Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH PERAN KEPALA SEKOLAH DAN PARTISIPASI GURU DALAM MGMP TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN Uswatun Khasanah; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Yovitha Yuliejantiningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 11, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v11i3.14987

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi mutu pembelajaran yang kurang maksimal ditandai dengan rapor pendidikan SMA Negeri se- Kabupaten Batang tahun 2021, berdasarkan hasil dari nilai Asesmen Nasional (AN) pada kemampuan numerasi memperoleh skor 1,99 berada pada capaian kompetensi minimum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) pengaruh peran kepala sekolah terhadap mutu pembelajaran di SMA Negeri se - Kabupaten Batang. (2) pengaruh partisipasi guru dalam MGMP terhadap mutu pembelajaran di SMA Negeri se - Kabupaten Batang. (3) pengaruh peran kepala sekolah dan partisipasi guru dalam MGMP secara bersama terhadap mutu pembelajaran di SMA Negeri se - Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan sampel 182 guru yang dipilih secara proporsional random sampling. Penelitian ini diuji menggunakan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan peran kepala sekolah terhadap mutu pembelajaran dengan persamaan Ŷ = 157,278 + 0,199 X1 ; kekuatan korelasi sebesar 0,225 dengan kontribusi 5,1 % ; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan partisipasi guru dalam MGMP terhadap mutu pembelajaran dengan persamaan Ŷ = 105,098 + 0,403 X2 ; kekuatan korelasi sebesar 0,692 dengan kontribusi 47,9 %; (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan peran kepala sekolah dan partisipasi guru dalam MGMP terhadap mutu pembelajaran dengan persamaan   Ŷ = 90,508 + 0,089 X1 + 0,388 X2 ; kekuatan korelasi sebesar 0,694 dengan kontribusi sebesar 48,2%. Saran pada penelitian ini adalah guru hendaknya mempersiapkan tahapan proses pembelajaran dan ikut berpartisipasi dalam MGMP untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Kepala sekolah sebagai edukator dan supervisor bertanggung jawab atas mutu pembelajaran, melalui perantara guru hendaknya memberikan pendidikan, arahan, dan bimbingan. Dinas pendidikan melalui pengawas menyelenggarakan pelatihan bagi kepala sekolah dan guru untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Kata kunci : Peran Kepala Sekolah, Partisipasi Guru dalam MGMP, Mutu Pembelajaran
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, BUDAYA ORGANISASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI SE-KABUPATEN PEKALONGAN Ttuti Evawati; Yovitha Yuliejantiningsih; Nurkolis Nurkolis
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 11, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v11i3.14931

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui besarnya pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se-Kabupaten Pekalongan, (2) mengetahui besarnya pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se-Kabupaten Pekalongan, (3) mengetahui besarnya pengaruh gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se-Kabupaten Pekalongan, (4) mengetahui besarnya pengaruh lingkungan kerja, budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se-Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah guru PNS SMK Negeri se-Kabupaten Pekalongan sebanyak 162 orang diperoleh sampel 115 orang dengan teknik proportional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis deskriptif, regresi linier sederhana dan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 15. Hasil dan simpulan penelitian adalah: (1) terdapat pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja guru sebesar 16,8% dengan persamaan regresi     Ŷ = 2,629 + 0,376X1, (2) terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap kepuasan kerja guru sebesar 57,8% dengan persamaan Ŷ = 1,255 + 0,700X2, (3) terdapat pengaruh gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru sebesar 31,4% dengan persamaan regresi Ŷ = 2,305 + 0,437X3, dan (4) terdapat pengaruh lingkungan kerja, budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja guru sebesar 59,9% dengan persamaan regresi  Ŷ = 0,907 + 0,055X1 + 0,586X2 + 0,136X3.Saran dari peneliti adalah sekolah berupaya mempertahankan lingkungan kerja di sekolah untuk meningkatkan kepuasan kerja guru, meningkatkan penerapan budaya organisasi dalam pengelolaan sekolah, terutama mengenai budaya tugas, meningkatkan Idealized influence kepala sekolah melalui pembinaan maupun pelatihan peningkatan kompetensi kepala sekolah. Kata kunci   : Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Kepuasan Kerja Guru.
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP MUTU PEMBELAJARAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI Erna Dwi Palupi; Sudharto Sudharto; Yovitha Yuliejantiningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 11, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v11i3.14927

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mutu pembelajaran yang masih kurang maksimal yang ditandai dengan hasil capaian standar proses pada rapor mutu pendidikan tahun 2020 dari SMP Negeri di Kecamatan Batang menunjukkan rata-rata capaian menuju SNP 4, yaitu interval nilai 5,07 – 6,66.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh supervise akademik kepala sekolah  terhadap mutu pembelajaran, (2) pengaruh budaya sekolah terhadap mutu pembelajaran, dan (3) pengaruh supervise akademik kepala sekolah secara bersama-sama dengan budaya sekolah terhadap mutu pembelajaran Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Batang.Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kuantitatif  dan  jenis penelitian deskriptif korelasional dengan sampel 130 guru yang dipilih secara proporsional random sampling. Pengujian validitas dan reabilitas instrumen pada 30 responden menggunakan perhitungan statistik product moment dengan microsoft excell dan pengujian reliabilitas menggunakan metode Alpha Cronbach. Pengujian penelitian ini menggunakan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan supervise akademik kepala sekolah terhadap mutu pembelajaran dengan persamaan Ŷ = 91,330 + 0,565 X1; kekuatan korelasi sebesar 0,633 dengan kontribusi 40,1%; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan budaya sekolah terhadap mutu pembelajaran dengan persamaan Ŷ = 95,947 + 0,487 X2  ; kekuatan korelasi sebesar 0,472 dengan kontribusi 22,3%; (3) ada pengaruh positif dan signifikan supervisi akademik kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap mutu pembelajaran dengan persamaan Ŷ = 68,452 + 0,471 X1 + 0,220 X2 dan kekuatan korelasi sebesar 0,660 serta kontribusi variabel independen sebesar 43,5 %.Saran pada penelitian ini adalah guru hendaknya meningkatkan kompetensinya untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Kepala sekolah hendaknya bisa menginspirasi,  memotivasi dan memberi dukungan kepada guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan mampu menyediakan sarana prasarana yang mendukung proses pembelajaran. Dinas Pendidikan mendorong kepala sekolah meningkatkan mutu pembelajaran melalui layanan kepada guru dengan kegiatan supervisi akademik. Kata kunci: supervisi akademik Kepala Sekolah, budaya sekolah, mutu pembelajaran
PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH, IKLIM SEKOLAH, DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP PERWUJUDAN SEKOLAH EFEKTIF Sutriyati Sutriyati; Yovitha Yuliejantiningsih; I Made Sudana
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 11, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v11i3.15024

Abstract

adalah sebagai berikut. (1) Seberapa besar pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah terhadap pewujudan sekolah efektif pada SMP Negeri Wilayah Sukorejo Kendal?; (2) Seberapa besar pengaruh iklim sekolah terhadap pewujudan sekolah efektif pada SMP Negeri Wilayah Sukorejo Kendal?; (3) Seberapa besar pengaruh kompetensi profesional guru terhadap  pewujudan sekolah efektif pada SMP Negeri Wilayah Sukorejo Kendal?; (4) Seberapa besar pengaruh  kepemimpinan visioner kepala sekolah, iklim sekolah, dan kompetensi profesional guru secara bersama-sama terhadap  pewujudan sekolah efektif pada SMP Negeri Wilayah Sukorejo Kendal?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebagai berikut. (1) Besar pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah terhadap pewujudan sekolah efektif pada SMP Negeri Wilayah Sukorejo Kendal; (2) Besar pengaruh iklim sekolah terhadap pewujudan sekolah efektif pada SMP Negeri Wilayah Sukorejo Kendal; (3) Besar pengaruh kompetensi profesional guru terhadap  pewujudan sekolah efektif pada SMP Negeri Wilayah Sukorejo Kendal; (4) Besar pengaruh  kepemimpinan visioner kepala sekolah, iklim sekolah, dan kompetensi profesional guru secara bersama-sama terhadap  pewujudan sekolah efektif pada SMP Negeri Wilayah Sukorejo Kendal. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh guru yang ada di SMP Negeri Wilayah Sukorejo Kendal berjumlah 244 orang dengan sampel sebanyak 152 orang dengan teknik proportional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuisner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan, serta uji hipotesis yang meliputi analisis regresi sederhana dan regresi ganda untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah, iklim sekolah, dan kompetensi profesional guru terhadap perwujudan sekolah efektif. Analisis data menggunakan SPSS for windows release 16. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Pelaksanaan kepemimpinan visioner kepala sekolah masuk kategori visioner, ada pengaruh signifikan terhadap perwujudan sekolah efektif dengan Fhitung 68,677 lebih besar dari Ftabel 3,91 dengan konstribusi sebesar 31,4%; (2) Iklim sekolah masuk kategori kondusif, ada pengaruh signifikan terhadap perwujudan sekolah efektif dengan Fhitung 104,769 lebih besar dari Ftabel 3,91 dengan konstribusi sebesar 41,1%; (3) Kompetensi profesional guru masuk kategori kompeten, ada pengaruh signifikan terhadap perwujudan sekolah efektif dengan Fhitung 48,223 lebih besar dari Ftabel 3,91 dengan konstribusi sebesar 24,3%; (4) Perwujudan sekolah efektif masuk kategori efektif, ada pengaruh signifikan kepemimpinan visioner kepala sekolah, iklim sekolah, dan kompetensi profesional guru terhadap perwujudan sekolah efektif dengan Fhitung 36,787 lebih besar dari Ftabel 2,67 dengan kontribusi 42,70%. Kata-kata kunci: kepemimpian visioner kepala sekolah, iklim sekolah, kompetensi profesional guru, dan sekolah efektif
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Nurkolis Siri Kastawi; Yovitha Yuliejantiningsih
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.jk.2019.v6.i2.p157-168

Abstract

The purpose of this study to find out (1) the steps of continuous professional development (CPD) of teachers, (2) the methods and techniques of CPD, (3) the models of CPD, (4) thefinancing of CPD, and (5) the constraints of CPD. The research approach is qualitative while the type is phenomenological. The study was conducted in Demak Regency in 2019. Data collection techniques used questionnaires, interviews, and documentation. The research step follows the Miles and Huberman model. Analysis of data using qualitative research software NVivo 11 Plus. The results showed (1) the steps of CPD consist of need assessment, implementation, and evaluation, (2) the most widely used methods were education and training, lectures, simulations, discussions, and behavior modeling, (3) the models most widely used professional learning groups, (4) the biggest funding source from the personal of teachers and local government, and (5) the main constraints are in terms of time, funding, lack of programmability, and lack of assistance. The intensive CPD implementation has succeeded in improving the quality of education in Demak District. In order for CPD to improve more quality of education, it is suggested that several things (1) CPD steps need to be improved starting from the measurement of teacher needs to evaluation, (2) the methods, techniques, and models that are still rarely used should be tried to apply, (3) it needs to explore funding from the public, (4) minimize the main obstacles that arised, and (5) the need of operational policy from District Education Office of Demak.
PENGARUH MOTIVASI KERJA GURU, BUDAYA SEKOLAH, DAN KETERAMPILAN MANAJER TERHADAP MUTU SMK NEGERI DI KABUPATEN JEPARA Hestining Aryanti; Yovitha Yuliejantiningsih; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i2.17167

Abstract

AbstrakMutu sekolah tidak hanya dilihat dari nilai dalam rapor mutu sekolah, tetapi juga dapat dilihat dari proses pendidikan di dalamnya sehingga mampu menghasilkan siswa yang kompeten serta lulusan yang dapat terserap di dunia kerja. Mutu sekolah dapat dipengaruhi beberapa faktor yaitu motivasi kerja guru, budaya sekolah, dan keterampilan manajer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja guru, budaya sekolah, dan keterampilan manajer terdahadap mutu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Kabupaten Jepara. Populasi dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran produktif SMK negeri di Kabupaten Jepara sebanyak 230 orang, dengan jumlah sampel 139 orang. Teknik sampling menggunakan proporsional random sampling dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian korelasi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data mengunakan analisis deskriptif, uji persyaratan dan uji hipotesis dengan analisis regresi linier sederhana dan regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh motivasi kerja guru, budaya sekolah, keterampilan manajer terhadap mutu SMK negeri di kabupaten Jepara baik secara terpisah maupun bersama-sama.Kata Kunci: motivasi kerja guru, budaya sekolah, keterampilan manajer, mutu sekolah.
PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI KERJA, DAN PELATIHAN TERHADAP KOMPETENSI GURU Laila Hidayati; Titik Haryati; Yovitha Yuliejantiningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i2.15299

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk 1) menganalisis pengaruh kompensasi terhadap kompetensi guru; 2) menganalisis  pengaruh motivasi kerja terhadap kompetensi guru; 3) menganalisis pengaruh pelatihan terhadap kompetensi guru; 4) menganalisis pengaruh secara bersama-sama kompensasi, motivasi kerja dan pelatihan terhadap kompetensi guru.  Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah guru di SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan sebanyak 333 orang. Sampel penelitian sebanyak 182 orang dengan teknik menggunakan proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian diketahui bahwa 1) kompensasi termasuk kategori cukup baik dengan nilai mean 135,8; 2) motivasi kerja termasuk kategori cukup baik dengan nilai mean 121,02; 3) pelatihan termasuk kategori cukup baik dengan nilai mean 136,55 dan 4) kompetensi guru termasuk kategori cukup baik dengan nilai mean 191,52. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa 1) Tidak terdapat pengaruh kompensasi terhadap kompetensi guru, 2) Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kompetensi guru sebesar 12,4%, 3) Terdapat pengaruh pelatihan terhadap kompetensi guru sebesar 19,8%, 4) Terdapat pengaruh kompensasi, motivasi kerja dan pelatihan secara bersama-sama terhadap kompetensi guru sebesar 26,1%.  Saran yang dapat diberikan yaitu perlu melakukan identifikasi terhadap jenis pelatihan yang diikuti guru sebagai upaya dalam meningkatkan kompetensi guru dan lebih selektif dalam memilih pelatihan bagi guru. Sekolah perlu mendorong dalam mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan kebutuhan dalam proses belajar mengajar dan mempunyai motivasi kerja yang tinggi dalam proses belajar mengajar.Implikasi dari penelitian ini adalah motivasi kerja perlu ditumbuhkan melalui pembinaan, penghargaan dan kesempatan dalam meningkatkan kompetensi guru terutama kompetensi kepribadian.  Sekolah perlu menyeleksi pelatihan-pelatihan yang tepat sasaran dan materi yang dapat dimanfaat secara praktis dalam proses belajar mengajar. Kata Kunci   :  Kompensasi, Motivasi Kerja, Pelatihan, Kompetensi
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, LINGKUNGAN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Kasih Esti Wulandari; Maryanto Maryanto; Yovitha Yuliejantiningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i2.15300

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) Adakah pengaruh positif dan signifikan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Disiplin Kerja Guru?, (2) Adakah pengaruh positif dan signifikan Lingkungan Kerja terhadap disiplin kerja guru?, (3) Adakah pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru?. (4) Adakah pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama Kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru SMP Negeri di sub rayon 04 Kabupaten Demak?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis pengaruh dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin kerja 2) menganalisis pengaruh dari lingkungan kerja terhadap disiplin kerja guru(3) menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru (4) menganalisis pengaruh pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap disiplin kerja guru SMP Negeri di Sub rayon 04 Kabupaten Demak. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, populasi guru SMP Negeri Di Sub Rayon 04 Kabupaten Demak berjumlah 279 orang, dengan  sampel 162 orang dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji prasarat dan uji hipotesis yang meliputi analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin kerja guru, pengaruh lingkungan kerja terhadap disiplin kerja guru , dan pengaruh motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru, dan analisis regresi ganda untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru. Untuk menganalisis data menggunakan fasilitas program SPSS Statistika versi 26. Dari hasil penelitian, variabel kepemimpinan kepala sekolah diperoleh: rata-rata = 159,63, lingkungan kerja diperoleh rata-rata = 76,17, motivasi kerja dengan rata-rata =102,81, sedangkan disiplin kerja diperoleh rata-rata =88,72. Hasil uji prasyarat dari data penelitian diperoleh data berdistribusi normal, homogeny, linier, tidak multikolinier, dan tidak terjadi heteroskedastisasi. Dari uji hipotesis ditemukan (1) tidak terdapat pengaruh positif kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin kerja guru SMP Negeri di Sub Rayon 04 Kabupaten Demak berdasarkan nilai sig 0.657 > 0.05, (2) terdapat pengaruh positif lingkungan kerja terhadap disiplin kerja berdasarkan nilai 0.000 < 0.05, (3) terdapat pengaruh positif motivasi kerja terhadap disiplin kerja berdasarkan nilai sig 0.000 < 0.05, dan (4) terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap disiplin kerja berdasarkan nilai R-square dan Adjusted R-Square sebesar 0.930 dan 0.929. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh simultan antara variabel kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja, dan motivasi terhadap disiplin kerja. Dan juga berdasarkan persamaan nilai unstandardized coefficient B dengan persamaan Y= 5.472-0.007X_1+0.845X_2  +0.194X_3  , dengan kekuatan korelasi sebesar 0.964 dengan kontribusi sebesar 93%.
PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI PRINSIP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI TK PERJUANGAN DESA KLUWIH KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG Budiarti Budiarti; Titik Haryati; Yovitha Yuliejantiningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 12, No 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v12i2.15294

Abstract

Abstrak Hasil penelitian 1) peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan dalam implementasi prinsip MBS di TK kanak Perjuangan adalah memberikan pertimbangan berbagai program sekolah. Bentuk pertimbangan itu seperti membarikan masukan dalam perspektif anggaran, sarpras, pengelolaan pembelajaran, kemitraan dengan instansi dan orang tua peserta didik. 2) Peran komite sekolah sebagai pendukung dalam implementasi prinsip. Bentuk dukungan materi berupa penggalangan dana dari masyarakat, dukungan dalam bentuk tenaga diwujudkan dalam kerja bakti bersama, dan dukungan dalam bentuk pemikiran. 3) peran komite sekolah sebagai pengontrol dalam implementasi prinsip manajemen berbasis sekolah di TK Perjuangan dilakukan dalam bentuk pengawasan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam laporan akhir tahun. 4) Peran komite sekolah sebagai mediator dalam implementasi prinsip MBS di TK Perjuangan dilakukan dengan menjadi jembatan penghubungan antara sekolah dengan masyarakat dan instansi lain. Peran sebagai mediator ini dalam rangka membantu sekolah mengsukseskan pelaksanaan MBS dengan semua prinsipnya.
Pengaruh Supervisi Akademik, Iklim Organisasi Sekolah Dan Motivasi Kerja Terhadap Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora Siti Maisaroh; Endang Wuryandini; Yovitha Yuliejantiningsih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6594

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengehaui pengaruh supervisi akademik, iklim organisasi sekolah, dan motivasi kerja terhadap profesionalisme guru sekolah dasar di Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 172 guru. Uji prasyarat analisis penelitian ini meliputi uji normalitas, uji liniearitas, uji homogenitas, dan uji multikolinearitas. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi, uji Anova, uji Summary, dan uji koefisien regresi. Hasil penelitian adalah: (1) terdapat pengaruh supervisi akademik terhadap profesionalisme guru yang dinyatakan dengan persamaan regresi sederhana Y = 37,526 + 0,609X1, kekuatan korelasi sebesar 0,630 dan pengaruh sebesar 39,6%; (2) terdapat pengaruh iklim organisasi sekolah terhadap profesionalisme guru yang dinyatakan dengan persamaan regresi sederhana Y = 24,165 + 0,823X2, kekuatan korelasi sebesar 0,632 dan pengaruh sebesar 39,9%; (3) terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap profesionalisme guru yang dinyatakan dengan persamaan regresi sederhana Y = 18,226 + 0,933X2, kekuatan korelasi sebesar 0,834 dan pengaruh sebesar 69,5%; dan (4) terdapat pengaruh supervisi akademik, iklim organisasi sekolah, dan motivasi kerja terhadap profesionalisme guru yang dinyatakan dengan persamaan regresi ganda Y = 9,903 + 0,022X1 + 0,181X2 + 0,812X3, kekuatan korelasi sebesar 0,841 dan pengaruh sebesar 70,2%.