Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Journal Of Building Architecture

PENERAPAN PRINSIP GREEN BUILDING PADA DESAIN PUSAT PRODUKSI BAHAN PANGAN PERTANIAN DI GORONTALO Sulaeman; Heryati; Abdi Gunawan Djafar
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v1i2.28

Abstract

Kebutuhan akan produk-produk pangan pertanian akan terus ada, bahkan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Ketika kebutuhan pangan tidak dapat mengimbangi kepadatan penduduk tersebut akan berdampak terjadinya krisis ketahanan pangan. Bidang pertanian merupakan bidang yang difokuskan dengan permasalahan yang diangkat adalah lahan yang semakin sempit dan iklim yang semakin tidak stabil. Hal tersebut dapat berdampak pada produksi bahan pangan pertanian semakin menurun. Maka isu yang diambil adalah mengenai ketersediaan pangan yang berhubungan dengan produksi bahan pangan pertanian itu sendiri. Tujuan dari perancangan ini adalah bagaimana mendesain sebuah bangunan yang memiliki fungsi utama dalam memproduksi bahan pangan pertanian di lahan yang terbatas. Bangunan ini juga memiliki fungsi edukasi pertanian di dalamnya untuk semua kalangan. Sasaran dari perancangan ini yakni mengidentifikasi semua kebutuhan dan fasilitas yang dibutuhkan dalam Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian di Gorontalo. Mengidentifikasi prinsip prinsip Green Building sebagai bahan informasi agar dapat diimplementasikan pada desain. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan menentukan jenis data dan teknik pengumpulan data, jenis data terdiri dari data objek perancangan berupa data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung (observasi), serta wawancara dengan pihak yang berkaitan, teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode studi literatur, referensi buku, jurnal atau skripsi, serta melalui media internet. Kemudian data tersebut dianalisis hingga menghasilkan konsep perancangan sebagai pedoman dalam merancang bangunan Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian dengan Pendekatan Green Building di Gorontalo.
PERANCANGAN OBJEK WISATA BIOTA LAUT DI DESA BONE BARU KABUPATEN BANGGAI LAUT DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Lambause, Muhammad Saiful Z. Lambause; Djafar, Abdi Gunawan; Idji, Berni
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i2.36

Abstract

Indonesia memiliki potensi wisata alam yang sangat melimpah salah satunya potensi wisata maritim atau bahari. Wisata bahari pada dasarnya merupakan sebuah kegiatan yang di lakukan pada media kelautan atau bahari yang meliputi daerah pantai, pulau pulau serta objek laut yang ada di dalamnya. Banggai laut merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadikan wisata bahari sebagai wisata unggulan menyajikan objek biota laut seperi ikan cardinal fish yang merupakan ikan endemik indonesia yang ada diperarian Banggai. Namun, Banggai laut belum memiliki bangunan objek wisata biota laut untuk memperkenalkan dan mengedukasi wisatawan terhadap pelestarian biota laut. Oleh sebab itu perlu dirancangnya objek wisata biota laut berupa bangunan aquarium dan bangunan konservasi sebagai sarana wisata dan pelestarian biota laut dengan lokasi perancangan berada pesisir pantai desa Bone Baru kabupaten Banggai laut, penerapan konsep desain sudah seharusnya menerapkan prinsip ramah lingkungan. Jika dikaitkan pada bidang Arsitektur, ilmu yang mempelajari tentang hubungan manusia dan alam yakni Arsitektur Ekologi. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan jenis pengumpulan data primer dan data sekunder dari data objek perancangan serta data tema perancangan, teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung atau observasi, serta wawancara dengan pihak yang berkaitan. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode studi literatur, referensi buku, jurnal atau skripsi, serta melalui media internet. Data yang terkumpul tersebut dianalisis hingga menghasilkan konsep perancangan dengan memperhatikan ketentuan yang ada. Hasil laporan berupa konsep perancangan dan penerapannya pada rancangan sebagai pedoman untuk melanjutkan perancangan objek wisata biota laut kabupaten bangai laut. Kata kunci: Aquarium, Arsitektur Ekologi, Biota Laut, Konservasi, Objek Wisata
CONSTRUCTION ANALYSIS OF HOUSING’S ROOF IN GORONTALO CITY Djafar, Abdi Gunawan; Rahmayanti, Rahmayanti; Saputra, Wahyu; Kaharu, Arlan
Journal Of Building Architecture Vol. 1 No. 1 (2023): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v1i1.6

Abstract

Sebuah penelitian dilakukan untuk menganalisa konstruksi atap-atap perumahan di kota Gorontalo, Indonesia. Pengamatan terhadap perumahan dilakukan menggunakan google maps dan streets. Sejumlah 12 tipe atap ditemukan setelah menyurvei 30 buah perumahan. Konstruksi ke 12 tipe atap ini diteliti menggunakan metode analisis deskriptif. Bentuk atap, denah, jumlah bidang atap, arah hadap atap, tinggi tiang kuda-kuda, dan keberadaan jurai luar dan jurai dalam merupakan faktor-faktor dalam menganalisa atap-atap perumahan. Hasilnya adalah atap pelana bersusun merupakan bentuk atap yang paling banyak ditemukan pada 27% dari total jumlah perumahan. Atap pelana bersusun memiliki jumlah bidang atap yang sedikit, jenis kuda-kuda rangka atap yang juga sedikit, dan tidak memiliki jurai luar dan jurai dalam, sehingga dipertimbangkan sebagai bentuk atap sederhana jika dibandingkan dengan bentuk-bentuk atap lainnya. Bentuk atap ini juga merupakan konstruksi yang lebih disukai oleh pengembang perumahan karena mudah dibangun, menghasilkan sedikit sampah sisa material, dan biaya konstruksi yang lebih rendah.
PENERAPAN PRINSIP GREEN BUILDING PADA DESAIN PUSAT PRODUKSI BAHAN PANGAN PERTANIAN DI GORONTALO: - Sulaeman; Heryati; Djafar, Abdi Gunawan
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i1.30

Abstract

Kebutuhan akan produk-produk pangan pertanian akan terus ada, bahkan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Ketika kebutuhan pangan tidak dapat mengimbangi kepadatan penduduk tersebut akan berdampak terjadinya krisis ketahanan pangan. Bidang pertanian merupakan bidang yang difokuskan dengan permasalahan yang diangkat adalah lahan yang semakin sempit dan iklim yang semakin tidak stabil. Hal tersebut dapat berdampak pada produksi bahan pangan pertanian semakin menurun. Maka isu yang diambil adalah mengenai ketersediaan pangan yang berhubungan dengan produksi bahan pangan pertanian itu sendiri. Tujuan dari perancangan ini adalah bagaimana mendesain sebuah bangunan yang memiliki fungsi utama dalam memproduksi bahan pangan pertanian di lahan yang terbatas. Bangunan ini juga memiliki fungsi edukasi pertanian di dalamnya untuk semua kalangan. Sasaran dari perancangan ini yakni mengidentifikasi semua kebutuhan dan fasilitas yang dibutuhkan dalam Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian di Gorontalo. Mengidentifikasi prinsip prinsip Green Building sebagai bahan informasi agar dapat diimplementasikan pada desain. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan menentukan jenis data dan teknik pengumpulan data, jenis data terdiri dari data objek perancangan berupa data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung (observasi), serta wawancara dengan pihak yang berkaitan, teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode studi literatur, referensi buku, jurnal atau skripsi, serta melalui media internet. Kemudian data tersebut dianalisis hingga menghasilkan konsep perancangan sebagai pedoman dalam merancang bangunan Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian dengan Pendekatan Green Building di Gorontalo.
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA PERANCANGAN KAWASAN WISATA PANTAI TANJUNG DULANG KABUPATEN BOLAANG MONGODNOW UTARA andi, Andi Rusyaid Lutfi; Idji, Berni; Djafar, Abdi Gunawan
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.55

Abstract

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menawarkan beberapa jenis objek wisata baik wisata alam maupun wisata sejarah. Ada beberapa obyek wisata alam yang terdapat di Bolaang Mongondow Utara, salah satunya yaitu pantai Tanjung Dulang. Pantai ini memiliki potensi alam yang sangat baik. Akan tetapi yang menjadi permasalahan di lokasi wisata pantai Tanjung Dulang ini adalah belum dikembangkan seluruh potensinya, artinya bahwa belum adanya fasilitas kepariwisataan yang dapat di tawarkan bagi pengunjung. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang kawasan wisata pantai Tanjung Dulang melalui fasilitas penunjang kepariwisataan dengan penerapan arsitektur Neo Vernakular. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan menentukan jenis data dan teknik pengumpulan data. Jenis data terdiri dari data objek perancangan berupa data primer dan sekunder. Kemudian mengidentifikasi kondisi yang ada pada site, dari hasil identifikasi kemudian dianalisa dan menghasilkan konsep perancangan kawasan wisata pantai dengan ciri khas budaya lokal, namun dikemas dalam bentuk yang lebih baru. Tahap untuk mencapai sebuah hasil desain kawasan wisata pantai dimulai dari mencari tinjauan umum berupa teori-teori dan studi preseden tentang kawasan wisata pantai, mengumpulkan data-data, menganalisa data yang telah didapat untuk dijadikan acuan perancangan yang menghasilkan desain. Hasil dari penelitian ini berupa kawasan wisata pantai dengan pendekatan arsitektur Neo Vernakular.
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KHUSUS NARKOTIKA DI PROVINSI GORONTALO Dalu, Murni; Kalih Trumansyahjaya; Abdi Gunawan Djafar
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 1 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i1.57

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kondisi Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia telah terjadi kelebihan kapasitas dimana jumlah penghuni lebih banyak dibanding jumlah kapasitas yang disediakan oleh Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Indonesia. Kelebihan kapasitas juga terjadi pada Lembaga Pemasyarakatan di Provinsi Gorontalo. Jumlah kasus yang tinggi dan tidak adanya Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika di Gorontalo mengakibatkan para narapidana kejahatan narkoba ditahan di Lembaga pemasyarakatan umum yang mengakibatkan kelebihan kapasitas di beberapa Lembaga Pemasyarakatan. Dampak yang ditimbulkan karena akibat tidak adanya pemisahan narapidana narkotika adalah interaksi sesama narapidana yang tidak dapat ditahan dan akibat dari interaksi tersebut dapat menimbulkan hal negatif seperti saling mengajarkan cara melakukan kejahatan antar sesama narapidana. Rancangan lembaga pemasyarakatan ini bertujuan untuk mewujudkan desain lembaga pemasyarakatan yang mampu secara optimal menaungi dan membina narapidana khusus narkotika di Provinsi Gorontalo. Proses pengerjaan tugas akhir yang meliputi akar permasalahan/latar belakang hingga penentuan konsep perancangan nantinya akan diterapkan dalam proses perancangan pada Tugas akhir mendatang yang meliputi gambar desain rancangan. Metode Perancangan yang digunakan mencakup tiga poin penting yaitu pengumpulan data, analisis dan konsep perancangan. Hasil perancangan lembaga pemasyarakatan ini berlokasi di jalan Sude Kau, kelurahan Hutuo, Kec. Limboto, Kab. Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang menerapkan tema arsitektur perilaku dalam denah bangunan hunian yang memudahkan petugas dalam penjagaan, menerapkan prinsip arsitektur perilaku yang mampu berkomunikasi dengan manusia pada fasad bangunan dan penegasan teritori dalam penataan layout secara kasawan.
PENATAAN KAWASAN WISATA DANAU MO’OAT DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Apriliani, Meryana; A. Djailani, Zuhriati; Djafar, Abdi Gunawan
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i2.58

Abstract

Pariwisata berperan penting dalam perkembangan Indonesia, terdapat berbagai jenis pariwisata di Indonesia yang banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara, salah satunya seperti wisata danau. Provinsi Sulawesi Utara lebih tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Kecamatan Mo’oat daerah dengan dataran tinggi 1100 mdpl memiliki danau dengan hawa yang sejuk dan termasuk dalam salah satu kawasan strategis sebagai kawasan wisata. Wisata danau mo’oat berkembang sejak tahun 2017, pengembangannya yang tidak tertata sehingga mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung, fasilitas wisata yang kurang memadai membuat daya tarik wisatawan jadi berkurang. Dalam mendesain kawasan wisata danau mo’oat menerapkan tema arsitektur ekologi dalam perancangan ini bertujuan untuk merancang sebuah bangunan atau lingkungan objek wisata dengan memanfaatkan air, energi dan sumber daya lain, serta mewujudkan perancangan objek yang memperhatikan lingkungan. Metode yang digunakan berupa metode kualitatif dan kuantitatif yaitu mengumpulkan data baik dari perpustakaan, studi dokumen maupun observasi lapangan. Hasil dari rancangan berupa analisis tapak, program ruang, total konsep rancangan dan pra-rancangan dengan tema arsitektur ekologi. Wisata atau pusat rekreasi mewadahi aktivitas wisatawan yang berkunjung sesuai dengan sarana yang dibutuhkan, penempatan ruang disesuaikan dengan zona masing-masing sehingga sirkulasi dan zona ruang teratur.