Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

STUDI PENGARUH PENGGUNAAN CAIRAN SURFAKTAN WETTING AGENT PADA PROSES BARGING BATUBARA I Wayan Murdiana; Agus Triantoro; Adip Mustofa
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4436

Abstract

Di Indonesia, kususnya di wilayah Kalimantan selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak sumberdaya batubara. Batubara adalah salah satu energy alternative di Indonesia yang cukup besar cadangannya. Dalam pemanfaatannya, batubara harus diketahui terlebih dahulu kualitasnya, kualitas batubara merupakan faktor dalam pengambilan keputusan oleh pihak konsumen untuk memilih produk yang dihasilkan oleh produsen. Untuk dapat mengetahui serta memperoleh data kualitas batubara yang dihasilkan selama proses produksi perlu dilakukan kegiatan pengukuran kualitas batubara antara lain total sulfur (TS), ash content (AC), volatile matter (VM), inherent moisture (IM), fixed carbon (FC), calorific value (CV), dan total moisture (TM).Metode analisa yang digunakan untuk kualitas batubara adalah America Society for Testing (ASTM) meliputi pengujian, menghitung Total Moisture (TM) batubara yang sebelum dan setelah disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent dan menghitung ash Sampel batubara sebelum dan setelah disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent.Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan bahwa rata-rata TM batubara sebelum disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent adalah 37,762% dan TM batubara setelah disemprot engan cairan surfaktan wetting agent adalah 36,105%. Sedangkan rata-rata nilai ash batubara sebelum disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent adalah 5,78% dan nilai ash setelah disemprot dengan cairan surfaktan wetting agent adalah 5,58%. Kata-kata kunci: Batubara, Surfaktan Wetting agent.
KARAKTERISTIK α Fe2O3 DALAM LIMBAH BIJIH MANGAN Ridha Agustina; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4203

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumberdaya mineral mangan dalam jumlah cukup besar namun tersebar di seluruh pelosok Indonesia dalam bentuk cadangan yang kecil dan beragam kualitas. Pemanfaatan bijih mangan lebih banyak diolah menjadi mangan sulfat maupun electrolyte mangan dioxide (EMD). Pengolahan bijih mangan ini menghasilkan produk samping atau limbah yang di dalamnya yang masih terdapat kandungan Fe, Fe ini dijadikan α Fe2O3 yang mana merupakan salah satu bahan baku campuran untuk baterai lithium.Pada penelitian ini akan dilakukan kegiatan penelitian karakteristik α Fe2O3 dalam limbah bijih mangan. Metode yang digunakan untuk menghasilkan serbuk α Fe2O3 adalah metode presipitasi dengan berbagai variasi perlakuan pengujian. Pada proses pelarutan dengan HCl sehingga terbentuk larutan FeCl3. Kemudian dilanjutkan dengan proses hidrolisis yaitu pencampuran larutan FeCl3 dengan larutan ammonium hydroksida (Nh4OH) yang menghasilkan endapan Fe(OH)3. endapan Fe(OH)3 ini akan dipanaskan yang   nantinya  akan menghasilkan serbuk α Fe2O3.Hasil penelitian ini didapatkan bahwa untuk variasi konsentrasi HCl hasil massa optimum yaitu 4,81 gram (H-250) dengan konsentrasi HCl sebesar 6,06 N. Untuk variasi kedua yaitu variasi massa bahan baku, didapatkan hasil massa optimum yaitu 5,01% (M-3) dengan massa bahan baku sebanyak 200 gram. Sedangkan pada variasi temperatur pemanasan, didapatkan hasil massa optimum adalah pada 92,21% (M-100) dengan temperature pemanasan yaitu 100°C. Dari hasil karakteristik dengan Analisa X-Ray Fluorescense besar kandungan Fe2O3 pada limbah bijih mangan sebesar 5,35%. Hasil karakteristik dengan Analisa X-Ray Diffraction tidak ditemukan peak α Fe2O3. Dari hasil karakteristik dengan Analisa Ultraviolet-Visible untuk perlakuan variasi temperatur pemanasan, intensitas yang dihasilkan paling besar adalah 30.000%. Kata-kata kunci: α Fe2O3, Mangan, Baterai Lithium, X-Ray Fluorescense, Analisa Bahan Galian
EVALUASI PRODUKTIVITAS BELT CONVEYOR DALAM PENINGKATAN TARGET PRODUKSI PENGAPALAN BATUBARA DI PELABUHAN KHUSUS PT MITRATAMA PERKASA DESA MUARA ASAM-ASAM, KECAMATAN JORONG, KABUPATEN TANAH LAUT, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Simon Togap Einstein Siahaan; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Yudo Prakoso
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.743

Abstract

PT Mitratama Perkasa pada tahun 2012 merencanakan peningkatan target produksi pengapalan batubara sebesar 5 juta ton per tahun. Dengan demikian, perlu suatu kajian teknis dan evaluasi agar produktivitas conveyor dapat maksimal dan target produksi tercapaiPada penelitian ini, perhitungan produktivitas conveyor, koefisien section area, sudut inklinasi, koefisien kemiringan, dan cross section area dihitung dengan metode Bridgestone. Belt conveyor pada PT Mitratama Perkasa menggunakan tipe 3 conveyors rolls trough dengan trough angle 35° dan surcharge angle 20°. Koefisien section area sebesar 0.1588, kemiringan sudut inklinasi CV-02 10°, CV-03 10°, CV-04 12°, koefisien belt conveyor dengan kemiringan 10° adalah 0.95 dan untuk kemiringan 12° adalah 0.93, Kecepatan belt conveyor rata-rata CV-02 3.1 m/s, CV-03 3.3 m/s, CV-04 3.3 m/s, densitas batubara 0.94 ton/m³, hasil perhitungan produktivitas teoritis adalah sebesar 2,317.067 ton per jam, produktivitas aktual rata-rata belt conveyor sebesar 1,076.899 ton/jam
KAJIAN PERENCANAAN BACKFILLING KOLAM BEKAS TAMBANG PIT 1 PADA PT SURYA JAYA ENERGY DESA SELALSELILAU KEC. KARANG BINTANG KAB. TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN Diyat Kesuma Alam; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.732

Abstract

Saat ini terdapat void seluas 1.9 ha di Pit 1. Rencana PT Surya Jaya Energy (SJE) melakukan penambangan kembali pada Pit 1A untuk mengurangi luasan void di Pit 1 dengan merencanakan dewatering genangan air bekas tambang, merencanakan pengupasan, penggalian, pemindahan tanah penutup dan merancang penimbunan kembali (backfilling) Pit 1, menghitung kebutuhan alat gali muat dan angkut pada penambangan pit 1A, penataan lahan reklamasi bekas tambang, dan mendapatkan gambaran topografi akhir setelah backfilling.Penentuan volume void dan volume air menggunakan metode penampang dengan bantuan perangkat lunak komputer untuk aplikasi pertambangan. Perencanaan dewatering berdasarkan hasil perhitungan volume air dalam void. Perencanaan tahapan backfilling dan kebutuhan alat ditentukan berdasarkan volume void dan swell factor overburden.Dewatering genangan air menggunakan 1 buah pompa multiflow 290. Volume tanah penutup penambangan pit 1A untuk kebutuhan backfilling adalah sebesar 307.692,687 m3. Tanah penutup penambangan Pit 1A digunakan sebagai material backfilling Pit 1. Alat yang digunakan PC300 sebanyak 4 unit dengan pasangan alat angkut tipe Nissan diesel CWB250 sebanyak 3 unit pada bulan pertama dan 6 unit pada bulan kedua. Skema akhir rancangan akan terbentuk topografi baru yang membentuk kemiringan (cross fall) ke arah timur.
STUDI AWAL PEMANFAATAN KAYU KARET SEBAGAI MATERIAL SIDE POST TEROWONGAN TAMBANG BAWAH TANAH Adip Mustofa
Geosapta Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.847 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i2.6479

Abstract

Keberadaan terowongan perlu dijamin existensinya agar keselamatan kerja dan kegiatan Tambang Bawah Tanah dapat berjalan lancar. Kayu merupakan material penyangga terowongan tambang bawah tanah batubara yang sering digunakan karena banyak tersedia di sekitar area tambang, oleh karena itu studi awal pemanfaatan kayu karet untuk side post penyangga three piece set dilakukan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode uji fisik mekanik 16 potongan kayu balok sama sisi 5cm untuk mengetahui sifat fisik terutama kadar air dan berat jenis; serta metode uji sifat mekanik kuat lentur dan kuat tekan. Pengolahan data dilakukan dengan metode penentuan dimensi lubang bukaan, perhitungan tegangan izin kayu, perhitungan tegangan pada lubang bukaan dan perhitungan tegangan pada side post beserta faktor keamanannya. Sedang analasis data dilakukan dengan penilaian terhadap faktor kemanan dan korelasi kelas keawetan kayu.Data kondisi geoteknik lokasi tambang yang diperoleh dari data sekunder yaitu: bobot isi batuan 2,3821 gr/cm3, kuat tekan 7,8234 Mpa, modulus elastisitas 156,7 Mpa, poisson’s ratio 0,395, kohesi 1,5567 Mpa dan sudut geser dalam 39,200 dengan peringkat masa batuan (RMR) 38.  Karakter fisik kayu khususnya kadar air 12%-18% dan berat jenis 0,48-0,61; karakteristik mekanik dengan kuat tekan 215,36-351,97 kg/cm2 dan kuat lentur 509,63-689,79 kg/cm2.  Plotting RMR dalam grafik Bieniawski dihasilkan rekomendasi dimensi lubang bukaan (terowongan) tambang bawah tanah 1,65-7 m dan stand up time 8 – 80 jam    Dalam olah data dipilih demensi terowongan max 4 m berkait pertimbangan kebutuhan demensi terowongan dan ketersediaan panjang kayu karet dilapangan hanya berkisar 2-4m. Hasil perhitungan tegangan izin kayu menggunakan persamaan Biron dan Arioglu diperoleh 97,575 kg/cm2.  Hasil perhitungan tegangan horizontal terowongan menggunakan persamaan Unal diperoleh 1,929-3,858 kg/cm2. Perhitungan tegangan bending side post menggunakan persamaan Biron dan Airoglu diperoleh 9,235-108,126 kg/cm2, sedang faktor kemanan menggunakan berbagai ukuran panjang kayu diperoleh 0,607- 4,626. Hasil perhitungan olah data diketahui bahwa khusus kayu dengan dimensi panjang 2-2,5m memiliki Faktor Keamanan (FK) penyangga side post  ≥1,5.
STUDI KINERJA POMPA MULTIFLOW 420 PADA SUMP HW BARAT PT SAPTA INDRA SEJATI JOB SITE ADARO MINING OPERATION (ADMO), KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Muhammad Roghfirli Handayani; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Syahraz Maghribi
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.738

Abstract

PT Sapta Indra Sejati merupakan salah satu kontraktor PT Adaro Indonesia selaku pemegang PKP2B untuk melakukan kegiatan penambangan batubara yang beroperasi pada daerah tambang tutupan. Penambangan batubara PT SIS menggunakan sistem tambang terbuka (open pit) yang pada kegiatan penambangan akan menghasilkan daerah bukaan tambang pada permukaan kerja (front) penambangan, sehingga selama kegiatan penambangan akan menghadapi masalah air, kondisi inilah yang mengharuskan PT SIS melakukan penanganan masalah air tambang (mine dewatering). Salah satu cara yang digunakan untuk mengeluarkan air dari dalam tambang ialah dengan sistem pemompaan akan tetapi air yang akan dipompakan sudah bercampur dengan material lumpur. Untuk mengetahui kinerja pompa tersebut maka dilakukan penelitian berdasarkan RPM yang berbeda-beda agar mengetahui debit optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis kemampuan pompa berdasarkan RPM yang berbeda-beda sehingga dapat memberikan rekomendasi teknik pemompaan yang baik agar kinerja pompa dapat bekerja secara optimal.Kinerja pompa Multiflow 420 berdasarkan plotting pada grafik yaitu nilai total head dan debit yang dihasilkan, pada RPM 1100 nilai effisiensi kinerja pompa sebesar 47% dan merupakan nilai effisiensi terkecil sedangkan nilai effisiensi kinerja terbesar pada RPM 1300 yaitu 57.5%.
STUDI KARAKTERISTIK DAN KUALITAS BIOBRIKET CAMPURAN BOTTOM ASH BATUBARA DENGAN ARANG TEMPURUNG KELAPA Agus Triantoro; Adip Mustofa; Muhammad Hafidz Daniah
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.277 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7824

Abstract

Biobriket campuran bottom ash batubara dan arang tempurung kelapa merupakan bahan bakar padat alternatif yang mempunyai kelayakan teknis untuk digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga, industri kecil ataupun menengah. Biobriket ini juga mempunyai keuntungan ekonomis karena dapat diproduksi secara mudah dan sederhana, memiliki nilai kalor yang tinggi, dan ketersediaan bottom ash batubara cukup banyak di Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan sehingga dapat bersaing dengan bahan bakar lain. Bottom ash berasal dari sisa pembakaran batubara pada PLTU sedangkan arang tempurung kelapa merupakan hasil dari olahan tempurung kelapa yang di proses menjadi arang dan keterdapatannya di Kalimantan Selatan banyak melimpah. Beberapa permasalahan yang kerap di jumpai briket bottom ash batubara adalah lamanya penyalaan, bau yang tidak sedap pada saat dibakar dan briket mudah pecah. Tujuan dari penelitian Mengetahui kualitas terbaik biobriket  campuran bottom ash batubara dan  arang tempurung kelapa berdasarkan komposisi campuran, dan ukuran partikel. Metode penelitian dilakukan dengan uji eksperimen. Parameter uji eksperimen adalah karakteristik briket yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar volatile matter, nilai kalor, waktu pembakaran dan kecepatan pembakaran dengan variasi komposisi bahan baku dan binder serta variasi ukuran partikel arang tempurung kelapa dan bottom ash batubara. Kualitas biobriket terbaik adalah biobriket tipe F dengan komposisi bottom ash batubara 25 %, tempurung kelapa 55 %  dan damar 15 %  serta kapur 5 % dengan  hasil analisa Inherent Moisture 5,77%, Ash 10,74%, Volatile Matter 42,77%, Kalori 6.624,56 Kkal/kg serta durasi pembakaran 247 detik Kata kunci : Bottom ash, Briket, arang
ANALISIS PRODUKSI DAN BIAYA ALAT WHEEL LOADER PADA KEGIATAN PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN BAHAN GALIAN BIJIH BESI DI PT PACIFIC HAN MININDO DESA TAMPANG KEC. PELAIHARI KAB. TANAH LAUT KALSEL Akhmad Rahmadi; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Philip Toh
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.739

Abstract

PT Pacific Han Minindo site Desa Tampang Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan telah membangun satu unit lokasi pengolahan bijih besi. Target produksi pada tahun 2011 sebesar 270 ton per jam belum tercapai, sehingga pada tahun 2012 direncanakan peningkatan produksi pengolahan bijih besi dalam rangka memenuhi target produksi tersebut. Hal ini melatarbelakangi untuk mengadakan analisa ketercapaian target produksi tahun 2011 dan kajian teknis guna memenuhi target produksi tahun 2012 pada serangkaian unit pengolahan, khususnya unit untuk proses pemuatan PT Pacific Han Minindo.Pencapaian target produksi sangat bergantung pada produktivitas unit pengolahan dan permurnian. Oleh karena itu, metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa faktor-faktor pendukung produktivitas pemuatan seperti cycle time alat muat, spesifikasi alat, kondisi ROM dan stockpile, faktor-faktor penyebab loss time seperti delay dan breakdown time pada tahun 2011.Setelah dilakukan penelitian dan pengambilan data untuk analisa ketercapaian produksi unit pengolahan pada PT Pacific Han Minindo, didapat produktivitas sebesar 255.18 ton per jam dan belum memenuhi target produksi tahun 2011. Untuk memenuhi target produksi tahun 2012 sebesar 270 ton per jam dilakukan analisis terhadap alat muat wheel loader (CAT 980 dan CAT 966 E), cost (biaya produksi), dan design ROM agar produksi unit pemuatan bisa ditingkatkan.
STUDI DAYA DUKUNG BATUAN VULKANIK FORMASI PITANAK UNTUK PEMANFAATAN JALAN TAMBANG M. Arif Jaka Sutirja; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa; Eko Santoso
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2928

Abstract

Formasi Pitanak merupakan salah satu Formasi batuan yang tersusun oleh beberapa jenis batuan vulkanik seperti andesit, breksi vulkanik dan jenis batuan konglomerat. Pada batuan batuan tersebut sering di temukan jebakan mineral logam, sehingga pada Formasi ini berkemungkinan terbentuk cebakan endapan logam ekonomis untuk dilakukan kegiatan penambangan.Pada tahapan awal penambangan, prasarana jalan sangat penting dalam kegiatan pembangunan (Development). Dalam pembuatan jalan tambang diperlukan perhitungan dan perancangan material perkerasan jalan baik itu subgrade jalan maupun material perlapisannya. Dalam perancangan dan perhitungan kemamputahanan material jalan terhadap beban alat angkut diperlukan perlapisan batuan hasil pelapukan batuan vulkanik di Formasi Pitanak dan didapatkan 6 kelas pelapukan batuan dengan tingkat kekerasan material rata rata 0,03-0,6 Mpa untuk tanah residual dan 2-30 Mpa untuk material lapuk hingga batuan.                Jenis alat angkut yang disimulasikan beratnya adalah alat angkut merk Komatsu dan Caterpillar dengan spesifikasi berat yang di perhitungkan adalah < 240 ton, > 240 ton dan > 360 ton. Dari hasil perhitungan di dapatkan nilai daya dukung material yang di berikan alat, sehingga didapatkan analisa kemamputahanan jalan dengan beban maksimum alat.Hasil analisa perhitungan daya dukung material diperoleh pada lapisan 4 material lapukan mampu menahan berat maksimum alat sehingga pada lapisan ini material lapukan dapat di gunakan sebagai tanah dasar (subgrade) jalan. Kata Kunci : Batuan Vulkanik, Formasi Pitanak, Kelas Pelapukan, Komatsu, Caterpillar, Daya Dukung, Subgrade 
EVALUASI KEGIATAN COAL HAULING UNTUK MENUNJANG KETERCAPAIAN TARGET PRODUKSI PT TAMTAMA PERKASA Adip Mustofa; Triono Ilham Mardana; Sari Melati
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.8747

Abstract

Kegiatan coal hauling merupakan kegiatan yang penting dalam menjaga suplai batubara, coal hauling adalah kegiatan memindahkan atau mengangkut produk batubara dari suatu tempat ketempat yang lain. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kegiatan coal hauling yang berlangsung pada PT Tamtama Perkasa selama bulan september 2019. Adapun kegiatan coal hauling yang dilakukan yaitu pengangkutan produk batubara dari lokasi penumpukan awal (ROM ISP km 39) menuju penumpukan dekat pelabuhan (ROM IC Port). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan coal hauling yang berlangsung terhadap target produksi yang telah ditetapkan apakah telah tercapai atau tidak. Evaluasi dilakukan dengan melihat faktor ketersediaan alat angkut yang beroperasi perhari dan waktu jam kerja perhari.Metode dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data rekapitulasi kegiatan coal hauling perhari yang didapatkan secara aktual dilapangan. Data tersebut diolah untuk mengetahui rata-rata produksi coal hauling dan rata-rata jumlah alat angkut perhari yang beroperasi serta waktu jam kerja perhari. Yang mana data hasil pengolahan tersebut digunakan untuk mengevaluasi ketercapaian target produksi, dan apabila target produksi tidak tercapai data tersebut dapat digunakan sebagai rekomendasi terhadap kegiatan coal hauling untuk pencapaian target produksi.Target produksi coal hauling tidak tercapai dengan selisih 0,27 % dengan target jumlah penggunaan alat angkut perhari tidak tercapai dengan selisih 16 % dan target waktu kerja perhari tidak tercapai dengan selisih 15,6 % Kata kunci : coal hauling, produksi, produktivitas alat angkut