Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Code Switching and Code Mixing Used by Students in An English Classroom Moh. Fuadul Matin; Refi Ranto Rozak
Academy of Education Journal Vol. 17 No. 1 (2026): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v17i1.3408

Abstract

This study examines the use of code mixing and code switching among university students during English classroom interaction. Using a descriptive qualitative design, data were collected from one English class consisting of 25 students through classroom observations, audio recordings, and interviews. The findings reveal three types of code switching (intersentential, intrasentential, and tag switching) and three types of code mixing (insertion, alternation, and congruent lexicalization). Students switched and mixed codes due to limited vocabulary, the need for clarification, classroom atmosphere, and peer solidarity. These practices served pedagogical, communicative, cognitive, and social functions. The study concludes that code switching and code mixing are natural bilingual strategies that support understanding and classroom engagement. Teachers are encouraged to apply strategic bilingual approaches to facilitate learning while promoting English proficiency.
The Effect of Captioned versus Non-Captioned Extensive Listening on the Listening Fluency of EFL Pre-Service Teachers Rozak, Refi Ranto; Fadillah, Dewi Nur Isnaini
Discovery Vol 11 No 2 (2026): October 2026 (In Progress)
Publisher : LPPM Universitas Hasyim Asy'ari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/discovery.v11i2.11978

Abstract

This article reports on a quasi-experimental, embedded mixed-methods study that examined whether, and for whom, captioned and non-captioned extensive listening (EL) differentially affect the listening fluency (LF) of English as a foreign language (EFL) pre-service teachers, while attending to the moderating role of foreign language listening anxiety (FLLA). A total of 126 third-semester student teachers at two private universities in East Java, Indonesia, were classified into high- and low-FLLA groups by means of Kim’s (2000) Foreign Language Listening Anxiety Scale and taught across a fourteen-week treatment, with a listening fluency test delivered at 160 words per minute administered before and after the intervention. Paired-samples and independent-samples t-tests, together with a two-way analysis of variance, indicated that captioned EL produced statistically significant gains for both anxiety groups, whereas non-captioned EL benefited only low-FLLA learners; a significant interaction (p = .028) revealed that the effect of input mode was contingent upon the learners’ anxiety level. Qualitative data drawn from perception surveys, observation, and interviews further suggested that captions functioned as a compensatory scaffold that supported word recognition and mitigated anxiety. Three pedagogical implications are advanced, and further investigative endeavor into captioned EL in EFL teacher education is invited.
PELATIHAN PEMANFAATAN CHATBOT AI UNTUK PEMBELAJARAN MENYIMAK BAGI GURU BAHASA INGGRIS SMP DI BOJONEGORO Refi Ranto Rozak; Moh. Fuadul Matin; Adinda Elsa Sabila; Irfa' Rahma Almu'jiziin; Bungsu Alit Nur Fatimah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59541

Abstract

Penguasaan keterampilan menyimak (listening) menjadi salah satu tantangan utama dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP, sementara ketersediaan materi simakan yang autentik, adaptif, dan dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik masih terbatas. Kehadiran chatbot berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuka peluang baru untuk menghadirkan input lisan yang variatif dan interaktif. Namun, sebagian besar guru belum memiliki keterampilan memadai untuk memanfaatkannya secara pedagogis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru bahasa Inggris SMP dalam memanfaatkan chatbot AI untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran menyimak. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pelatihan yang memadukan penyampaian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, dan kerja kelompok, diikuti oleh peserta yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kabupaten Bojonegoro. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata kompetensi peserta dari kategori rendah menjadi kategori baik pada seluruh aspek yang diukur, serta respons positif terhadap relevansi dan kemanfaatan materi. Para peserta mampu menyusun prompt dan merancang aktivitas menyimak sederhana berbasis chatbot AI. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif mendorong adopsi teknologi AI dalam pembelajaran menyimak di sekolah.