Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Analisis Besi Melalui Optimasi Kemampuan Agen Pereduksi NH2OH.HCl dan C6H8N2 Praditya Bagaskara; Djarot Sugiarso; Fredy Kurniawan
Akta Kimia Indonesia Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.017 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v5i1.5841

Abstract

Pada penelitian ini dibandingkan aktivitas pereduksi NH2OH.HCl dan C6H8N2 dalam mereduksi Fe3+ menjadi Fe2+. Variasi yang dilakukan adalah pH buffer asetat optimum, waktu pembentukan kompleks optimum, dan konsentrasi pereduksi optimum dalam penentuan kadar besi (Fe) dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS. λmaks kompleks [Fe(C12H8N2)3]2+ dengan menggunakan pereduksi NH2OH.HCl dan C6H8N2 sebesar 510 nm. Penentuan pH buffer asetat optimum dengan pereduksi NH2OH.HCl diperoleh pH   4,5 dan pereduksi C6H8N2 diperoleh ph 3. Penentuan waktu pembentukan kompleks optimum dengan pereduksi NH2OH.HCl diperoleh pada waktu 15 menit dan pereduksi C6H8N2 diperoleh pada waktu 30 menit. Selanjutnya, dilakukan penentuan konsentrasi optimum dengan pereduksi NH2OH.HCl didapatkan pada 8 ppm dan pereduksi C6H8N2 didapatkan pada 80 ppm untuk mereduksi 5 ppm larutan Fe3+. Hasil %recovery yang diperoleh dari pereduksi NH2OH.HCl dan C6H8N2 secara berturut-turut sebesar 95,126% dan 153,090%.
EMAS NANOPARTIKEL SEBAGAI INDIKATOR TITIK BEKU Mega Vania; Fredy Kurniawan
Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE) Vol 2 No 2 (2012): Molluca Journal of Chemistry Education (MJoCE)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/MJoCEvol2iss2pp96-103

Abstract

Material nanopartikel telah diketahui mempunyai sifat optik yang unik. Material nanopartikel tersebut akan memiliki warna yang berbeda dengan material ruahnya. Emas nanopartikel berwarna merah anggur sedangkan logam emasnya berwarna mengkilat. Kedua sifat itu dimanfaatkan sebagai indikator titik beku, di mana emas nanopartikel akan mengalami perubahan warna ketika suhunya telah melewati titik bekunya. Emas nanopartikel yang digunakan disintesis dengan dua metode yang berbeda yaitu metode elektrokimia (AuNp I) yang melibatkan elektroda emas dan tembaga, elektrolit natrium sitrat dan NaCl serta metode Turkevich (AuNp II) yang melibatkan larutan HAuCl4 dan natrium sitrat. AuNp I dan AuNp II diamati perubahan warnanya. AuNp I berubah warna pada suhu 1oC, sedangkan AuNp II berubah warna pada suhu -2oC. Hal ini menunjukkan bahwa emas nanopartikel yang disintesis dengan metode elektrokimia lebih cepat mengalami perubahan warna dibandingkan dengan emas nanopartikel yang disintesis dengan metode Turkevich. Sehingga, emas nanopartikel dapat diaplikasikan sebagai indikator titik beku untuk penyimpanan vaksin yang memerlukan rentang suhu sebesar 0oC – 4oC
Analysis of the Satisfaction Level of Rental Simple Flat (Rusunawa) in the Management of the Surabaya City Government Reviewing on Building Quality Pemal Kabogi; Fredy Kurniawan; Hendro Sutowijoyo
IJESEMS : International Journal of Engineering Science Educatioon and Management System Vol 5 No 1 (2022): March 2022
Publisher : LPPM NAROTAMA UNIVERSITY, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/ijieeb.v5i1.1806

Abstract

The construction of Rusunawa is one of the ideas or solutions in providing livable housing for Low-Income Communities (MBR) to overcome the chaos of urban spatial planning. Based on data from the Surabaya City Land and Building Management Office as the manager of the Rusunawa owned/controlled by the Surabaya City Government, the average Rusunawa tenants in the City of Surabaya have lived in the Rusunawa for more than 3 years. This shows that most of the residents of the Rusunawa feel comfortable living in the Rusunawa. This study aims to determine the condition of Rusunawa Penjaringansari Phase IV, Rusunawa Siwalankerto Phase II, and Rusunawa Keputih Phase III in terms of building quality. Whereas in addition to the above, it also aims to determine the level of occupant satisfaction with the quality of the Rusunawa building so that a Rusunawa repair strategy is obtained using Importance Performance Analysis (IPA) analysis. That based on the results of the study, the occupants said that the condition of the Penjaringansari Flats Phase IV, Siwalankerto Flats Phase II, and Keputih Rusunawa Phase III according to the residents when viewed from the quality side of the building showed an average percentage of 80.51% which qualitatively had a very good rating. While the level of satisfaction of the residents of Rusunawa on the quality of the building shows an average percentage of 82.64% which qualitatively has a very satisfied assessment. Whereas the improvement strategy at Penjaringansari Flats Phase IV, Siwalankerto Flats Phase II, and Keputih Rusunawa Phase III uses Importance Performance Analysis (IPA), namely by making improvements to indicators or attributes contained in Quadrant A (Main Priority) such as providing vehicle parking facilities and its supporting facilities, carry out maintenance and maintenance of waste water disposal facilities on a regular basis, seek alternative provision of clean water facilities that can meet the needs of residents, and provide adequate trash can facilities for residents of Rusunawa.
Pengaruh Reduktor Zink pada Sintesis Graphene terhadap Performa PdAu/Graphene sebagai Material Elektrokatalis DMFC Frizka Vietanti; Diah Susanti; Hariyati Purwaningsih; Fredy Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sel bahan bakar adalah peralatan elektrokimia yang mengubah energi kimia dalam bahan bakar secara langsung menjadi energi listrik. Direct Methanol Fuel Cell (DMFC) merupakan jenis sel bahan bakar yang menarik perhatian karena menghasilkan densitas energi yang tinggi dan menggunakan jenis bahan bakar cair yaitu metanol. Saat ini katalis berbasis Palladium (Pd) yang didepositkan pada elektroda berbasis karbon memainkan peranan penting untuk menggantikan Platina (Pt)/C karena cadangan terbatas, harga mahal, dan ketidakstabilan dalam operasi sebagai material elektrokatalis DMFC. Graphene sebagai material baru untuk elektroda DMFC telah terbukti dapat meningkatkan performa DMFC. Faktor keberhasilan reduksi graphene oxide menjadi graphene dipengaruhi oleh reduktor zink (Zn). Dalam penelitian ini diberikan variasi massa reduktor Zn senilai 0.8, 1.6, dan 2.4 gram. Metode sputtering diaplikasikan untuk mendepositkan nanopartikel PdAu pada graphene. Dari hasil pengujian scanning electron microscopy (SEM) dan X-ray diffraction (XRD), reduktor Zn senilai 1.6 gram menunjukkan performa terbaik. Pada pengujian elektrokimia dengan menggunakan cyclic voltammetry (CV) diperoleh densitas arus sebesar 80mA/g dan potensial onset sebesar -0.58 V vs. Ag/AgCl.
Effect of NaCl Electrolyte Concentration on Al2O3 nanoparticle synthesis by electrochemical methods Maria Magdalena Kolo; Fredy Kurniawan
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jkti.v22i1.452

Abstract

The Synthesis of Aluminum Oxide Nanoparticles with the electrochemical Method has been investigated. The electrochemical cell consists of a cathode (Al) and anode (Al), then a solution of NaCl as the electrolyte. The variation of the concentration of electrolytes used in this study i.e, 0.1 M; 0.2 M; 0.3 M; 0.4 M and 0.5 M. The reaction was conducted for 15 minutes until the color changes from colorless solution become cloudy. Particle size analysis of alumina nanoparticles using a Zetasizer instrument. The results of particle size analysis of the effect of variations in NaCl solution were used for each concentration of 0.1 M - 0.5 M which is 96.2 nm; 107.4 nm; 120.1 nm; 125.8 nm and 211.0 nm respectively. X-ray Diffraction (XRD) and particle size analysis were used to characterize the structure and size of the product. γ- Al2O3 nanoparticles were obtained by this method. The result showed the alumina nanoparticle size increases with electrolyte concentration
Polyaniline-Invertase-Gold Nanoparticles Modified Gold Electrode for Sucrose Detection Fitriyana Fitriyana; Fredy Kurniawan
Indonesian Journal of Chemistry Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.984 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21189

Abstract

Sucrose sensor has been made by deposited the active materials on the surface of gold electrode. The active materials, i.e. polyaniline (PANI), invertase and gold nanoparticles, were deposited step by step. Aniline polymerization were conducted electrochemically at potential -500 to 1000 mV using voltammetry method with sweep rate 50 mV/s for 20 cycles in HCl solution pH 1.5. The modified electrode obtained was immersed in invertase 1 M phosphate buffer solution pH 6. The invertase trapping in polyaniline was performed using the same condition as aniline polymerization. Then, gold nanoparticles were deposited on the polyaniline-invertase modified gold electrode using Layer by Layer (LbL) technique. The polyaniline-invertase-gold nanoparticles modified gold electrode obtained was used to measure sucrose solution. Electrochemical signal of polyaniline (PANI)-invertase-gold nanoparticles modified gold electrode is increase with sucrose concentration. The sensitivity and detection limit of the electrode are 0.4657 µA mm-2 mM-1 and 9 µM, respectively. No electrochemical interference signals from fructose and glucose have been observed in the sucrose measurement.
Production of Biodiesel from Seed Oil of Nyamplung (Calophyllum inophyllum) by Al-MCM-41 and Its Performance in Diesel Engine Hendro Juwono; Triyono Triyono; Sutarno Sutarno; Endang Tri Wahyuni; Ita Ulfin; Fredy Kurniawan
Indonesian Journal of Chemistry Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.612 KB) | DOI: 10.22146/ijc.24180

Abstract

Production of biodiesel from crude nyamplung oil (Calophyllum inophyllum) have been done by transesterification using Al-MCM-41 catalyst. Al-MCM-41 catalyst was obtained from impregnation of MCM-41 by Al. Sodium aluminate was added to MCM-41 until pH 11.5. The mixture was heated until 110 °C for 5 days. The calcination was performed at 500 °C, and then cooled at room temperature. The Al-MCM-41 obtained was characterized using SAXRD. Morphology of the surface was analyzed using SEM. The metals content were measured using XPS. Performance of Al-MCM-41 to adsorp and desorp nitrogen was also monitored by GSA using BET model. Acidity of the Al-MCM-41 was analyzed by FTIR using absorption of pyridine. The catalytic activity was measured using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). The chromatogram shows that conversion Nyamplung seed oil to biodiesel is 98.15%. The performance of biodiesel obtained was analyzed by use it to diesel engine. The biodiesel obtained was mixed with commercial diesel fuel in various volume ratios (i.e. 0, 10, 20, 30 and 100%) before used. Viscosity, flash point, boiling point, cloud point, and pour point of the mixtures were characterized. These measuring properties increase with the increase of biodiesel concentration. Optimum engine power was achieved by 10% biodiesel. The mixture of 10% biodiesel has similar characteristic to commercial diesel fuel at load until 1800 watt.
A Novel Selective and Sensitive Electrochemical Sensor for Insulin Detection Zulkarnain Zulkarnain; Suprapto Suprapto; Taslim Ersam; Fredy Kurniawan
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 3, No 3: September 2016
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v3.i3.pp496-502

Abstract

A novel selective and sensitive electrochemical sensor for insulin detection has been fabricated and investigated. The electrochemical sensor was made from a mixture of silica gel, chitosan and nickel hydroxide (Ni(OH)2) nanoparticles, which was mounted on a silver wire and covered by a glass tube (silica gel/chitosan/Ni(OH)2 nanoparticles paste electrode). The sensor was characterized using cyclic voltammetry (CV) and electrochemical impedance spectroscopy (EIS). The anodic and cathodic currents of the silica gel/chitosan paste electrode with Ni(OH)2 are 580 mA and -750 mA, respectively. Without Ni(OH)2, however, the currents are 150 mA and -250 mA, respectively. The sensitivity and limit of detection of the silica gel/chitosan/Ni(OH)2 nanoparticle paste electrode for insulin detection are 5573 × 10­5pA/pMcm2 and 0.25 pM, respectively. The sensor also shows good reproducibility of measurement for 35 days with an RSD of 0.29%. The fabricated electrodes also show good reproducibility, with an RSD of 1.39%.
JENIS DAN PENYELESAIAN SENGKETA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Fredy Kurniawan
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 1 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak pihak yang terlibat di dalam suatu proyek konstruksi memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda, sehingga perselisihan sering timbul akibat perbedaan pendapat pada saat perencanaan dan pembangunan proyek. Hal ini akan berdampak buruk apabila dalam proses penyelesaian sengketa dilakukan dengan jalur yang kurang sesuai. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menganalisis jenis sengketa yang sering terjadi dan jalur penyelesaian sengketa yang sering digunakan di Surabaya. Metode yang digunakan adalah survei kuesioner untuk memperoleh data dari responden. Secara keseluruhan responden terdiri dari, 20 kontraktor, 10 owner dan 10 pihak netral di Surabaya yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil survey, jenis sengketa yang sering terjadi pada proyek konstruksi di Surabaya menurut para praktisi konstruksi dan pihak netral secara keseluruhan adalah sengketa segi teknis dengan karena “kegagalan terjadi akibat kekhilafan (slips) atau kesalahan (mistakes) atau kecerobohan (ignorance)”. Sedangkan jalur penyelesaian sengketa di luar jalur hukum yang sering digunakan adalah jalur negosiasi menurut kontraktor dan owner, sedangkan menurut pihak netral adalah jalur arbitrase. Kata kunci: Sengketa, Penyelesaian sengketa, Konstruksi, Surabaya.
PENINGKATAN KUALITAS KELULUSAN PENDIDIKAN TINGGI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PASAR JASA KONSTRUKSI DI INDONESIA Koespiadi Koespiadi; Sri Wiwoho Mudjanarko; Fredy Kurniawan
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 2 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas kelulusan pendidikan tinggi yang masih belum memenuhi harapan dan standar kompetensi kerja, dampak globalisasi yang akan menciptakan persaingan ketat perlu disikapi dengan mempersiapkan kualitas kelulusan pendidikan tinggi yang mampu bersaing. Pertumbuhan pemenuhan tenaga kerja yang terlibat dibidang jasa konstruksi terus meningkat seiring dengan tumbuhnya sektor konstruksi di Indonesia, untuk memenuhi hal tersebut maka dibutuhkan lulusan pendidikan tinggi yang memiliki kompetensi ini. Dengan diterbitkan Peraturan Presiden Republik Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Perpres 8/2012 tentang KKNI) dan ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Permendikbud 49/2014 tentang SN Dikti), maka perlu ada pemahaman yang memadai dan arah yang benar untuk menerapkan kebijakan tersebut. Dengan rencana diterapkannya peraturan baru maka muncul pertanyaan mendasar yaitu, apakah model sistem manajemen yang berbeda-beda di masing-masing Perguruan Tinggi dapat mempengaruhi capaian pemenuhan (target dan waktu) standar mutu minimal, Hal ini memerlukan evaluasi internal oleh Perguruan Tinggi itu sendiri dan juga evaluasi eksternal oleh kementerian. Adanya persyaratan untuk tenaga ahli konstruksi harus memiliki pengalaman antara 2 sampai dengan 4 tahun dari tahun kelulusan, hal ini akan mengurangi kesempatan kerja bagi lulusan Perguruan Tinggi dan secara tidak langsung belum mengakui kualitas dari lulusan Perguruan Tinggi siap untuk bekerja di sektor konstruksi. Untuk menjembatani antara kesenjangan antara kompetensi lulusan suatu program pendidikan tinggi dengan kompetensi keahlian maka harus ada sistem akreditasi yang saling menunjang antara sistem akreditasi pendidikan dan sistem akreditasi profesi dan memasukan pendidikan profesi kedalam kurikulum pembelajaran. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas pendidikan tinggi adalah dosen, kurikulum, mahasiswa, proses pembelajaran, dan sarana/prasarana. Strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi adalah memperhatikan peraturan yang mengatur tentang pendidikan tinggi, dengan melihat potret kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan tinggi dengan kompetensi tenaga ahli konstruksi, untuk meningkatkan kualitas dosen, kurikulum, mahasiswa, proses pembelajaran dan sarana/prasarana.
Co-Authors ., Syukrianto ., Umarudin Abdullah Aman Damai Adi Prawito Adi Soeprijanto Alvin Juniawan Anang Maryanto Anggriawan, Wahyu Ardhelia Maura Felisia Ari Nugroho Arif Rachmat, Arif Arynta Dharmayanti, Arynta Atik Rohmana Maftuhatul Fuad Baginda Zulkarnain Bagus, Muhammad Bahrul Ulum Dennis Farina Nury Diah Ayu Restuti Wulandari Diah Susanti Dipta Nusbangga, Dipta Djarot Sugiarso Endang Tri Wahyuni Endang Tri Wahyuni Erna Rochana Estu Yoga Elmi Gesa Febri Hadi Fitriyana Fitriyana Fransisca Bangun, Yulia Frizka Vietanti Fuji Ridha, Fuji Galuh Tiara Dewi HANGGARA, ANGGY YOGA Hariyati Purwaningsih Harmami Harmami Harmami Harmami Harus Laksana Guntur Hatta, Agus Muhamad Hendro Juwono Hendro Juwono Hendro Juwono Hendro Sutowijoyo Ika Puspita, Ika Ikhsan Setiawan Imam Abadi Isa, Illyas Md Ismail Azizi Ita Ulfin Ita Ulfin Julistyana Tistogondo Karlinda Karlinda Kartika A. Madurani Kaskoyo, Hari Koespiadi Kolo, Maria Magdalena Lia Marisca Permatasari Lourentia Candle Lutfi Andre Yahya Madurani, Kartika Anoraga Mahendra Wardhana, Mahendra Mega Vania Misbah Misbah Mochammad Zaki Nasrulloh Mohammad Teguh Hermanto Muhammad Alwi Syahara, Muhammad Alwi Muhammad Rivai Ni'mah, Yatim NUR EFENDI Nyoman Agus Sandika Purnaman Palupi Irene Desilvia Pemal Kabogi Praditya Bagaskara Qonitah Fardiyah R. Djarot Rahadian Zainul Rahmi Rahmi Rajwa Abidah Sudjarwo Ramadhana Sangyang Ady Regina Tutik Padmaningrum Rika Wijiyanti, Rika Romadhona, Syahrur Rooslan Edy Santosa Safira Aulia Sayyida Sayyida Sekartedjo Koentjoro, Sekartedjo Selvi Marcellia Setyadi Laksono Bahar Silvya Anggraini Sri Wiwoho Mudjanarko, Sri Wiwoho Suharmanto, Edi Sunarto Sunarto Suprapto Suprapto Suprapto Suprapto Suprapto, Suprapto Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Suyanta Suyanta Syahputra, Muhammad Yudha Syukrianto, Syukrianto Taslim Ersam Tri Paus Hasiholan Hutapea, Tri Paus Hasiholan Tri Widjaja Triyono Triyono Triyono Triyono Umarudin, Umarudin Vietanti, Frizka Wahyu Anggriawan Yunia Anisa Putri Yunita Triana Yunita Triana Zeni Rahmawati Zulkarnain Zulkarnain