kota khususnya sungai dalam kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi pendestrian, parkir, kios, seperti halnya sungai di sepanjang jalan Bhayangkara kota Surakarta. Tujuan dari penulisan ini adanya pengembalian fungsi sungai agar tercipta keseimbangan, estetika dan kenikmatan dalam lingkungan perkotaan, mengingat fungsi sungai tidak hanya sebagai drainase perkotaan saja tetapi lebih dari itu pendingin kota , keindahan kota, untuk itu perlu penanganan khusus atau penataan kembali fungsi sungai. Penataan sungai nerupakan pendekatan dan penerapan salah satu atau beberapa fungsi sungai dalam elemen penataan di perkotaan guna mencapai tujuan proteksi, rekreasi, estetika dan kegunan fungsi lainnya bagi masyarakat perkotaan. Kata kunci: estetika, perkotaan, sungai.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KAPASITAS AREA PARKIR DI AREAL PERBELANJAAN KOTA SURAKARTA Sumina; Eny Krisnawati
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v26i1.1253

Abstract

Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang karakteristik parkir dalam Mall Solo Square Surakarta. Data yang digunakan adalah data primer yaitu pencatatan waktu masuk dan keluarnya kendaraan. Data sekunder yang dipakai adalah luas areal parkir, tipe parkir, dan kapasitas parkir. Metode yang diterapkan dalam analisis ini adalah dengan malakukan survei langsung di lapangan. Dari data kendaraan dilakukan analisis untuk mendapatkan karakteristik parkir berupa, akumulasi parkir, volume parkir, indeks parkir, tingkat turnover, durasi parkir, kebutuhan ruang parkir. Berdasarkan analisis karakteristik parkir di Mall Solo Square ini yaitu akumulasi maksimum harian tertinggi pada rentang waktu 15 menit untuk mobil sebanyak 595 kendaraan, untuk sepeda motor 758. Rata-rata volume harian untuk mobil adalah 1583 kendaraan, adapun untuk sepeda motor adalah 2381 kendaraan. Indeks parkir maksimum untuk mobil adalah 108,58%, serta untuk sepeda motor adalah 112,40%. Rata-rata tingkat turnover parkir mobil adalah 2,89 kend/hari/ruang, serta untuk sepeda motor adalah 2,14 kend/hari/ruang. Rata-rata durasi parkir harian tertinggi untuk mobil adalah 77,108 menit, serta untuk sepeda motor adalah 70,644 menit. Kebutuhan ruang parkir untuk mobil dengan melihat akumulasi maksimum adalah sebesar 595 kendaraan dengan luas area parkir 7437,5 m2, sedangkan luas area parkir tersedia 17432 m2, dengan demikian area parkir untuk mobil di Mall Solo Square masih memenuhi standar kebutuhan parkir. Kebutuhan ruang parkir untuk sepeda motor dengan melihat akumulasi maksimum adalah sebesar 852 kendaraan dengan luas area parkir 1278 m2, sedangkan luas area parkir tersedia 2365 m2, dengan demikian area parkir untuk mobil penumpang dan sepeda motor di Mall Solo Square masih memenuhi standar kebutuhan parkir. Jadi secara keseluruhan area parkir di Mall Solo Square masih mampu memenuhi kebutuhan parkir. Kata kunci: Karakteristik parkir, Kapasitas, dan Kebutuhan Ruang Parkir
PENGARUH PERILAKU PEKERJA PEREMPUAN PADA PROYEK BANGUNAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA Eny Krisnawati
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 9 No. 13 (2011): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan kerja secara umum menyangkut sikap seseorang mengenai pekerjaannya. Karena menyangkut sikap, pengertian kepuasan kerja mencakup berbagai hal seperti kondisi dan kecenderungan perilaku seseorang. Kepuasan-kepuasan itu tidak tampak serta nyata, tetapi dapat diwujudkan dalam suatu hasil pekerjaan. Salah satu masalah yang sangat penting dalam bidang psikologi industri adalah mendorong karyawan untuk bekerja dengan lebih produktif. Untuk itu, perlu diperhatikan agar karyawan sebagai penunjang terciptanya produktivitas kerja dalam bekerja senantiasa disertai dengan perasaan senang dan tidak terpaksa sehingga akan tercipta kepuasan kerja para karyawan. Kepuasan kerja akan berbeda pada masing masing individu. Sangat sulit untuk mengetahui ciri-ciri kepuasan dari masing-masing individu. Namun demikian, cerminan dari kepuasan kerja itu dapat terlihat dari perilaku individu.
ELEMEN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM FENOMENA KEBUTUHAN TATA RUANG PERKOTAAN ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 6 No. 10 (2009): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian dari rencana tata ruang kota (RTRK), kedudukan ruang terbuka hijau (RTH) merupakan ruang terbuka publik yang direncanakan pada suatu kawasan atau  lingkungan , yang tersusun atas ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non hijau. Ruang terbuka hijau, memiliki fungsi dan peran khusus pada masing-masing kawasan yang ada pada setiap perencanaan tata ruang kota, yang direncanakan dalam bentuk penataan tumbuhan, tanaman  dan vegetasi dari jenis tanaman penyejuk, pelindung, penutup tanah  , serta instrumen kelengkapan lain, agar dapat berperan dalam mendukung fungsi ekologis, sosial budaya, dan estetika/arsitektural, sehingga dapat memberi manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Ruang terbuka memiliki peran yang cukup penting dalam memberikan keleluasaan gerak penggunanya,  karena aktivitas dan perkembangan kota yang semakin lama semakin berkembang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan manusia yang hidup di dalamnya. Dengan adanya ruang terbuka,  manusia dihadapkan pada suasana yang berbeda dengan aktivitas kesehariannya.
KONSERVASI BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KERATON KASUNANAN SURAKARTA ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 4 (2002): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi merupakan istilah yang menjadi payung dari semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan internasional yang telah dirumuskan dalam Piagam Burra tahun 1981 ‘ The Burra  Charter of the concervation of cultural Sicnificate ‘. istilah-istilah dasar yang disepakati dalam piagam Burra antara lain : Konservasi,  Preservasi, Restorasi, Rehabilitasi, Adaptasi/Revilatasi, Domisili. Sedangkan kriteria dan motivasi konservasi menurut Catanese, AJ dan Snyder, JC(1979) adalah estetika, Kejamakan, Kelangkaan, peranan sejarah serta memperkuat kawasan didekatnya. Lingkup konservasi dalam suatu lingkungan kota, obyek dan lingkungan konservasi digolongkan dalam luasan : satuan areal, satuan pandangan/ visual/ landscape, satuan fisik/ berwujud bangunan, tentang bentang alam. Pendekatan Adaptiv Reus (Adaptiv Reus an Apporch), merupakan pendekatan pelestarian ditinjau dari peruangan (Caries C, Ramalaksmi, 1955). Lingkungan Keraton Surakarta terdapat elemen-elemen ruang sebagai pembentuk lingkungan keseluruhan keraton yang mempunyai nilai historis, estetika, kejamahan, kelangkaan dan memperkuat lingkungan. Dari sini akan terungkap bahwa dari elemen-elemen ruang di lingkungan Keraton Surakarta secara arsitektur mempunyai nilai sejarah, nilai viston, stop, land mark, edge, tress of town space, space lier, the traditional economic bace.
STUDI PENENTUAN FUNGSI SABUK HIJAU KOTA DALAM MASALAH PEMBANGUNAN LINGKUNGAN PERKOTAAN DI SURAKARTA ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 8 No. 12 (2010): jurnal teknik sipil dan arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan kondisi lingkungan dapat berpengaruh buruk terhadap manusia. Hal ini tentunya bisa berdampak global pada lingkungan, khususnya bagi kesehatan masyarakat sendiri. Berbagai bentuk perusakan lingkungan, seperti pencemaran udara, pencemaran air, dan menurunnya kualitas lingkungan akibat bencana alam, seperti bencana banjir, bencana kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan, masalah sampah, dan meningkatnya kadar polusi udara merupakan masalah lingkungan yang tergolong bukan sepele. Sebab, tidak terselesaikannya atau berlarut-larutnya masalah lingkungan akan menghancurkan potensi pemenuhan generasi mendatang. Termasuk adanya kemerosotan kualitas lingkungan bisa berdampak buruk bagi kenyamanan lingkungan, khususnya bagi kehidupan manusia. Sabuk hijau  kota merupakan pendekatan dan penerapan salah satu atau beberapa fungsi hutan dalam kelompok vegetasi di perkotaan untuk mencapai tujuan proteksi, rekreasi, estetika, dan kegunaan fungsi lainnya bagi kepentingan masyarakat perkotaan. Untuk itu, hutan kota tidak hanya berarti hutan yang berada di kota, tetapi dapat pula berarti bahwa hutan kota dapat tersusun dari komponen hutan, dan kelompok vegetasi lainnya yang berada di kota, seperti taman kota, jalur hijau, serta kebun dan pekarangan.
MAKNA LANGGAM PENDAPA AGENG PURI MANGKUNEGARAN SURAKARTA ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 2 No. 2 (2001): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Form of tradional architecture are not only visible things, but also the symbolic meaning that are contained in them. The meaning in architecture has an important role for architectural form. The design of bulding and the form of bulding have the strong relation with the special element of culture and have relation with condition of nature (Amos Rapoport, 1976). Style is the appearning charaeteristic in object, designed as aresult of using special form. Style has relation with the charaeteristic of building fisically. Puri Mangkunegaraan was built in 1725 by K.G.P.A.A. Mangkunegara I or raden Mas said or Pangeran Samber Nyawa. Puri Mangkunegaran was built in concept of Javanese traditional architecture, with all tre form and symbols which have the special meaning, form the conceptof design, orientation, the form till the style that had syimbolic meaning, all of those come to saved and prosperous condition fisically and soully. The Pendapa is one of  parts of the complex of Javanise traditional building that have concept and meaning basides the Peringgitan and dalem Ageng buildings. Pendapa in Javanese traditional house are used as public building, guest room, and room for the spectator who attend  the shadow puppet held in Peringgitan building. Pendapa Mangkunegaran is the biggest one of some building in indonesia that have many symbols in its architecture. With this background the seacher would like to analize the meaning of the style contained in Pendapa Ageng Mangkunegaran. Along with the aim of the search, that is qualitativdescriptive search, so the approach of description is to be used combined with the picturial media and theories.
CITRA PESONA KOTA SURAKARTA DALAM UPAYA MEWUJUDKAN DESTINASI WISATA TERKAIT OBYEK WISATA YANG ADA ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 16 No. 20 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra suatu kota sangat menarik untuk diteliti, terutama kaitannya dengan keberadaan obyek wisata yang ada , di mana wisata, budaya, tradisi dan  monumen erat kaitannya dengan estetika, di samping estetika yang terkandung di dalam visual monumen tersebut, citra akan menentukan arah kemajuan, termasuk di dalamnya sektor  pariwisata. Permasalahan estetika kota, monumen dan citra pesona pariwisata belum banyak dikaji, hal ini mengingat perencanaan dan pengelolaan daya tarik wisata alam, sosial budaya maupun objek wisata minat khusus harus berdasarkan pada kebijakan rencana pembangunan nasional maupun regional. Jika kedua kebijakan rencana tersebut belum tersusun, tim perencana pengembangan daya tarik wisata harus mampu mengasumsikan rencana kebijakan yang sesuai dengan area yang bersangkutan.Tujuan dari penelitian  ini adalah:a) Mengetahui kondisi fasilitas, sarana prasarana Wisata kota Surakarta b) Mengkaji usaha-usaha yang dilakukan Pemerintah Kota Surakarta dalam mempersiapkan Surakarta menjadi Destinasi, c). Memetakan potensi wisata kota Surakarta. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi kepada pemerintah Kota Surakarta , Penyusunan ini didasarkan pada permasalahan yang dirumuskan sebelumnya beserta tujuan yang akan dicapai. Adapun prosedur penelitian yang dimaksud :a) Mengurus perijinan.b) Menyiapkan perlengkapan penelitian. c) Menyusun protokol penelitian dengan merencanakan jadwal pelaksanaan serta mengembangkan pedoman pengumpulan dananya. d) Mengumpulkan data di lokasi dengan melakukan wawancara, observasi, dananalisa dokumen e) Menelaah masalah yang dianggap penting guna menentukan strategi pengumpulan data berikutnya serta mempersiapkan analisis awal. Untuk selanjutnya data mendapatkan data yang lebih memfokus, untuk menghasilka data yang sudah terkumpul selanjutnya merumuskankesimpulan akhir sebagai temuan penelitian.