Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

STUDI KEBERADAAN CITY WALK TERHADAP FUNGSI PERUNTUKAN (Study kasus City Walk Jl. Slamet Riyadi Surakarta) ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 13 No. 17 (2013): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata ruang dan lingkungan hidup mengandung arti yang sangat luas karena kota yang baik merupakan kesatuan ruang yang direncanakan berdasarkan kebutuhan komponen penyusunan ruangnya, sehingga dapat menciptakan suasana kenyamanan dan kesehatan bagi warganya. penelitian ini dibatasi pada kemungkinan dampak yang ditimbulkan dengan keberadaannya city walk baik dampak positif maupun negatif terhadap fungsi dan peran dalam kaitannya penataan perkotaan Surakarta secara lebih luas. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengkaji Keberadaan city walk  terhadapfungsi dan peran dalam lingkungan perkotaan. Penelitian ini merupakan penelitian terapan (Applied research).pendekatan kuantitatif dan fenomenologis, namun pendekatan fenomenologis ini merupakan pendekatan yang populer di dalam penelitian studi perilaku. Untuk penelitian ini digunakan pendekatan fenomenologi rasionalistik.Pengalih fungsian city walk menjadi tempat area PKL,parkir roda dua maupun empat, city walk yang seharusnya nyaman bagi difabel dan nondifabel justru akan terganggu dengan hadirnya kendaraan bermotor roda dua yang melewati untuk menghindari kemacetan di jalan utama, sehingga diperlukan penanganan yang cukup baik. Bagi pengguna yang tidak mengikuti tata tertip / aturan yang terkait dengan pemfungsian city walk perlu diberikan pengertian dan  sangsi.
TINJAUAN ASPEK BUDAYA PADA PURA MANGKUNEGARAN SURAKARTA DALAM UPAYA MENGGALI IDE KONSEP RUMAH TINGGAL JAWA ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 15 No. 19 (2014): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur tradisional, dalam hal ini rumah tinggal Jawa merupakan salah satu identitas dari pendukung kebudayaan, yang mempunyai arti penting dalam kehidupan. Sebagai identitas maka arsitektur tradisional menjadi kebanggaan dari setiap pendukungnya. keraton Mangkunegaran sering juga disebut Pura atau Puri Mangkunegaran, yang didirikan oleh Mas Said atau Pangeran Samber Nyawa dan bergelar Mangkunegara I, keanggunan arsitektur tradisional pada bangunan pura Mangkunegaran dari pola tata ruang, orientasi bangunan, bentuk bangunan sampai dengan wujud, rupa, ragam, atau bentuk. Sisi lain yang melandasi terjadinya bentuk fisik,  falsafah, konsep, tata nilai, ide, gagasan, makna atau isi. Bangunan pura Mangkunegaran merupakan bangunan rumah tinggal Pangeran, karena itu konsep yang diterapkan pada bangunan rumah tinggal Jawa berbeda dengan konsep keraton, namun tetap berkiblat pada konsep keratin.
TERCIPTANYA RUANG TERBUKA HIJAU KOTA di SURAKARTA TERKAIT SURAKARTA SEBAGAI KOTA LAYAK ANAK ENY KRISNAWATI
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 20 No. 24 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah kota /kabupaten sebagai kota layak anak adalah merupakan kumpulan dan akumulasi dari program yang ada pada beberapa kementerian. Karena itu, tidaklah heran kalau program kota layak anak akan memberi manfaat secara langsung kepada anak-anak, karena perspektifnya bukan pada anak tapi  program sektoral. Penerapan kebijakan kota layak anak ini pun tak bisa dipisahkan dari karakter masing-masing kota. Meskipun bertujuan sama, belum tentu kota satu dan lainnya mempunyai hasil yang sama dalam pengimplementasian sebuah kebijakan yang sama Setiap kota adalah organisme yang spesifik dengan karakter yang spesifik pula. Upaya penerapan kebijakan ini memerlukan sebuah kajian mendalam dan panjang. Ruang Terbuka Hijau (RTH)  yang semakin berkurang akan menimbukan masalah tersendiri bagi suatu kota  mengingat RTH diarahkan untuk pemenuhan kuota 30%  dengan berbagai peningkatan baik  secara  kualitas maupun kuantitas. RTH suatu perkotaan merupakan bagian terpenting dari sistem penataan Tata Ruang baik RTH pasif maupun aktif. RTH aktif merupakan program pemerintah Surakarta. Taman yang dibangun memiliki fungsi beragam yang utamanya untuk pendidikan anak. Dengan mencoba menampilkan konsep yang berbeda dalam pembangunan taman. Taman RPTRA dibangun dekat dengan permukiman warga, terutama warga miskin. Sehingga RPTRA dapat berperan sebagai community center bagi masyarakat sekitar. Proses pembangunan RPTRA juga melibatkan masyarakat sekitar. Bahkan perawatan taman juga dilakukan oleh masyarakat di sekitar, RPTRA memposisikan warga sebagai pemilik dan pengelola taman, bukan sekadar penikmat taman
SURAKARTA OTOMOTIF CENTER BERPENDEKATAN ARSITEKTUR HIGH-TECH Febrianda Aryawan; Eny Krisnawati; Rully
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 24 No. 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.616 KB) | DOI: 10.36728/jtsa.v24i2.978

Abstract

Mobil sebagai sarana transportasi dan hobi. Bagi para penjual dan pembeli atomotif seperti tersebut, mobil yang dipasok oleh satu ATPM belum tentu dapat memenuhi selera mereka. Sehingga menciptakan pasar baru bagi para pengusaha mobil di Surakarta. Pasar yang dibidik dan yang masih bertahan hingga sekarang adalah pasar mobil Jepang. Keberadaan pusat otomotif yang representatif di Surakarta atau bisa disebut Surakarta Otomotif Center dapat menjadi wadah bagi penjual maupun pembeli yang tertarik pada bidang otomotif, dan menjadikan satu market tersendiri. Fasilitas otomotif di Surakarta seperti showroom, bengkel dan tempat test drive masih terpisahpisah sehingga menyulitkan bagi masyarakat yang ingin kemudahan dan kepraktisan dalam aksesnya. Atas dasar tersebut maka pusat otomotif yang tidak hanya berfungsi sebagai satu macam showroom ATPM, bengkel dan tempat test drive melainkan juga sebagai penjualan berbagai aksesoris mobil dibangun di Surakarta.
PERPUSTAKAAN PUSAT DAN GALERI UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA BERPENEKANAN PADA PEMECAHAN MASALAH HEMAT ENERGI Wisnu Ady Permana; Eny Krisnawati; Ismadi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v25i1.1060

Abstract

Guna mendukung proses pembelajaran mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan memerlukan referensi studi pendidikan disetiap bidangya masing – masing. Keperluan referensi studi pendidikan tambahan guna meningkatkan pengetahuan di bidangnya masing - masing sehingga mahasiswa dapat mengembangkan inovasinya secara maksimal. Untuk itu adanya perpustakaan pusat bisa menjadi solusi bagi mahasiswa dalam pencarian referensi dan informasi. Saat ini keberadaan Perpustakaan pusat Universitas Tunas Pembangunan dirasa belum memadai secara kualifikasi untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam mencari referensi pendidikan dan informasi yang dapat membantu dalam proses perkuliahan. Pencahayaan dan penghawaan ruang perpustakaan dirasa masih kurang, disebabkan letak dan posisi perpustakaan yang terletak diantara ruang - ruang perkuliahan yang mengakibatkan terhambatnya cahaya matahari dan angin masuk kedalam ruang perpustakaan. Mengakibatkan perlu adanya penambahan sistem pencahayaan dan penghawaan buatan, yang mengakibatkan boros energi atau listrik. Konsep hemat energi (Energy-Efficient) berlandaskan pada pemikiran “meminimalkan penggunaan energi tanpa membatasi atau merubah fungsi bangunan, kenyamanan maupun produktivitas penghuninya”. Mengoptimasikan sistim tata udara-tata cahaya, integrasi antara sistim tata udara buatan alamiah, sistim tata cahaya buatan-alamiah serta sinergi antara metode pasif dan aktif dengan material dan instrumen hemat energi. Selain itu konsep hemat energi juga dibentuk oleh penataan Lansekap sebagai pendukung, berfokus pada kenyamanan pengguna baik secara thermal dan estetik. Perpustakaan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta belum mempunyai desain tropis yang sesuai sehingga belum maksimalnya guna perpustakaan.
APARTEMEN, RENTAL OFFICE, DAN MALL DI BOYOLALI DENGAN PENEKANAN PEMECAHAN MASALAH PRIVASI Hakiem Setyo Bimo; Eny Krisnawati; Ismadi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1380.372 KB) | DOI: 10.36728/jtsa.v25i1.1063

Abstract

Berkembangnya potensi industri dan perdagangan di Kabupaten Boyolali, sebagian besar pengusaha diluar kota yang disebut kaum eksekutif berdatangan untuk mengembangkan usahanya di Boyolali. Keberadaan kaum eksekutif tentunya membutuhkan sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan mengingat manusia memiliki kebutuhan hidup seperti kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) dan kebutuhan sekunder (berbelanja, rekreasi). Walaupun Kabupaten Boyolali mempunyai beberapa pusat perbelanjaan seperti pasar tradisional maupun swalayan dengan skala kecil, namun dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perekonomian yang terus berkembang, sudah saatnya perlu adanya fasilitas perbelanjaan dengan skala besar seperti Mall. Beberapa fasilitas perkantoran di Kabupaten Boyolali walaupun sudah ada namun terbilang masih minim, dengan terus bertambahnya kegiatan perekonomian di Boyolali perlu menambah adanya fasilitas perkantoran sewa guna mendukung perekonomian yang terus berkembang. Adapun kebutuhan rumah tinggal dalam bentuk apartemen juga sangat dibutuhkan dimasa mendatang karena menyadari keterbatasan lahan seiring meningkatnya perkembangan Kabupaten Boyolali. Kebutuhan sarana dan prasarana dengan pola kehidupan masyarakat zaman sekarang yang mengarah kepada kehidupan masyarakat yang serba praktis dan efektif, sehingga mereka sangat menghargai waktu yang disebabkan oleh mekanisme yang serba masal dan mobilitas yang tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka perlu adanya ruang untuk mewadahi beberapa fungsi sekaligus dalam satu bangunan. Perancangan bangunan multi fungsi bertujuan untuk menyediakan ruang yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia serta memberi kenyamanan bagi pemakainya dalam satu lingkup wilayah yang sama. Adapun konsep arsitektur modern akan diterapkan sebagai konsep pada bangunan multi fungsi tersebut Kata kunci: Apartemen, Perkantoran Sewa, Mall, Boyolali, Arsitektur Modern.
PERAN SALURAN PERKOTAAN GUNA MENUNJANG ESTETIKA DAN KENYAMANAN LINGKUNGAN PERKOTAAN Eny Krisnawati; Wahyu Prabowo
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 25 No. 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.835 KB) | DOI: 10.36728/jtsa.v25i2.1069

Abstract

Surakarta sebagai kota pariwisata khususnya wisata budaya dan sejarah hal ini didukung adanya keraton dan peninggalan bangunan bersejarah, selain itu elemen elemen pendukung seperti taman kota, perairan kota serta penataan kota. Pada saat ini perairan kota khususnya sungai dalam kota banyak mengalami perubahan fungsi menjadi pendestrian, parkir, kios, seperti halnya sungai di sepanjang jalan Bhayangkara kota Surakarta. Tujuan dari penulisan ini adanya pengembalian fungsi sungai agar tercipta keseimbangan, estetika dan kenikmatan dalam lingkungan perkotaan, mengingat fungsi sungai tidak hanya sebagai drainase perkotaan saja tetapi lebih dari itu pendingin kota , keindahan kota, untuk itu perlu penanganan khusus atau penataan kembali fungsi sungai. Penataan sungai nerupakan pendekatan dan penerapan salah satu atau beberapa fungsi sungai dalam elemen penataan di perkotaan guna mencapai tujuan proteksi, rekreasi, estetika dan kegunan fungsi lainnya bagi masyarakat perkotaan. Kata kunci: estetika, perkotaan, sungai.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KAPASITAS AREA PARKIR DI AREAL PERBELANJAAN KOTA SURAKARTA Sumina; Eny Krisnawati
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 26 No. 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v26i1.1253

Abstract

Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang karakteristik parkir dalam Mall Solo Square Surakarta. Data yang digunakan adalah data primer yaitu pencatatan waktu masuk dan keluarnya kendaraan. Data sekunder yang dipakai adalah luas areal parkir, tipe parkir, dan kapasitas parkir. Metode yang diterapkan dalam analisis ini adalah dengan malakukan survei langsung di lapangan. Dari data kendaraan dilakukan analisis untuk mendapatkan karakteristik parkir berupa, akumulasi parkir, volume parkir, indeks parkir, tingkat turnover, durasi parkir, kebutuhan ruang parkir. Berdasarkan analisis karakteristik parkir di Mall Solo Square ini yaitu akumulasi maksimum harian tertinggi pada rentang waktu 15 menit untuk mobil sebanyak 595 kendaraan, untuk sepeda motor 758. Rata-rata volume harian untuk mobil adalah 1583 kendaraan, adapun untuk sepeda motor adalah 2381 kendaraan. Indeks parkir maksimum untuk mobil adalah 108,58%, serta untuk sepeda motor adalah 112,40%. Rata-rata tingkat turnover parkir mobil adalah 2,89 kend/hari/ruang, serta untuk sepeda motor adalah 2,14 kend/hari/ruang. Rata-rata durasi parkir harian tertinggi untuk mobil adalah 77,108 menit, serta untuk sepeda motor adalah 70,644 menit. Kebutuhan ruang parkir untuk mobil dengan melihat akumulasi maksimum adalah sebesar 595 kendaraan dengan luas area parkir 7437,5 m2, sedangkan luas area parkir tersedia 17432 m2, dengan demikian area parkir untuk mobil di Mall Solo Square masih memenuhi standar kebutuhan parkir. Kebutuhan ruang parkir untuk sepeda motor dengan melihat akumulasi maksimum adalah sebesar 852 kendaraan dengan luas area parkir 1278 m2, sedangkan luas area parkir tersedia 2365 m2, dengan demikian area parkir untuk mobil penumpang dan sepeda motor di Mall Solo Square masih memenuhi standar kebutuhan parkir. Jadi secara keseluruhan area parkir di Mall Solo Square masih mampu memenuhi kebutuhan parkir. Kata kunci: Karakteristik parkir, Kapasitas, dan Kebutuhan Ruang Parkir
ANALISA POTENSI FISIK DUSUN SUTAN SELOMARTANI SEBAGAI MODAL PENGEMBANGAN POTENSI WISATA DESA Febrione Putri Rakhmanty; Atika Candra Yulia; Eny Krisnawati; Rully; Ismadi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v27i2.1783

Abstract

Pertanyaan penelitian yang berusaha dijawab dalam penelitian ini adalah mengenai apa sajakah potensi fisik alami dan buatan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal pengembangan Desa Wisata. Penelitian ini merupakan penelitian instrumental (instrumental research) dengan metode penelitian yang akan digunakan adalah gabungan metode kualitatif dan kuantitatif. Sumber informasi menggunakan data primer (hasil wawancara, observasi dan dokumentasi) dengan objek Dusun Sutan Selomartani untuk selanjutnya dilakukan analisis secara kualitatif. Pendekatan konseptual digunakan untuk mengetahui potensi lokasi terutama dari lingkungan fisik alami dan buatan di Dusu Sutan. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa Dusun Sutan Selomartani memiliki lingkungan fisik yang berpotensi untuk dikembangkan dan menjadi modal awal untuk menginisiasi pembentukan Desa Wisata, seperti kondisi alam dan Rumah-rumah masyarakat yang bergaya vernakular.
ANALISA POTENSI FISIK DUSUN SUTAN SELOMARTANI SEBAGAI MODAL PENGEMBANGAN POTENSI WISATA DESA Febrione Putri Rakhmanty; Atika Candra Yulia; Eny Krisnawati; Rully; Ismadi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 27 No. 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v27i2.1783

Abstract

Pertanyaan penelitian yang berusaha dijawab dalam penelitian ini adalah mengenai apa sajakah potensi fisik alami dan buatan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal pengembangan Desa Wisata. Penelitian ini merupakan penelitian instrumental (instrumental research) dengan metode penelitian yang akan digunakan adalah gabungan metode kualitatif dan kuantitatif. Sumber informasi menggunakan data primer (hasil wawancara, observasi dan dokumentasi) dengan objek Dusun Sutan Selomartani untuk selanjutnya dilakukan analisis secara kualitatif. Pendekatan konseptual digunakan untuk mengetahui potensi lokasi terutama dari lingkungan fisik alami dan buatan di Dusu Sutan. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa Dusun Sutan Selomartani memiliki lingkungan fisik yang berpotensi untuk dikembangkan dan menjadi modal awal untuk menginisiasi pembentukan Desa Wisata, seperti kondisi alam dan Rumah-rumah masyarakat yang bergaya vernakular.