Claim Missing Document
Check
Articles

Spektra Fluorosens Darah Golongan A dan B dalam Pelarut Metanol dan Etanol Estu Yoga Elmi Gesa; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.089 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19026

Abstract

Uji fluorosensi senyawa telah digunakan untuk mempelajari darah manusia yang berguna untuk penentuan penyakit. Darah dapat mengemisikan spektra fluorosens yang berbeda dalam kondisi lingkungan yang berbeda. Karena itu pelu dilakukan studi mengenai darah dengan spektrofotometer fluorosens untuk mengetahui spektra fluorosens darah. Penentuan spektra fluorosens darah golongan A dan B dalam pelarut metanol dan etanol telah dilakukan. Hasil yang didapat adalah golongan darah A dan golongan B memiliki spektra yang sama dalam pelarut metanol. Dalam pelarut metanol darah golongan A dan B memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 210 nm, 255 nm, 277 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 303 nm, 557 nm, 600 nm. Darah golongan A dan golongan B memiliki spektra yang sama dalam pelarut etanol. Dalam pelarut etanol darah golongan A dan B memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 221 nm, 257 nm, 342 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 427 nm, 686 nm.
Fabrikasi Elektroda Pembanding Ag/AgCl Menggunakan Membran Poliisoprena dan LDPE Anang Maryanto; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2011.226 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19089

Abstract

Telah dibuat elektroda pembanding Ag/AgCl dengan menggunakan berbagai jenis membran. Membran yang digunakan berasal dari bahan yang mudah diperoleh, yaitu poliisoprena dan LDPE. Kinerja dari elektroda pembanding Ag/AgCl yang dibuat, diamati dengan membandingkan voltammogram larutan K4[Fe(CN)6] 0,1 M yang diperoleh dengan voltammogram yang dihasilkan oleh elektroda Ag/AgCl komersial. Semua pengukuran dilakukan  menggunakan sistem tiga elektroda dengan teknik voltammetri siklik dimana elektroda emas sebagai elektroda kerja, elektroda platina sebagai elektroda pembantu, dan elektroda Ag/AgCl (hasil buatan sendiri/komersial) sebagai elektroda pembanding. Pengukuran dilakukan  setiap 2 jam selama 24  jam, kemudian dilanjutkan setiap 24 jam selama 6 hari, dan dilajutkan lagi setiap 3 hari selama 6 hari.  Voltammogram yang diperoleh dari hasil pengukuran elektroda pembanding Ag/AgCl dengan berbagai jenis membran dibandingkan dengan hasil pengukuran elektroda pembanding Ag/AgCl komersil menggunakan uji F an uji t. Hasil uji statistik menunjukkan elektroda modifilkasi dengan menggunakan membran poliisoprena dan LDPE memiliki kinerja yang mendekati elektroda Ag/AgCl komersial.
Spektra Fluorosens Darah Golongan O dan AB dalam Pelarut Metanol p.a dan Etanol 98% Mochammad Zaki Nasrulloh; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.551 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20791

Abstract

Darah telah di uji fluorosensinya untuk mendeteksi suatu penyakit. Spektra fluorosens yang dihasilkan darah berbeda tergantung kondisi lingkungan darah tersebut. Berdasarkan hal tersebut pelu dilakukan studi mengenai darah dengan spektrofotometer fluorosens untuk mengetahui spektra fluorosens darah. Penentuan spektra fluorosens darah golongan O dan AB dalam pelarut metanol p.a dan etanol 98% telah dilakukan. Hasil yang didapat adalah golongan darah O dan golongan AB memiliki spektra yang sama dalam pelarut metanol p.a. Dalam pelarut metanol p.a darah golongan O dan AB memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 210 nm, 255 nm, 277 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 303 nm, 557 nm, 600 nm. Darah golongan O dan golongan AB memiliki spektra yang sama dalam pelarut etanol 98%. Dalam pelarut etanol 98% darah golongan O dan AB memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 221 nm, 257 nm, 342 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 427 nm, 686 nm.
Sintesis Senyawaan Seng Secara Elektrolisis Bahrul Ulum; Fredy Kurniawan; Ita Ulfin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.471 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.29581

Abstract

Senyawaan Seng telah disintesis secara elektrolisis. Logam seng (Zn) digunakan sebagai anoda dan katoda. Pengaruh potensial pada pembentukan senyawaan Seng diamati. Produk senyawaan seng dikarakterisasi dengan spektrofotometer UV-Vis. Nilai Absorbansi tertinggi sebesar 0,613 diperoleh  pada λ = 224 nm dengan potensial 6 V dalam  natrium sitrat. Nilai absorbansi tertinggi mengindikasikan bahwa senyawaan seng terbentuk paling banyak pada kondisi tersebut
The Effect of Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Medicinal Plant Extract Addition on Glucose Detection Dennis Farina Nury; Tri Widjaja; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.728 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49944

Abstract

The potential of binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) medicinal plant extract as glucose biosensor have been analyzed using cyclic voltammetry (CV) method. Glucose biosensor was prepared by modified electropolymerization technique of polypyrrole (PPy) to the active materials, such as binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis on the surface of gold electrode. Modified pyrrole polymerization was conducted at potential -1.3 to +1.3 V using voltammetry method with sweep rate 50mV/s for 30 cycles at pH 6.8. The performance of the modified sensor was tested in samples: glucose, urea, ascorbic acid and uric acid at the same concentration 10 mM, respectively. All samples were analysed using cyclic voltammetry method from -1.3 to +1.3 V with sweep rate of 50 mV/s in 0.1 M phosphate buffer at neutral condition (pH 7) room temperature. The best response of polypyrrole-binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis)-modified gold electrode was obtained during glucose measurement. No response detected from urea, ascorbic acid and uric acid. The result was proved that the modified electrode has a good potential for selective electrochemical sensor in determination of glucose.
Pengaruh Bibit Asal, Umur, dan Ukuran terhadap Kadar Glukomanan dan Kadar Oksalat dalam Umbi Porang Ismail Azizi; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58571

Abstract

Pengaruh bibit asal, umur, dan ukuran umbi terhadap kadar glukomannan dan kadar oksalat pada umbi porang (Amorphophallus onchophyllus) telah dilakukan. Analisa kadar glukomannan dilakukan dengan metode gravimetri. Bibit asal berpengaruh secara signifikan terhadap kadar glukomannan dan kadar oksalat dalam umbi porang. Umbi porang dengan bibit kathak memiliki kandungan glukomannan lebih tinggi dari bibit spora dengan kadar glukomannan sebesar 51,40–54,41% sedangkan bibit spora memiliki kadar glukomannan sebesar 43,86–45,84%. Umur dan ukuran umbi porang tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kandungan glukomannan. Analisa kadar oksalat dilakukan dengan metode titrasi permanganometri. Kadar oksalat pada bibit kathak lebih tinggi dari konsentrasi asam oksalat pada umbi spora. Umbi porang dengan bibit kathak memiliki kadar oksalat sebesar 524,16-1039,5ppm. umbi porang dengan bibit spora memiliki kadar oksalat sebesar 483,84-635,04ppm. Bibit asal, umur, dan ukuran porang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar oksalat dalam umbi porang.
Pengaruh Pengupasan dan Waktu Perendaman pada Umbi Porang terhadap Kadar Glukomanan dan Kadar Senyawa Oksalat Febri Hadi; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58580

Abstract

Pengaruh pengupasan dan waktu perendaman pada umbi porang terhadap kadar glukomanan dan kadar senyawa oksalat telah dipelajari. Umbi porang tanpa dan dengan pengupasan dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian direndam dalam air dengan variasi waktu 0, 60, 120 dan 180 menit. Umbi porang yang telah direndam kemudian dikeringkan dan diolah menjadi tepung porang. Kadar glukomanan pada umbi porang dianalisa menggunakan metode gravimetri, sedangkan kadar senyawa oksalat menggunakan metode titrasi permanganometri. Umbi porang yang dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut memiliki rata-rata kadar glukomanan sebesar 36,51%; 40,45%; 44,01%; dan 48,39%. Umbi porang yang tidak dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut memiliki rata-rata kadar glukomanan sebesar 34,86%; 22,55%; 22,37%; dan 21,70%. Hasil analisa rata-rata kadar senyawa oksalat pada umbi porang yang dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut adalah 185,22 ppm; 127,60 ppm; 98,78 ppm; dan 86,44 ppm. Umbi porang yang tidak dikupas dengan variasi perendaman 0, 60, 120, dan 180 menit secara berturut-turut memiliki rata-rata kadar senyawa oksalat sebesar 251,08 ppm; 214,03 ppm; 209,92 ppm; dan 197,57 ppm.
PENGARUH pH ELEKTROPOLIMERISASI PIROL TERHADAP KONDUKTIVITAS POLIPIROL Yunita Triana; Tri Paus Hasiholan Hutapea; Fredy Kurniawan
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengukuran konduktivitas elektropolimerisasi polipirol pada berbagai variasi pH. Elektropolimerisasi pirol pada permukaan elektroda emas menggunakan teknik voltammetri siklis dengan sistem tiga elektroda yaitu elektroda emas termodifikasi p iro l, Ag/AgCl (KCl 3M) sebagai elektroda pembanding, dan kawat plat inu m sebagai elektroda bantu. Diu kur pada potensial -0,6 V sampai +1,8V dengan laju scan 100 mV/detik pada kondisi rentang pH 1 sampai 14 menggunakan elektrolit KCl 0,1 M kemudiandilakukan pengukuran impedance untuk mempero leh nilai konduktivitas. Diperoleh data pada kondisi pH 9 elektropolimerisasi pirol memiliki konduktivitas paling tinggi. Dalam keadaan konduktivitas yang tinggi, fungsi pirol sebagai polimer konduktif pada biosensor memiliki kemampuan transfer elektron yang baik.
PENGARUH VARIASI pH ELEKTROPOLIMERISASI ANILIN TERHADAP KONDUKTIVITAS POLIANILIN Tri Paus Hasiholan Hutapea; Yunita Triana; Fredy Kurniawan
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengamatan tentang konduktivitas polianilin pada berbagai variasi pH elektropolimerisasi. Proses polimerisasi anilin d ilakukan pada elektroda emas dengan mencampurkan anilin untuk dipolimerisasi di permukaan elektroda emas menggunakan metode cyclic voltammetry potensiostatic pada kondisi pH 1 sampai 14 menggunakan elektrolit HCl 0,5 M untuk suasana asam dan NaOH 0,5 M untuk suasana basa. Nilai impedansi diketahui melalui pengukuran menggunakan metode impedance galvanometry pada larutan elektro lit NaCl. Diperoleh hasil bahwa elektropolimerisasi pH 1 sampai 4 menghasilkan polimer polianilin yang bersifat konduktif sedangkan pH 5 sampai 14 menghasilkan polimer polian ilin yang tidak konduktif. Pada elektropolimerisasi pH 1,5 me miliki nilai impedansi yang sangat kecil, sehingga memiliki nilai konduktivitas yang tinggi.
Synthesis of SnO2 Nanoparticles by High Potential Electrolysis Fredy Kurniawan; Rahmi Rahmi
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2017: BCREC Volume 12 Issue 2 Year 2017 (August 2017)
Publisher : Department of Chemical Engineering - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.684 KB) | DOI: 10.9767/bcrec.12.2.773.281-286

Abstract

SnO2 nanoparticles have been synthesized by high voltage electrolysis. Tin bare was used for anode and cathode. The effect of potentials and electrolyte were studied. The particles obtained after electrolysis was characterized using X-ray Diffraction (XRD). The diffractogram is in agreement with the standard diffraction pattern of SnO2 which is identified as tetragonal structure. The Fourier Transform Infrared (FTIR) spectrum indicates that there is a vibration of Sn–O asymmetric at 580 cm-1. The optimum potential for SnO2 nanoparticles synthesis is 60 V at 0.06 M HCl which shows the highest UV-Vis spectrum. The absorption peak of SnO2 nanoparticles by UV-Vis spectrophotometer appears at about 207 nm. The particle size analysis shows that the SnO2 nanoparticles obtained have the size distribution in a range of 25-150 nm with the highest volume at 83.11 nm. 
Co-Authors ., Syukrianto ., Umarudin Abdullah Aman Damai Adi Prawito Adi Soeprijanto Alvin Juniawan Anang Maryanto Anggriawan, Wahyu Ari Nugroho Arif Rachmat, Arif Arynta Dharmayanti, Arynta Atik Rohmana Maftuhatul Fuad Baginda Zulkarnain Bagus, Muhammad Bahrul Ulum Dennis Farina Nury Diah Ayu Restuti Wulandari Diah Susanti Dipta Nusbangga, Dipta Djarot Sugiarso Endang Tri Wahyuni Endang Tri Wahyuni Erna Rochana Estu Yoga Elmi Gesa Febri Hadi Fitriyana Fitriyana Fransisca Bangun, Yulia Frizka Vietanti Fuji Ridha, Fuji Galuh Tiara Dewi HANGGARA, ANGGY YOGA Hariyati Purwaningsih Harmami Harmami Harus Laksana Guntur Hatta, Agus Muhamad Hendro Juwono Hendro Juwono Hendro Sutowijoyo Ika Puspita, Ika Ikhsan Setiawan Imam Abadi Isa, Illyas Md Ismail Azizi Ita Ulfin Julistyana Tistogondo Karlinda Karlinda Kartika A. Madurani Kaskoyo, Hari Koespiadi Kolo, Maria Magdalena Lia Marisca Permatasari Lourentia Candle Lutfi Andre Yahya Madurani, Kartika Anoraga Mahendra Wardhana, Mahendra Mega Vania Misbah Misbah Mochammad Zaki Nasrulloh Mohammad Teguh Hermanto Muhammad Alwi Syahara, Muhammad Alwi Muhammad Rivai NUR EFENDI Nyoman Agus Sandika Purnaman Pemal Kabogi Praditya Bagaskara Qonitah Fardiyah Rahadian Zainul Rahmi Rahmi Ramadhana Sangyang Ady Regina Tutik Padmaningrum Rika Wijiyanti, Rika Romadhona, Syahrur Rooslan Edy Santosa Sayyida Sayyida Sekartedjo Koentjoro, Sekartedjo Selvi Marcellia Setyadi Laksono Bahar Silvya Anggraini Sri Wiwoho Mudjanarko, Sri Wiwoho Suharmanto, Edi Sunarto Sunarto Suprapto Suprapto Suprapto, Suprapto Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Suyanta Suyanta Syahputra, Muhammad Yudha Syukrianto, Syukrianto Taslim Ersam Tri Paus Hasiholan Hutapea, Tri Paus Hasiholan Tri Widjaja Triyono Triyono Triyono Triyono Umarudin, Umarudin Vietanti, Frizka Wahyu Anggriawan Yunita Triana Yunita Triana Zulkarnain Zulkarnain