Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : Jurnal EMPATI

“USAHAKU, PILIHAN HATIKU” Sebuah Studi Fenomenologi Tentang Makna Bekerja pada Wanita Wirausahawan Batik di Pekalongan Kusumawati, Tri; Kristiana, Ika Febrian
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.041 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15174

Abstract

Peran wanita diidentikkan sebagai ibu rumah tangga, terutama bagi wanita yang telah menikah. Pada era sekarang, tidak sedikit wanita yang telah menikah tetap memutuskan untuk bekerja dengan berbagai alasan, salah satunyaalasan ekonomi. Berwirausaha menjadi salah satu pekerjaan yang dapat dipilih. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan perspektif fenomenologi yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman memaknaibekerja pada wanita wirausahawan batik di Pekalongan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang wanita yang telah menikah dan memutuskan untuk berwirausaha batik. Subjek diambil dengan teknik purposive.Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis fenomenologi oleh Smith (2009). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek memilikipengalaman memaknai bekerja yang berbeda. Subjek 1 memiliki pengalaman memaknai bekerja sebagai upaya penyempurnaan ibadah dalam arti dapat menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga namun jugaberkontribusi membantu perekonomian keluarga, berwirausaha juga menjadi sebuah sarana penuangan ide kreatif dan sarana untuk dapat menjadi sosok mandiri dari segi finansial. Subjek 2 memiliki pengalaman memaknai bekerjasebagai upaya perjuangan hidup hingga pencapaian kesejahteraan hidup, berwirausaha juga menjadi sebuah investasi jangka panjang bagi subjek 2. Subjek 3 memaknai bekerja sebagai upaya mencapai kemandirian finansialsehingga tidak bergantung dengan penghasilan suami. Bagi subjek 3, bekerja menjadi prinsip untuk dapat menghidupi diri sendiri. Pencapaian kesuksesan sebagai wirausahawan batik menjadi sebuah pilihan hati yang tepatbagi ketiga subjek.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK DOWN SYNDROME DI SEMARANG Megasari, Intan; Kristiana, Ika Febrian
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.554 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15426

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan penerimaan diri pada ibu yang memiliki anak down syndrome. Pada ibu dengan anak down syndrome, adanya bentuk perilaku ibu yang menarik diri dari interaksi sosial, menyalahkan diri atas setiap peristiwa yang dialami dan menunjukan pelampiasan emosi negatif terhadap anak akan sangat berpengaruh pada proses perawatan anaknya, untuk itu dukungan sosial suami yang diberikan kepada ibu sangatlah penting dalam meningkatkan penerimaan diri pada ibu. Subjek penelitian ini adalah 51 ibu dengan anak down syndrome di beberapa SLB di Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Instrument penelitian terdiri dari dua skala yaitu Skala Penerimaan Diri Ibu (21 aitem ; α = 0,825 ; rix = 0,25 ) dan Skala Dukungan Sosial Suami (31 aitem α sebesar 0,933 dengan rix = 0,30). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan positif antara dukungan sosial suami dengan penerimaan diri pada ibu yang memiliki anak down syndrome (r = 0,704), dimana dukungan sosial suami memberikan sumbangan sebesar 49,5%.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Emeralda, Gina Nadya; Kristiana, Ika Febrian
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.702 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19744

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa sekolah menengah pertama. Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama. Subjek penelitian ini adalah 118 siswa kelas VII dan VIII SMP Mardisiswa I yang berusia 12-15 tahun dan tinggal bersama orang tuanya. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah conveniencesampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial Orang Tua (25 aitem, α = 0,890) dan Skala Motivasi Belajar (22 aitem, α = 0,862). Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi Spearman-Rho dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,556 dengan p=0,000 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara variabel dukungan sosial orang tua dengan variabel motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama, begitu juga sebaliknya.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK REMAJA Rachmawati, Alifia Yuli; Kristiana, Ika Febrian
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.765 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7558

Abstract

Kelekatan aman telah dibuktikan berkorelasi dengan keberfungsian di masa mendatang, seperti hubungan individu terhadap orang lain, perkembangan kepribadian, serta masalah-masalah perilaku. Berkembangnya kelekatan aman memungkinkan individu memiliki pandangan yang positif terhadap diri sendiri, termasuk terhadap kemampuan diri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kelekatan aman dengan efikasi diri akademik remaja. Pengumpulan data menggunakan Skala Kelekatan Aman yang terdiri dari 40 aitem valid (rxx’ = 0,905) dan Skala Efikasi Diri Akademik yang terdiri dari 28 aitem valid (rxx’ = 0,909). Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Ungaran yang berjumlah 306 siswa. Subjek penelitian berjumlah 175 siswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana, menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) = 0,425 dengan p=0,000 (p
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING PADA PERAWAT ICU DI RUMAH SAKIT TIPE C WILAYAH SEMARANG DAN PATI Harsiwi, Eny Dwi; Kristiana, Ika Febrian
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.187 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan problem focused coping pada perawat ICU di Rumah Sakit Tipe C wilayah Semarang dan Pati. Populasi berjumlah 85 orang dan sampel penelitian 55 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala problem focused coping (25 aitem, α = 0,917) dan skala kecerdasan emosional (41 aitem, α = 0,922). Hasil analisis regresi menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan problem focused coping (r=0,382 ; ρ = 0,002), berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin tinggi problem focused coping. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional, maka semakin rendah problem focused coping. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 14,6 % terhadap Problem focused coping.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN KONSEP DIRI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 4 KENDARI Marsuq, Alfira faradila; Kristiana, Ika Febrian
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.645 KB)

Abstract

This study aims to determine the relationship between perceptions of father's involvement in parenting with self-concept in students of class X SMK Negeri 4 Kendari. The hypothesis of the proposed research is there is a positive relationship between perceptions of father's involvement in parenting with self-concept in the students of class X SMK Negeri 4 Kendari. The population in this study are students of class X SMK Negeri 4 Kendari as many as 284 students with 157 students of research sample. This research uses cluster random sampling technique. Methods of data collection using psychological scale, namely the scale of perception of father's involvement in parenting and the scale of self-concept. The perception scale of father involvement in nurturing consists of 39 valid aitems (α = 0.925) and self-concept scales consisting of 23 valid items (α = 0.834) that have been tested on 114 students. Data analysis was done by simple regression analysis method. The result of data analysis show correlation coefficient (rxy) = 0,476 at P = 0,000 (p <0,05). This means that the hypothesis of this research is accepted that there is a positive relationship between perceptions of father's involvement in parenting with self-concept. Effective contribution of the perception of father's involvement in self-care is 22.7% while 77.3% comes from other factors not revealed in this research. 
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN STRES PENGASUHAN ISTRI YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL RINGAN DAN SEDANG Josephine Clarissa Purnomo; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.779 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15392

Abstract

Retardasi mental adalah ketidakmampuan kognitif yang mempengaruhi tingkat kecerdasan secara menyeluruh, seperti kemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial. Kehadiran anak yang mengalami retardasi mental memunculkan dinamika kehidupan keluarga yang kompleks dan lebih berat, yang mengakibatkan munculnya stres pengasuhan terutama pada ibu. Dukungan suami diperlukan untuk mengurangi dampak stres pada istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan stres pengasuhan istri yang memiliki anak retardasi mental ringan dan sedang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara dukungan sosial suami dan stres pengasuhan istri. Subjek penelitian adalah 65 ibu dengan anak retardasi mental ringan dan sedang yang bersekolah di tiga SLB di Semarang yang dipilih melalui simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial Suami (33 aitem, α = 0,903) dan Skala Stres Pengasuhan Istri (35 aitem, α = 0,916). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana yang menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,503 dengan p = 0,000 (p<0,01), maka ada hubungan negatif antara variabel dukungan sosial suami dengan stres pengasuhan istri. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi dukungan sosial suami, maka semakin rendah stres pengasuhan istri dan sebaliknya. Dukungan sosial suami memberikan sumbangan sebesar 25,3% terhadap stres pengasuhan istri.
HUBUNGAN ANTARA INTENSI BERMEDIA SOSIAL DENGAN PROKRASTINASI SKRIPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Riyandita Destiana; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.27 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15044

Abstract

Prokrastinasi merupakan salah satu konstruk psikologi yang membahas perilaku menunda untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas (dalam hal ini adalah skripsi). Mengerjakan aktivitas lain yang lebih menyenangkan, misalnya bermedia sosial dimungkinkan dapat mempengaruhi perilaku prokrastinasi skripsi pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensi bermedia sosial dengan prokrastinasi skripsi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang.Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 132 mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi selama minimal dua semester. Jumlah sampel penelitian sebanyak 101 mahasiswa yang diambil dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala prokrastinasi skripsi (34 aitem valid, α = 0,943) dan skala intensi bermedia sosial (27 aitem valid, α = 0,905). Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Brown, menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,134 dengan signifikansi sebesar 0,182 (p > 0,05) yang dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara intensi bermedia sosial dengan prokrastinasi skripsi atau hipotesis ditolak.
JEJAK PSIKOLOGIS REMAJA DAN PEMBUNUHAN Penelitian Studi Kasus Pembunuhan yang Dilakukan oleh Remaja Narapidana di Lapas Kedung Pane Semarang Widyatmoko Cikal; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.605 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7624

Abstract

Tindak kejahatan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh remaja tidaklah terjadi begitu saja. Terdapat proses mekanisme psikologis yang berperan dalam pembunuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena kejahatan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh remaja yang merupakan seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane Semarang. Subjek adalah seorang narapidana remaja yang melakukan tindak kejahatan pembunuhan berencana di Semarang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumen. Analisa data menggunakan analisa deskriptif Hasil penelitian menggambarkan bahwa mekanisme psikologis yang terjadi dalam fenomena pembunuhan yang dilakukan oleh remaja terdiri dari dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kepribadian, kemampuan berpikir, dan kondisi emosional. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan pergaulan, tingkat pendidikan, dan stimulus dari korban itu sendiri.
KECERDASAN EMOSI DAN KONFLIK PERAN GANDA PADA DOSEN WANITA DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Fatimah Al Shofa; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.381 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14312

Abstract

Dosen wanita yang telah menikah dan berkeluarga, mempunyai peran ganda, yaitu peran sebagai dosen dan peran sebagai ibu rumah tangga. Tuntutan peran di satu bidang mengganggu tuntutan peran di bidang lainnya. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk memotivasi diri sendiri dan dapat bertahan menghadapi frustasi sehingga dapat mengatasi emosi negatif yang muncul dan mengurangi terjadinya konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecerdasan emosional dengan konflik peran ganda pada dosen wanita yang sudah berkeluarga. Populasi dalam penelitian ini adalah dosen wanita di Universitas Diponegoro. Sampel penelitian berjumlah 80 orang dosen wanita yang sudah berkeluarga dan minimal memiliki satu orang anak yang diperoleh melalui teknik sampling cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah Skala Konflik Peran Ganda (23 aitem; α = 0,836) dan Skala Kecerdasan Emosi (27 aitem; α = 0,868). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan negative yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan konflik peran ganda (r = -0,541; p < 0,001). Sumbangan efektif kecerdasan emosi terhadap konflik peran ganda sebesar 29,3%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain sebesar 70,7% yang ikut mempengaruhi konflik peran ganda yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.