Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Transforming Regiocultural Branding into Sustainable Marketing Performance: A Dynamic Capability Perspective Tatang Rois; Agapito Barros; Wachjuni
IJSM Vol 9 No 1 (2026): Indonesia Journal of Strategic Management
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7phhb926

Abstract

In dynamic market environments, culture-based small and medium enterprises (SMEs) face the challenge of transforming local cultural identity into sustainable marketing performance. Although regiocultural branding enhances brand differentiation and authenticity, prior marketing studies often treat it as a static symbolic asset, offering limited explanation of how cultural values remain relevant under market change. Drawing on the dynamic capability perspective, this study develops and tests a process-based model explaining how regiocultural branding is transformed into sustainable marketing performance through dynamic marketing capabilities. Survey data from 200 owners or managers of culture-based SMEs were analysed using Structural Equation Modelling (SEM-AMOS). The results show that regiocultural branding positively affects dynamic marketing capabilities, which in turn significantly enhance sustainable marketing performance. Dynamic marketing capabilities partially mediate the relationship between regiocultural branding and sustainable marketing performance. This study reconceptualises regiocultural branding as a trigger for dynamic capability development rather than a static identity asset and extends the dynamic capability perspective to culture-based SME marketing in developing countries.
Optimalisasi Kunjungan Wisata Tenjo Laut melalui Platform Digital Keterlibatan Pelanggan wachjuni wachjuni; Winda Oktaviani; Wely Hadi Gunawan; Wina Noviani; Elda Ajeng Adyla
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.83

Abstract

Objek Wisata Tenjo Laut di Kabupaten Kuningan memiliki potensi alam yang besar namun mengalami kendala stagnasi dan fluktuasi kunjungan wisatawan akibat minimnya pemanfaatan teknologi pemasaran serta sistem pengelolaan yang masih konvensional. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui transformasi digital dan penguatan tata kelola destinasi sebanyak 15 orang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning yang meliputi pemetaan masalah, pelatihan manajemen media sosial dan konten visual, serta pendampingan implementasi teknologi. Solusi utama yang diterapkan adalah pengembangan Digital Customer Engagement Platform (DCEP) berupa katalog digital dan integrasi promosi daring, serta perbaikan sistem pendataan pengunjung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kapasitas mitra dalam strategi digital marketing dan manajemen data. Luaran program meliputi ketersediaan katalog wisata digital yang aksesibel, peningkatan interaksi media sosial, serta peralihan sistem pencatatan pengunjung dari manual ke basis data terstruktur. Intervensi ini berhasil mendorong modernisasi tata kelola destinasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, 9, dan 11, serta meningkatkan daya saing Tenjo Laut secara berkelanjutan.
Pengembangan Kapasitas Pelaku Usaha Lokal Desa Cihaur melalui Edukasi Konten Marketing Winda Oktaviani; Wachjuni Wachjuni; Nurul Siti Jahidah
Eastasouth Journal of Effective Community Services Vol 4 No 03 (2026): Eastasouth Journal of Effective Community Services (EJECS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejecs.v4i03.557

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal di Desa Cihaur dalam memanfaatkan strategi konten marketing berbasis digital. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya literasi digital, khususnya dalam pembuatan konten pemasaran yang menarik dan efektif. Metode yang digunakan meliputi survei awal, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan teknis pembuatan konten (foto, video, dan caption), serta pendampingan penggunaan media sosial Instagram. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam memproduksi konten digital secara rutin, dengan sekitar 80% peserta mampu menghasilkan minimal tiga foto dan satu video setiap minggu. Program ini juga mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya branding dan interaksi digital dengan konsumen serta menumbuhkan minat wirausaha digital Masyarakat. Dengan demikian, edukasi konten marketing terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM berbasis lokal.
Optimalisasi Kunjungan Wisata Tenjo Laut Melalui Platform Digital Keterlibatan Pelanggan Wachjuni; Winda Oktaviani; Wely Hadi Gunawan; Wina Noviani; Elda Ajeng Adyla
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 3 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v3i1.1037

Abstract

Objek Wisata Tenjo Laut di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, memiliki potensi wisata alam yang besar, namun jumlah kunjungan wisatawan masih berada di bawah 3.000 orang per bulan dan berfluktuasi di luar musim liburan. Kondisi tersebut bersumber dari minimnya pemanfaatan teknologi pemasaran, rendahnya kapasitas digital pengelola, serta belum tersedianya sistem pendataan pengunjung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui pengembangan Digital Customer Engagement Platform (DCEP) berbasis Community Based Tourism. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning yang dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, serta pendampingan dan evaluasi, pada 14 Juli–20 September 2025 dengan melibatkan seluruh 15 anggota Pokdarwis Tenjo Laut. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi kegiatan, dan verifikasi luaran, kemudian dianalisis secara deskriptif. Kegiatan menghasilkan empat luaran utama, yaitu satu katalog digital destinasi, satu akun media sosial resmi, satu kalender konten bulanan, dan satu sistem pendataan pengunjung berbasis digital yang menggantikan pencatatan manual berbasis tiket terjual. Hasil evaluasi menunjukkan mitra mampu mengoperasikan media promosi digital, menyusun konten secara terjadwal, serta menerapkan pendataan pengunjung yang lebih terstruktur dibandingkan kondisi sebelum kegiatan. Dampak terhadap jumlah kunjungan belum dapat disimpulkan karena periode pengamatan pascakegiatan masih terbatas. Implementasi DCEP diposisikan sebagai fondasi penguatan tata kelola destinasi berbasis komunitas dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals poin 8, 9, dan 11.
Optimalisasi Kunjungan Wisata Tenjo Laut Melalui Platform Digital Keterlibatan Pelanggan Wachjuni; Winda Oktaviani; Wely Hadi Gunawan; Wina Noviani; Elda Ajeng Adyla
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 3 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v3i1.1037

Abstract

Objek Wisata Tenjo Laut di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, memiliki potensi wisata alam yang besar, namun jumlah kunjungan wisatawan masih berada di bawah 3.000 orang per bulan dan berfluktuasi di luar musim liburan. Kondisi tersebut bersumber dari minimnya pemanfaatan teknologi pemasaran, rendahnya kapasitas digital pengelola, serta belum tersedianya sistem pendataan pengunjung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui pengembangan Digital Customer Engagement Platform (DCEP) berbasis Community Based Tourism. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning yang dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi, serta pendampingan dan evaluasi, pada 14 Juli–20 September 2025 dengan melibatkan seluruh 15 anggota Pokdarwis Tenjo Laut. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi kegiatan, dan verifikasi luaran, kemudian dianalisis secara deskriptif. Kegiatan menghasilkan empat luaran utama, yaitu satu katalog digital destinasi, satu akun media sosial resmi, satu kalender konten bulanan, dan satu sistem pendataan pengunjung berbasis digital yang menggantikan pencatatan manual berbasis tiket terjual. Hasil evaluasi menunjukkan mitra mampu mengoperasikan media promosi digital, menyusun konten secara terjadwal, serta menerapkan pendataan pengunjung yang lebih terstruktur dibandingkan kondisi sebelum kegiatan. Dampak terhadap jumlah kunjungan belum dapat disimpulkan karena periode pengamatan pascakegiatan masih terbatas. Implementasi DCEP diposisikan sebagai fondasi penguatan tata kelola destinasi berbasis komunitas dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals poin 8, 9, dan 11.
PERAN SOCIAL COMMERCE DALAM MENENTUKAN SKALABILITAS STARTUP DI EKONOMI BERKEMBANG INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Januar Habibi Mahsyar; Micki Watulandi; Qona'ah El Hasan; Wachjuni Wachjuni
Digital Business and Entrepreneurship Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Digital Business and Entrepreneurship Journal
Publisher : PRODI BISNIS DIGITAL FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS KUNINGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/digibe.v4i1.479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis social commerce dalam mengakselerasi skalabilitas bisnis startup di pasar berkembang. Di tengah persaingan digital yang ketat, startup seringkali menghadapi tantangan modal dan kepercayaan konsumen. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menyintesis 20 literatur terpilih dari jurnal nasional dan internasional bereputasi dalam rentang waktu 2021-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social commerce memfasilitasi skalabilitas eksponensial melalui tiga mekanisme utama: efisiensi biaya akuisisi pelanggan melalui fitur interaktif, penguatan validasi sosial melalui konten berbasis pengguna, dan integrasi pembayaran digital yang mulus. Temuan utama penelitian ini memperkenalkan konsep The Social-Scalability Paradox, yang menyatakan bahwa keberhasilan skalabilitas startup bergantung pada kemampuan menyeimbangkan otomasi sistem dengan retensi sentuhan personal dalam interaksi sosial. Secara praktis, studi ini merekomendasikan para pendiri startup untuk mengadopsi strategi interaksi hibrida guna mempertahankan keunggulan kompetitif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur pemasaran digital mengenai bagaimana model bisnis asimetris dapat diimplementasikan di pasar berkembang.