Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation of GPM IMERG Product Against Ground Station Rainfall Data in Semi-Arid Region Krisnayanti, Denik Sri; Pah, Jusuf J. S.; Klau, Ralno R.; Decaprio, Alex; Syamsumarlin, .
Civil Engineering Journal Vol 10, No 12 (2024): December
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2024-010-12-09

Abstract

Benanain River is the longest and largest river on Timor Island, with a length of 132 km and an area of 6,460.12 km². In this region, a significant factor affecting the presence of surface water sources is rainfall. To compensate for the lack or unavailability of automatic Rainfall Data (RD) in the Benanain River Basin (BRB), Global Rainfall Measurement (GPM) data from 1998 to 2018 (20 years) were used. The accuracy of GPM rainfall analysis was obtained when parameter conformity and compatibility with data recorded at Rainfall Station (RS) were maintained. The difficulty of predicting rainfall values, spatially and temporally, in the field led to data gaps and unreliable data for analysis needs. Additionally, RD obtained from observation stations contributed to measuring rainfall because there was insufficient RD for analysis in a few regions. The challenge of accurately predicting rainfall values in the field led to differences in data, rendering it unreliable for analysis. To address this issue, satellite data was required as an alternative method to estimate rainfall. Among a total of 7 RS, only 2 passed rainfall characteristic tests. Following this discussion, Lahurus station showed a correlation coefficient of 0.7046, an RMSE of 25.89, and an NSE of 0.476. In addition, the rainfall characteristic test result for Haliwen Station was 1.66 (R100/R2). The second station that passed was Kaubele Station, signifying a correlation coefficient of 0.7907, RMSE of 25.28, and NSE of 0.604. Additionally, the rainfall characteristic test result for Haliwen Station was 3.04 (R100/R2) and the daily performance of the GPM product in the rainy season with low rainfall (≤ 50 mm) was better compared to extreme rainfall (≥ 100 mm). In this study, corrected GPM daily RD in the range >100 mm was underestimated. This analysis implied that the GPM IMERG Final Run product on daily and monthly rainfall timescales had strong detection capabilities and provided data support for long-time series investigations on Timor Island. Doi: 10.28991/CEJ-2024-010-12-09 Full Text: PDF
Kajian Kondisi Debit Das Benanain Terhadap Banjir Saat Badai Siklon Tropis Seroja Krisnayanti, Denik Sri; Bunganaen, Wilhelmus; Taopan, Angelio A
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.20.2.108-119.2024

Abstract

Banjir merupakan peristiwa alam yang sangat sering terjadi. Hal ini terjadi karena intensitas curah hujan yang meningkat dengan durasi yang panjang, adanya perubahan tata guna lahan dan perbuatan manusia yang merusak alam. Banjir bandang yang terjadi di DAS Benanain saat terjadi badai siklon tropis Seroja mengakibatkan banyak korban jiwa serta terputusnya Jembatan Benanain yang menghubungkan Kecamatan Weliman dan Kecamatan Malaka Tengah. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Benanain pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Benanain yang memiliki luas DAS mencapai 3.182,59 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar nilai debit di DAS Benanain saat terjadi badai siklon tropis Seroja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hujan dari 10 stasiun hujan dengan panjang data 22 tahun mulai dari tahun 2000-2021. Metode yang digunakan dalam menghitung distribusi curah hujan yaitu metode distribusi Normal, Log Normal, Log Pearson Tipe III dan Gumbel. Untuk menghitung debit banjir menggunakan metode HSS SCS-CN. Nilai debit banjir dikalibrasi menggunakan perbandingan dengan metode HSS Snyder-Green&Ampt. Aplikasi yang digunakan dalam analisis ini yaitu HEC-HMS. Hasil debit banjir diuji dengan membandingkan grafik hidrograf antara metode HSS SCS-CN dan metode HSS Snyder-Green&Ampt. Nilai debit kala ulang pada DAS Benanain metode HSS SCS-CN untuk kala ulang 100 tahun 3891,2 m3/det, kala ulang 500 tahun 4982,4 m3/det, kala ulang 1000 tahun 6063,5 m3/det. Nilai debit kala ulang dengan metode HSS Snyder-Green&Ampt untuk kala ulang 100 tahun 4115,3 m3/det, kala ulang 500 tahun 4983,8 m3/det, kala ulang 1000 tahun 5832,9 m3/det. Nilai debit puncak saat Badai Siklon Tropis Seroja dengan metode HSS SCS-CN adalah 4189,7 m3/det dan dengan metode HSS Snyder-Green&Ampt  adalah 4243,1 m3/det. Debit banjir yang terjadi pada saat badai siklon tropis Seroja ini diatas debit kala ulang 100 tahun dan dibawah debit kala ulang 500 tahun. Ini menunjukkan bahwa dampak siklon tropis Seroja pada DAS Benanain memberikan debit banjir yang cukup besar pada outlet Sungai Benanain di Kabupaten Malaka. Kondisi banjir yang cukup besar ini perlu dikaji lanjut terhadap morfometri DAS dan morfologi pada Sungai Benanain
ANALISIS HIDROLOGI DAN HIDRAULIKA BANGUNAN PENGELAK (STUDI KASUS BENDUNGAN MANIKIN KABUPATEN KUPANG) Krisnayanti, Denik Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako Vol 11 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jstt.v11i1.947

Abstract

Bendungan Manikin merupakan salah satu bendungan yang dibangun berlokasi di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang, berdaya tampung normal 20,45 juta m³, direncanakan dengan bentuk terowongan (persegi) agar dapat memenuhi kebutuhan penyediaan air bersih bagi masyarakat di sekitarnya dengan debit 700 liter/detik, seluas 310 hektar (Ha). Bendungan Manikin dilengkapi dengan Bangunan pengelak. Bangunan pengelak adalah sebuah bangunan yang berfungsi untuk mengalihkan aliran air sementara dalam pekerjaan bangunan bendungan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bangunan pengelak apakah mampu mengalirkan aliran banjir dengan banjir rancangan kala ulang 25, 50 dan 100 tahun yaitu analisis hidrologi dengan menggunakan metode HSS Nakayasu dan untuk menghitung dimensi digunakan analisis hidraulika. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah debit banjir kala ulang 25 tahun (Q25) sebesar 333,734 m³/det, kala ulang 50 tahun (Q50) sebesar 375,099 m³/det kala ulang 100 tahun (Q100) sebesar 412,792 m³/det. Dimensi saluran pengelak pada Bendungan Manikin yang direncanakan dengan ukuran 3 m x 3 m ini mampu untuk mengalirkan debit banjir kala ulang 25 tahun
PKM Penggunaan Limbah Plastik Untuk Akuaponik Pada Yayasan Tabor Mulia Kelurahan Lasiana Bunganaen, Wilhelmus; Cornelis, Remigildus; Krisnayanti, Denik Sri; Simatupang, Partogi H.; Pah, Jusuf J.S; Hangge, Elsy E.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 19 No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v19i1.18857

Abstract

Kupang merupakan ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur, yang memiliki kondisi iklim kering, karena musim hujan berlangsung hanya kurang lebih empat bulan dan delapan bulan musim kemarau. Ketersediaan air yang tidak cukup, menyebabkan pengolahan tanah dan tanaman sayur untuk skala rumah tangga terbatas. Begitupula untuk pemeliharaan ikan (kolam ikan) skala rumah tangga mengalami kesulitan. Sehingga diperlukan inovasi untuk pemenuhan kebutuhan, dengan cara pembudidayaan sayur mayur dan ikan air tawar melalui pembuatan akuaponik. Budidaya sayuran dan ikan air tawar melalui teknologi akuaponik dapat dilakukan dengan pemanfaatan limbah plastik. metode yang digunakan dalam pengabdian yakni Metode Diskusi atau Metode Ceramah, Metode Demonstrasi dan Metode Pendampingan. Pada pengabdian ini, sasaran kegiatan yakni para kaum difable di Yayasan Tabor Mulia (YTM) yang terletak di RT. 26 RW 07, Bimoku Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil dari pelatihan dan demonstrasi yang dilakukan oleh Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai pemahaman pada kaum difable Yayasan Tabor Mulia (YTM) terkait materi yang diberikan, melalui demonstrasi. Kata kunci: teknologi akuaponik, limbah plastik, kolam ikan, tanaman sayur.
Stability Analysis of Dam with Asphalt Core in Static and Pseudo-Static Conditions Krisnayanti, Denik Sri; Sir, Tri M. W.; Hangge, Elsy E.; Megonondo, Batara Doa; Klau, Ralno R.; Galla, Andrea Z.
Civil Engineering Journal Vol. 11 No. 6 (2025): June
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2025-011-06-024

Abstract

Manikin Dam was constructed to address the issue of raw water shortage in Kupang Regency and Kupang City. However, there were challenges due to clay materials that did not meet the required specifications. Therefore, this study aimed to use asphalt core design as an alternative by analyzing the stability of the embankment body under both static and pseudo-static conditions. To achieve the aim, the Bishop method was applied using the GeoStudio SLOPE/W application, along with manual calculations. The results showed that the safety factor (SF) at the end of construction without seismic loads met the minimum value of 1.300. Under various water level conditions (FWL, NWL, LWL), SF consistently met the minimum required value of 1.500. Furthermore, the seismic analysis considered both operational base earthquakes (OBE) with a return period of 100 years and maximum design earthquakes (MDE), which had a return period of 5,000 years. Even under OBE and MDE seismic loading conditions, SF exceeded the minimum required value. This implied that the use of an asphalt core could be considered safe in terms of preventing potential landslides under both static and pseudo-static conditions. Based on this outcome, asphalt core became a practical alternative for future dam construction, particularly in areas where clay could be scarce or unstable for technical reasons.
Analisis Kestabilan Lereng pada Inlet dan Outlet dengan Perkuatan Shotcrete dan Soil Nailing (Studi Kasus: Bangunan Pengambilan Bendungan Manikin) Lomi, Desinta Banni; Nasjono, Judi K.; Krisnayanti, Denik Sri
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 No. 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v5i1.22771

Abstract

Bendungan Manikin terletak di Desa Kuaklalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kondisi geologi yang kurang baik yang didominasi oleh tanah lempung bobonaro yang merupakan salah satu jenis tanah yang ekspansif. Tujuan penelitian ini adalah: Mengetahui nilai faktor keamanan pada lereng inlet dan outlet bangunan pengambilan tanpa perkuatan shotcrete dan soil nailing dan akibat adanya pembebanan dan setelah diberikan perkuatan shotcrete dan soil nailing. Analisis stabilitas lereng inlet dengan Geostudio menggunakan dua kondisi yaitu kondisi nonNWL (slope/w) tanpa perkuatan SF=1.141, dengan perkuatan SF=1.303, dan kondisi NWL (seep/w) tanpa perkuatan SF=1.528, dengan perkuatan SF=1.844. Dengan perhitungan manual stabilitas lereng inlet tanpa perkuatan SF= 1.260, akibat adanya gempa SF= 1.148 dan analisis stabilitas dengan perkuatan shotcrete dan soil nailing terhadap keruntuhan global SF=1,708. Hasil perhitungan stabilitas lereng outlet tanpa perkuatan slope/w SF=1.490, dengan perkuatan 1.597 lalu dengan perhitungan manual tanpa perkuatan menggunakan metode Bishop SF=1.791, akibat gempa SF= 1.600 dan analisis stabilitas dengan perkuatan shotcrete dan soil nailing terhadap keruntuhan global SF=1,665.
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin Sereh, David Peterson; Krisnayanti, Denik Sri; Hangge, Elsy E.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 No. 2 September 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v5i2.23949

Abstract

Bendungan Manikin merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Struktur bendungan ini terdiri dari beberapa zona material, seperti inti kedap, transisi, dan pelindung, yang berfungsi menahan aliran air serta menjaga kestabilan tubuh bendungan. Stabilitas lereng merupakan faktor penting dalam menjamin keamanan bendungan, terutama saat menghadapi kondisi ekstrem seperti gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng hulu dan hilir Bendungan Manikin pada berbagai kondisi muka air, yaitu selesai konstruksi, muka air minimum (MAM), normal (MAN), dan banjir (MAB), dengan mempertimbangkan pengaruh beban gempa tanpa gempa, OBE (Operating Basis Earthquake), dan MDE (Maximum Design Earthquake). Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio 2018 R2 melalui modul SLOPE/W dan SEEP/W. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa gempa dan gempa OBE, faktor keamanan lereng memenuhi kriteria aman. Namun, pada kondisi gempa MDE, nilai faktor keamanan tidak memenuhi kriteria stabilitas, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap desain geometrik dan properti material bendungan.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK TEKNOLOGI AKUAPONIK PADA KUB Sta. MARIA IMAKULATA KELURAHAN LASIANA Bunganaen, Wilhelmus; Ramang, Ruslan; Sina, Dantje; Kumalawati, Andi; Simatupang, Partogi H.; Bella, Rosmiyati A.; Hangge, Elsy E.; Krisnayanti, Denik Sri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 17 No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v17i2.13389

Abstract

Kupang merupakan ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur, yang memiliki kondisi iklim kering, karena musim hujan berlangsung hanya kurang lebih empat bulan dan delapan bulan musim kemarau. Ketersediaan air yang tidak cukup, menyebabkan pengolahan tanah dan tanaman sayur untuk skala rumah tangga terbatas. Begitupula untuk pemeliharaan ikan (kolam ikan) skala rumah tangga mengalami kesulitan. Oleh karena itu, adanya inovasi untuk pemenuhan kebutuhan, dengan cara pembudidayaan sayur mayur (hidroponik) dan ikan air tawar (akuakultur) melalui pembuatan akuaponik. Budidaya sayuran dan ikan air tawar melalui teknologi akuaponik dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya pemanfaatan limbah plastik. metode yang digunakan dalam pengabdian yakni Metode Diskusi atau Metode Ceramah, Metode Demonstrasi dan Metode Pendampingan. Adapun sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah warga KUB Sta. Maria Imakulata, yang terletak di RT. 026, RT. 029, RT. 31 dan RT. 32, Bimoku Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil dari pelatihan dan demonstrasi yang dilakukan oleh Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai keberhasilan 100%. Hasil yang dicapai : meningkatnya pemahaman Kelompok Umat Basis Sta. Maria Imakulata akan materi yang diberikan, melalui demonstrasi.
PEMETAAN POTENSI SUMBER DAYA AIR UNTUK PERTANIAN LAHAN PRODUKTIF (STUDI KASUS: DESA KAMBUHAPANG DAN DESA KAMBATAWUNDUT) Wilis, Kezia Georginia Patricia; Krisnayanti, Denik Sri; Cornelis, Remigildus
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v20i2.892

Abstract

Desa Kambuhapang and Desa Kambatawundut are villages located in the Lewa District of East Sumba Regency. This area is characterized by arid conditions and experiences an 8-month-long dry season. Most of the population in this region is engaged in agriculture, particularly dryland farming. The main water supply for agriculture in this area comes from low rainfall, resulting in limited water availability. The purpose of this study is to assess the water discharge potential in these two villages. Secondary data, including rainfall data, was obtained from two stations: the Waingapu meteorological station and the Lewa Paku rain station. Additionally, climatological data from 2012 to 2021 was used. ArcGIS 10.7 software was employed to map the area using Digital Elevation Model (DEM) data. The Modified Penman method was used to determine evapotranspiration, while the F.J. Mock method was applied to calculate the reliable discharge. The results showed that the average annual water availability, according to the F.J. Mock method, is 16.45 m³/s for the Lay Mbeda River and 16.54 m³/s for the Wai Wei River. The villages of Kambuhapang and Kambatawundut have sufficient water availability, with a total of 74.18% across an area of 63.12 km². The adequate water availability in these two villages is evident from the minimum discharge during the dry season, ranging from 6.60 to 7.12 m³/s. This indicates that the villages have sufficient water resources to support the expansion of productive agricultural land for the local community. The utilization of these water resources could be further optimized by providing supporting infrastructure to increase runoff storage, such as water reservoirs, small ponds, or retention basins.Keywords: mapping, water potential, water availability, waingapu, lewa paku
ANALISIS KEKERINGAN METEOROLOGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX DI KUPANG – NUSA TENGGARA TIMUR Krisnayanti, Denik Sri; Pasoa, Mirnawati S; Cornelis, Remigildus
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v19i1.793

Abstract

 Kupang City and Kupang Regency have semiarid climatological conditions where annual rainfall ranges from an average of 1,250 mm/year. Kupang City and Kupang Regency experience long days without rain, which potentially causes meteorological drought. The study aims to determine the value and distribution of the drought index in Kupang City and Kupang Regency. This study uses the Standardized Precipitation Index (SPI) method using rainfall data for 21 years (1998-2018) from 12 rainfall stations, while the mapping uses ArcGIS Software. The results obtained from this study are the extreme level of drought in Kupang Regency and Kupang City occurred in 2015-2016. A 1-month SPI Kupang City experienced the highest drought in January 2004 at -3.48, while Kupang Regency occurred in November 2015 at -3.06.  The 3-month SPI Kupang City experienced the highest drought in January 2016 at -3.85, while Kupang Regency occurred in December 2012 at -4.13. The 6-month SPI of  Kupang City experienced the highest drought in January 2016 at -4.04, while Kupang Regency occurred in November 2015 at -4.82.  The 12-month SPI Kupang City experienced the highest drought in March 2016 at -3.76, while Kupang Regency occurred in April 2016 at -3.36. The 6-month SPI tends to fluctuate more in value than the 1-month SPI, 3-month SPI, and 12-month SPI. The drought years that occurred in 2015 – 2016 triggered forest and land fires in Kupang City. Besides that,  the Meteorological drought must be anticipated by setting appropriate cropping patterns to avoid food insecurity. Keywords: Drought, semiarid, land fires, mapping 
Co-Authors A. H. Welkis, Wilberd A. Nursyam, Nurul Alvine C. Damayanti Alvine C. Damayanti Alvine C. Damayanti Ananda, Yokti Anang Galang Anargi Djalil Mangu Andi H. Rizal Andi Kumalawati Banamtuan, William Fr. Chandra, Chrystin Costandji Nait Damayanti, Alvine Cinta Dantje A. T. Sina Davianto F. Welkis Davianto Frangky B. Welkis Davianto Frangky B. Welkis Decaprio, Alex Demonsa Bintang Putra Lende Djoko Legono Djoko Legono Doa Megonondo, Batara Dolly W. Karels Elia Hunggurami Eugenius Nino Mbauth F. B. Welkis, Davianto Fery Moun Hepy Forisman R. Nomnafa Galla, Andrea Z. Hamdan Nurdin Hangge, Elsy E. Henry Jefrison Benu I Made Udiana I Made Udiana Jacob Kedoh John H. Frans John Hendrik Frans Jordy Georgia Makunimau Judi K Nasjono Judi K. Nasjono Jusuf J. S. Pah Khaerudin, Dian Noorvy Klau, Ralno R. Klau, Ralno Robson Lomi, Desinta Banni M. Solichin Maulana, Mahendra Andiek Megonondo, Batara Doa Mirnawati S Pasoa Munaisyah, Farah Nait, Costandji Nichorids S Saudale Pah, Jusuf J.S Partogi H. Simatupang, Partogi H. Pasoa, Mirnawati S Philipi de Rozari Remigildus Cornelis Robson Klau, Ralno Rohi D. Radja Pono Rosmiyati A Bella Ruslan Ramang Ruslan Ramang SATRIYAS ILYAS Seran, Yustinus A. Sereh, David Peterson Sri Wahyuni Suhardjono Suhardjono Syamsumarlin, . Taopan, Angelio A Tatas, Tatas Tri M. W. Sir Tri M.W. Sir Tri M.W. Sir Very Dermawan Vilkanova C. Garu Welkis, Davianto Frangky B. Wilhelmus Bunganaen Wilhelmus Bunganaen Wilhelmus Bunganaen Wilhelmus Bunganaen Wilhelmus Bunganaen Wilis, Kezia Georginia Patricia Willem Sidharno Yerison Dimu Ratu Yunita A. Messah Yustinus Akito Seran