Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : AGRISCIENCE

Studi Penetapan Komoditi Unggulan Tanaman Perkebunan di Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur Nelsi Ega Syahfera; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 2, No 2: November 2021
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i2.11469

Abstract

Perkebunan adalah salah satu sektor pemulihan ekonomi paska krisis yang mampu memberikan kontribusi serta dinilai mampu bertahan secara signifikan,namun beraneka ragam dari tanaman perkebunan yang di budidayakan di Kabupaten Sumenep belum diketahui terkait jenis tanaman perkebunan yang mampu menciptakan produk unggulan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas unggulan sub sektor perkebunan di Kabupaten Sumenep, mengetahui komoditas unggulan sub sektor perkebunan yang mampu tumbuhcepat di Kabupaten Sumenep, dan mengetahui komoditas unggulan sub sektor perkebunan yang mampu berdaya saing di Kabupaten Sumenep.Data yang dipakai pada penelitian ini merupakan data sekunder berupa produksi komoditas sub sektor  perkebunan Kecamatan di Kabupaten Sumenep dengan time series tahun (2014 – 2019). Metode analisis data yang dipakai adalah Location Quotient (LQ) dan Shift Share. Hasil analisis menunjukkan bahwa komoditas unggulan di Kabupaten Sumenepyaitu kelapa, jambu mete, kapok randu, siwalan, asam jawa, cabe jamu, lada, serat nanas, pinang, kopi, kenanga, dan melinjo.Sedangkan komoditas unggulan sub sektor perkebunan dengan pertumbuhan cepatadalah kapok randu, Siwalan, pinang, jambu mete, lada, kenanga, dan kopi.Sementara untuk komoditas unggulan sub sektor perkebunan yang mampu berdaya saing antara lain siwalan, cabe jamu, jambu mete, serat nanas, kenanga, pinang, kelapa, lada, kopi, dan asam jawa.
PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK MADU PT KEMBANG JOYO Suci Angriva; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 1, No 1: Juli 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i1.7850

Abstract

Jumlah permintaan produk madu PT Kembang Joyo mengalami peningkatan dari tahun 2017-2018. Kenaikan jumlah permintaan juga diikuti oleh perubahan perilaku konsumen dalam mengkonsumsi madu, sehingga akan membentuk persepsi dan preferensi konsumen yang baru pada produk madu PT Kembang Joyo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persepsi konsumen, dan mengetahui preferensi konsumen terhadap produk madu PT Kembang Joyo. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisisdeskriptif menggunakan skala likert dan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen mempersepsikan bahwa lokasi mengenai ketersedian produk madu PT Kembang Joyo, produk mudah dijumpai, variasi rasa produk madu beragam, bahan dan bentuk kemasan sesuai kebutuhan, kualitas produk bagus, harga produk yang terjangkau, harga produk sesuai dengan kualitas, potongan harga yang diberikan sesuai harapan, promosi yang dilakukan menarik, promosi melalu media online, dan promosi melalu media ofline yang dilakukan PT Kembang Joyo dinilai Setuju oleh konsumen dengan skor penilaianantara 258-350.Kombinasi atribut yang menjadi pilihan konsumen dalam pembelian madu secara berurutan yaitu jenis madu Kaliandra, rasa manis, harga Rp 30.000-80.000, kemasan botol 660ml, dengan urutan tingkat kepentingansecara berurut yaitu atribut kemasan, atribut jenis, atribut rasa , dan atribut harga.
PERAN KELEMBAGAAN PADA USAHA SAPI MADURA DITINJAU DARI ASPEK KULTURAL DAN STRUKTURAL Muchammad Diky Firmansyah; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 1, No 2: November 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i2.9395

Abstract

Peran kelembagaan pada usaha sapi Madura diharapkan akan meningkatkan produktifitas usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kelembagaan dan karakteristik usaha sapi Madura, (2) untuk mengetahui peran kelembagaan pada usaha sapi Madura yang ditinjau dari aspek kultural dan struktural. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Geger merupakan daerah yang memiliki usaha ternak sapi potong terbesar di Kabupaten Bangkalan.  Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif menggunakan skala likert dan analisis regresi logistik ordinal. Hasil penelitian dari peran kelembagaan pada usaha sapi Madura terdapat peran aktor kelembagaan yang dapat menunjang kegiatan usaha peternakan sapi di Kecamatan Geger, diantaranya peran kepala desa sebagai fasilitator untuk menerima dan membantu keluhan yang terdapat di usaha peternakan sapi. Aktor pemeritah daerah yang bertugas sebagai penyalur bantuan pemerintah dalam perekonomian peternak. Aspek yang paling berpengaruh dalam peran kelembagaan pada usaha sapi potong adalah aspek struktural, dimana terdapat item keanggotaan dan kepemimpinan. Hal tersebut karena kecenderungan dari responden yang lebih memilih menyukai item keanggotaan dan kepemimpinan yakni keterlibatan responden dan keikut sertaan responden dalam pengambilan keputusan.
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sapi Sonok di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan Melly Sukastini; Elys Fauziyah; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 2, No 3: Maret 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i3.15018

Abstract

Desa Waru Barat merupakan salah satu desa dengan jumlah sapi sonok terbanyak di Kabupaten Pamekasan. Namun, usaha pembibitan sonok masih dalam skala kecil dengan menggunakan modal sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji besaran pendapatan, dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan peternak di Desa Waru Barat. Penentuan responden dengan metode sensus terhadap 60 orang peternak sapi sonok. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata peternak sebesar Rp. 26.863.770 per tahun per 2 ekor sapi. Kemudian Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan dalam ternak sonok yaitu beban pemeliharaan dan jumlah ternak yang dimiliki oleh peternak.
Strategi Nafkah Berkelanjutan Rumah Tangga Peternak Sapi Sonok di Desa Batu Bintang Kecamatan Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan Dimas Syah Fachlevi; Elys Fauziyah; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 2, No 3: Maret 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i3.14759

Abstract

Sapi sonok termasuk kebudayaan yang ada di pulau Madura. Peternak dihadapkan dengan pendapatan yang harus mencukupi agar bisa memenuhi kebutuhan ternaknya dan harus bisa mengatur pengeluaran dengan baik agar tidak mengalami kerugian. Konteks kerentanan usaha ternak adalah kondisi yang beresiko sehingga dapat menyebabkan kerugian pada ternaknya. Biaya perawatan dan tenaga kerja yang mahal menyebabkan peternak sapi sonok mengalami tekanan (shock). Pada akhirnya peternak sapi sonok harus mampu mengelola modal yang dimilikinya untuk memenuhi nafkah rumah tangganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) kondisi pendapatan peternak sapi sonok, (2) mengetahui pentagonal capital pada peternak sapi sonok (natural, human, physical, social, dan financial) (3) mengetahui strategi nafkah berkelanjutan peternak sapi sonok. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batu Bintang Kecamatan Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, serta melibatkan 30 orang peternak, digali menggunakan metode kuantitatif untuk menjadikan temuan kualitatif. Penelitian ini menyatakan bahwa peternak pada lokasi penelitian memiliki pendapatan sebesar Rp. 7.595.011 Per 2 ekor sapi sonok per tahun. Meskipun demikian pendapatan peternak tersebut masih bawah UMR Kabupaten Pamekasan, yaitu Rp. 1.938.321 perbulan. Dalam penelitian didapatkan bahwa modal alam, modal manusia dan modal fisik berperan dalam pembentukan strategi nafkah peternak sapi sonok Madura. Berdasarkan pentagonal capital, para peternak menggunakan strategi nafkah pertanian melalui intensifikasi, dan strategi non sektor pertanian dengan menjadi supir dan kuli bangunan.
Manajemen pakan ternak Sapi Madura Di Desa Dempo Barat Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan Mohd Syahfien bin Ilyas; Taufik Rizal Dwi Adi Nugroho; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 3, No 2: November 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v3i2.15507

Abstract

Peternak sapi Madura di Desa Dempo Barat dalam memberikan pakan tidak menentu setiap harinya dan kurangnya pengetahuan terhadap jenis pakan yang baik untuk konsumsi sapi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakterisitik jenis pakan sapi Madura dan mengetahui manajemen pakan ternak sapi Madura di Desa Dempo Barat. Penentuan sampel menggunakan metode Purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian identifikasi karakterisitik pakan yang diberikan yaitu rumput gajah, odot, lamtoro, jerami, dedak padi dan jamu. Manajemen pakan ditinjau dari jumlah pemberian pakan, frekuensi pemberian pakan, cara pemberian pakan, cara pemberian air minum dan perlakukan khusus. Jumlah pemberian pakan kurang dari rata-rata kebutuhan konsumsi yaitu 10% dari berat badan, frekuensi pemberian pakan hijauan dilakukan tiga kali sehari, konsentrat satu kali sehari dan jamu secara kondisional. Cara pemberian pakan dilakukan  secara kereman dan pemberian air minum dibatasi. Perlakuan khusus yang dilakukan peternak yaitu pemijatan sapi guna menghaluskan bulu sapi.
Kelayakan finansial usaha sapi sonok di Desa Panaongan, Kabupaten Sumenep Fitriana Saleh; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 3, No 3: Maret 2023
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v3i3.15615

Abstract

Pulau Madura merupakan wilayah padat ternak yang memiliki komoditas sapi lokal dengan kualitas baik. Sapi madura mempunyai nilai sosial budaya yang tinggi sehingga dijadikan sapi karapan dan kontes sapi sonok. Kecamatan Pasongsongan salah satu sentra penghasil ternak sapi sonok dan disebut dengan istilah Lu Ganteng Pa yaitu wilayah sentra pembibitan sapi unggul Madura oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKKP). Desa Panaongan merupakan salah satu penghasil ternak sapi sonok terbanyak di Kecamatan Pasongsongan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak, budidaya sapi sonok dan kelayakan finansial usaha sapi sonok di Desa Panaongan. Metode penentuan sampel menggunakan sampel jenuh (sensus) sebanyak 20 peternak. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis kelayakan ditinjau dari nilai R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas peternak di Desa Panaongan berada pada tingkat umur produktif, tingkat pendidikan SD, dan memiliki pengalaman 5-14 tahun. Budidaya yang dilakukan masih tergolong tradisional. Usaha sapi sonok di Desa Panaongan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian disebabkan karena penerimaan yang diterima oleh peternak sama dengan biaya yang dikeluarkan. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah adanya upaya pengolahan kotoran sapi untuk dijadikan pupuk organik agar dapat menambah pendapatan peternak.
Preferensi Konsumen terhadap Sayuran Hidroponik di Kabupaten Sumenep Saiful Ghazi; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 4, No 1: Juli 2023
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i1.15633

Abstract

Perkembangan sayuran hidroponik di kabupaten Sumenep mulai terlihat pada tahun 2019. Perkembangan ini diikuti dengan jumlah permintaan yang semakin meningkat yang menimbulkan tingkah perilaku mengenai selera konsumen dalam mengonsumsi sayuran hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap sayuran hidroponik yang ada di kabupaten Sumenep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis konjoin. Sampel yang digunakan berjumlah 100 responden dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menyatakan, konsumen lebih menyukai sayuran hidroponik yang memiliki tingkat kesegaran layu setelah 3 hari, rasa yang berbeda dengan sayuran konvensional, bentuk fisik yang tidak berlubang, harga di bawah Rp 5.000, serta sayuran yang mempunyai kemasan. Kemudian atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam melakukan pembelian sayuran hidroponik secara berturut-turut yaitu kesegaran, rasa, harga, bentuk fisik, dan kemasan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan Yuniarti Maulidiah; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 4, No 1: Juli 2023
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i1.15616

Abstract

Daging sapi merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi penduduk Indonesia. Jawa Timur adalah salah satu pusat perkumpulan sapi potong di Indonesia yang jumlah populasi sapinya sebesar 4.705.067 ekor. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pendapatan pada usaha sapi potong yaitu biaya tenaga kerja, biaya pakan dan biaya vitamin dan obat. Tujuan penulisan riset ini guna menganalisis aspek-aspek yang dapat berpengaruh terhadap  pendapatan usaha peternakan sapi potong. Metode yang digunakan dalam riset ini yaitu regresi linier berganda dengan jumlah responden sebanyak 40 peternak. Hasil riset menunjukkan variabel biaya pakan serta biaya vitamin dan obat memiliki pengaruh terhadap penjualan sapi potong, artinya jika peternak menambah pakan serta vitamin dan obat maka pendapatan akan juga meningkat. Sehingga peternak sapi potong diharapkan lebih mampu memanfaatkan faktor-faktor produksi yang dimiliki secara proporsional.
Strategi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pancoran Mas Desa Dempo Barat Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan Maulidya, Weny Eka Wahyu; Sunyigono, Andrie Kisroh
Agriscience Vol 4, No 2: November 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i2.21182

Abstract

Desa Dempo Barat memiliki potensi sumber daya yang berpeluang untuk dikembangkan menjadi unit usaha yang menguntungkan bagi BUMDes Pancoran Mas. Namun, potensi tersebut belum dikembangkan secara maksimal karena adanya beberapa faktor yang menghambat BUMDes. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui faktor internal dan eksternal yang terdapat pada BUMDes, (2) mengetahui rumusan alternatif strategi pengembangan BUMDes, dan (3) mengetahui alternatif strategi pengembangan prioritas yang dapat diterapkan pada BUMDes. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis SWOT. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan terdapat 7 faktor internal dan 9 faktor eksternal pada BUMDes. Hasil analisis matriks SWOT diketahui terdapat 7 rumusan alternatif strategi. Terdapat 3 rumusan alternatif strategi prioritas yang diperoleh dari hasil perangkingan oleh informan diantaranya (1) mengadakan sosialisasi dan program pelatihan usaha sebagai upaya pengembangan inovasi, (2) meluaskan jaringan kerjasama dengan mitra usaha untuk mengakses permodalan setelah memiliki legalitas, (3) membuat peraturan desa terkait partisipasi masyarakat dalam mendukung program kerja BUMDes. Berdasarkan hasil analisis diharapkan BUMDes mampu mengimplementasikan alternatif strategi yang telah dihasilkan sebagai upaya pengembangan serta kelancaran program kegiatan BUMDes.