Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sapi Sonok di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan Melly Sukastini; Elys Fauziyah; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 2, No 3: Maret 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i3.15018

Abstract

Desa Waru Barat merupakan salah satu desa dengan jumlah sapi sonok terbanyak di Kabupaten Pamekasan. Namun, usaha pembibitan sonok masih dalam skala kecil dengan menggunakan modal sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji besaran pendapatan, dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan peternak di Desa Waru Barat. Penentuan responden dengan metode sensus terhadap 60 orang peternak sapi sonok. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata peternak sebesar Rp. 26.863.770 per tahun per 2 ekor sapi. Kemudian Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan dalam ternak sonok yaitu beban pemeliharaan dan jumlah ternak yang dimiliki oleh peternak.
Strategi Nafkah Berkelanjutan Rumah Tangga Peternak Sapi Sonok di Desa Batu Bintang Kecamatan Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan Dimas Syah Fachlevi; Elys Fauziyah; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 2, No 3: Maret 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i3.14759

Abstract

Sapi sonok termasuk kebudayaan yang ada di pulau Madura. Peternak dihadapkan dengan pendapatan yang harus mencukupi agar bisa memenuhi kebutuhan ternaknya dan harus bisa mengatur pengeluaran dengan baik agar tidak mengalami kerugian. Konteks kerentanan usaha ternak adalah kondisi yang beresiko sehingga dapat menyebabkan kerugian pada ternaknya. Biaya perawatan dan tenaga kerja yang mahal menyebabkan peternak sapi sonok mengalami tekanan (shock). Pada akhirnya peternak sapi sonok harus mampu mengelola modal yang dimilikinya untuk memenuhi nafkah rumah tangganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) kondisi pendapatan peternak sapi sonok, (2) mengetahui pentagonal capital pada peternak sapi sonok (natural, human, physical, social, dan financial) (3) mengetahui strategi nafkah berkelanjutan peternak sapi sonok. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batu Bintang Kecamatan Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, serta melibatkan 30 orang peternak, digali menggunakan metode kuantitatif untuk menjadikan temuan kualitatif. Penelitian ini menyatakan bahwa peternak pada lokasi penelitian memiliki pendapatan sebesar Rp. 7.595.011 Per 2 ekor sapi sonok per tahun. Meskipun demikian pendapatan peternak tersebut masih bawah UMR Kabupaten Pamekasan, yaitu Rp. 1.938.321 perbulan. Dalam penelitian didapatkan bahwa modal alam, modal manusia dan modal fisik berperan dalam pembentukan strategi nafkah peternak sapi sonok Madura. Berdasarkan pentagonal capital, para peternak menggunakan strategi nafkah pertanian melalui intensifikasi, dan strategi non sektor pertanian dengan menjadi supir dan kuli bangunan.
STRUKTUR, PERILAKU, DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu; Andrie Kisroh Sunyigono; Elys Fauziyah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i2.7841

Abstract

Pamekasan Regency is the center for Madura cattle development in East Java. The basic problem faced by farmers is that they are not free to sell livestock and their bargaining position is weak in determining prices. The purpose of this study was to analysis the structure, conduct and performance of beef cattle fattening business in Bicorong Village, Pakong District, Pamekasan Regency. The sample of this study consisted of 42 farmers and 13 respondents from marketing institutions using snowball sampling. The data analysis method used the SCP approach. The results show that the market structure in marketing beef cattle in Bicorong Village leads to an oligopoly competitive market with moderate concentration. The market conduct shows the price of beef cattle is determined by trader. For performance, it’s efficient because there is only one marketing agency involved and the share received by farmers is quite large, namely ≥ 60  percent.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN UKM RUBATH COFFEE JOMBANG JAWA TIMUR Aminah Happy Moninthofa Ariyani; Ayu Candra Wulan; Andrie Kisroh Sunyigono; Slamet Subari
Journal of Integrated Agribusiness Vol 4 No 2 (2022): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.468 KB) | DOI: 10.33019/jia.v4i2.3164

Abstract

UKM Rubath Coffee is one of the SMEs in East Java that sells processed coffee as a beverage product and was established in 2017. The large number of SMEs with similar products makes it a fierce competition between entrepreneurs. In that case, SMEs are required to develop their businesses. The purpose of this study is to analyze internal and external factors and formulate alternative strategies in developing Rubath Coffee SMEs. The study was conducted using the SWOT analysis method (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). The factor that influences business development is in quadrant III (Turn Around) which is a position to change strategy. This position has a combination of weakness (W) and opportunity (O). It is expected to develop a business based on the quadrant of the position of SMEs to be located, so that SMEs immediately rise to overcome weaknesses while improving organizational performance by taking appropriate use of opportunities. The recommended strategies are Improving Business Management, Adding Distribution Channels in Potential Areas and Training and Developing Human Resources.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ternak Sapi Potong Di Pasar Tanah Merah Lutfiyah lutfiyah; Andrie Kisroh Sunyigono
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.24

Abstract

Ternak sapi potong adalah salah satu sumber bahan pangan yang dipelihara untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging.  Hasil perhitungan Neraca Bahan Makanan (NBM) sejak tahun 1990 hingga 2014, konsumsi daging sapi cenderung meningkat. Sentra populasi sapi potong terbesar terletak di Jawa Timur dengan kontribusi 29,47% dimana didalamnya terdapat empat kabupaten di pulau Madura.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasardan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ternak sapi potong di Pasar Tanah Merah Bangkalan.  Analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan analisis struktur pasar yang meliputi pangsa pasar (market share), konsentrasi rasio (CR4) dan IHH (Indeks Hirschman Herfindahl), diferensiasi produk, hambatan masuk pasar dan tingkat pengetahuan pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasar ternak sapi potong bersifat pasar persaingan sempurna dan memilki ciri antara lain; Terdapat banyak penjual dan pembeli, penjual adalah price taker, tidak ada campur tangan pemerintah dalam pembentukan harga, mudah masuk pasar, barang yang diperjual belikan homogen, dan pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar. hasil uji F diperoleh simpulan bahwa secara simultan harga ternak sapi potong (X1), pendapatan (X2),  jumlah tanggungan keluarga (X3), dan umur (X4),  berpengaruh siginifikan terhadap jumlah permintaan ternak sapi potong (Y).  Sedangkan dari uji T diperoleh bahwa secara parsial variabel pendapatan (X2) berpengaruh siginifikan terhadap jumlah permintaan ternak sapi potong (Y) di Pasar Tanah Merah Bangkalan.
Manajemen pakan ternak Sapi Madura Di Desa Dempo Barat Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan Mohd Syahfien bin Ilyas; Taufik Rizal Dwi Adi Nugroho; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 3, No 2: November 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v3i2.15507

Abstract

Peternak sapi Madura di Desa Dempo Barat dalam memberikan pakan tidak menentu setiap harinya dan kurangnya pengetahuan terhadap jenis pakan yang baik untuk konsumsi sapi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakterisitik jenis pakan sapi Madura dan mengetahui manajemen pakan ternak sapi Madura di Desa Dempo Barat. Penentuan sampel menggunakan metode Purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian identifikasi karakterisitik pakan yang diberikan yaitu rumput gajah, odot, lamtoro, jerami, dedak padi dan jamu. Manajemen pakan ditinjau dari jumlah pemberian pakan, frekuensi pemberian pakan, cara pemberian pakan, cara pemberian air minum dan perlakukan khusus. Jumlah pemberian pakan kurang dari rata-rata kebutuhan konsumsi yaitu 10% dari berat badan, frekuensi pemberian pakan hijauan dilakukan tiga kali sehari, konsentrat satu kali sehari dan jamu secara kondisional. Cara pemberian pakan dilakukan  secara kereman dan pemberian air minum dibatasi. Perlakuan khusus yang dilakukan peternak yaitu pemijatan sapi guna menghaluskan bulu sapi.
Kelayakan finansial usaha sapi sonok di Desa Panaongan, Kabupaten Sumenep Fitriana Saleh; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 3, No 3: Maret 2023
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v3i3.15615

Abstract

Pulau Madura merupakan wilayah padat ternak yang memiliki komoditas sapi lokal dengan kualitas baik. Sapi madura mempunyai nilai sosial budaya yang tinggi sehingga dijadikan sapi karapan dan kontes sapi sonok. Kecamatan Pasongsongan salah satu sentra penghasil ternak sapi sonok dan disebut dengan istilah Lu Ganteng Pa yaitu wilayah sentra pembibitan sapi unggul Madura oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKKP). Desa Panaongan merupakan salah satu penghasil ternak sapi sonok terbanyak di Kecamatan Pasongsongan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak, budidaya sapi sonok dan kelayakan finansial usaha sapi sonok di Desa Panaongan. Metode penentuan sampel menggunakan sampel jenuh (sensus) sebanyak 20 peternak. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis kelayakan ditinjau dari nilai R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas peternak di Desa Panaongan berada pada tingkat umur produktif, tingkat pendidikan SD, dan memiliki pengalaman 5-14 tahun. Budidaya yang dilakukan masih tergolong tradisional. Usaha sapi sonok di Desa Panaongan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian disebabkan karena penerimaan yang diterima oleh peternak sama dengan biaya yang dikeluarkan. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah adanya upaya pengolahan kotoran sapi untuk dijadikan pupuk organik agar dapat menambah pendapatan peternak.
Preferensi Konsumen terhadap Sayuran Hidroponik di Kabupaten Sumenep Saiful Ghazi; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 4, No 1: Juli 2023
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i1.15633

Abstract

Perkembangan sayuran hidroponik di kabupaten Sumenep mulai terlihat pada tahun 2019. Perkembangan ini diikuti dengan jumlah permintaan yang semakin meningkat yang menimbulkan tingkah perilaku mengenai selera konsumen dalam mengonsumsi sayuran hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap sayuran hidroponik yang ada di kabupaten Sumenep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis konjoin. Sampel yang digunakan berjumlah 100 responden dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menyatakan, konsumen lebih menyukai sayuran hidroponik yang memiliki tingkat kesegaran layu setelah 3 hari, rasa yang berbeda dengan sayuran konvensional, bentuk fisik yang tidak berlubang, harga di bawah Rp 5.000, serta sayuran yang mempunyai kemasan. Kemudian atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam melakukan pembelian sayuran hidroponik secara berturut-turut yaitu kesegaran, rasa, harga, bentuk fisik, dan kemasan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan Yuniarti Maulidiah; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 4, No 1: Juli 2023
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i1.15616

Abstract

Daging sapi merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi penduduk Indonesia. Jawa Timur adalah salah satu pusat perkumpulan sapi potong di Indonesia yang jumlah populasi sapinya sebesar 4.705.067 ekor. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pendapatan pada usaha sapi potong yaitu biaya tenaga kerja, biaya pakan dan biaya vitamin dan obat. Tujuan penulisan riset ini guna menganalisis aspek-aspek yang dapat berpengaruh terhadap  pendapatan usaha peternakan sapi potong. Metode yang digunakan dalam riset ini yaitu regresi linier berganda dengan jumlah responden sebanyak 40 peternak. Hasil riset menunjukkan variabel biaya pakan serta biaya vitamin dan obat memiliki pengaruh terhadap penjualan sapi potong, artinya jika peternak menambah pakan serta vitamin dan obat maka pendapatan akan juga meningkat. Sehingga peternak sapi potong diharapkan lebih mampu memanfaatkan faktor-faktor produksi yang dimiliki secara proporsional.
Preferensi Peternak Dalam Membudidayakan Sapi Lokal Madura di Desa Tampojung Guwa Devi Indah Selvianah; Sri Ratna Triyasari; Andrie Kisroh Sunyigono; Elys Fauziyah
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v7i1.2609

Abstract

Peternakan sapi lokal Madura memiliki peran penting yang tidak hanya dalam meningkatkan produksi daging sapi, tetapi juga dalam upaya melestarikan sapi lokal Madura sebagai salah satu sumber daya genetik hayati sapi lokal di Indonesia. Namun, terdapat permasalahan terkait crossing (praktik persilangan) tidak terkontrol pada sapi Madura.. Namun tingginya minat peternak dalam praktik persilangan dengan sapi impor dapat menyebabkan kepunahan dari sapi Madura. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan preferensi peternak dalam membudidayakan sapi lokal Madura di Desa Tampojung Guwa. 45 responden dipilih secara purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan pengolahan data rating scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak Desa Tampojung Guwa memiliki usia rata-rata produktif dengan tingkat pendidikan SD-SMP, dengan jumlah tanggungan keluarga kecil serta memiliki pengalaman beternak sapi Madura yang lama dan pendapatan di bawah UMK Pamekasan. Faktor preferensi kebudayaan menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan pemeliharaan sapi lokal Madura, diikuti dengan faktor preferensi psikologis, faktor preferensi marketing mix, dan faktor preferensi sosial.  Nilai budaya tetap menjadi faktor utama dalam pemeliharaan sapi Madura, sehingga perlu dukungan pemerintah untuk memprioritaskan event festival budaya sapi, baik sonok atau karapan sehingga dapat mempertahankan nilai-nilai budaya peternak untuk mendukung keberlanjutannya serta mencegah kepunahan akibat persilangan dengan sapi impor.