Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Otomasi Pengaturan Suhu Water Heater Menggunakan Mikrokontroller dengan Media Paraffin Wax Elsa Maulinda Savana; Henna Nurdiansari; Vigih Hery Kristanto
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i3.6638

Abstract

Water heating systems on ships play a crucial role in supporting crew comfort and operations. However, conventional systems generally operate continuously without automatic control, resulting in energy waste and high operational costs. This situation drives the need for innovation in more efficient and environmentally friendly water heater designs. This research aims to design and implement an automated water heater temperature control system based on an ESP32 microcontroller with on/off control and the use of paraffin wax as a latent heat storage medium. This design is expected to improve energy efficiency while reducing the operational costs of water heaters on ships. The research methodology includes system design, hardware assembly, and performance testing, both static and dynamic. Testing was conducted to evaluate temperature stability and energy efficiency in system conditions with and without the use of paraffin wax. The results showed that paraffin wax improved water temperature stability while reducing the frequency of heater activation. In a 24-hour test, the system without paraffin wax recorded a heater operating time of 15 hours, consuming 8.85 kWh of electricity and costing Rp11,965.20. In contrast, the Paraffin Wax system only requires 10 hours of heater operation, consumes 5.90 kWh, and costs Rp7,976.80. This demonstrates energy savings of 2.95 kWh and a cost efficiency of up to 58%. Therefore, the ESP32-based water heater automation system and heat storage using Paraffin Wax are proven to be more energy-efficient, cost-effective, and have the potential to be an innovative and environmentally friendly solution for ship operational needs.
Pengaruh Sistem Single Submission Pengangkut terhadap Kepuasan Karyawan PT Trans Cakrawala Perkasa Cabang Benoa pada Saat Kegiatan Clearance In dan Out Ariska, Daffa Adiwidya; Dahri, Muhammad; Kristanto, Vigih Hery
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7106

Abstract

Penerapan Sistem Single Submission Pengangkut (SSM Pengangkut) ditujukan untuk mendukung kelancaran proses clearance in dan clearance out kapal melalui sistem pelayanan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala atau hambatan yang dihadapi karyawan dalam penggunaan Sistem SSM Pengangkut serta menganalisis pengaruh penggunaan sistem tersebut terhadap tingkat kepuasan karyawan dalam mendukung kelancaran kegiatan clearance. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi pada karyawan operasional PT Trans Cakrawala Perkasa Cabang Benoa. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi kendala sistem dan tingkat kepuasan karyawan, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan masih menghadapi berbagai kendala dalam penggunaan Sistem SSM Pengangkut, terutama pada aspek gangguan teknis sistem, keterbatasan fasilitas dan jaringan internet, lambatnya respons dukungan teknis, serta efisiensi proses input data. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan Sistem Single Submission Pengangkut berpengaruh terhadap tingkat kepuasan karyawan, di mana kendala yang masih terjadi menyebabkan tingkat kepuasan karyawan belum mencapai kategori optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pada stabilitas sistem, infrastruktur pendukung, serta pelatihan dan dukungan teknis yang berkelanjutan guna meningkatkan kepuasan karyawan dan kelancaran kegiatan clearance in dan clearance out.