Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Perkembangan Permukiman Swadaya terhadap Upaya Pelestarian Cagar Budaya Tamansari Indro Sulistyanto; Eny Krisnawati; Danarti Karsono
Jurnal Permukiman Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2015.10.49-60

Abstract

Situs Cagar Budaya Tamansari memiliki nilai sejarah yang tinggi, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan Kraton Yogyakarta, yang pada awalnya berperan sebagai tempat Raja dan Kerabat Kraton beristirahat dan mesanggrah (menenangkan pikiran). Permasalahan yang terjadi adalah sisa-sisa artefak yang ada bercampur-baur dengan perkembangan perumahan dan kegiatan usaha di sekitarnya, menurun eksistensinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran terhadap tingkat kerusakan yang terjadi pada artefak berupa elemen-elemen benda cagar budaya yang ada. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pisau analisis berupa kerangka gagasan pelestarian situs Cagar Budaya Tamansari yang kita pakai untuk menganalisis dan mensintesis tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh perkembangan permukiman swadaya yang tidak terkendali, dengan melakukan analisis terhadap variabel situs Cagar Budaya Tamansari terhadap variabel perkembangan permukiman swadaya di sekitarnya. Beberapa elemen-elemen peninggalan berupa artefak, masih dapat ditengarai dalam bentuk puing-puing yang tidak lagi utuh, keberadaannya masih sangat menunjang untuk memberikan gambaran situasi Kawasan Cagar Budaya Tamansari pada keadaan aslinya. Hasil akhir dari kegiatan penelitian menunjukkan adanya korelasi antara pergeseran perilaku masyarakat dalam pengembangan dan pembangunan permukiman swadaya terhadap upaya konservasi bangunan cagar budaya
From Waste to Wealth: Entrepreneurial Ventures in Chitosan Extraction for Environmental Sustainability Sulistyowati, Lilik; Syarif, Mohammad; Elvira, Marlon V.; Putrianti, Nabila Puspa; Andareswari, Novi; Krisnawati, Eny; Komarudin, Nurul Amri
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 6 No 3 (2024): November
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v6i3.480

Abstract

The degradation of water quality in the environment can be attributed to the discharge of wastewater from shrimp ponds. Conversely, solid waste in the form of shrimp shells presents an entrepreneurial opportunity through the extraction of chitosan, a substance with the potential to enhance water quality while contributing to environmental sustainability. Sampling for this study was conducted at the Vannamei Nusantara Gemilang pond, located in Tambakrejo Village, Malang Regency, East Java. The research employed an experimental methodology with a quantitative approach, supplemented by a literature review. Various doses of chitosan solutions were tested on shrimp pond wastewater. The optimal results were obtained at a dosage of 80 mg/L, significantly outperforming the untreated water. The test outcomes for the 80 mg/L dosage included: BOD (Biochemical Oxygen Demand) at 4.62 mg/L, Nitrite concentration at 0.045 mg/L, turbidity at 3.55 NTU (Nephelometric Turbidity Units), TSS (Total Suspended Solids) at 14.6 mg/L, TDS (Total Dissolved Solids) at 2974 mg/L, pH level at 6.31, and temperature at 31.40°C. Notably, the Total Dissolved Solids (TDS) levels did not meet quality standards, highlighting the need for further process optimization. These findings emphasize the potential of chitosan extraction as a sustainable solution, while also underscoring the importance of continued research into the economic feasibility of this waste-to-wealth approach. Further studies are necessary to refine the wastewater treatment process, quantify the economic benefits, and ensure the long-term viability of this entrepreneurial venture in environmental sustainability.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN DESAIN REST AREA DESA PACALAN KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN Krisnawati, Eny; Hartanto, Tri; Yuuwono, Bamban; Rully, Rully; Setyo Wibowo, Angga; Ridlwanulhaq, Faiz
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i2.4737

Abstract

Desa Pacalan yang terletak di kecamatan Plaosan kabupaten Magetan, provinsi Jawa Timur. Dahulunya desa Pacalan adalah tanah “perdikan” Keraton Jogjakarta yang terletak di lereng Gunung Lawu. Desa ini memiliki sumberdaya alam dan budaya yang memiliki potensi untuk diolah, dimanfaatkan, dan dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Sebagai pamasok sayuran untuk wilayah sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur, juga adanya objek wisata umbul, maka desa pacalan cukup potensial untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Guna mendukung desa Pacalan menjadi desa wisata perlu suatu sarana atau fasilitas transportasi sebagai area transit kendaraan wisatawan. pemenuhan kebutuhan kehidupan masyarakat sekitar yang harus dilestarikan keberadaannya. Rest Area merupakan salah satu sarana transportasi yang digunakan sebagai area transit wisatawan. sehingga rest area ini dapat berfungsi sebagai area berdagang dalam rangka memperkenalkan hasil bumi desa Pacalan. Dalam strategi pengembangan pariwisata khususnya desa wisata, langkah awal dalam upaya perencanaan kegiatan berbasis masyarakat adalah penyusunan master plan objek wisata yang ada di desa Pacalan tahap kedua pengembangan desain Rest Area dengan konsep keberlanjutan. Perencanaan desain Rest Area ini dirancang dan direncanakan dengan konsep keberkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat secara terus menerus kepada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa Pacalan.
SEKOLAH ALAM DI KABUPATEN KARANGANYAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS Amri, Farhan Saiful; Krisnawati, Eny
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i1.4621

Abstract

Fenomena anak zaman sekarang yang kurang mengenal dan berinteraksi dengan alam sekitar membuat kepekaan sosial maupun terhadap diri sendiri kurang. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang cepat sehingga adaptasi terhadap teknologi membuat interaksi dengan lingkungan sekitarnya menjadi kurang. Interaksi di lingkungan sekolah pun juga kurang akibat dari perkembangan teknologi yang kita tidak siap dalam mengelolanya. Proses belajar mengajar pun juga dapat dilakukan di luar ruangan atau lingkungan sekitar, yang mana kita dapat mengambil pelajaran dan mengerti bagaimana alam bekerja karena kita merupakan bagian dari alam tersebut. Oleh karena itu, penting adanya sekolah yang secara formal maupun informal mengenalkan lingkungan sekitar bagi peserta didik agar dapat menjadi pribadi yang peka dan mengenal alam lingkungan sekitarnya. Sekolah alam merupakan alternatif untuk belajar dan mengenal lingkungan sekitar, sehingga peserta didik dapat menumbuhkan interaksi dengan lingkungan sekitar dan belajar dari lingkungan alam tersebut. Kabupaten Karanganyar cocok untuk dibangun sekolah alam karena mendukung lingkungan yang memadai sebagai sekolah alam yang menekankan konsep lansekap. Kabupaten Karanganyar juga memiliki iklim tropis sehingga menggunakan konsep arsitektur tropis untuk bangunan sekolah alam di Kabupaten Karanganyar.
SCALE UP INTERNATIONAL AIRPORT SULTAN SYARIF KASIM I DENGAN PENDEKATAN AEROCITY DEVELOPMENT Andini, Nesya; Krisnawati, Eny
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i2.5520

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun landasan konseptual perencanaan dan perancangan Scale Up International Airport Sultan Syarif Kasim I dengan pendekatan Aerocity Development di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Pendekatan ini dipilih untuk menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas bandara eksisting di Pekanbaru yang telah mencapai batas optimal dan mengintegrasikan fungsi transportasi udara dengan pengembangan kawasan ekonomi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, studi preseden, observasi lapangan, dan analisis data sekunder dari dokumen perencanaan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan eks-Hak Guna Usaha (HGU) seluas ±1.000 hektare di Kabupaten Siak memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan aspek lokasi, topografi, klimatologi, aksesibilitas, dan jarak aman dari pemukiman padat. Program ruang yang diusulkan mencakup terminal berkapasitas lebih dari 10 juta penumpang per tahun, dilengkapi fasilitas Air Traffic Control Tower, apron, hanggar, dan area komersial yang terintegrasi dengan kawasan pendukung seperti hotel, pusat bisnis, dan wisata budaya Melayu Riau. Desain arsitektur memadukan konsep futuristik dengan ornamen lokal “pucuk rebung”, sementara sistem struktur dan utilitas dirancang berdasarkan prinsip keberlanjutan melalui penggunaan panel surya, IPAL terpusat, dan sistem keamanan berbasis IoT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan bandara baru dengan konsep Aerocity Development di Kabupaten Siak tidak hanya meningkatkan kapasitas dan keselamatan operasional penerbangan, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan dan memperkuat identitas budaya lokal. Kata kunci: Scale Up, Bandara Internasional, Aerocity Development, Arsitektur Melayu Riau, Keberlanjutan, Perencanaan Kota
TRANSPORT HUB DENGAN FASILITAS GEDUNG PARKIR, SHELTER PUBLIC, DAN APARTEMEN YANG BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DI KOTA SURAKARTA Rosyidi, Rizal Fajri; Krisnawati, Eny
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i2.3987

Abstract

Kota Surakarta memiliki peran dan letak yang strategis, berada di pertemuan jalur Madiun-Semarang dan jalur lintas selatan jawa menjadikannya sebagai kota transit dan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Kondisi diatas menyebabkan beberapa dampak seperti keterbatasan lahan, kepadatan penduduk, peningkatan infrastruktur, polusi, kerusakan lingkungan dan sebagainya. Transport Hub sebagai kawasan mixed used yang terintegrasi dengan moda transportasi publik dapat menjadi solusi dalam pengembangan pembangunan kota berkelanjutan akibat dari dampak letak dan peran strategis Kota Surakarta. Mendukung hal tersebut, diperlukan fasilitas berupa Gedung Parkir, Shelter Publik, dan Apartemen untuk memaksimalkan fungsi kawasan. Penekanan Green Arsitektur pada bangunan mendukung konsep keberlanjutan pada pertumbuhan kota. Konsep Transit Oriented Development dijadikan sebagai solusi akibat dampak kepadatan pada kota. Permasalahan yang muncul bagaimana merencanakan dan merancang Transport Hub dengan Fasilitas Gedung Parkir, Shelter Public, dan Apartemen yang Berbasis Transit Oriented Development Di Kota Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konsep Transport Hub dengan Fasilitas Gedung Parkir, Shelter Public, dan Apartemen yang Berbasis Transit Oriented Development Di Kota Surakarta.
Pengaruh Perkembangan Permukiman Swadaya terhadap Upaya Pelestarian Cagar Budaya Tamansari Sulistyanto, Indro; Krisnawati, Eny; Karsono, Danarti
Jurnal Permukiman Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2015.10.49-60

Abstract

Situs Cagar Budaya Tamansari memiliki nilai sejarah yang tinggi, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan Kraton Yogyakarta, yang pada awalnya berperan sebagai tempat Raja dan Kerabat Kraton beristirahat dan mesanggrah (menenangkan pikiran). Permasalahan yang terjadi adalah sisa-sisa artefak yang ada bercampur-baur dengan perkembangan perumahan dan kegiatan usaha di sekitarnya, menurun eksistensinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran terhadap tingkat kerusakan yang terjadi pada artefak berupa elemen-elemen benda cagar budaya yang ada. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pisau analisis berupa kerangka gagasan pelestarian situs Cagar Budaya Tamansari yang kita pakai untuk menganalisis dan mensintesis tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh perkembangan permukiman swadaya yang tidak terkendali, dengan melakukan analisis terhadap variabel situs Cagar Budaya Tamansari terhadap variabel perkembangan permukiman swadaya di sekitarnya. Beberapa elemen-elemen peninggalan berupa artefak, masih dapat ditengarai dalam bentuk puing-puing yang tidak lagi utuh, keberadaannya masih sangat menunjang untuk memberikan gambaran situasi Kawasan Cagar Budaya Tamansari pada keadaan aslinya. Hasil akhir dari kegiatan penelitian menunjukkan adanya korelasi antara pergeseran perilaku masyarakat dalam pengembangan dan pembangunan permukiman swadaya terhadap upaya konservasi bangunan cagar budaya